Bandung menjadi kota kedua yang dapat giliran untuk pelaksanaan uji coba siaran TV digital, setelah DKI Jakarta sudah lebih dulu mendapat kehormatan untuk uji coba selama setahun lebih. Adalah hal yang wajar kalau kota Bandung terpilih menjadi kota berikutnya, mengingat Bandung merupakan kota besar yang dekat dengan Jakarta dan punya populasi penduduk yang padat. Bagi anda warga Bandung, siap-siap membeli STB (untuk televisi) atau USB DVB-T tuner (untuk komputer) bila ingin menyaksikan siaran TV digital di kota anda.
Sebelum menulis tentang uji coba di Bandung, sedikit saya akan segarkan kembali ingatan anda mengenai siaran TV digital. Apa yang akan kita bahas disini adalah siaran TV terrestrial free-to-air berformat DVB yang dipancarkan pada kanal UHF. Satu kanal UHF bila memakai modulasi digital (kompresi MPEG2) memungkinkan diisi oleh banyak konten (hingga delapan konten per kanal) sehingga lebih efisien. Untuk bisa menerima siaran TV digital, sementara ini kita masih perlu peranti Set Top Box (STB) untuk men-decode atau merubah modulasi digital menjadi audio video analog yang bisa dihubungkan ke pesawat TV layaknya kita menghubungkan DVD player atau Playstation. Untuk antena sebaiknya memakai antena luar untuk sensitivitas yang lebih baik, meski jenis antenaya bebas yang penting antena UHF. Tidak ada lagi gambar berbintik, noise atau berbayang saat menonton TV digital. Hanya ada gambar bening bila sinyalnya bagus, dan blank (freeze) bila sinyal lemah.
Persiapan TV digital di Bandung agak berbeda dengan apa yang sudah dilakukan di Jakarta. Kali ini di Bandung, tidak lagi dikenal istilah konsorsium seperti dahulu. TVRI telah ditunjuk pemerintah sebagai pihak pengelola siaran yang mengurus mulai dari proses multipleksing hingga pemancaran ke daerah Bandung dan sekitarnya. Siaran TV digital di Bandung melibatkan beberapa TV swasta yang bergabung dengan TVRI hingga total ada tujuh konten dalam satu kanal. Pemancar yang digunakan cukup besar yaitu 5 kW untuk menjangkau daerah Bandung dan sekitarnya, dengan kanal 35 UHF.
Uji coba di kanal 35 UHF saat ini berisi 7 (tujuh) konten yaitu :
- TVRI nasional
- SCTV
- MNC group (RCTI/Global/TPI)
- Indosiar
- Trans Corp (Trans TV/Trans7)
- TVRI Jabar/TV edukasi
- Metro TV
Peresmian uji coba siaran TV digital di Bandung rencananya dilakukan malam ini di Sasana Budaya Ganesha, Bandung oleh Menkominfo (dan juga akan ditayangkan secara live oleh TVRI). Tagline yang digaungkan untuk acara ini adalah : “Bandung Goes Digital Euy..” Proses uji coba dilakukan selama satu tahun dan dalam kurun waktu tersebut akan dievaluasi mulai dari kualitas siaran, jangkauan siaran, respon masyarakat hingga kemungkinan kendala yang ada di lapangan. Diharapkan Bandung akan siap untuk migrasi penuh ke siaran digital saat analog-cut-off nanti pada tahun 2017.
Bila anda warga Bandung yang ingin berdiskusi seputar uji coba ini, ataupun anda ingin melaporkan hasil penerimaan siaran digital di wilayah anda, sampaikan lewat kolom komentar disini. Akan lebih baik bila dirinci lokasi anda tinggal, merk STB yang dipakai dan jenis antena UHF yang anda pasang.
