Cari kamera digital harga dua juta?

Belakangan ini saya cukup disibukkan dengan antusiasme pembaca yang merespon blog saya soal rekomendasi kamera saku berharga 1,5 juta atau kurang. Berbagai pertanyaan, komentar dan pendapat cukup banyak menghiasi kolom komentar pada blog ini, yang mana membuat saya makin tersadar bahwa betapa besar minat pembaca pada artikel semacam ini.

Sebenarnya sudah banyak website luar negeri yang memberi rekomendasi akan suatu produk tertentu dengan kriteria tertentu. Sebagai contoh misalnya seperti daftar kamera digital dibawah US$200 yang dibuat oleh majalah komputer terkemuka, PC magazine. Untuk mencari sendiri di website lokal juga sebenarnya cukup mudah, misalnya di toko camzone tersedia alat bantu pencarian kamera yang lengkap. Cukup tentukan jenis kamera, resolusi, maka daftarnya akan dimunculkan dari database, lengkap dengan harganya. Namun bila saya juga membuat daftar kamera dalam sebuah blog, tampaknya terdapat satu perbedaan dengan daftar dari sebuah website tertentu, yaitu adanya kesempatan bagi pembaca untuk berinteraksi melalui komentar seperti yang terjadi pada blog saya sebelumnya.

Tanpa bermaksud membuat tandingan atas rekomendasi dari PC magazine, saya juga tergugah untuk membuat satu lagi daftar kamera digital yang harganya pas dua juta (kurang atau lebih sedikit tidak mengapa kan?). Buat apa lagi? Tentunya untuk memudahkan anda yang ingin membeli kamera seharga pas dua juta dan merasa blog saya sebelumnya belum memuaskan karena hanya memuat daftar kamera seharga 1,5 juta atau kurang. Sekarang saya coba susun daftar tujuh kamera digital seharga dua juta  yang menurut saya layak direkomendasikan. Secara kebetulan, ketujuh kamera ini memiliki sensor yang resolusinya 8 mega piksel. Perlu dicatat bahwa rekomendasi saya murni pendapat pribadi dan bukanlah ulasan dari seorang pakar, sehingga saya tidak bertanggung jawab bila anda tidak puas akan kamera yang anda beli setelah mengikuti rekomendasi ini (baca disclaimer pada halaman about gaptek28).

Inilah dia, 7 kamera 8 mega piksel seharga 2 juta untuk anda pertimbangkan :

  1. Canon Powershot A720 IS. Kamera ini pantas menempati peringkat pertama dalam daftar saya. Kamera ini dibekali lensa dengan zoom optik 6x, image stabilizer, fitur manual P/A/S/M, viewfinder optik, layar LCD 2,5 inci dan baterai AA sebanyak 2 buah. Sulit percaya kalau kamera 8 MP ini kini bisa dibeli cukup dengan harga 2 juta saja, mengingat pertama keluar setahun lalu, A720IS ini sempat berharga diatas 3 juta rupiah.
  2. Fuji Finepix F40fd. Kekuatan kamera ini apa lagi kalau bukan sensor Super CCD 8 MP andalan Fuji. Menyempurnakan pendahulunya yang sukses di pasaran (F31fd), kamera berbalut casing logam ini tetap mengusung fitur andalan face-detection, lensa 3x zoom, layar LCD 2,5 inci dan baterai Lithium. Meski tanpa fitur manual dan stabilizer, saya tetap menempatkan F40fd ini di tempat kedua, karena sensor Super CCDnya yang mampu memberi hasil foto lebih baik di ISO tinggi.
  3. Fuji Finepix S5800. Meski berbeda kelas bila dibandingkan dengan kamera saku, tak disangkal lagi inilah prosumer/super zoom termurah yang mungkin masih bisa dibeli saat ini. Kamera Fuji dengan sensor CCD biasa (ingat : bukan Super CCD) beresolusi 8 MP ini memiliki lensa sepanjang 10x zoom optik, fitur manual yang lengkap, layar LCD 2,5 inci dan ditenagai 4 buah baterai AA. Satu hal yang absen disini, fitur stabilizer. Tapi dengan harga 2 juta, rasanya sulit apabila menolak godaan untuk memiliki S5800 ini meskipun tanpa dilengkapi fitur stabilizer.
  4. Panasonic Lumix LZ8. Kalau bicara kamera Lumix tentu yang terbayang adalah jajaran kamera saku yang harganya mahal. Bisa jadi salah satu faktor pencetusnya adalah lensa Leicanya yang berkualitas tinggi. Namun tak demikian halnya dengan Lumix LZ8 yang dibekali lensa Leica 5x wide zoom yang dilengkapi stabilizer. Kamera 8 MP ini relatif murah bila dibandingkan dengan kemampuannya, utamanya adalah fitur manual P/A/S/M. Belum lagi kemampuan movie modenya yang bisa merekam resolusi Wide VGA (848 x 480 piksel). Fitur lainnya tergolong standar dengan layar LCD 2,5 inci dan memakai 2 buah baterai AA.
  5. Sony Cybershot W130. Sony menghadirkan kamera saku seri W dengan bodi tipis berbalut almunium yang cantik dengan pilihan warna yang beragam (hitam, silver, pink). W130 ini memiliki keunggulan pada lensa Carl Zeissnya yang memiliki zoom optik 4x dan dilengkapi stabilizer (Super Steady Shot). W130 memiliki layar LCD berukuran 2,5 inci dan dipersenjatai baterai Lithium yang tipis.
  6. Kodak Z885. Kamera produk lawas dari Kodak ini masih cukup mumpuni di tahun ini, berkat sensornya yang sedikit lebih besar dari kamera sejenis dengan CCD berukuran 1/1,8 inci sehingga memungkinkan sensitivitas hingga ISO 8000. Kamera Z885 ini memakai lensa Schneider berjangkauan 5x zoom optik, fitur manual P/M, layar 2,5 inci dan baterai Lithium. O ya, Kodak ini bisa zoom saat merekam video juga, cukup jarang lho.
  7. Olympus FE-320. Kamera Olympus seri FE (FE=Fun and Easy) memang berdesain minimalis dan gaya dengan bodi berbahan logam. Sebenarnya dari segi fitur, selain adanya Face Detection, kamera 8 MP ini relatif biasa saja dengan lensa zoom 3x optik, layar LCD berukuran 2,7 inci, dan baterai Lithium. Tanpa fitur stabilizer atau fitur manual apapun, ditambah memori card jenis xD yang tidak populer, Olympus ini terpaksa menempati peringkat akhir dalam daftar kamera harga 2 juta yang saya susun ini.

