Perekam video (berformat) High Definition

Masih ingat Avatar saya? Sepintas memang seperti sebuah handycam, namun berukuran lebih kecil. Gadget yang saya jadikan Avatar ini adalah camcorder pertama dari Sanyo (Xacti C1) yang menggunakan media memory card sebagai sarana penyimpan datanya. Saat itu, kehadiran Sanyo Xacti begitu fenomenal. Bukan saja karena Sanyo bukanlah nama yang banyak dikenal di dunia imaging (video/foto), tapi juga karena keputusan Sanyo yang memakai media penyimpan berupa SD memory card (yang saat itu masih sangat mahaaaal) terbilang diluar jalur media simpan yang umum digunakan (seperti pita miniDV).

Teknologi perekam video kini sudah selangkah lebih maju. Tuntutan akan kepraktisan dalam penyimpanan data dan kemudahan pemakaian telah menghasilkan produk-produk camcorder masa kini yang berukuran kecil (kompak), dengan tidak lagi memakai media simpan berupa pita kaset atau cakram DVD. Sebagai gantinya, media rekam masa kini lebih cenderung memakai HDD atau SD card. Menyimpan data pada HDD atau SD card memang lebih praktis karena kemudahannya dalam proses editing dan indexing, dapat ditulis dan dihapus ribuan kali dengan mudah dan cepat, serta tidak perlu membeli kaset atau keping DVD yang cukup mahal. Media HDD memiliki keunggulan dalam hal kapasitasnya yang besar (hingga puluhan giga byte), namun sedikit lebih boros daya (karena putaran disknya) dan ukurannya juga tidak kecil. Media memory card/flash memory seperti SD card kini menjadi alternatif menarik semenjak kapasitasnya yang semakin besar (dengan format SDHC), harga memorinya semakin terjangkau dan (karena ukurannya yang kecil) dapat membuat dimensi camcorder secara umum menjadi lebih kecil. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini, saya hanya akan membahas camcorder yang memakai media simpan data berupa flash memory/SD card.

Diantara ciri produk camcorder modern adalah kemampuannya merekam video beresolusi tinggi/ High Definition-HD, dengan teknologi kompresi data terkini, MPEG-4 AVC. Sebagai gambaran, video HD memiliki bit rate yang amat tinggi, sekitar 2-8 MB/s, sehingga untuk mencapai ukuran file video 1 GB hanya dicapai dalam hitungan puluhan menit saja. Sebagai kompensasi atas bit ratenya yang tinggi, resolusi video yang diusung format HD juga tidak tanggung-tanggung, bahkan lebih tinggi dari format DVD yang biasa kita kenal. Dengan resolusi tinggi (dan tentunya didukung oleh frame rate yang sepadan-setidaknya 25 fps), kualitas rekam dari camcorder modern sudah mencapai pada tahapan kualitas broadcast. Berhubung konvergensi video digital kini telah dimudahkan oleh adanya solusi standar interface HDMI, bagi pemilik monitor layar LCD/plasma yang telah mendukung tayangan video HD tentu dapat merasakan nikmatnya kualitas tayangan video HD yang direkam oleh camcorder HD melalui kabel HDMI.

Yang menjadi standar resolusi video HD adalah video digital yang berukuran 1280×720 piksel (disebut HD 720p) dan 1440×1080 piksel (disebut 1080i). Namun untuk resolusi yang kedua, terdapat perbedaan format standar sehingga yang disebut dengan true HD kini adalah resolusi 1920×1080 piksel (widescreen). Bagi perangkat rekam yang mengklaim mampu merekam video HD 720p, sebenarnya kualitas videonya masih tergolong low resolution HD, namun memiliki keuntungan dalam bit rate dan ukuran file videonya yang lebih kecil dibanding resolusi true HD. Lagipula, resolusi format HD 720p pun masih tergolong lebih tinggi dibanding resolusi format video lain seperti DV, DVD apalagi VGA.

Xacti HD1010Seperti apa contoh camcorder HD dengan media simpan flash memory? Salah satunya adalah Sanyo yang kini telah membuat generasi terbaru camcordernya dengan nama Xacti HD1010, menjadi favorit saya dalam hal camcorder HD-berukuran imut-berfitur berat. Sanyo Xacti merupakan solusi hybrid antara camcorder dan kamera digital, namun fungsi utamanya tetaplah sebagai camcorder (bedakan dengan produk hybrid kamera digital yang bisa merekam video HD seperti Lumix FX500). Sensor CMOS yang diusungnya mampu merekam video berukuran 1920×1080 (60 fps) dan mengambil foto beresolusi 4 MP. Lensanya telah disesuaikan untuk mendukung format HD, dengan 10x zoom HD lens 38-380mm f/1.8 dengan ND filter built-in dan sistem stabilizer. Xacti ini memakai media simpan SD/SDHC, dimana apabila memakai kartu memori berkapasitas 8 GB maka bisa didapat rekaman video HD 1080i berdurasi 1 jam dan 27 menit. Urusan audio juga tidak dilupakan dengan memakai audio bitrate 48 kHz, 16-bit, 2-channel sound AAC-LC (MPEG-4 Audio). Fitur lain yang jadi tren dunia imaging 2008 juga tak ketinggalan seperti layar LCD 2,7 inci, face detection dan red-eye reduction.

About these ads

16 comments

  1. Dear gaptek28, saya kesulitan untuk merekam via external device. Saya setting bongkar2 menunya masih belum ketemu. Bisa diberikan panduan bagaimana merekam via external device? Untuk informasi, saya menggunakan kamera JVC Pro HD GY 201 dan external device-nya JVC Pro HD DR 100.

