Sepuluh kamera saku favorit saya di 2009

2009 Mei 16

Adalah hal yang umum kita jumpai saat ini bila kamera digital jenis pocket/saku telah digunakan secara luas oleh berbagai kalangan masyarakat. Memotret tanpa film sudah dirasakan sebagai suatu kenikmatan dan kebutuhan semua orang, dan hasil foto yang cukup bagus sudah bisa didapat dari sebuah kamera digital saku yang harganya terjangkau. Tidak semua orang perlu akan kamera serius seperti kamera prosumer atau kamera DSLR, karena toh targetnya mungkin hanya untuk dokumentasi sehari-hari saja, dari sekedar berbagi di blog atau situs jejaring sosial hingga dicetak ukuran postcard. Untuk itu kamera saku masih menjadi favorit banyak orang berkat kemudahan pemakaiannya, hasil fotonya dan harganya yang terjangkau. Bahkan kamera saku masih menjadi penyumbang utama pundi-pundi uang para produsen kamera digital, mengalahkan kamera kelas serius yang mahal namun tidak selaris kamera saku.

Disini saya coba susun daftar sepuluh kamera digital jenis pocket/saku buatan tahun 2009 yang saya favoritkan karena kualitasnya, desainnya, lensanya ataupun karena harganya. Perlu diingat, daftar ini mengacu pada selera personal penulis dan anda tentu masih ingat kalau saya terobsesi pada kamera yang punya fitur dan harga yang berimbang, lensa yang wide, image stabilizer dan fitur manual eksposure (P/A/S/M). Bisa jadi kita tidak akan pernah mendapat kamera yang ideal, dan faktor kompromi tentu perlu dikedepankan saat memilih kamera saku. Dengan mengenali keterbatasan dari tiap kamera, anda bisa menghasilkan foto yang baik dari sebuah kamera saku apapun.

Tak perlu berlama-lama, inilah sepuluh kamera saku yang dibuat tahun 2009 yang saya favoritkan (catatan : di tahun ini sudah sangat sulit mencari kamera yang resolusinya dibawah 10 MP) :

#1 : Fuji FinePix F200 EXR

sang jawara low-light dan dynamic range berkat sensor EXR

fuji-finepix-f200

Inilah kamera saku terbaik menurut saya. Alasan utama saya menempatkan kamera ini di posisi pertama cukup jelas : sensor Super CCD EXR baru berukuran 1/1.6 inci yang membuat kamera 12 MP ini handal dipakai meski pada ISO tinggi. Sebagai bonus, sensor EXR di kamera Fuji F200 EXR ini mampu menjaga dynamic range lebih baik di area kontras tinggi. Kamera seharga 4 jutaan ini memiliki fitur lain yang tak kalaah apik seperti lensa  Fujinon dengan rentang 28-140mm, stabilizer dan fitur manual lengkap.

#2 : Panasonic Lumix DMC-TZ7

lensa zoom 12x yang mengagumkan

Lumix DMC-TZ7

Kematangan Panasonic dalam membuat kamera saku berlensa panjang hadir di kamera Lumix TZ7 ini. Lensa Leica yang dipakainya sungguh diluar dugaan mampu menjangkau rentang 25-300mm (atau 12 x zoom optik). Berbekal resolusi 10 MP, OIS, layar 3 inci yang tajam dan fitur HD movie, kamera seharga 4 jutaan ini menempati peringkat dua di daftar kamera saku favorit saya.

#3 : Canon IXUS 110 IS / Powershot SD 960 IS

lengkap dan gaya khas IXUS

powershot_sd960-front

Kamera IXUS yang satu ini mengusung resolusi 12 MP, hadir dengan desain yang berbeda dari seri IXUS pada umumnya. Tampil segar, modis dan tampak ingin lebih mengambil hati para generasi muda, kamera seharga 3 jutaan ini memakai lensa 28-112mm, tetap dilengkapi stabilizer IS, HD movie dan layar LCD berukuran 2,8 inci. Dibanding IXUS lainnya, saya lebih menyukai IXUS 110 IS ini untuk menempati peringkat tiga di daftar kali ini.

#4 : Olympus Stylus Tough 8000

si kotak nan tangguh di segala medan

olympus-t8000

Bentuknya kaku, kotak, kalau boleh dibilang jelek. Tapi bukannya tanpa alasan saya menempatkan kamera seharga 4 jutaan ini di posisi keempat. Adalah Olympus sang pelopor kamera all-weather yang meluncurkan Stylus Tough 8000, kamera 12 MP yang mampu hidup di kedalaman 10 meter (kamera water proof merk lain hanya sanggup hingga 3 meter) plus tahan benturan, tahan beku dan tahan debu. Fitur lainnya, lensa 28-102mm, stabilizer, layar 2,7 inci dan VGA movie.

#5 : Panasonic Lumix DMC-FX580

kamera ekslusif dengan layar sentuh

dmc_fx580-front

Penyempurna Lumix FX500 ini hadir dengan ekstra resolusi yaitu 12 MP, dan tetap memakai layar sentuh 3 inci yang membuatnya lebih seperti sebuah PDA berkamera. Masih seperti sebelumnya, kamera Lumix FX580 seharga 4 jutaan ini memakai lensa 25-125mm, OIS, manual mode lengkap dan HD movie. Inovasi layar sentuh plus lensa ekstra wide dan mode manual lengkap telah membuat saya menempatkan kamera ini di posisi lima.

#6 : Samsung HZ15W

lensa ultra wide 24mm dari Samsung untuk landscape

hz15w-front

Inilah kejutan dari Samsung. Kamera saku mungil dengan lensa ekstra wide, bahkan paling wide diantara semua pesaing di daftar saya ini dengan fokal 24mm dan mampu menjangkau tele hingga 240mm (atau 10x zoom optik) ini dijual dengan harga 3 jutaan. Kejutan lainnya dari Samsung HZ15W adalah adanya fitur manual mode, stabilizer dan HD movie, membuat kamera 12 MP ini berhasil menempati posisi enam di daftar saya.

#7 : Sony CyberShot DSC-W290

ternyata fitur HD movie tak harus dibayar mahal

dsc_w290-front

Bila enam kamera sebelumnya tergolong berharga premium, maka empat kamera sisa ini punya banderol harga yang relatif lebih terjangkau. Di peringkat tujuh ada Sony SDC-W290 dengan harga jual 2 jutaan, dengan resolusi 12 MP, lensa 28-140mm, Stabilizer/Steady Shot, layar 3 inci dan HD movie. Lensa Carl Zeiss yang dipakai di kamera ini tergolong lambat dengan f/3.3 (maks.) namun mengingat desain kamera ini yang keren, fitur yang lengkap dan harga yang wajar membuat saya dapat ‘memaafkan’ lensanya yang lambat.

#8 : Panasonic Lumix DMC-FS7

lensa Leica yang terjangkau

dmc_fs7-front

Untuk mencicipi lensa Leica dan kehandalan kamera Lumix tidak harus selalu dibayar mahal. Kamera Lumix FS7 ini hadir dengan resolusi 10 MP, lensa Leica 33-132mm dan tentunya OIS dengan harga dua juta saja. Kamera mungil ini tampil dengan berbagai pilihan warna yang trendi, dengan ukuran layar LCD 2,7 inci. Soal fitur movie tentu sulit kalau mengharap ada HD movie pada kamera ini, so anda hanya akan menjumpai resolusi video 848 x 480 (Wide VGA) yang menurut saya sudah setingkat lebih baik daripada VGA movie. Peringkat delapan rasanya pas untuk kamera imut ini.

#9 : Canon Powershot A 1100 IS

masih memakai jendela bidik optik dan baterai AA

powershot_a1100-front

Bila anda sudah putus asa mencari kamera saku terbaik di masa lalu : Canon A590 IS (yang mungkin sudah diskontinu), kenapa tidak menjajal penerusnya? Canon  A1100 IS juga mengusung fitur yang sama baiknya (termasuk masih mempertahankan jendela bidik optik) meski kini tanpa mode manual P/A/S/M seperti generasi pendahulunya. Kamera 12 MP ini dijual seharga 2 jutaan, dengan fitur standar seperti lensa 35-140mm, VGA movie dan layar LCD 2,5 inci. Saya tempatkan kamera ini di posisi sembilan, meski saya berharap kamera ini bisa dijual lebih murah lagi (mengingat fiturnya yang terlampau standar). Catatan : Inilah satu-satunya kamera di daftar saya yang memakai baterai jenis AA (kamera linnya memakai baterai Lithium).

#10 : Sony CyberShot DSC-S950

Sony mmmurah (tapi tidak murahan), mau?

dsc_s950-front

Strategi marketing masa kini tak melarang siapapun membuat produk murah, maka Sony pun tak malu membuat kamera murahan yang fiturnya lumayan menarik bernama CyberShot S950. Simak saja, kamera 10 MP ini dijual dibawah 2 juta, namun sudah mengusung stabilizer optik (ralat : S950 ternyata bukan memakai stabilizer optik), lensa Sony 33-132mm, bukaan maksimal f/2.5 (wow…) dan layar LCD 2,7 inci. Satu hal yang saya rasa kurang adalah resolusi videonya yang hanya 320 x 240 piksel (atau QVGA). Namun dengan segala kelebihan dan harga jualnya, saya masukkan Sony murah ini ke jajaran 10 besar kamera saku favorit saya meskipun harus berada di posisi buncit.

Itulah sepuluh kamera saku buatan tahun 2009 favorit saya. Kalau disimak, ada beberapa merk yang tidak mendapat ‘kursi’ seperti Nikon, Casio, Kodak, Pentax dan lainnya. Hal ini semata-mata bukan karena merk tersebut jelek namun kebetulan belum ada satupun produk kamera saku mereka yang cocok dengan selera saya. Misalnya, Nikon Coolpix (seri S dan seri L) punya produk yang lengkap, Casio Exilim punya banyak kamera tipis dan modis, namun ya itu tadi, ini semua kembali pada selera.

Kamera saku (seperti) apa yang anda sukai?

112 Tanggapan leave one →
  1. 2009 September 13
    aji permalink

    yupz….

    canon powershot is the best for pocket camera….

    im using it, altough im a nikonian…

    canon powershot A470+CHDK = amazing….

  2. 2009 September 15
    memet permalink

    q jadi tertarik ama panasonic dmc fs7 ato dmc fs15, menurut mas gaptek gimana tuch?
    katane untuk panasonic di low light dia kalah apakah benar?
    noise tinggi benarkah itu?
    trus gimana ?
    tolong saya dibantu…. thanks

    • 2009 September 16

      Noise lebih tinggi, dulu iya. Artinya lumix (dulu) menjaga detail lebih baik. Namun lumix baru cenderung ikutan merk lain dgn menerapkan noise reduction berlebihan sehingga foto jadi kehilangan detil / soft. Trik ini terpaksa diambil karena di ISO tinggi, kamera saku akan noise parah. Solusinya, pakai ISO rendah (dibawah 400) dan matikan fitur noise reduction di kamera.

  3. 2009 September 16
    aji permalink

    ingat-ingat….

    pada beberapa pocket camdig, fitur image stabilization/shake reduction/vibration reduction/anti shake/anti getar yang digunakan adalah DIGITAL, not MECHANICAL.

    jadi prinsipnya adalah menaikkan ISO agar terkesan ada anti getar.
    tidak seperti DSLR yg memakai sistem mekanik lensa/gyro sensor….

    so, hati2 klo beli pocket camdig yang ada embel2 anti getarnya.
    cek di dpreview dulu sebelum beli ^^

  4. 2009 September 20
    Ardi permalink

    Mas gaptek Yth,, sy sangat berminat memiliki kamera saku,utk dokumentasi keg sehari-hari namun mmpunyai kapasitas pnympanan yg lumayn besar,bgi sy besar’y spec megapixel tak mnjd mslh,yg sy cari memang seukuran 7an megapixel, karena alsn td hny dpakai u/ dokumentasi pribadi. Yg jd mas-alah, mungkinkah dengan dana kurang dari 1jt rupiah saya bisa mndapatkn kamera itu? Mohon rekomendasi adakah produsen yg mnjual produk dgn spec & harga yg dmikian?

    • 2009 September 20

      Soal simpan menyimpan foto tidak usah kuatir karena sekarang memori sudah murah. Kalau dana anda kurang dari 1 juta tentu pilihannya memang tidak banyak. Saran saya, bila bisa menambah sedikit, anda bisa dapat canon A480 atau fuji J10.

  5. 2009 November 5
    sapta permalink

    bgusan mn antara canon A 1100 dengan Olympus FE 46,
    kl kamera terbaik dikelas < 1.500 apa ya??

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS