Nikon D300s vs Canon EOS 7D

2009 September 30

Bila kita bicara tentang perseteruan dua raksasa di dunia DSLR, maka fokus bahasan kita tak bisa lepas dari kompetisi dua papan atas Canon vs Nikon. Keduanya punya sejarah panjang di dunia fotografi, punya koleksi lensa yang lengkap dan punya dua kelompok kelas DSLR yaitu kelas sensor APS-C dan sensor full frame. Kamera DSLR bersensor APS-C sendiri biasa dikenal sebagai DSLR crop-sensor karena ukuran sensornya yang lebih kecil dari ukuran film 35mm, menyebabkan lensa yang terpasang mengalami koreksi fokal (crop factor). Nah, bicara soal DSLR APS-C, kita mengenal DSLR paling basic sampai paling canggih, mulai dari harga 5 juta hingga 20 juta. Kali ini saya coba ulas pertarungan dua DSLR paling bergengsi, paling canggih dan paling panas di kelas DSLR APS-C.

Nikon D300s vs Canon EOS 7D

Nikon D300s vs Canon EOS 7D

Nikon D300s mungkin cuma menambah fitur HD movie pada produk lamanya D300 (tanpa huruf s), tapi D300s tetaplah menjadi DSLR Nikon tercanggih di kelas APS-C. Kamera semi-pro ini punya keunggulan di jumlah titik AF yang mencapai 51 titik, dan di seri D300s ini kini sudah dilengkapi dengan dual memory card. Di lain pihak, Canon EOS 7D merupakan kejutan dari Canon setelah mereka dianggap kurang sukses dengan EOS 50D-nya. EOS 7D menjadi DSLR APS-C dengan resolusi tertinggi sepanjang sejarah dengan 18 MP (atau 50% lebih tinggi dari Nikon D300s yang ‘cuma’ 12 MP) dan EOS 7D memperbaiki kekurangan utama di 50D dalam urusan titik fokus (dari 9 titik menjadi 19 titik AF).

Baik D300s ataaupun EOS 7D sama-sama kamera kelas atas yang berbodi magnesium alloy, tangguh untuk dipakai outdoor dan punya 100% viewfinder coverage. Dari luar, keduanya pun tampak mirip dengan layar LCD 3 inci beresolusi tinggi, tampak atas keduanya memiliki top LCD, dan saat melihat jeroannya pun kedua kamera ini punya banyak kesamaan. Unit shutter keduanya teruji hingga 150.000 kali jepret, sementara keduanya mampu mendukung wireless flash, plus dilengkapi fitur virtual horizon. Soal kinerja, keduanya memang pekerja cepat dengan kemampuan 7 fps. Meski keduanya mampu dipakai hingga ISO 6400 (bahkan 7D mampu hingga ISO 12800), namun sensor APS-C sendiri menurut saya memiliki batas aman di ISO 3200 saja.

Perbedaan mendasar antara keduanya hanyaalah dalam hal-hal minor. Sensor CMOS dari EOS 7D yang dijelali 18 juta piksel mungkin akan jadi kelebihan atau bisa jadi kekurangan dari kamera Canon ini. Bila kebutuhan akan resolusi ekstra tinggi begitu besar, maka 7D ini cocok dipilih daripada membeli DSLR full frame 24 MP yang lebih mahal. EOS 7D juga lebih cepat dengan 8 fps, bahkan saat memakai file format RAW 14-bit. Belum lagi pilihan akan resolusi HD video (1080i atau 720p) dan pilihan frame rate (30 atau 24 fps), sementara Nikon D300s hanya menyediakan 720p 24 fps saja. EOS 7D juga menyediakan histogram saat mode live-view yang berguna untuk mengevaluasi eksposure.

Nikon D300s unggul dalam keleluasaan dual slot memori untuk back-up dan manage data foto. Kita juga bisa menentukan file RAW disimpan di memori pertama dan file JPEG disimpan di memori kedua, secara bersamaan. D300s juga punya banyak titik AF (51 titik) meski EOS 7D memperkenalkan zone AF di 19 titiknya. D300s juga punya fitur unik yaitu memotret dengan senyap dengan suara cermin yang pelan (quiet shutter release).

Artikel ini ditulis hanya untuk memberi gambaran kesamaaan dan perbedaan antara dua kamera DSLR kelas elit dari Nikon dan Canon, dan bukan dimaksudkan sebagai panduan untuk membeli kamera DSLR kelas semi-profesional. Alasannya adalah karena mereka yang memilih DSLR seharga 20 jutaan seperti ini tentu adalahlah para fotografer serius yang sudah sangat mengerti apa yang akan mereka pilih, dan juga mereka telah memiliki sistem lengkap seperti lensa dan lampu kilat yang satu merk. Tapi seandainya diantara pembaca ada yang sedang bimbang akan memilih EOS 7D atau Nikon D300s, percayalah, kamera manapun yang anda pilih akan membuat anda puas dan ketagihan memotret…. :D

Disarikan dari cameralabs.

