Bedanya lensa AF-S 55-200mm dan 55-300mm

Seiring dengan peluncuran DSLR Nikon D3100, Nikon juga meluncurkan empat lensa baru, tiga diantaranya berformat FX dan satu DX. Lensa DX yang diluncurkan kali ini masuk ke kelompok lensa tele-zoom murah meriah yang bernama AF-S DX 55-300mm f/4.5-5.6 ED VR. Rentang fokal yang ditawarkan memang cukup mengesankan dengan total zoom 5,5x zoom. Sebagai info, sebelumnya Nikon sudah punya lensa tele murah yang populer yaitu AF-S 55-200mm dan lensa tele FX yaitu AF-S 70-300mm. Bagaimana posisi lensa ini diantara dua lensa lain yang lebih dahulu ada, simak ulasan saya selengkapnya.

Dulu : AF-S 55-200mm vs AF-S 70-300mm

Perbedaan antara AF-S 55-200mm dan AF-S 70-300mm cukup jelas. Selain berbeda harga (2 jutaan vs 4 jutaan), rentang fokal keduanya juga berbeda. Namun ingat kalau AF-S 55-200mm adalah lensa DX sedangkan AF-S 70-300mm adalah lensa FX. Bila lensa 55-200mm dipasang di kamera DX (seperti D40 sampai D300) maka fokal efektif lensa tersebut akan setara dengan 82.5-300mm sehingga hampir sama dengan lensa 70-300mm yang dipasang di kamera FX (misal D700 atau D3). Masalahnya adalah, banyak dari pemakai kamera Nikon DX yang ingin merasakan kemampuan tele zoom yang lebih dari 200mm, sehingga mereka ‘terpaksa’ membeli lensa 70-300mm hanya demi bisa merasakan kemampuan tele 300mm (450mm eqiv.).  Padahal lensa AF-S 70-300mm ini selain punya dimensi yang panjang (14 cm) juga berat (740 gram) bandingkan dengan lensa AF-S 55-200mm (10 cm, 330 gram).

nikkor-55-300mm-f4_5-5_6

Nikkor AF-S 55-300mm f/4.5-5.6 VR

Kini : AF-S 55-200mm vs AF-S 55-300mm

Hadirnya lensa Nikon AF-S 55-300mm VR ini menjadi solusi bagi anda yang mencari lensa DX dengan kemampuan tele yang lebih dari 200mm, tanpa memberatkan anda saat membawanya. Mengapa? Karena lensa ini hanya memiliki panjang 12cm dan berat 500 gram, benar-benar berada pas diantara lensa 55-200mm yang mungil dan 70-300mm yang panjang. Rahasia dibalik ukurannya yang relatif kecil adalah digunakannya elemen lensa High Refractive Index (HRI) yang mampu menjaga dimensi lensa keseluruhan tetap ringkas.

af-s-55-300-mtf

Sepintas lensa 55-300mm ini tampak tidak banyak berbeda dengan lensa 55-200mm, baik dalam segi desain maupun fitur. Keduanya adalah lensa tele ekonomis yang sudah dilengkapi fitur SWM dan VR. Namun keduanya juga tergolong lensa zoom lambat (bukaan kecil) yang tidak cocok dipakai dalam kondisi low-light. Sayangnya keduanya menempatkan ring fokus di bagian depan lensa yang menyulitkan untuk manual fokus. Tapi jangan kecewa dulu, karena hal-hal tadi memang wajar untuk lensa semurah ini. Sekarang saya paparkan hal-hal istimewa yang tak semestinya dijumpai di lensa yang murah ini :

  • memiliki elemen lensa sebanyak 17 elemen yang tersusun atas 11 grup (2 diantaranya lensa ED dan 1 lensa HRI)
  • memakai teknologi VR generasi ke-II yang diklaim mampu bekerja hingga 4 stop
  • memakai 9 blade diafragma, bukaan maksimum f/4.5-5.6 dan minimum f/22-29
  • memakai motor SWM untuk auto fokus yang cepat dan halus
  • memakai mount logam (bukan plastik)

Contoh perbedaan rentang fokal 200mm dan 300mm adalah sebagai berikut (sumber) :

Selain berbeda di rentang fokal, perbedaan lain antara lensa 55-300mm dengan 55-200mm diantaranya :

  • 55-300mm punya bukaan maksimum f/4.5 atau lebih kecil dari 55-200mm yang bisa membuka f/4 (dalam hal ini artinya 55-200mm lebih unggul sedikit)
  • 55-300mm memakai diameter filter 58mm atau lebih besar dari 55-200mm yang diameternya 52mm (70-300mm memakai filter 67mm)
  • 55-300mm pakai mount logam (55-200mm pakai mount plastik)
  • 55-300mm tidak memakai Internal Focusing (IF) sehingga elemen depan lensa akan berputar saat mencari fokus -> tidak bisa pasang filter CPL

Satu hal yang agak disayangkan dari lensa 55-300mm ini menurut saya adalah harga perkenalan awal yang terlalu tinggi (kini sudah berkisar di angka 3 jutaan) yang mendekati harga lensa 70-300mm saat ini. Padahal lensa 70-300mm yang dijual seharga 4 jutaan ini punya banyak kelebihan dibanding lensa 55-300mm seperti :

  • format FX -> bisa untuk DSLR full frame
  • sistem IF (elemen depan lensa tidak berputar)
  • kualitas optik yang lebih baik
  • bisa manual focus override
  • kinerja motor SWM yang lebih cepat
  • mode VR ada active dan normal

Jadi bila anda punya dana 4 jutaan, saat ini sudah sangat perlu lensa tele zoom yang mampu menjangkau hingga 300mm (450mm eqiv.) dan tidak masalah dengan bobot lensa, saran saya tetaplah memilih lensa AF-S 70-300mm VR. Namun bila anda awalnya ingin membeli lensa AF-S 55-200mm tetapi merasa perlu rentang antara 200mm hingga 300mm, dan mencari lensa yang ringan dan praktis untuk dibawa bepergian, lensa AF-S 55-300mm ini sudah mulai tersedia di pasaran. Tentu saja untuk itu perlu menambah sejumlah dana karena perbedaan harga AF-S 55-200mm dan AF-S 55-300mm cukup mencolok (2 jutaan vs 3 jutaan). Namun bila anda tetap merasa lensa AF-S 55-200mm saja sudah mencukupi untuk kebutuhan fotografi anda, mengapa tidak? Lensa yang pernah saya review ini sangat murah dan punya optik yang baik dan masih tetap menjadi lensa populer hingga saat ini.

About these ads

36 thoughts on “Bedanya lensa AF-S 55-200mm dan 55-300mm

  1. mas gaptek mau tanya nih, kalo lensa 70-300mm vr cocok ga dipasangkan dengan nikkon d3100. .?
    mohon pencerahannya mas, trimakasih banyak atas reviewnya

Comments are closed.