Tanya jawab seputar Nikon D40/D40x/D60

Sengaja saya gabung, Nikon D40, D40x dan D60 karena ketiganya hampir serupa dan perbedaannya minor. Daftar pertanyaan dan jawaban yang saya buat ini bukanlah kutipan dari suatu dialog atau wawancara, melainkan hanya karangan saya saja. Pertanyaan yang saya susun diupayakan dapat mewakili pertanyaan yang umum dirasakan oleh calon pembeli DSLR ekonomis (khususnya merk Nikon), dan saya tidak menjamin jawaban yang saya buat adalah 100% benar. Bagi yang ingin menanyakan pertanyaan yang belum ada disini, dan bagi yang ingin meluruskan jawaban yang saya buat, seperti biasa silakan mengisi kolom komentar di bagian paling bawah.

D60 dan D40x
D60 dan D40x

Sekilas pengantar, Nikon D40 adalah kamera DSLR kelas entry level dari Nikon yang beresolusi 6 MP, buatan sekitar akhir tahun 2006. Kamera ini dijual dengan paket lensa kit 18-55mm yang kemudian menjadi amat populer karena desainnya yang kecil dan kualitasnya yang baik. Dengan harga dibawah 5 juta, Nikon D40 telah banyak merebut pasar kamera prosumer yang harganya hampir sama, karena mampu menawarkan satu hal yang tidak bisa diberikan oleh prosumer : foto yang baik di ISO tinggi. Dengan berkembangnya tren kamera digital, pada tahun 2007 Nikon menaikkan resolusi D40 menjadi 10 MP dan menamainya D40x. Pada awal tahun 2008, Nikon meluncurkan Nikon D60 yang merupakan update minor dari D40x, dengan penambahan sistem anti debu dan fitur Active D-lighting, plus lensa kit baru dengan stabilizer. Dengan hadirnya Nikon D60, kini D40x telah diskontinu, namun Nikon D40 masih tetap dijual sampai sekarang dan tetap meraih banyak pembeli.

Baiklah, inilah rangkuman tanya jawab ‘sepihak’ yang berhasil saya susun :

Pertanyaan Umum

T : D40, D40x dan D60 tampak mirip. Apa perbedaan mendasar dari ketiganya?

J : Nikon D40 beresolusi 6 MP, sementara D40x dan D60 memakai resolusi 10 MP.

T : lantas perbedaan lainnya apa lagi?

J : D40 punya ISO dasar di ISO 200, lainnya di ISO 100. D40 bisa flash sync 1/500 detik, lainnya hanya 1/200 detik. D40 bisa 2.5 fps, lainnya sedikit lebih cepat dengan 3 fps. D60 menyediakan fitur anti debu pada sensornya dan tersedia fitur Active D-Lighting.

T : Lantas apakah kesamaan dari ketiganya?

J : Ketiganya berbagi desain yang sama, sensor yang sama, performa shutter yang sama dan spesifikasi lain seperti baterai, layar LCD dan viewfinder cermin yang sama.

T : Apa sensor yang dipakai oleh ketiganya?

J : Sensor CCD buatan Sony, jenis APS-C, ukuran 24 x 16mm, crop factor 1,5x (format DX).

T : Bagaimana soal kinerja shutter ketiganya?

J : Ketiganya mampu digunakan hingga kecepatan 1/4000 detik yang masih dibawah DSLR semi-pro yang umumnya sanggup mencapai 1/8000 detik. Usia shutter telah teruji hingga 50 ribu kali jepret.

T : Fitur apakah yang tidak ada pada ketiganya?

J : Yang terpenting menurut saya adalah fitur bracketing yang absen pada ketiganya. Fitur lain yang tidak ada adalah live-view.

T : Seperti apa lensa kit ketiganya?

J : Lensa kit ketiganya adalah AF-S 18-55mm f/3.5-5.6 DX, khusus untuk D60 lensa kitnya telah dilengkapi sistem stabilizer (VR).

T : Selain lensa kit, lensa apa lagi yang biasanya perlu dimiliki?

J : Pasangan lensa kit yang dipakai untuk memotret jauh (tele), yaitu AF-S 55-200mm. Ada yang versi VR seharga 2,2 juta dan ada yang non-VR seharga 1,7 juta.

Seputar Auto Fokus dan metering

T : Betulkah ketiganya punya masalah soal auto fokus?