Update :
sehubungan dengan berakhirnya masa uji coba siaran TV digital di Bandung per Januari 2011 lalu, kabar baiknya adalah masa uji coba ini diperpanjang satu tahun ke depan sampai Januari 2012. Dengan demikian masyarakat kota Bandung bisa tetap menikmati siaran TV digital dengan kanal dan konten yang tetap sama.




saya di bekasi, tadi malam menarik STB dari gudang yang udah bulukan (soalnya tv digital di jabodetabek sejak Februari 2010 cuma bisa di channel 44, dan sinyalnya lemah). trus dinyalain, ternyata dapat kanal baru di channel 42 (642 MHz), ada 4 channel TVRI disitu. Ch 1 TVRI Nasional, Ch 2 TVRI lokal, Ch 3 TVRI isinya documenter, dan Ch 4 isinya olahraga.
Kanal 44 juga ada sinyal namun sangat lemah. Saya pakai antena PF goceng, tinggi kurang lebih 8 m, tanpa terhalang gedung tinggi.
Tapi saya tidak dapat sinyal TV Digital dari Bandung (denger2 di ch 35), apa karena kejauhan ya?
Tapi sementara ini saya lebih tertarik nyalain TV analog, (karna di bekasi bisa nangkap sampai 17 stasiun dan semuanya bersih-TV digital yg ketangkap cuma 4). apalagi Siaran bola Irfan Bachdim cs kan adanya di RCTI, he…he…he…
Soal TV Digital, kayaknya Jabodetabek selama ini masih kalah ama bandung.
TVRI resmi launching TV digital (bukan lagi uji coba) di Jakarta, Surabaya dan Batam per 21 Desember 2010. Yang anda tangkap dari bekasi di kanal 42 adalah TVRI Digital Jakarta, berisi 4 siaran. Kalo yg kanal 44 adalah bekas uji coba dulu yang berisi MNC dgn daya lemah 1 kW. Kalau yg bandung sifatnya masih uji coba dan uji coba ini dijadwalkan berakhir januari 2011, kini dilanjut dgn batam yg juga mulai uji coba selama setahun. Posisi di bekasi tidak mungkin dapat siaran TV bandung.
Mas, kalo channel 35 UHF itu freq berapa ya??,
maklum gaptek
583.25 MHz
Untuk beli tunernya dimana ya?
Kisaran berapa harganya?
Di komentar sebelumnya coba deh dibaca, ada yg nawarin tuner tuh.
Saat ini untuk wilayah Bandung siaran tv digitalnya masih uji coba, kira-kira kapan untuk launchingnya ? Terima kasih.
Sesuai jadwal sih harusnya berakhir di bulan ini. Tapi pastinya bagaimana tentu pemerintah yg atur.
Untuk menangkap siarat TV Digital yang sudah mengudara diJabodetabek, Bandung dan Surabaya. Decoder ini bisa dipakai untuk TV tabung atau LCD TV.
Keunggulan siaran DIGITAL adalah Kualitas Gambar yang lebih bagus dan Suara stereo bila dibandingkan dengan siaran Analog yang ada selama ini, sama seperti siaran INDOVISION.
Dapat menggunakan antenna biasa yang disarankan antenna Luar Rumah supaya dapat menerima siaran dengan lebih baik. DIGITAL TV (DVB-T Receiver) ini sdh full remote control dan memiliki fungsi Multimedia playback dengan menghubungkan USB Flashdisk memory untuk mainkan (film, lagu, foto) juga bisa DVR (Digital Video Record) untuk merekam siaran Digital, Murah Rp. 270rb (belum termasuk ongkos kirim) Hub. 021-27160535 / 08388108475 / 085678-16526
Buat exsperimen………..
Sy bisa pesan to kang dedy…
budiono6628@yahoo.co.id
set top box ada di pasar cikapundung bdg ada beberapa merk 250 rb bisa di tawar
Kang indra permisi sy warga baru….
