Saat teknologi dikendalikan oleh ekonomi (kapitalis)

Salah satu mimpi saya : teknologi digital untuk semua…. dapat dimaknai dengan impian saya bahwa semestinya setiap orang bisa menikmati teknologi digital yang amat menyenangkan dan memudahkan itu. Tapi simaklah kenyataannya, apakah teknologi digital yang dimanifestasikan dalam bentuk peranti digital sehari-hari (gadget) sudah menjadi hal yang dapat dinikmati semua orang? Apakah menjinjing laptop, memakai iPhone, memotret memakai DSLR, menikmati kinerja prosesor empat inti ataupun berselancar di dunia maya dengan kecepatan data HSDPA sudah menjadi keseharian kita? Saya tidak sedang membahas soal gaya hidup (yang disalah-artikan sebagai ajang gengsi) tapi saya menyoal akan ironi betapa ekonomi (kapitalis) telah membuat teknologi yang memudahkan justru menjadi sesuatu yang mewah yang hanya bisa dijangkau oleh mereka yang mampu saja. Continue reading

Lumix TZ7 vs Canon SX200 IS, adu dua super-zoom mungil

sx200_tz7Pada awalnya menginginkan sebuah kamera saku yang bisa punya lensa super panjang mungkin terdengar seperti sebuah mimpi. Kamera saku yang berukuran mungil, pocketable dan bisa dioperasikan dengan satu tangan seakan sudah ditakdirkan untuk punya lensa yang biasa saja dengan rentang fokal standar sekitar 35-105mm atau 3x zoom optik. Untuk fokal lensa lebih dari itu kita perlu kamera yang ukurannya lebih besar, lensa lebih besar dan harga yang lebih mahal. Namun untunglah kini inovasi lensa dan terobosan desain kamera telah mengantarkan kamera saku kepada batas baru yang sebelumnya tidak mungkin, yaitu lensa berkemampuan zoom tinggi dalam ukuran yang mungil. Continue reading

Lebih jauh dengan lensa tele

Apa yang anda bayangkan saat mendengar istilah lensa tele untuk kamera DSLR? Mungkin anda akan terbayang pada lensa besar dan berat seperti yang biasa dipakai para profesional. Sebenarnya apa bedanya lensa tele di kamera saku dan kamera DSLR? Mengapa kamera saku bisa punya lensa yang demikian panjang namun ukurannya kecil, sementara lensa tele untuk kamera DSLR punya rentang fokal yang tampak biasa saja namun ukurannya (dan harganya) luar biasa? Apa saja kiat-kiat memotret memakai lensa tele? Simak semuanya di tulisan kali ini. Continue reading

Dilema skema tarif akses data 3.5G di tanah air

Dunia internet di tanah air semakin bergairah sejak dibukanya akses layanan data melalui jaringan 3G. Koneksi internet yang dulunya harus mengandalkan jaringan kabel (telkom) kini sudah beralih ke era nirkabel yang menawarkan kemudahan akses dimanapun. Seiring dengan matangnya teknologi selular yang mampu memberikan kecepatan akses data 3G, penggunaan internet memakai jaringan selular pun semakin meningkat pesat. Berbekal sebuah ponsel atau modem, plus sebuah SIM card, sudah bisa menghubungkan kita pada dunia luar untuk sekedar browsing baik memakai ponsel ataupun PC/laptop. Sebagai kompensasi atas layanan ini, pengguna tentu dikenai konsekuensi berupa sejumlah biaya yang harus dibayar kepada penyedia jaringan untuk tiap data yang diaksesnya. Continue reading

Canon 500D vs Nikon D5000

Tahun 2009 ini ternyata adalah tahun perang mode video pada digital SLR. Bermula pada akhir tahun lalu dengan peluncuran Canon 5D mark II dan Nikon D90, tahun ini kemampuan merekam video ini ternyata diturunkan ke kamera kamera untuk pemula yaitu Canon 500D dan Nikon D5000. Hal ini tentunya sangat menguntungkan buat pencinta fotografi, karena bisa mengeksplorasi media video selain fotografi biasa. Selain itu, fitur kamera semakin berkembang seperti setting ISO yang lebih tinggi dan bersih dari noise, resolusi gambar, dan lain-lain.

Di lain pihak, peluncuran kamera pemula seperti Canon 500D dan Nikon D5000 hampir disaat yang bersamaan tentu membuat bingung pemirsa, selain namanya sama-sama mengunakan angka 5, 0 dan huruf D, sama-sama memiliki kemampuan merekam video, dan punya harga jual yang hampir sama. Lalu kamera manakah yang paling cocok? Continue reading

Memperkenalkan penulis baru di blog saya : Enche Zein (Radiant Lite)

Menulis blog merupakan suatu kegiatan yang menyenangkan namun juga perlu konsistensi untuk menjaga blognya tetap menarik dan tetap dikunjungi pembaca setianya. Blog saya ini yang semula difokuskan kepada topik umum seputar dunia digital (termasuk membahas kamera digital) dalam perjalanannya telah banyak menarik minat para penggemar fotografi digital khususnya para pemula yang tertarik pada tulisan saya seputar dunia fotografi digital. Hal ini tentu menggembirakan karena hal ini membuktikan kalau sebenarnya banyak pembaca yang antusias namun di lain pihak situs berbahasa Indonesia yang mengulas soal kamera digital khususnya DSLR tidak banyak. Continue reading

Nikon D5000 : kebangkitan Nikon di kelas DSLR pemula

Menyusul jejak Canon yang meluncurkan EOS 500D pada bulan lalu, hari ini Nikon (seperti yang sudah dirumorkan) meluncurkan DSLR entry level baru bernama D5000. Produk anyar ini merupakan penerus dari D60 yang mengikuti tren DSLR modern yaitu menyertakan fitur HD movie 720p – 24 fps dan tentunya live view. Namun demikian bukan hanya penambahan fitur movie ini saja yang membuat D5000 ini demikian spesial, tapi karena Nikon telah memberi banyak peningkatan fitur dan spesifikasi dari D60 ke D5000, dengan banderol harga yang masih bisa dibilang terjangkau untuk ukuran kamera DSLR pemula yaitu sekitar 8 jutaan. Continue reading