Perbandingan antara Panasonic GF1 dan Olympus E-P1

Setelah Panasonic meluncurkan Lumix GF1, salah satu kamera sistem micro four thirds yang ringkas (compact), banyak pengamat yang mengatakan bahwa GF1 ini adalah pembunuh Olympus E-P1. Bila saya amati lebih cermat, meskipun ukuran kedua kamera ini hampir sama, tapi ternyata tiap kamera memiliki banyak perbedaan.

Mari kita langsung lihat kesamaan dan perbedaannya:

Ukuran sensor

Sama-sama mengunakan sensor Four Thirds LIVE MOS, 12 megapiksel.

Pilihan lensa kit

  1. Panasonic  GF1 dibundel dengan lensa pancake Lumix 20mm f/1.7 (eqiv. 40mm). Lensa fix ini lebih baik (bukaan lebih besar) daripada lensa pancake yang ditawarkan Olympus yaitu Zuiko 17mm f/2.8 (eqiv. 34mm).
  2. Panasonic Lumix 14-45mm MEGA OIS, lensa zoom standar ini lebih besar dan berat daripada lensa zoom Olympus 14-42mm. Ini karena Panasonic mengunakan konsep MEGA OIS, atau image stabilization di lensa, sedangkan di Olympus sudah built-in di dalam kamera. Memang benar bahwa lensa yang memiliki image stabilization lebih baik dalam praktek karena Anda bisa melihat langsung hasil stabilisasinya di layar, tapi menjadi kurang ringkas.

Pilih lensa yang mana tergantung dari gaya fotografi Anda, tapi sebagian besar orang lebih menyukai lensa zoom. Untuk itu, paket lensa zoom dari Olympus terlihat lebih menarik karena berukuran lebih kecil, meski punya rentang fokal yang sama dengan lensa Lumix.

Ukuran kedua kamera hampir sama
Ukuran kedua kamera hampir sama

Video Mode

Kedua kamera dapat merekam video, Panasonic unggul dalam pilihan format video karena Anda bisa merekam video dengan format AVCHD selain Motion JPG. Dengan merekam dalam format AVCHD, Anda bisa langsung merekam ke DVD dan menonton langsung melalui televisi HD (High Definition), ataupun di blu-ray player.

Namun Olympus E-P1 memiliki kemampuan merekam suara stereo, sedangkan Panasonic GF1 hanya bisa merekam suara mono. Bila kualitas suara rekaman penting bagi Anda, Olympus lebih unggul dalam hal ini.

Auto Fokus

Seperti halnya pada Lumix GH1, kecepatan auto fokus di kamera GF1 sangat cepat untuk ukuran kamera bukan DSLR. Hanya diperlukan waktu sekitar 0.3 detik untuk fokus dari ujung ke ujung, sedangkan bagi Olympus E-P1, dibutuhkan waktu kurang lebih satu detik (kinerja auto fokus memang jadi salah satu kekurangan E-P1).

Kualitas bodi kamera

Seperti kebanyakan kamera DSLR Olympus, E-P1 memiliki built-in image stabilization (stabilizer di dalam kamera berkonsep sensor shift). Maka setiap lensa yang di pasang akan mendapatkan manfaat ini. Sedangkan Panasonic, seperti pada DSLR Canon dan Nikon, mengadopsi image stabilization di lensa, akibatnya ukuran lensa menjadi lebih panjang. Tidak semua lensa Panasonic untuk sistem ini memiliki image stabilization, contohnya seperti lensa baru Lumix 20mm f/1.7 yang tidak memiliki Mega OIS, sehingga praktis bila memotret memakai lensa ini maka kita tidak akan bisa mengandalkan bantuan stabilizer. Tapi ada juga kelebihan implementasi image stabilization di dalam lensa, seperti Anda bisa melihat efek stabilisasi dalam layar, dan juga bisa menentukan stabilisasi vertikal saja untuk membantu ketika Anda mempraktekkan teknik panning.

ukuran kit lens Panasonic GF1 lebih panjang
ukuran kit lens Panasonic GF1 lebih panjang

Lalu, Panasonic GF1 juga memiliki lampu kilat internal dan lampu untuk membantu auto fokus di kondisi gelap. Olympus E-P1 tidak memiliki keduanya.

Mengenai kontrol kamera, kedua kamera memiliki kontrol yang mirip dengan kamera DSLR. E-P1 memiliki dua dial dan Panasonic hanya memiliki 1 dial, tapi dial di Panasonic lebih besar dan juga berfungsi sebagai tombol seperti scroll wheel di mouse.

Layar LCD Panasonic lebih baik karena memiliki resolusi 460k sedangkan Olympus hanya 230k. Desain Olympus E-P1 lebih ke gaya klasik dan stylish, sedangkan GF1 bergaya sederhana dan mirip kamera saku. Berat dan dimensi kedua kamera hampir sama.

ISO dan Noise

Meskipun kedua kamera memiliki ukuran sensor yang sama, Olympus menawarkan ISO sampai 6400, sedangkan GF1 hanya menawarkan ISO sampai 3200. Ini karena Olympus memiliki algoritma pengendali noise yang lebih baik. Berdasarkan contoh foto yang beredar di internet, kualitas foto yang dihasilkan Olympus E-P1 tidak kalah dari kamera DSLR pemula. Kinerja GF1 di ISO tinggi tidak terlalu mengecewakan. Foto di ISO 800 cukup bersih dan baik untuk cetak dalam ukuran besar.

Metering mode

Olympus E-P1 memiliki metering (pengukuran intensitas cahaya untuk menentukan setting ekposur kamera yang optimal) sedikit lebih baik karena memiliki opsi shadow priority dan highlight priority yang berguna untuk membuat foto kreatif seperti gaya low-key atau high-key style.

Kompatibilitas lensa

Kompatibilitas lensa menjadi kelemahan utama dari Panasonic GF1.  Untuk mereka yang telah memiliki lensa-lensa four third system atau lensa Olympus sebelumnya, banyak lensa versi lama yang tidak mendukung auto fokus di mode live view / tidak cocok digunakan di Panasonic GF1 (baca: tidak bisa auto fokus).

Lain-lain

GF1 memiliki pilihan live viewfinder eksternal yang bisa dirotasi 90 derajat. Tapi resolusi dan ukuran dari viewfinder ini jauh lebih kecil daripada yang ada di Panasonic G1 atau GH1. Resolusi viewfinder ini hanya 202k, sedangkan di G1/GH1 mencapai 1400k. Sedangkan E-P1 hanya mengandalkan fix optical viewfinder eksternal.

Olympus memiliki berbagai art filters, yang mungkin populer dikalangan pemula yang tidak bisa atau tidak mau mengedit foto di komputer. Kelemahan fitur ini adalah waktu untuk memproses foto yang cukup lama.

Kesimpulan

Setelah uraian yang panjang dan lama diatas, saya sulit menentukan kamera mana yang terbaik. Saya pikir kamera yang satu melengkapi kamera yang lain karena masing-masing memiliki kelebihan kekurangan tersendiri. Ini yang saya temukan:

Kekuatan utama Olympus E-P1 terletak pada kompatibilitas lensa terutama lensa lensa sistem micro four thirds dan four thirds. Selain itu built-in IS juga sangat bermanfaat karena semua lensa akan mendapatkan manfaat IS ini, termasuk lensa micro four thirds Panasonic.

Keunggulan GF1 terletak pada sisi praktis. GF1 lebih menyenangkan dipakai karena memiliki auto fokus yang sangat cepat, layar LCD beresolusi tinggi dan memiliki lampu kilat internal dan lampu pembantu auto fokus. Fitur-fitur ini membuat GF1 ideal dipakai untuk segala kondisi baik terang maupun gelap.

Semoga dengan tulisan ini, Anda semakin jelas dengan perbedaan antara kedua kamera yang bernaung dalam sistem micro four thirds ini.

About these ads

11 comments

  1. salah satu keunggulan Oly PEN (Saya coba dari punya teman saya) itu ArtFilternya! :D Tapi saya blm tau deh kalo di Panasonic GF1 ada gak yah Art Filter seperti di E-P1?

      1. Ooohhh GF1 gak ada artFilternya yah?… :(
        Iya sudah coba pakai & jepret nih. Kesan pertamanya…
        Bentuk bodynya classic & Keren! Hasil fotonya tajammm ;)
        ArtFilternya itu yg bikin beda diantara digital camera lainnya
        (gak perlu di edit2 di Photoshop lagi hasilnya)

        yah minusnya kayaknya udah pada tau yah…
        rada susah mencari fokus & save image yg lama
        (waktu menggunakan art filter tsb)
        kualitas videonya juga oke.

        tapi asik banget E-P1 ini kalo mau dibawa kemana2, kecil & gak ribet

    1. GF1 ada built-in flash meski ga sekuat yang di DSLR.

      soal mahal iya, soalnya produk generasi baru, tapi dalam 1 tahun bakal turun beberapa juta tapi ga akan turun banyak soalnya masih hot dan engineer2 di R&D perlu dibayar.

  2. Salam kenal

    tx infonya..

    Saya mau pakai motret (maap) referensi desain di mall2. Baik interior design, design grafis, window dsplay, jd biar ndak dimarahin satpam kalo pakai DSLR.
    Baru mau pilih-pilih antara LumixG2 dangan Olypus EP2..

    Sepertinya lbh mudah pakai lumix ya.. isonya jg rendahan yg di Lumix. Kalo mau soft ya beli aja filter soft.. he d tandom aja.

    btw infonya sangat membantu.. makasih byk

  3. Apakah perbedaan yg mendasar antara Lumix GF1 & Lumix GF2 ?
    Apakah berarti Lumix GF2 lebih layak dibeli dp Lumix GF1 ?
    Mohon penjelasannya. Tq

Comments are closed.