Sebenarnya masih banyak produk lain yang dijual di pasaran dengan rentang harga dibawah dua juta atau diatas dua juta, dengan resolusi mulai dari 7 hingga 10 mega piksel. Disini saya batasi yang harganya pas di angka dua juta, supaya daftarnya tidak terlalu banyak. Bila anda merasa punya kandidat kamera tertentu di kisaran harga 2 jutaan dan ingin bertukar pikiran bersama saya, silahkan sampaikan dengan mengisi komentar di bawah ini.

10 Comments so far

  1. r_sormin on 7 July 2008

    Waduh.. Terima kasih suhu atas penjelasannya.. Penjelasannya lugas dan terpercaya. Tidak kalah dengan bahasan redaktur sebuah majalah foto video yang lebih dulu dikenal dengan majalah komputernya (halah banyak basa basi.. majalah CHIP maksudnya, hehe).. Mantab suhu.. Kyaknya boleh nih kerja sampingan juga jadi reviewer di tabloid/majalah.. Hehe..

    Oya pak, Fujifilm yang S5700 dan S5800 itu saya baca di website mana gitu, warna hasil fotonya itu rada keungungan gitu klo dizoom in gambarnya.. Kyaknya emang gak mungkin lah harga bohong.. Kamera prosumer lain ndak ada yang semurah itu. Klo mo kualitas yang lebih bagus, sebaiknya pilih yang lebih mahal. Walaupun mahal tidak selalu bagus.. Yang pasti lebih bagus klo ada yang murah tapi kualitas ok. Adakah?? He3..

    Udah ah segitu dulu.. Thanks suhu gaptek 28. Mudah2an gak bosen2 nih bikin blog2 about perkembangan kamera digital ke depannya..

    Mas Rendy terlalu melebih-lebihkan saya, saya ini masih pemula dalam nge-blog dan ngga ada apa-apanya lah kalau dibanding para redaktur majalah komputer tanah air yang terkemuka itu.

    Efek keunguan itu maksudnya mungkin PURPLE FRINGING, suatu fenomena penyimpangan warna pada area high-contrast akibat keterbatasan teknis dari lensa. Memang beberapa kamera digital punya masalah di lensanya yang cenderung bikin kasus begini, tapi ini hanya terjadi pada area kontras tinggi aja, dan di perbatasan area antara terang gelap akan ada batas warna ungu. (Lensa kit Nikon D40 saya juga mengalami hal ini). Lumix telah membuat algoritma pada prosesor VENUS engine nya yang otomatis menghilangkan fenomena ini, suatu solusi yang mestinya bisa ditiru oleh produsen lain.