Mengenai set top box, saya bs ti2p ndak…..
kalo di daerah bandung selatan di perumahan bale endah permai 2 tv dig bisa diterima ga ya? mohon pencerahan kang…
Akhir-akhir ini siaran tv digital bandung diwilayah cikole-lembang apabila menjelang sore hari sampai malam selalu bad signal, kira-kira kenapa ya mas gaptek? kalo launching tv digital untuk wilayah bandung kira-kira kapan ya?
Kurang tahu juga kenapa, tapi kalo launching TV digital sih masih menunggu payung hukum dari pemerintah. Paling yg sudah siap ke digital TVRI, terbukti sudah resmi di Jkt, Sby dan Batam.
Mas, saat ini siaran tv digital untuk wilayah Cikole-Lembang, khususnya di rumah saya semakin parah, tampilan dilayar tv lebih sering seperti tampilan CD yang rusak sampai no signal terutama waktu sore hari. Yang jadi pertanyaan saya, antena jenis apa lagi yang harus digunakan agar gambarnya kembali kinclong? ataukah punya saran lain? Terima kasih.
Sebagai info, uji coba TV digital di bandung dijadwalkan selesai bulan januari 2011 lalu. Kalau saat ini masih mengudara mungkin karena pihak TVRI masih melakukan uji coba teknis dan bisa saja ada gangguan penerimaan karena sudah lewat masa uji coba.
Saya tinggal di Moh toha tapi tempat saya tinggal ke sebelah utara atau ke arah lembang terhalang sama gedung tinggi klo dengan digital masih bisa nerima sinyalnya gak yah masalahnya klo pake analog parah banget sinyal ketutup siaran tv semua diterima jelek banget
Karena dipancarkan dari lokasi yg sama, kalau yg analog terhalang maka yg digital juga terhalang. Bedanya sinyal digital punya error tolerance dimana kalau nilai error sudah melewati batas yg sanggup dikoreksi maka sinyal tidak bisa dirubah jadi audio video.
Mas Gaptek,
Apakah wilayah Purwakarta dan Bogor sudah bisa menikmati siaran digital TVRI Bandung atau Jakarta?
Bogor bisa ambil dari jakarta kalau sinyalnya masih cukup kuat, sedang purwakarta sudah terlalu jauh dari jakarta (meski masih bisa dipaksakan pakai booster) tapi jelas bukan dari pemancar bandung.
di bogor bisa dapet siaran tv digital dari jakarta, siaran dari bandung juga bisa dapet di bogor
Mas, kalau dari sisi penerimaan sinyal, bagus manakah antara STB merk GADMEI dengan TANAKA ? Terima kasih.
mas gaptek, aq ditaman sari bawah yg deket lingga wastu, dpt sinyalnya low bgt , kadang ada kadang ga…
antenanya pake merk ap yaa??? apa perlu boster???
trus diarahin kemana???
nuhun kang gaptek ditunggu jawabannya
kang boleh minta data2 tentang Pemancar TV digital dibandung gak?? bentuk Pdf atau doc atau apa aja.. tolong bgt ya kang.. trimakasih bnyak..
Pemancar itu milik Kominfo dan dioperasikan oleh TVRI bandung, tentu saja untuk data teknis harus meminta kepada mereka. Setahu saya pemancar disana merknya Plisch dengan tipe solid state, berkekuatan 5000 W.
Berarti towernya pake punya yang TVRI ya mas ya ?
Ya betul.
Gangguan sinyal tv digital yang suka muncul tiap sore sudah bisa saya atasi dengan mengotak-atik sekitar sambungan kabel antena dan booster atas. Kualitas sinyal sekarang manteng dikisaran 70 (kadang 60, kadang bisa sampe 79). Gambar di tv jadi kinclong lagi, tidak terputus-putus seperti CD rusak. Permasalahan baru muncul apabila HP di dalam rumah bunyi dan/atau ada motor/mobil jelek yang lewat di sekitar rumah, sinyal kembali drop sehingga gambar di tv kembali seperti penampilan CD rusak. Apabila yang nelpon sudah beres dan/atau motor/mobil jelek sudah keluar komplek, barulah kualitas sinyal manteng lagi. Semakin sering ada motor/mobil jelek yang lewat maka semakin sering pula sinyal tv digital ikut jelek. Kira-kira kenapa ya ?
