Nikon luncurkan D3100, apa reaksi Canon?

Hari ini Nikon resmi meluncurkan produk baru bernama D3100 yang diposisikan untuk mengisi segmen entry level yang sebelumnya ditempati oleh D3000. Hadir dengan bodi yang persis sama seperti D3000, produk anyar ini justru mengejutkan dengan menawarkan fitur movie recording yang sebelumnya hanya ada di DSLR Nikon yang punya harga jual lebih tinggi. Tidak tanggung-tanggung, D3100 justru menjadi DSLR pertama Nikon yang sanggup merekam video dengan resolusi full High Definition atau 1920 x 1080 piksel, bahkan kamera sekelas D3S pun hanya menawarkan resolusi HD 1280 x 720 piksel saja. Hal ini tentu kabar baik bagi mereka yang menantikan era video recording berkualitas yang terjangkau. Hebatnya, fitur movie di D3100 ini sudah mendukung continuous AF sehingga tak perlu lagi mengatur ring manual fokus saat sedang merekam video.

Nikon D3100

Berikut spesifikasi lengkap dari Nikon D3100 :

  • sensor CMOS 14 MP (23.2 x 15.5 mm)
  • live View
  • Continuous AF pada video mode/live view
  • LCD 3 inci res 230k piksel (tidak bisa dilipat-putar/swivel)
  • ISO 100 – 12800
  • flash sync 1/200 detik
  • 11 titik AF (multi CAM 1000)
  • Quiet Shutter Release Mode
  • usia shutter 100.000 kali pakai
  • 420-pixel RGB 3D Color Matrix II metering sensor
  • HD Video 1920 x 1080p 24 fps dan 1280 x 720p 30 fps/24 fps
  • AVCHD video codec (H.264), HDMI out
  • EXPEED2 processor
  • pengguna bisa menyimpan picture profiles
  • video editing didalam kamera
  • burst 3 fps saja

Dari spesifikasi di atas nampak kalau D3100 ini merupakan perombakan besar-besaran dari D3000 seperti sensor CMOS 14 MP, ISO maksimal yang luar biasa tinggi di ISO 12800, full HD movie, live view dan prosesor EXPEED2. Bahkan dalam beberapa aspek D3100 ini bisa ‘mematikan’ penjualan kakaknya yaitu D5000. Melihat peningkatan yang pesat pada D3100 ini, ada dugaan Nikon akan menghentikan kelanjutan produk D5000 yang serba tanggung dalam hal fitur dan harga. Bisa jadi kedepannya Nikon hanya akan mengandalkan satu produk saja untuk mengisi segmen pemula (yaitu D3100 ini), sedangkan pada segmen semi-pro diprediksi Nikon juga akan melebur dua kelas yaitu D90 dan D300 (dirumorkan akan bernama D95). Kuat dugaan kebijakan ini diakibatkan oleh kondisi resesi ekonomi global yang memaksa produsen membuat segmentasi produk yang simpel dan jelas.

Bila dibanding dengan rival terbesar Nikon yaitu Canon, maka semestinya D3100 ini ditargetkan untuk bersaing dengan apapun yang akan dikeluarkan oleh Canon untuk menggantikan EOS 1000D (yang diprediksi akan bernama EOS 2000D). Rumor beredar mengatakan kalau EOS 2000D nanti akan memiliki fitur HD movie. Namun bila EOS 2000D batal muncul, setidaknya Nikon D3100 berani juga kalau diadu dengan EOS 500D, misalnya. Oya, Canon juga dirumorkan akan meluncurkan EOS 60D dengan layar LCD lipat, yang akan semakin menambah banyak pilihan untuk kita. Apapun reaksi Canon atas kehadiran D3100 ini, pastinya akan menarik untuk diikuti..

About these ads

58 comments

  1. mas gaptek, saya baru beli D 3100, baru baca2 manual booknya, saya mau tanya gimana cara ngatur tombol dioptri yang ada deket jendela bidik, masalahnya manualnya ga kasih penjelasan lengkap..thanks

    1. ikutan nich buat trusteenatham kalo ga salah pengaturan tmbol dioptrinya itu ada di sudut kanan atas viewvinder[jendela bidik]. Untuk mengaturnya biasanya di putar atau di geser sampai pas menurut bidikan mata kita…itu kali yang dimaksud. maaf deh klo salah

  2. mau tanya apakah kamera lama yang menggunakan film masih bisa dipergunakan,seperti kamera Nikon F50.
    saya juga ingin beli kamera baru untuk entry level,seperti Nikon D3100.
    Terima kasih.

  3. Mas gaptex, mau tanya neh untuk nikon D3100 pada saat fitur movie saya gunakan kenapa pada camera ini saya tidak bisa mengatur diafragma, shutter, atau pun iso ?? a

    apakah ada cara lain untuk mengaturnya, mohon pencerahan hehehhe.. terima kasih sebelumnya

  4. saya baru beli tuh kamera… gampang kok, buku manualnya bhs Indonesia… apalagi antarmukanya gampang dipahami dngn adanya fitur guide dan pengaturan bergambar… saya sbgai pemula untuk DSLR udah merasa bisa menguasai 75% dlm wkt singkat… tinggal nambah jam terbang aja lagi biar ketemu Superman hehe

  5. saya berencana mau beli Nikon D3100, namun dispesifikasinya ada tertuang tentang usia shutter 100.000 kali pakai. mohon bantuannya apa ya maksud dari usia shutter 100.000 kali pakai?

    Bila sudah melebihi usia shutter 100.000 kali pakai, apakah kamera tersebut tidak dapat dipakai lg?

    Tq atas bantuannya.

    1. Maksudnya sudah teruji di pabriknya sampai 100ribu kali pakai. Lumayan lah.. Kalo aktual tiap kamera akan berbeda, ada yg sebelum itu sudah rusak, ada yg lewat angka itu masih bagus.

  6. saya baru beli D3100 dan ingin mencoba lensa cepat bukaan besar, apakah lensa type AF 50mm f : 1.8 bisa digunakan, dengan manual fokus, mengingat harganya yang sangat terjangkau. bagaimana kualitas hasilnya, mohon bimbingan. Terima kasih.

    1. alasannya kenapa Pak ? apakah karena AF 50mm f 1.8D itu lensa untuk FX type ? bagaimana dengan hasil / kualitas jepretannya ?

      1. Kalo buat saya sih antara 35mm dan 50mm itu lebih ke kebutuhan fokal fotografi aja, karena ada crop faktor 1,5x di format DX membuat 35mm jadi setara 50mm (pas buat lensa normal) dan 50mm akan setara dgn 80mm (lebih tele, banyak juga dipake buat model). Selain itu anda juga benar, kalo 50mm itu FX jadi ya lebih ‘future proof’ aja, kali2 aja nanti beli DSLR format FX.

Comments are closed.