    Kerja sampingan jadi redaktur? Hmm… ada yang mau merekrut saya ? :)

  2. Sarah on 11 July 2008

    Emang SRL ada shrga it?Sy minta kualitas yg bgus,harga jgn mahal2.Smpt nelpn ke deler nikon n canon.Jawabanny ga jauh2 dari 15juta.

  3. Red Army on 17 July 2008

    Bravo..! beruntung banget dapat artikel ini dari anda. :)
    Sedikit mau nanya, saya naksir berat sama kamera digital A720 Canon yang harganya 2 jutaan pas.
    Kalau boleh tahu, A720 itu sensornya apa ya mas..?
    CCD atau Super CCD ya?
    Dan dari kelas pocket-nya Canon, type apa saja yang bersensor Super CCD..?

    Jawab : Sensor superCCD hanya dimiliki oleh kamera Fuji, karena sensor ini didesain secara khusus oleh Fuji.

  4. Red Army on 18 July 2008

    Nanya lagi dong om.. B)
    Berdasar informasi yang pernah saya dengar, Sensor CMOS lebih bagus dari sensor CCD. (CMIIW)
    Terus jika ada ponsel kamera yang bensensor CMOS, apakah lantas kualitas fotonya lebih bagus dari yang “pure” kamera digital yang bensensor CCD?
    Salam :)

    Jangan dianalogikan seperti itu. Sensor CMOS dirancang sebagai sensor dengan konsumsi daya rendah sehingga bila dipasang di ponsel sangat cocok supaya baterainya tidak cepat habis. Sementara sensor CMOS sendiri bermacam jenisnya, dari yang dipasang di kamera ponsel hingga sensor CMOS Full-frame untuk kamera serius. CMOS pada ponsel dibatasi oleh biaya produksi, sehingga hasil fotonya belum bisa sebaik CCD pada kamera saku. CMOS untuk kamera DSLR dirancang dengan lebih rumit sehingga memiliki keunggulan dalam noise yang lebih rendah bila dibanding dengan CCD.

    Hal-hal yang membuat foto dari kamera ponsel belum bisa sebaik kamera digital ‘betulan’ adalah :
    -> ukuran sensor yang terlalu kecil (rentan noise, jangkauan dinamik rendah)
    ->lensa pada ponsel umumnya grade rendah (kecuali beberapa ponsel high-end)
    ->sensor CMOS yang dipakai adalah sensor CMOS ekonomis (bukan seperti CMOS pada DSLR)
    -> prosesor pada ponsel belum terlalu cerdas untuk mengatur white-balance sehingga warna cenderung meleset dari aslinya
    -> ketiadaan flash membuat banyak foto cenderung gelap / under

    Demikian, jangan sungkan untuk terus berdiskusi. Salam..

  5. Red Army on 22 July 2008

    Wah…makasih banyak pencerahannya mas.. :)
    Sudah cukup terang bagi saya, untuk memilih kamera yang cocok.
    Update terus beritanya, terus terang tulisan mas sangat membantu orang-orang awam seperti saya.
    BTW, gimana suatu saat diadakan acara kalau kopdar untuk berlatih sama mas untuk membidik objek (segala kondisi) dengan hasil yang terbaik?
    Masalah biaya registrasi atur aja-lah…asal pas buat kantong mahasiswa hehehehe…. :P
    Salam,

    Walah, saya kan bukan fotografer profesional, masa mau latihan sama saya? Saya cuma senang untuk sekedar berbagi tips motret supaya saya sendiri bisa termotivasi untuk belajar. Untuk kopdar mungkin bisa saja, cuma di hari kerja saya kan jadi buruh, sementara sabtu minggu waktunya untuk bermain bersama anak istri. Btw, untuk berlatih motret yang baik dan benar sebaiknya ikut komunitas foto saja, disana selain banyak teman yang belajar, juga ada yang ngajarin juga. Misalnya komunitas pemakai Lumix, pemakai Canon dsb.

  6. Red Army on 23 July 2008

    Hehehe…bisa aja niy mas…
    biasalah, suhu selalu low profile..! hehehehe :P
    Boleh juga sarannya, tapi kalo boleh tahu dimana ya saya harus mencari komunitas pengguna kamera digital untuk amatir (baik DSLR maupun pocket)
    terutama yang bermerk Canon itu mas..
    Trims.

    Buat dibaca-baca, bisa coba bergabung di topik komunitas Canon ini. Tapi karena saya bukan pemakai Canon, jadi saya cuma pasif / sekedar baca-baca saja di forum tsb.

  7. Permana on 24 July 2008

    Mas, mo tny nih. Bagusan mana Sony DSC W130 n Panasonic DMC FS3 buat foto2 orang? Kameranya mo dipakai buat acara2 tertentu semisal wisuda, acara keluarga, dsb. Trims.

    Secara personal saya suka Lumix (karena saya punya) dan saya kurang suka Sony karena pake memory stick dan (dulunya) kamera sony harganya mahal.

    Secara fair saya akui Sony W130 menang sedikit dalam urusan jangkauan lensa yang 32-128mm (4x zoom) dibanding FS3 yang 33-100mm (3x zoom). Keduanya pilihan yang baik karena sudah sama-sama punya stabilizer, baterai lithium, LCD sama2 2,5 inci (meski resolusi LCD FS3 lebih tajam) dan keduanya punya fitur movie 30 fps (meski FS3 lebih unggul di resolusi wide VGA 848 x 480 dibanding W130 yang cuma VGA 640 x 480).

    Keduanya sama-sama pake sensor 1/25 inci 8 MP, yang mana jangan diharapkan hasil yang baik untuk urusan low-light / high ISO semisal urusan wisuda, wedding dsb. Tapi sejujurnya, tidak ada kamera saku yang cocok untuk urusan seremoni penting semacam ini (kecuali sekedar untuk dokumentasi tambahan), maka itu mengapa ada kamera DSLR yang harganya 50 juta rupiah.

    salam..

  8. Ragil Alex on 28 July 2008

    Wah thanx bgt mas bwt reviewnya. Bahasanya enak bgt bwt dbaca dan benar2 membantu bwt org yg pingin belajar fotografi tp minim dana kyk saya ini.
    Saya mw tanya mas, kira2 A720 ma LZ8 bgusan mana yah klo soal kualitas gambar krn denger2 lumix klo outdoor emg superb tp klo indoor kok noisy dan grainy gt ap bener?
    tz kira2 diantara kdua itu mana yg lebih lgkap menu manualny bwt belajar fotografi gt..
    matur nuwun sanget bwt tanggepannya

    Trims atas pujiannya.
    Memang tidak salah kalau dibilang Lumix itu superb di outdoor dan noisy/grainy saat indoor (tanpa flash). Tapi merk lain pun sebenarnya juga akan kedodoran saat dipake indoor tanpa flash, buktiin aja sendiri. Itu semua karena dalam ruangan yang umumnya kurang cahaya, kamera terpaksa menaikkan ISO sehingga noise akan muncul. Saya sudah mencoba bandingin bedanya noise kamera saku dan DSLR saat indoor disini.

    Baik A720 dan LZ8 punya kesamaan dalam hal harga, resolusi, stabilizer, manual mode, jenis baterai dan layar LCD. Bedanya A720 lensanya 6x zoom dan LZ8 5x zoom. Bedanya lagi, lensa A720 lumayan cepat di f/2.8, tapi widenya di 35mm. Sementara LZ8 lumayan lambat di f/3.3 tapi widenya di 32mm.

    Kembali ke kebutuhan, suka lensa cepat atau suka lensa wide?

  9. Ragil Alex on 31 July 2008

    Wah bener2 dapet pencerahan saya..
    sekarang saya g bingung lagi pilih2 kamera. Saya kemaren dah coba2 browsing ttg lensa cepat Eee.. tnyata ktmuny dsni juga. Saya jd tahu klo tyta lensa cpt ptg bwt indoor ato low light jd pilihan saya sdh jelas, A720!
    Thanx bgt bwt tulisanny mas.. tetep nulis y, saya akan slalu nunggu tulisan selanjutnya

    Trims atas dukungannya dan selamat atas kamera barunya…

  10. signal on 4 August 2008

    trims om..pencerahannya, skr aq dah beli PS A720 IS. tampaknya om harus dpt ‘fee’ dari canon karena banyak yg tertarik dengan canon setelah baca ulasan disini. hehehe… [peace]

    Asyik juga ya kalo dapet fee dari Canon :-)
    Tapi saya sudah komitmen kalau semua ulasan dan rekomendasi tidak dilandasi unsur promosi, sesuai yang tertulis di disclaimer about page. Sejujurnya, saya sendiri belum pernah punya kamera Canon. Beberapa kamera digital yang saya beli dari 2001 diantaranya Kodak, Nikon, Fuji dan Lumix.

Leave a reply