Sejak Nikon D90 memperkenalkan fitur movie pada tahun 2008 silam, kini tren fasilitas perekam video pada kamera DSLR tampaknya menjadi hal yang wajib. Mulai dari DSLR termurah seperti Pentax K-x hingga Nikon D3s dan Canon EOS 1D mark IV, semuanya kini berlomba-lomba menambah fitur HD movie. Padahal di masa lalu, fungsi kamera DSLR sebagai kamera serius hanya ditujukan untuk memotret tanpa pernah terbayang akan menjadi perekam video. Jangankan untuk video, bahkan DSLR era tahun 2007 pun belum bisa live-view sehingga LCD hanya bisa dipakai untuk menampilkan setting dan hasil foto saja. Dengan kenyataan saat ini dimana konvergensi teknologi sudah tak terelakkan lagi, haruskah kita bertahan pada opini lama yang menentang fitur movie pada DSLR? Paling tidak, inilah analisa saya mengenai untung rugi adanya fitur movie pada DSLR.
Arsip Bulanan: Oktober 2009
Dua tahun blog ‘dunia digital’ bersama anda
Hari ini genap dua tahun sudah saya, beserta blog nan sederhana ini, hadir menemani pembaca setia lewat dunia maya. Dua tahun lalu, tepatnya 24 Oktober 2007, dimulai lewat tulisan pertama, blog ini mulai terbit. Sejak saat itu, bermacam tulisan, artikel, opini, review hingga rekomendasi saya tuangkan lewat media ini dan lambat laun berhasil meraih banyak respon positif dari pembaca baik dalam memberikan komentar maupun dukungan. Tidak mudah memang, menjaga konsistensi dan fokus pada topik yang spesifik, mengingat blog ini khusus membahas soal teknologi digital terutama bidang fotografi dan komputer. Di tengah aktivitas saya sebagai staf teknik di sebuah stasiun TV swasta di Jakarta, dan masih ditambah bermacam kesibukan saya sebagai seorang kepala keluarga, saya masih terus mencoba menghadirkan blog ini untuk anda. Continue reading
Sepuluh alasan untuk menyukai Naite Greenheart
Ah ya, nama apa lagi itu, Naite Greenheart? Bagi anda yang belum tahu, itu adalah nama untuk produk ponsel kelas menengah ke bawah dari Sony Ericsson yang peluncurannya tak banyak diketahui publik ditengah gegap gempita kehadiran ponsel elit dari Sony Ericsson seperti Satio, Aino dan Yari. Produk Naite sendiri diluncurkan sudah cukup lama, sekitar empat bulan lalu meski baru memasuki pasar tanah air Oktober ini. Naite menjadi ponsel kedua Sony Ericsson yang mendapat julukan Greenheart, setelah produk pertamanya C901 yang menjadi flagship dari proyek Greenheart atau aksi nyata peduli lingkungan. Naite sendiri bukanlah ponsel kelas elit, bukan ponsel gaya, bukan pula ponsel canggih sarat fitur. Namun tetap saja dia terasa istimewa buat saya, dan inilah sepuluh alasan mengapa saya menyukai ponsel ini. Continue reading