    Thanks sebelumnya…

    Wow, merekam via external device. Cukup jarang nih…
    Biasanya konsep begini dipake di dunia sinetron atau PH untuk keperluan komersil. Kalau dulu jaman analog sih simpel aja, tinggal colok kabel A/V lalu direkam pake Betacam SP. Kalo sekarang di jaman digital ini semestinya tinggal sarana transfer data dari kamera ke devicenya apa, apakah USB, Firewire, coaxial, kabel optik atau apa. Selebihnya kalau kedua device sudah saling terkoneksi, tinggal dicoba-coba menunya. Apa anda sudah membuka buku manualnya? Saya coba berkunjung ke mas Google dan nemu manual ini.

  2. Mas,aku mau beli camcoder ! apa ada camcoder yg harganya 1.5-3juta yg juga berformat HD/yg lebih baik dengan dukungan suara yg baik ,hasilnya jernih diatas 30fps ? Tolong carikan yg paling baik ya mas! Makasih

  3. Mas kalau sanyo xaty1010 vs sanyo xacty vpc cg9 bagus mana dan berapa harganya ? Saya juga pernah lihat sony handycam hdr-tg1 sekitar 10juta ! Emangnya handycam itu mahal ya (daripada beli yg mahal lebih baik beli komputer baru atau laptop aja) bukankah begitu ya mas

    1. Xacti 1010 itu seri teratas dari line-up sanyo xacti, dgn fitur full HD 1080i. Harga sekitar 7 jt. Memang handycam lbh mahal karena pakai mekanik (kaset/DVD mini/hardisk) yg perlu ketelitian tinggi. Bila nanti semua camcorder sudah memakai memori flash (spt xacti) mestinya harganya bisa lbh ditekan.

  4. Mas, tolong informasinya untuk camcoder yang harga nya dibawah 3 juta, terimakasih bantuannya

  5. Dear Mas Gaptek,

    Mau nanya ni, saya baru beli sanyo xacty vpc cg9 , tapi saya kecewa dgn hasil rekaman yg langsung saya putar di tv lcd saya, gbr nya kasar dan cahaya tidak alami.
    beda dgn handycam saya yg masih miniDV,tapi gbrnya halus pasa saya putar di TV (apa karena masih format AVI ?)
    dan untuk format MPEG4 apakah kalau saya burn ke DVD trus saya putar hasilnya akan lebih baik ? Mohon pencerahanya ke email saya Mas.
    thanks.

    1. Jujur saya belum pernah lihat sampel video dari sanyo xacti. Tapi layaknya kamera perekam video yg menyimpan data ke memory card, ketajamannya berbeda dgn kamera mini DV. Bahkan kalaupun formatnya HD (spt kamera digital modern yg bisa merekam HD) bukan berarti dia akan setajam camcorder. Hal ini bisa jadi karena perbedaan sensor dan lensa antara kamera dan camcorder (saya golongkan xacti ke kelas kamera) dan juga prosesing gambarnya (kompresi dan quality).

      MPEG4 lebih efisien dalam hal bit rate, namun dgn resolusi standar (misal DVD) tidak ada bedanya dgn MPEG2 saat dilihat di layar. MPEG4 memungkinkan resolusi tinggi dikompres lebih efisien dari MPEG2 sehingga menempati ruang simpan data lebih sedikit, atau memungkinkan ditransmisikan lewat siaran DVB-T.

      1. Trus,kalau saya burn ke DVD apakah ada perbaikan kualitas gbr-nya ?
        soalnya kalau yg asli dari sanyo xacty vpc cg9 kalau diputar di laptop pakai quicktime persis kaya putar dvd mpeg4 yg beli di Glodok,gbr buram dan warna tidak cerah.
        Beda dgn format AVI yg saya rekam dgn menggunakan kamera Canon Si-3,gbr nya tajam dan jelas, mohon infonya. and thanks for reply.
        kalau mas mau bisa saya kirim contoh hasil rekaman dgn xacty vpc cg9.

  6. Benar saya juga kecewa dgn hasilnya Sanyo Xacti, kalau format yg Canon S3 IS dlm bentuk AVI gbrnya terang dan jernih, nanti coba saya bandingkan dgn rekaman objek yg sama mengunakan Canon & Sanyo Xacti.
    Sekedar info kalau saya konvert dari MPEG4 ke AVI memang gambar jadi tajam tapikan repot ya,mesti di konvert dulu ke AVI.

  7. Salam…

    Saya mau nanya….apakah ada software yang bisa memperbaiki kualitas gambar….Contohnya..saya meekam sebuah clip memkai hp 2mp..lantas mau di encode secara software bisa gak hasil videonya menjadi kualitas hd..

    mohon panduanya…..Salam…

    1. Jangankan klip video dari ponsel, bahkan video resolusi VGA dari kamera digital pun tidak bisa dirubah jadi kualitas HD. Tiap format video punya resolusi dan aspek rasio tersendiri, dan kalaupun bisa di resize hanya down-size saja. Kalaupun bisa menaikkan resolusi video dgn software tertentu, hasilnya tidak akan sebaik video HD sesungguhnya.

      Btw, seandainya bisa sih asyik juga ya. Saya membayangkan cukup merekam video pakai resolusi rendah (misal 320 x 240) lalu saya upsize jadi video HD. Tidak perlu lagi HD camcorder….

  8. Pingback: Carenshive's Blog

Comments are closed.