Share

15 Tanggapan leave one →
  1. 2009 Oktober 1
    nikkorku permalink

    Memang perhatian para fotografer di panggung kelas high-end APS-C ini lebih kepada 2 kamera yang diulas pada artikel ini.
    Sebetulnya masih ada merek lain di kelas ini yaitu Pentax K-7 dan penerus Sony Alpha 700 dan penerus Olympus E-3.

  2. 2009 Oktober 1

    Menurut saya, Canon 7D bakal lebih populer, karena kamera ini kelasnya baru (Canon gak ada kamera sekelas ini sebelumnya), selain itu di atas kertas, 7D lebih unggul di beberapa fitur strategis (continuous shooting dan movie mode). Sedangkan D300s cuma sedikit perkembangannya dari Nikon D300.

    Sony sepertinya agak enggan memperbaharui A700, Sony malah lebih sibuk mengeluarkan kamera full frame beresolusi tinggi (24mp) dibawah $2000.

    Pentax K7 ini harganya murah dengan fitur yang ok, tapi banyak juga dilaporkan masalah2 berkaitan dengan kamera ini. sensor barunya sepertinya kurang baik.

    • 2009 Oktober 2
      nikkorku permalink

      Sony bukannya enggan.. tunggu pemunculannya saja imo.
      Penerus A700 kemungkinan cukup asik apalagi dengan spec yang sudah disodorkan oleh EOS 7D dan Nikon D300s yang menurut saya sangat dahsyat di kelas itu.

      Pentax K-7, terlepas dari apa yang sudah dilaporkan. Pengalaman saya selama seminggu memakai kamera ini membuktikan Pentax yang tidak bisa dipandang remeh baik oleh Canon/Nikon untuk kualitas foto yang dihasilkan. (boleh diadu kalau shoot vs shootnya koq).
      Belum lagi kualitas videonya juga cukup bagus mengikuti kualitas gambar diamnya.

      Olympus.. pe-er berat untuk bisa memberikan fitur yang setidaknya kompetitif terhadap 7D maupun D300s

      • 2009 Oktober 15
        deden permalink

        Maap Mas… Mo tanya, beli K7D dimana ya? lagi cari juga nih. :) tq

  3. 2009 Oktober 1

    jika ukuran sensor canon 7d sama dgn 50d, dengan ukuran megapixel segede itu….
    maka gak kebayang noise yg timbul….

    manajemen noise di 50d saja masih belum bagus…

    • 2009 Oktober 2
      nikkorku permalink

      Noise control kayaknya seh oke ya itu 7D walau MPnya lebih banyak.
      Tinggal nunggu versi komersil nya aja muncul di pasar .

      Kalau belum punya system, sebetulnya Sony Alpha 850 menjadi opsi yang sangat menarik di level harga EOS 7D/D300s.
      karena image quality yang kurang lebih gak beda dengan A900, tapi harganya sangat menggoda.

  4. 2009 Oktober 1

    Dari sample kamera versi beta yang saya lihat di http://jeffascough.typepad.com/jeff_ascough_blog/2009/09/7d-images-from-perpignan.html
    noisenya terkontrol dengan baik. Sepertinya lebih baik dari 50D.

  5. 2009 Oktober 2

    Untuk pemula yang belum faham teknik fotograph… sebaiknya pilih yg mana ya mas? dikedua ituh… apa ada listnya :)

  6. 2009 Oktober 3

    http://www.the-digital-picture.com/reviews/Canon-EOS-7D-Digital-SLR-Camera-Review.aspx

    ada iso comparison 7D dengan kamera Canon lain. menurut pengamatan saya, noisenya tidak lebih buruk dengan kamera bermegapixel lebih rendah. Mengejutkan, dan sekaligus saya bisa katakan good job Canon!

  7. 2009 Oktober 7
    nikkorku permalink

    Ada link menarik mengenai kemampuan EOS 7D terbaru untuk motret burung
    http://www.birdphotographers.net/forums/showthread.php?t=46748

    Masalah lensa atau body ya ?
    Ini yang jadi kendala yang blom solving kayaknya…

  8. 2009 Oktober 7
    guldan permalink

    Maaf nih kalo salah link. Soalnya gak nemuin tempat buat post komentar umum ato request :)

    Mas Gaptek, ulas tentang teknologi TV LCD dong. Kan sekarang makin marak. Banyak istilah yang masih asing nih. Contrast ratio, HDMI, dll..

    Biasa, panduan buat beli :)

    Thanks ya..

    • 2009 Oktober 10
      nikkorku permalink

      Kalo sering nonton Blu-Ray DVD, atau main PS3 dan input komputer, TV LCD cukup worth untuk dibeli.
      Lain halnya kalau anda mau nonton siaran televisi , Plasma TV jadi pilihan.

      • 2009 Oktober 12
        guldan permalink

        Justru itu bro. Memang kebutuhannya ke arah situ.. :)

Tinggalkan Balasan

Note: Anda dapat menggunakan XHTML dasar di komentar Anda. Alamat surel Anda tidak akan pernah dipublikasikan.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS