Kupas Tuntas Canon

Info : Kursus Dasar Fotografi di Jakarta

Bagi anda yang tinggal di Jakarta dan ingin mengikuti kursus dan workshop Dasar Fotografi yang dibimbing langsung oleh saya selaku instruktur tetap dari infofotografi.com, anda bisa memilih kelasnya sesuai kebutuhan dan waktu luang yang anda miliki. Pilihan kelasnya ada Mastering Digital Camera Features (1x pertemuan @5 jam), Kursus Dasar Fotografi (2-3x pertemuan) dan ada juga kelas privat. Jadwal saya untuk mengisi materi di bulan  Sepember-Oktober 2014 adalah sebagai berikut :

  • Sabtu-Minggu, 6-7 Sepember 2014 jam 10.00 :

Kursus Kilat Dasar Fotografi (angkatan 65) dibuka pendaftaran

  • Sabtu, 20 September 2014 jam 10.00 :

Mastering Digital Camera Features (pengganti kupas tuntas DSLR) info TBA

  • Senin – Rabu, 13-15 Oktober 2014 jam 18.30 :

Kursus Kilat Dasar Fotografi Malam (angkatan 7) dibuka pendaftaran

 
(more…)

Adu spek Motorola Moto G dengan para kompetitor

Motorola Moto G. Ponsel yang diumumkan akhir tahun 2013 ini akhirnya hadir juga di pasaran lewat jalur pre-order sebuah toko online terkemuka tanah air, tak ketinggalan saya pun ikut memesan unit ini untuk mencari tahu apa yang membuatnya begitu diminati. Sambil menunggu barang pesanan saya datang, ada baiknya saya tulis juga spek Moto G ini dibanding kompetitornya. Tapi sebelumnya, saya ulas sedikit kalau ponsel buatan Motorola ini termasuk ponsel low-end dalam harga (dibawah 2 juta), tapi high-end dalam sebagian besar fiturnya. Dari penampilan fisik memang cenderung menipu (dan saya suka) karena sepintas Moto G seperti ponsel murahan, tidak terkesan mewah. Simak yuk ulasan saya soal perbandingan fitur Moto G.

Moto G

Spek dasar :

Ditinjau dari fitur dasar memang sepintas Moto G relatif sama dengan ponsel lain seperti konektivitas HSDPA dan WiFi, dual SIM, kamera 5 MP dengan flash dan AF, RAM 1 GB, ukuran layar 4,5 inci (termasuk ukuran sedang buat saya, karena 4 inci masih kekecilan, dan 5 inci ke atas terlalu besar untuk dikantongi), baterai 2070 mAh dan GPS GLONASS . Biasa saja kan? (more…)

Review kamera mirrorless Samsung NX300

Dalam rangka acara workshop Samsung NX di Bandung kemarin, saya berkesempatan untuk mencoba kamera mirrorless Samsung NX300 dengan beberapa lensanya seperti lensa kit 18-55mm OIS, lensa tele 55-200mm OIS dan lensa fix 45mm f/1.8 selama beberapa hari. Kamera ukuran kompak ini membuat saya antusias karena fitur yang ditawarkan cukup banyak seperti sensor APS-C 20 MP, kemampuan burst 8,6 foto per detik, auto fokus hybrid dan layar Amoled yang touch-sensitive.

Samsung NX300

Desain kamera Samsung NX300 mengesankan sebuah perpaduan antara desain modern dan klasik dengan bagian atasnya berbahan logam dan bodinya berbungkus karet hitam bertekstur, bagian belakang dominan plastik. Saya suka grip kamera ini yang cukup besar sehingga aman digenggam tanpa takut meleset. Roda mode kamera (PASM dsb) ditempatkan di pojok atas kanan yang saya rasa tepat, tapi roda untuk mengganti setting saya rasa terlalu kecil dan bahannya plastik. Disertakan juga sebuah flash eksternal yang kecil dan mengambil tenaga dari baterai kamera, lalu sebuah kabel charger mirip seperti charger ponsel yang langsung dicolok ke port USB kamera (in-camera charging).