Di tasik jadi gak bisa nangkep siaran digital.apa STBnya rusak ato sinyalnya lemah
Mas Gaptek yang terhormat, boleh gak kalau saya minta no hp-nya ? Terima kasih sebelumnya.
Regulasi siaran TV digital masih terhambat masalah teknologi
Sektor Riil | April 7, 2011 at 19:57
JAKARTA. Meski sudah memasuki tahun ke tiga siaran uji coba TV digital, namun pemerintah masih belum menetapkan regulasi mengenai hal ini. Padahal, masa uji coba akan segera berakhir pada tahun depan.
Menurut Kepala Pusat Informasi Kementerian Kominfo Gatot S. Dewa Broto, pembahasan mengenai regulasi TV digital masih berkutat pada masalah teknologi. “Kami masih belum membuat regulasi karena berpolemik dengan jenis teknologi TV digital yang layak,” ungkap Gatot kepada KONTAN, Kamis (7/4).
Ambil contoh transmisi TV digital harus menggunakan sistem Digital Video Broadcast (DVB). Dengan DVB ini siaran bisa di salurkan hingga ke end user. Menurut Gatot, ada dua jenis DVB yang sedang dibahas. Pertama yaitu DVB menggunakan standar MPEG-2 dan DVB menggunakan standar MPEG-4. “Para stakeholder masih berpolemik pada dua teknologi ini,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, teknologi MPEG-2 dan MPEG-4 memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Standar MPEG-2, misalnya, memiliki biaya lebih murah namun kualitas gambarnya tidak secanggih MPEG-4. Jika menggunakan MPEG-4, perangkatnya lebih mahal. Jika lebih mahal bisa membebani konsumen untuk perangkat televisinya. “Dua duanya ada kelebihan, ini kendalanya,” ungkap Gatot.
Pada masa uji coba ini saja, konsumen baru bisa menangkap siaran digital melalui perangkat yang dinamakan set top box. Sekalipun konsumen belum memiliki jenis TV digital, set top box bisa menangkap siaran digital.
Namun harga rata-rata set top box format MPEG-2 di pasaran mencapai Rp 400 ribu. Jika teknologi makin tinggi, harga perangkat TV digital mendatang bisa selangit. Saat ini dipasar sudah beredar sejumlah TV digital dari berbagai merek yang dilego diatas Rp 40 juta. “Kalau teknologi tinggi namun tidak terjangkau tentu menghambat migrasi,” ungkapnya.
Source: kontan online
Pemerintah (Direktorat Telsus, Ditjen PPI, Kominfo) memang masih belum menetapkan standar DVB-T (atau DVB-T2) yg memakai MPEG-2 atau MPEG-4. Bahkan format gambar SD atau HD saja masih belum sepakat. Dalam hal ini masih mendengarkan masukan dari pihak TV dan penyedia set-top-box serta para ahli. Semoga saja cepat bisa dirumuskan kebijakan TV digital termasuk business plan buat sang lembaga penyiaran karena ini benar2 era transisi besar-besaran bagi stasiun TV (publik maupun swasta).
Semoga aja yang dipilih kompresi MPEG4 dan HD.
masa udah penerapan di indonesia telat, milih teknologi yang jadul.
di daerah cibiru bandung ketangkep ga siaran tv digital???
channel baru jakarta
320.5 MHz, MPEG4
spacetoon, national geographic, star world, fox, fox crime, channel v, kbs world, fashion tv, star movies, cnbc, metrotv
290.5 MHz, MPEG2
al jazeera, bloomberg, autralia network, sctv, transtv, indosiar
Ini channel apaan ya?
tv berlangganan baru, channel yang FTA cuma channel lokal aja