J : Masalahnya adalah pada ketiganya tidak tersedia motor untuk menggerakkan sistem auto fokus pada lensa. Jadi supaya bisa auto fokus, diperlukan lensa yang terdapat motor built-in, seperti Nikkor AF-S, AF-I dan Sigma HSM.

T : Artinya selain lensa diatas hanya bisa manual fokus?

J : Ya, hanya bisa manual fokus saja (seperti lensa Nikkor G atau D). Bahkan lensa-lensa tertentu (lensa lama), fungsi metering pun tidak bisa dipakai, alias harus pake mode manual (M).

T : Sulitkah manual fokus itu?

J : Tergantung lensanya. Tapi secara umum ketiganya tersedia indikator yang menyatakan bila fokus telah tepat, dan indikator ini disempurnakan di D60.

T : Seperti apa modul AF ketiganya?

J : Ketiganya memakai modul Multi-CAM530 dengan hanya tiga titik fokus. Modul ini bekerja berdasar prinsip phase-detect yang cepat dan akurat, namun tiga titik AF menyulitkan saat memotret vertikal.

T : Untuk AF-assist memakai lampu atau lampu kilat?

J : Tersedia lampu khusus yang menyala saat cahaya kurang mencukupi, sehingga bisa membantu sistem fokus kamera. Lampu ini juga berfungsi untuk indikator saat self-timer.

T : Bagaimana dengan pemilihan titik AFnya?

J : Pada mode AF area terdapat tiga pilihan, Closest subject (default), Dynamic area dan Single servo. Mode yang pertama akan otomatis mendeteksi objek terdekat, mode kedua akan mendeteksi di titik mana objek berada, dan akan mendeteksi pergerakan objek, mode ketiga adalah memilih titik AF secara manual memakai tombol kiri/kanan.

T : Bagaimana dengan AF servo-nya?

J : Ada tiga pilihan, AF-A, AF-S dan AF-C. A untuk auto, S untuk single-servo dan C untuk continuous servo. Pada saat memakai AF-C, kamera akan terus menerus mencari fokus sehingga servo ini cocok untuk objek yang selalu berpindah posisi.

T : Bicara soal metering, seperti apa modul light-meter ketiganya?

J : Ketiganya memakai modul metering 420-segment RGB sensor yang menyediakan pilihan 3D matrix metering II, center weighted dan spot metering.

T : Artinya modul meter ini sama dengan yang dipakai di Nikon D80/D90?

J : Ya. Sebagi info, modul ini kalah presisi dibanding yang dipakai di D200/D300 yang memakai 1005-segment RGB sensor.

T : Kabarnya metering ketiganya cenderung under exposure?

J : Relatif, tergantung situasi pemotretatan. Kadang kalau meleset bisa juga cenderung over. Kompensasikan saja pakai Exposure compensation.

T : Adakah histogram pada mode playback?

J : Ada, luminance histogram. Untuk RGB histogram harus melalui retouch menu.

Seputar ISO Auto

T : Apakah yang dimaskud dengan ISO Auto? Samakah dengan pilihan ISO AUTO pada menu mode AUTO?

J : ISO Auto adalah fitur modern dari DSLR Nikon yang bertugas menaik turunkan ISO secara otomatis, bila diperlukan. Pada mode AUTO ada pilihan menu ISO AUTO, tapi ini berbeda dengan ISO Auto. ISO Auto bisa diset aktif atau tidak melalui Custom Setting Menu. Bila diset aktif, dia akan merubah nilai ISO bila perlu.

T : Bagaimana cara mengatur ISO Auto ini?

J : Tentukan berapa nilai ISO maksimum (bisa sampai 1600) dan tentukan pada shutter berapakah ISO Auto ini harus bekerja (saya biasanya pakai 1/30 atau 1/60).

T : Apakah hasil foto di ISO 1600 masih bisa diandalkan?

J : Ya. Hasil ISO di ISO 1600 masih relatif bersih dari noise dan sedikit saja mengalami penurunan jangkauan dinamis. Lain halnya dengan ISO 3200 yang hampir tidak ada gunanya karena noisenya parah.

T : Apakah ISO Auto ini berguna? Apakah bisa mode ini dibiarkan selalu aktif setiap saat?

J : Ya, justru inilah kelebihan dari DSLR Nikon terbaru. Dengan ISO Auto, kamera akan berusaha menjaga eksposure yang tepat dengan menaikkan ISO saat nilai shutter-aperture yang ada sudah tidak mampu menghasilkan eksposure yang tepat. Mode ini bisa saja diset selalu aktif, karena saat cahaya mencukupi, fitur ini tidak akan merubah nilai ISO yang ada.

T : Apakah ISO Auto ini juga bekerja pada mode Manual (M)?

J : Sayangnya ya. Jadi dia bisa mengacaukan settingan manual yang sudah kita atur. Untuk itu bila memakai mode M, pastikan anda sudah mematikan ISO auto ini.

Seputar format file JPEG dan RAW

T : Ada berapa pilihan kualitas kompresi JPEG pada ketiganya?

J : Ada 3 pilihan : Fine (best), Normal, Basic

T : Berapa ukuran sebuah file RAW?

J : Sekitar 9 MB (compressed RAW)

T : Apakah bisa saya sekaligus mengambil file RAW dan JPEG?

J : Ya, namun hanya RAW + JPEG Basic saja.

T : Apa pilihan setting JPEG yang tersedia pada ketiganya?

J : Setting sharpness, tone compensation, color mode, saturation dan white balance.

T : Kabarnya warna dari ketiganya cenderung terlalu saturasi?

J : Ya, karena Nikon menargetkan ketiganya sebagai DSLR consumer level yang cenderung menyukai warna nan cerah. Bila menurut anda warnanya terlalu dominan, rubahlah melalui saturation level ke arah moderate.

T : Apa beda D-lighting pada D40/D40x dengan D60?

J : Pada D40/D40x, hanya ada D-lighting pasif dari menu image retouch. Gunanya untuk menaikkan eksposure pada bagian foto yang gelap. Pada D60 D-lighting bisa diset otomatis aktif atau tidak. Bila diset aktif, setiap memotret, kamera akan menerapkan perbaikan eksposure secara otomatis.

Seputar Lampu kilat dan asesori lain

T : Lampu kilat apakah yang fungsi TTLnya bisa digunakan pada ketiganya?

J : Lampu kilat Nikon modern seperti SB-400, SB-600, SB-800 dan SB-900.

T : Bagaimana dengan lampu kilat Nikon lama atau lampu kilat merk alternatif seperti Nissin, Metz dan sebagainya?

J : Lampu kilat Nikon lama fungsi TTLnya tidak bisa dipakai. Nikon menyatakan pemakaian lampu kilat yang bukan buatan Nikon akan membahayakan rangakaian elektronik kamera. Beberapa forum menyatakan flash alternatif cenderung under dan tidak bisa TTL.

T : Bagaimana dengan kemampuan wireless commander?

J : Tidak seperti D80/D90, ketiganya tidak punya wireless flash commander built-in. Untuk itu, pasanglah SB-800 sebagai commander.

T : Mengapa D40 bisa sync sampai 1/500 detik?

J : Umumnya shutter DSLR adalah memakai sistem mechanical shutter. Pada D40, kecepatan diatas 1/90 shutternya beralih memakai electronic shutter (CCD gating) yang lebih simpel. Resikonya, hasil foto akan sensitif terhadap blooming saat memotret objek yang amat terang.

T : Dapatkah saya mengatur power dari built-in flash ?

J : Ya, dengan mengatur flash compensation level. Bila memakai mode flash manual, bisa juga dengan menentukan flash output level.

T : Bagaiman dengan battery grip / vertical grip?

J : Yang resmi dari Nikon tidak ada, tapi tersedia battery grip merk alternatif.

T : Memori jenis apa yang cocok untuk dipakai?

J : SD dan SDHC, hingga 4 GB. Usahakan membeli yang high speed (class 4 atau class 6).

T : Bisakah ketiganya dijadikan kamera Infra Red (IR)?

J : Saya kurang tahu persis, tapi menurut beberapa sumber ketiganya kurang cocok untuk dijadikan kamera IR.

T : Asesori apa yang dipakai untuk remote trigger?

J : Wireless (IR) remote trigger.

T : Apakah program pengolah file RAW yang disertakan dalam CD sudah mencukupi?

J : Tidak, karena hanya tersedia pengaturan WB dan Ev. Untuk kendali penuh atas file RAW, gunakan Photoshop CS3 (dengan plug-in terbaru) atau Nikon CaptureNX.

Seputar memilih Nikon atau merk lain

T : Apakah selling-point dari ketiganya?

J : Kualitas hasil foto, kinerja tinggi, ergonomi, dan harga jual (khususnya D40)

T : Siapa pesaing terdekat ketiganya?

J : Pesaing D40 adalah Pentax K100D Super, Pesaing D60 adalah Canon EOS 1000D, Sony A200, Olympus E420/E520 dan Pentax K-m.

T : Apa yang membuat ketiganya dianggap lebih unggul dari pesaing?

J : Metering yang handal, TTL flash yang cerdas, ISO Auto yang efektif, menu yang mudah, ergonomi dan tata letak tombol yang nyaman, dukungan lensa Nikon yang berkualitas, layanan purna jual di Indonesia cukup handal.

T : Apa yang membuat ketiganya dianggap kalah dari pesaing?

J : Kompatibilitas lensa yang bisa auto fokus, cuma tiga titik AF, tanpa fitur bracketing, tidak ada live-view dan tidak ada asesori battery grip resmi Nikon.

T : Apakah Mas Gaptek mencoba meracuni saya untuk membeli Nikon D40/D60?

J : Ha…ha…ha…

Update : Ada situs soal tanya jawab D40 di sini.

About these ads

85 comments

  1. mas gaptek… is cool..

    hampir semua artikel mas gaptek gw baca…

    gw juga mo coba terjun ke dunia fotografer…

    baru rencana mo beli kamera , dan mo tanya sedikit :
    1. Ada yg mo jual second ( kondisi 95% ) NIKON D40X + KIT STANDART HARGA Rp.5.000.000 ( kira2 harganya bagaimana mas ?? )

    2. dimanakah saya bisa mencari kamera digital SLR yg harga nya bersahabat..??

    1. Masih mahal, coba tawar aja 4 juta (tergantung shutter count-nya). 5 jutaan sih udah dapet D40 kit (bukan D40x) baru.
    2. Itulah susahnya, kurs dolar sekarang lagi tidak bersahabat. Toko mana juga pasti tidak mungkin jual rugi kan…

  2. Mas gaptek mau ikut nanya nih…
    untuk D40 ada casing untuk underwater-nya nga?
    kalau ada brp harganya dan beli dimana?

    Sori, saya belum pernah tahu soal itu.

  3. mas kalo d40 dengan canon eos 1000d ? kira-kira untuk pemula macam aku ini yang paling bersahabat kmana ya ? lalu untuk fitur ato kelebihan masing-masing kira-kira bagaimana ya ?
    thanks ya mas

    Keduanya udah beda generasi, 1000D lebih baru dgn resolusi lebih tinggi, titik AF lebih banyak plus live-view. Bahkan D60 yg harganya sama dgn 1000D pun dari segi fitur tidak bisa menyamai. Bersahabat dalam hal apa nih? Menu yg mudah, atau pengoperasian yg mudah? Mending datengin tokonya, cobain satu-satu, mana yg terasa lebih mudah, bungkus…

  4. salam kenal mas

    saya pemula lagi cari2 info kamera slr.ada di tawari nikon d40 bm seharga 4,250jt dan ada yg garansi resmi kena 5,1jt.kemahalan ga tu??barang kondisi baru dua2nya.utk jangka panjang bm kena harga service lbh mahal klu di bawa ke service center nikon?

    ada juga nemu yg d40x kena 5,65jt kondisi baru katanya sih garansi resmi.

    dari data diatas lebih baik sayya ambil yg mana ya??harga diatas kemahalan atau termasuk wajar?

    kalau kamera baru msh di segel kan kotaknya?

    maaf banyak tanya,thx info blog dan jawabannya

    Harga D40 BM dan resmi kok bedanya jauh ya? Itu udah dpt lensa kit (18-55mm II) belum? Kalo yg BM murah tuh..

    Soal service dengar2 emang yg BM lbh mahal, tapi jarang sih ada DSLR yg rusak sebelum setahun.

    Sekarang beli D40x sih sayang, mending D60 sekalian.

    kalo D40 plus lensa, ambil aja yg resmi. Boxnya sih harusnya disegel, tapi kadang2 ada yg udah kebuka. Ceka aja kalo masih kumplit ya nggak masalah.

  5. mas or om….
    saya newbie nich …
    ingin cari slr yg 3jtan-4jt yang bgus n mudah dipakai apa?….
    tolong ksh tau ya….
    kalau perlu referensi t4 yg t’pcaya dan murah harganya…
    mskh seblmnya…

    email: fiwib2001@yahoo.com

  6. Saya di tawarin D40 kit + tas lowepro yang kecil yang muat satu kamera+kaca UV protection, box dan manual book masih lengkap. baru dipake 4 bulan(garansi masih ada) seharga RP 4.5 juta.yang punya mo ganti yang D80. harga segitu termasuk murah nggak?

    Saya malah tidak hafal harga pasaran kamera bekas.Tapi kalo baru 4 bulan, tus garansi Alta, bonus tas pula, mestinya sih harga segitu cukup pantas. Angka segitu sama spt harga dulu saya beli D40 baru di thn 2007.

  7. Bung cara untuk mengecek shutter count itu gimana seh? thanks be4

    File fotonya di lihat EXIFnya (di komputer).

  8. mas beli d40/d60 d jakarta bagusnya dimana ya?
    saya bngung mas mau beli dimana..
    thnx mas.

    Coba ke kotaraya (mangga2 atau glodok). Saya tidak dpt komisi dari toko tsb lho :)

  9. head to head D60 VS 1000D menang mana?
    1.dari segi kelebihan dan kekurangan
    2.klo sama2 standar
    3.klo dari segi accesory
    4.klo dari harga jual kembali
    5.batere grip tu yang gimana tho?

    Sudah sering saya bahas. Asesori D60 tidak ada battery grip asli nikon.

  10. mas gaptek saya pemilik d40 dan pengen ganti sama d90 atau eos 450d menurut mas baiknya pilih yang mana kalau saya pribadi sih lbh bert ke d90 karena ada fitur movienya tp harga body only 1100000 won atau rp8800000 kira2 kemahalan ga yah.oh ya apa sabar dikt ya krn mungkn dslr baru yg ada fitur movienya keluar.akn tetapi melihat tulisan mas ttg fuji finefik sensor exr jd bingung karena bisa meminimalisir noise.menurt mas apasih bedanya kalau kt memilih dslr dg kamera biasa tp bisa meminimalisir noise melebihi d40 saya apakah ia sehebat itu ?

    Ya nggak lah, soal noise rendah di ISO tinggi tentu DSLR masih jagonya. Maksud saya, kamera saku yg sensornya kecil bisa disiasati dgn baik oleh fuji shingga kalo make ISO tinggi (mungkin ISO 800) noisenya masih terkontrol dgn baik. Soal D90 atau 450D saran saya sih tentu D90, karena kelas D90 sedikit diatas 450D (spt pake viewfinder prisma).

  11. thnx mas!
    saya lg bngung mau ngmbil d40 ato d60.
    saya liat dri postingan mas klo mas psti nyuruh ngmbil d40.
    apa aja yng jd klebihan d40 hngga bkin mas lebih menyarankan d40 ktimbang d60?
    kalo d40 ga ada sistem anti debu,gmana nyiasatin nya mas?
    nb:maklum mas ga ngrti sama skali dslr saya,bru mau belajar :D

    Nggak juga, saya lihat D40 sudah makin jarang stoknya. Ambil D60 aja, atau kalo prefer merk lain bisa coba 1000D atau Pentax K-m.
    Utk debu pake aja peniup debu harga 50rb, beres.

  12. aq mo tanya,,,,, kenapa yy flash yg bawaan kamera aq nggak mau nyala pas kustel mode auto,,,, padahal nggak pernah jatuh????

    tlong di jawab??? tq,,,

    Pake D40? Kalo mode selain AUTO mau nyala nggak? Flash D40 hanya akan nyala kalau dia pop-up atau terangkat ke atas. Pada mode AUTO, flash tidak selalu nyala tergantung kondisi cahaya sekitar.

  13. mas gaptek…

    bisa kasih tutorial cara inject custom tone di D40 gak?

    saya bingung dan udah mentok nih, barangkali mas gaptek bisa bantu saya?

    thanks sebelumnya…

  14. eh ndak jd mas, problem solved…

    udah bisa inject custom tone ke D40…

    wuiiih…

    makin keren ni D40…

    impian buat beli D300 perlahan mulai sirna…

    he2…

  15. mas gaptek mau nanya nih .kalau lensa makro dgn tele apa bedanya sih? mas kalau lensa sigma 70-300 makro fungsi auto fksnya bs ga buat d40 kesayangan saya .terus kalau misalkan dibandingkan af-s 50-200 nikon secara ketajaman dan warna serta bokeh bagusan mana yah.o ya mas berubung disini banyak yg jual lensa2 second ,kira 2 lensa yang paling faforit dari mas gaptek apa yah misal;untuk tele,wide dan prime .untuk mengececk daripada lensa2 tsb bgmn yah?maklum kalau beli yang baru ga terjangkau .terus terang saya ingin serius dalam bidang ini,makanya saya ingin tanyakan tips2 dr mas gaptek sbg uri songsenim dalam bhs korea yg artinya guru saya .trimakasih yah mas gaptek.

    1. Lensa macro idealnya bisa reproduksi rasio 1:1, tapi sebagian lensa DSLR punya embel-embel makro, meski tidak 1:1. Mudahnya gini, kalau lensa bisa mengunci fokus ke objek yg dekat dgn lensa, dia boleh disebut lensa makro. Biasanya tertulis di lensa atau di spesifikasinya.

      Sigma 70-300 bisa makro, asal switch makro diaktifkan dulu. Lensa ini ada yg bisa auto fokus dgn D40, tanya dulu ke tokonya sebelum beli. Tapi ingat, kalaupun bisa auto fokus, bukan berarti sigma 70-300 ini pake motor HSM. Motor yg dipakai di 70-300 adalah motor fokus biasa yg bersuara keras, dan proses auto fokus lebih lambat daripada motor HSM. Kasusnya lbh kurang sama spt lensa Tamron 70-300 yg dimodif (tambah motor) utk bisa AF di D40. Kalo 70-300 diadu dgn AF-S 55-200, pada rentang fokal hingga 200mm sih hampir sama, tapi diatas 200mm (yang mana lensa 55-200 tidak mungkin mencapai 200mm) lensa 70-300 mulai menunjukkan kelemahannya berupa softness yg nyata. Soal bokeh dan warna mestinya juga beda-beda tipis.

      Awalnya saya dulu mau ambil sigma 70-300, tapi semenjak harganya naik tajam, pilihan akan AF-S 55-200 jadi lebih realistis. Pertama, motor SWM yg cepat dan halus. Kedua, ada VR yg berguna saat tele. Ketiga, bedanya 200mm dan 300mm itu tidak banyak. Saya bisa mengambil foto pake fokal 200mm dan melakukan cropping bila perlu.

      Lensa (baru atau second) yg saya favoritkan utk D40 :
      wide : AF-S 12-24mm f/4 (baru atau bekas)
      prime : AF 50mm f/1.8 (manual fokus-bekas) atau AF-S 35mm f/1.8 (baru banget)
      normal : AF-S 18-70mm (bekas) atau 16-85mm (baru)
      all-round : AF-S 18-135mm (bekas) atau 18-105mm (baru)
      tele : sudah kita bahas diatas

      Mengecek lensa bekas : periksa optiknya, ada noda, jamur, gores dsb?
      Pasang lensanya, coba jepret, lihat hasilnya.

      Jangan panggil guru dong, wong baru punya D40 aja kok dipanggil guru. Ntar yg punya D3x dipanggil apa?

  16. @ mas gaptek

    iya mas, sama…
    custom tone curve yg saya pakai sekarang adalah FUJI SUPERIA
    tone nya keren bgt, kalau settingan WB nya tepat….

    jd g minder lg klo bhadapan sm D300

    cara injectnya:
    1.install dulu program Nikon Camera Control Pro 2
    http://rapidshare.com/files/75267032/1375NCCP.v2.0.rar
    atau (mirror)
    http://www.megaupload.com/?d=SQEICERO

    2.download custom curve (cari di google, format ntc,ncv,set)

    3.tancepin kamera dgn kabel data ke PC(kamera dl keadaan hidup), masuk ke program CCP 2.

    4.masuk ke image processing,tone comp->edit->load pict control yg udah ddownload
    klo dapat picture control yg formatnya .ncp , convert dl pake software viewNX

    selesai, tinggal dicoba ditest….

    Note dari mas Gaptek : Sori, komentar ini kesasar di SPAM, sudah saya restore. Trims infonya…

Comments are closed.