Samsung NX300 back flip

Layar Amoled 3 inci yang berjenis touch sensitive di kamera ini bisa dilipat ke atas dan ke bawah untuk komposisi foto dengan sudut yang sulit. Warna dan kejernihan layar sangat baik, demikian juga dengan kepekaan layar terhadap sentuhan. Kita bisa mengatur setting kamera, memilih titik fokus hingga memotret dengan menyentuh layar. Saat melihat hasil foto, seperti di ponsel Android misalnya, kita bisa pinch (cubit) layar untuk zoom dan geser jari di layar untuk berganti foto. Sayangnya tidak ada jendela bidik elektronik di kamera ini, ataupun aksesori jendela bidik eksternal yang dibuat oleh Samsung, sehingga setiap saat untuk komposisi foto mengandalkan layar utama saja (yang akan lebih menguras baterai). Untungnya karena layar berjenis Amoled maka tetap terlihat jelas walau dipakai dibawah cahaya matahari yang menyorot dari atas. (more…)

Daftar 5 ponsel Android layar 5 inci harga 2 jutaan (bahkan kurang), pilih yang mana?

Ponsel pintar dengan OS Android kini bisa dibeli dari harga dibawah 1 juta sampai yang 7 jutaan. Berbeda dengan beberapa tahun lalu, saat ini budget 2 jutaan untuk ponsel Android sudah terasa cukup (kecuali mencari spek tertinggi, atau demi gengsi). Paling tidak jeroannya sudah dibekali prosesor dual core atau bahkan quad core, kameranya sudah bagus dan spek lain umumnya tidak ada masalah. Urusan layar, opini saya sih 5 inci itu pas, karena 4 inci termasuk terlalu kecil untuk membaca web atau melihat foto, dan 6 inci sudah susah dimasukkan ke saku celana.

Saya sesekali memantau perkembangan pasaran ponsel dan menemukan umumnya ponsel Android berlayar 5 inci masih/akan dijual di kisaran 3 juta, seperti Samsung Galaxy Grand Neo atau LG L80 Dual (coming soon). Untungnya masih ada kok beberapa ponsel berlayar 5 inci yang harganya cuma di kisaran 2 jutaan bahkan kurang dari 2 juta, dan saya ingin berbagi hasil pantauan saya dengan pembaca sekalian.

Asus Zenfone 5 : keren, spek oke, tapi terganjal distribusi

Ponsel besutan Asus yang berada di kelas menengah ini dijual sekitar 2,2 jutaan, berada di atas Zenfone 4 (1 jutaan) dan Zenfone 6 (3 juta), dan speknya cukup menggiurkan seperti prosesor Intel Atom 2 GHz dual core dan layar 720×1280 piksel Gorilla Glass 3. Memorinya ekstra lega dengan 2 GB RAM dan 16 GB ROM. Kamera di ponsel ini punya sensor 8 MP auto fokus dengan flash. Kamera depan juga ada dengan resolusi 2 MP yang oke buat selfie. Zenfone 5 pakai baterai Li-Po 2100 mAh, kapasitasnya termasuk sedang dan sayangnya tidak bisa dilepas.

Image

Masalah utama Asus ini adalah distribusi karena sampai bulan Juni ini stok barang belum ada di pasaran dan cukup membuat kesal kaskusers yang lama menunggu. Mereka menyebutnya ‘smartphone pilihan orang-orang sabar’

Acer Liquid Z5 : ponsel selfie, tapi kamera depan cuma VGA

Acer Liquid seri Z5 dijual 2,3 jutaan, membidik segmen menengah dengan produk cukup premium, tebalnya kurang dari 9 mili. Ada speaker DTS di kiri kanan ponsel selfie ini. Ya, disebut ponsel selfie karena ada tombol jepret di bagian belakang untuk kita memotret wajah sendiri (dengan kamera depan). Oke kita tinjau jeroan ponsel ini, ada layar 854×480 piksel yang kalah detail dibanding pesaing, ada prosesor Mediatek 1,3 GHz dua inti, memori 512 MB dan ROM 4 GB yang terasa agak kurang besar untuk ukuran ponsel diatas 2 juta. Baterai kapasitas 2000 mAh tergolong pas-pasan mungkin guna menjaga ukuran ponsel ini tetap tipis.

Acer Liquid Z5

Acer Liquid Z5 (tekno.kompas.com)

Sebagai kamera utamanya memakai sensor resolusi 5MP dan lensa bukaan f/2.4 yang cukup besar.

