Perang saudara : Samsung Wave 525 dan Galaxy Mini

Perang saudara, itulah kata yang tepat untuk mewakili situasi yang terjadi saat Samsung mengumumkan harga jual Galaxy Mini (S5570) di angka 1,6 juta. Mengapa? Karena sebelumnya di harga jual segitu ada Samsung Wave 525 yang sangat populer sebagai ponsel ‘rasa’ Android (actually dia pakai OS Bada). Si mini ini bahkan sempat dijual 1,3 juta di hari pertama peluncurannya. Kabar baik buat para calon pemakai ponsel Android, tapi bagaimana dengan nasib Samsung Wave?

Samsung Wave 525 (dan Wave 575) memang  sudah menjadi ponsel layar sentuh yang tergolong ke dalam smartphone ekonomis. Kehadirannya dulu sudah saya prediksi akan mematikan penjualan featured phone (ponsel layar sentuh non OS) seperti  LG Cookie atau Samsung Star. Pemakai Wave 525 sudah bisa menikmati fasilitas lengkap dari sebuah OS, layar sentuh kapasitif dan dukungan aplikasi yang melimpah. Kalaupun ada kekurangan yang dirasakan adalah ketiadaan fitur 3G yang dirasa cukup mengganggu, khususnya bagi yang sering mengunduh file atau aktif memakai internet.

Kehadiran Galaxy Mini sendiri di lain cerita, adalah upaya Samsung meneruskan kejayaan Galaxy 5 di kelas Android untuk pasar low-end. Samsung seakan  sudah membuat batasan tegas dalam membedakan kelas ponsel Androidnya, dimana kelas bawah hanya boleh menikmati resolusi layar QVGA (320 x 240 piksel) dan sebelum saya membahas lebih jauh, inilah hal yang paling disayangkan dari Galaxy Mini dan Galaxy 5. Bedanya, Galaxy Mini sebagai produk yang lahir di tengah persaingan ketat harus dijual lebih murah, sehingga saat ini tidak relevan bila ada yang masih ingin membeli si Galaxy 5 di harga 2 juta pas. Beberapa peningkatan dari Galaxy 5 ke Galaxy Mini diantaranya layar berukuran lebih besar, kameranya pun sudah naik dari 2 MP kini menjadi 3 MP dan tentunya versi OS yang lebih baru dari Android 2.1 ke Android 2.2.

Samsung Galaxy Mini mengungguli Wave 525 hampir dalam semua aspek. Layar keduanya hampir sama dalam ukuran (sekitar 3,2 inci), sama-sama punya resolusi horizontal 240 piksel, sedang resolusi vertikal Wave 525 sedikit lebih panjang dengan 400 piksel (Galaxy Mini 320 piksel) atau beda 80 piksel saja. Namun Galaxy Mini sudah didukung fitur HSDPA 7,2 Mbps yang membuatnya menang telak untuk urusan broadband. Belum lagi urusan prosesor kita tahu bahwa OS Android mensyaratkan kekuatan prosesor yang cukup dari sebuah ponsel, maka Galaxy Mini sudah memiliki prosesor 600 MHz yang cukup kencang. Untuk aspek yang lain keduanya relatif berimbang seperti kamera 3,2 MP dan baterai 1200 mAh.

Jadi, ini seperti dejavu, sejarah kembali terulang. Dulu Samsung Wave dari kubu Bada OS mematikan ponsel featured phone, kini saya yakin Galaxy Mini dari kubu Android yang akan merusak penjualan Wave 525, kecuali kalau Wave 525 turun harga signifikan (misalnya jadi 1,2 juta). Pendapat anda?

43 thoughts on “Perang saudara : Samsung Wave 525 dan Galaxy Mini

    • Galaxy Y (Young) memang mengesankan dari segi harga, 1.2 juta sudah dapet ponsel android 2.3 dgn prosesor 800 MHz. Saya rasa dalam aspek penting sih Galaxy Y menang tapi untuk layar keduanya sama yaitu pakai resolusi rendah QVGA.

Comments are closed.