Lenovo A859 : keren, agak mahal

Salah satu produk Lenovo seri A (budget series) yang harganya cukup mahal tapi sepadan dengan yang didapat, yaitu 2,4 jutaan. Simaklah sederet fitur yang menarik dari A859 ini seperti prosesor empat inti 1,3 GHz dari Mediatek, resolusi layar 720×1280 piksel dan RAM 1 GB – ROM 8 GB dan baterai Li-Ion 2200 mAh yang lumayan untuk dipakai harian.

Image

Kamera di ponsel ini punya sensor 8 MP auto fokus dengan flash. Kamera depan juga ada dengan resolusi 1,6 MP yang lumayan buat selfie. (more…)

Blackberry Z3, meraih asa di Jakarta

blackberry-z3Mencoba untuk tetap bertahan. Itulah mungkin yang ada di benak RIM saat membuat Blackberry Z3, dengan kode nama Jakarta. Ponsel layar sentuh kelas menengah ke bawah ini dibandrol di angka 2 jutaan, tapi punya bentuk dan desain yang cukup premium layaknya sang kakak (Z30) dan mengusung ukuran layar yang sama yaitu 5 inci.

Ditilik dari fiturnya, Z3 Jakarta ini cukup menarik, misal sudah pakai OS 10 terbaru, resolusi layar 540×960 piksel, kamera 5 MP AF, Qualcomm dual core 1,2 GHz dan baterai 2500 yang tidak bisa dilepas (supaya ponsel ini bisa dibuat tipis). Dengan promo toko atau bank tertentu BB Jakarta ini bisa dijual sampai dibawah 2 juta. Apakah lantas bisa membangkitkan lagi pamor BB di masa lalu, mengingat kini pasar ponsel layar sentuh sudah begitu penuh sesak?

Antara inovasi dan inkonsistensi kamera buatan Sony

Saya suka kamera buatan Sony, paling tidak saya suka mengamati bagaimana Sony berinovasi dalam hal teknologi, dan selalu penasaran ingin tahu terobosan apa lagi yang bakal dilakukannya. Dulu Sony membuat saya terkesan dengan terobosan live-view di kamera DSLR dengan dual sensor, yang lalu tidak berkembang karena rumit. Lalu Sony mengenalkan translucent mirror (sempat disebut kamera SLT), yang mengatasi permasalahan auto fokus saat live-view. Kini Sony berkembang dengan jajaran mirrorless dan juga kamera translucent mirror-nya, bahkan menjadi produsen kamera mirrorless pertama yang pakai sensor full frame.

Tapi ada yang belum bisa diwujudkan oleh Sony sampai saat ini, yaitu meraih market share yang cukup banyak. Orang masih seperti belum yakin untuk memilih kamera Sony, walau dari teknologi dan value bisa dibilang menyamai bahkan melebihi pemain besar seperti merk C dan merk N. Saya prediksi alasan utamanya adalah kekuatiran jangka panjang, karena kamera sekarang (selain kamera pocket atau kamera prosumer) adalah laksana investasi membangun sebuah sistem yang berkelanjutan. Jaminan dukungan lensa, aksesori dan kamera baru untuk upgrade di masa mendatang jadi sesuatu yang perlu bagi mereka yang menjadikan fotografi sebagai hobi serius atau mata pencarian hidup.

sony_a350_live-view

Kamera Sony A350 dengan sensor live-view terpisah

(more…)

Inilah EOS 1200D, DSLR entry level terbaru dari Canon

Tiga tahun sejak peluncuran EOS 1100D (yang saat itu menjadi penerus dari EOS 1000D), di bulan Februari lalu Canon mengumumkan generasi penerusnya yaitu EOS 1200D. Bagi yang penasaran, Inilah penampakan dari Canon EOS 1200D, kamera DSLR kelas pemula yang cocok untuk mereka yang baru akan membeli kamera DSLR pertamanya. Tepat hari ini, Canon Indonesia resmi meluncurkan kamera EOS 1200D di pasaran dalam negeri. Dalam positioning marketnya, EOS 1200D akan berada di tengah-tengah produk DSLR pemula Canon yang lebih dahulu ada yaitu :

  • EOS 1100D kit 18-55mm (Feb 2011) : 4,4 jutaan
  • EOS 1200D kit 18-55mm (Feb 2014) : 5,09 juta*
  • EOS 600D kit 18-55mm (Feb 2011) : 5,7 jutaan

* : harga mengacu di website tokocamzone per Mei 2014

Canon-EOS-1200D

Tampak depan

(more…)