Sudah lama saya tidak membahas Ixus, yaitu seri kamera saku premium dari Canon yang mengutamakan desain dan kualitas. Dari dulu Ixus itu identik dengan kamera saku mahal, meski lama-lama harganya ikut turun menyusul tren turunnya harga kamera digital secara alamiah. Kini saat teknologi semakin matang, harga semakin murah, kualitas foto semakin bagus, maka saya tertarik untuk membahas tiga kamera IXUS termurah saat ini, yaitu :
- Ixus 115 HS : sekitar 1,4 jutaan (penerus Ixus 105 IS)
- Ixus 220 HS : sekitar 1,7 jutaan (penerus Ixus 210 IS)
- Ixus 230 HS : sekitar 2 jutaan (penerus Ixus 220 HS)
Ada yang unik dari ketiga Ixus ini, yaitu ketiganya memakai sensor CMOS dengan resolusi ‘hanya’ 12 MP, atau turun dari resolusi produk sebelumnya yang mencapai 14 MP bahkan lebih. Artinya Canon sudah sadar kalau kamera saku dengan sensor kecil semestinya tidak perlu dipaksakan punya resolusi sangat tinggi hanya untuk mengejar penjualan. Sebagai kabar baiknya, teknologi HS pada sensor CMOS membantu memberi kepekaan cahaya lebih baik daripada CMOS non HS atau sensor CCD konvensional.
Ixus 115 HS
Kamera termurah dari seluruh seri Ixus ini sama sekali tidak murahan. Fiturnya lengkap, bentuknya keren dan hasil fotonya bagus. Bahkan tersedia berbagai pilihan warna seperti biru dan pink kalau anda suka. Meski murah, Ixus 115 HS sudah dilengkapi dengan layar LCD 3 inci dan bisa merekam full HD 1080p dengan 24 fps. Canon juga punya kamera saku tipe Powershot seperti A3200 dan A3300 yang harganya mirip dengan Ixus 115 HS, namun hanya Ixus 115 HS lah yang bisa merekam full HD movie (1920 x 1080 piksel), lainnya hanya HD biasa (1280 x 720 piksel).
Ixus 220 HS
Bisa jadi inilah kamera paling laku di pasaran (termasuk saya juga membelinya beberapa bulan lalu) karena berimbangnya harga dan fitur yang dikandungnya. Saya suka kamera saku yang punya lensa wide 24mm dengan bukaan masih cukup besar, sehingga lensa Ixus 220HS yang rentangnya 24-120mm f/2.7-5.9 ini membuat saya jatuh hati. Apalagi fitur videonya mengesankan dengan full HD dan suara stereo, serta bisa melakukan zoom optik saat merekam video. layar LCD di Ixus 220 HS cukup unik dengan hanya berukuran 2,7 inci sehingga sisi baiknya ruang untuk penempatan tombol dan kendali empat arah menjadi lebih lega.
Ixus 230 HS
Canon sepertinya terlalu cepat dalam membuat penerus atau regenerasi produknya. Ixus 230 HS dimaksudkan untuk menggantikan Ixus 220 HS, padahal Ixus 220 HS baru diluncurkan Februari 2011 silam. Yang membedakan keduanya adalah Ixus 230 HS punya lensa yang lebih tergolong travel zoom alias 8x dengan rentang 28-224mm f/3.0-5.9 yang bukaan maksimalnya kurang besar menurut saya. Lagipula hilang sudah kemampuan wide 24mm yang dulu ada di Ixus 220 HS. Tapi Ixus 230 HS memberikan layar LCD yang tajam dengan 460 ribu titik, jauh lebih detil dari layar Ixus 115 HS atau 220 HS yang cuma 230 ribu titik.
Dari tabel diatas tampak kalau ketiganya punya banyak kesamaan fitur termasuk bodi berbalut bahan logam yang keren, punya stabilizer optik, smart auto dan fitur-fitur yang tidak terlalu perlu seperti deteksi mata kedip dan sejenisnya. Tapi untuk membedakan dengan kamera lain yang lebih mahal, tidak ada fitur manual eksposur P/A/S/M pada ketiganya (dan saya juga tidak bermimpi kamera-kamera ini punya fitur tersebut). Namun pilihan ISO ketiganya bisa sampai ISO 3200 yang ternyata prosesor Digic 4 didalam Ixus ini mampu memberikan hasil foto yang baik sampai ISO 1000, dan cukup bersih sampai ISO 1600. Rekomendasi saya :
- Ixus 115 HS : untuk dana terbatas, tidak perlu fitur video yang terlalu bagus (zoom optik, audio stereo)
- Ixus 220 HS : untuk yang suka lensa 24mm, untuk mereka yang mencari kamera murah tapi fiturnya lengkap
- Ixus 230 HS : untuk yang perlu lensa tele diatas 200mm, atau yang tidak suka lensa terlalu wide (cukup dengan 28mm), untuk yang senang melihat gambar tajam di layar LCD.
Itulah ulasan singkat saya, intinya di tahun 2011 ini dengan dana 2 juta bahkan kurang sudah didapat kamera saku yang cukup baik untuk kebutuhan harian, dan bonusnya adalah kemampuan video yang full HD yang akan nikmat bila ditonton di TV LCD.




Thanks buat review kamera canonya, dan skrg saya bingung untuk memiliki Canon A3300 atau Ixus 220 HS. karena saya ingin memakai kamera ini untuk di bawah air…
menurut mas Gaptek, mending saya milih yang mana ya?
thanks ya mas atas jawabannya.
Mending 220 karena ada under water casing resminya.
kalo perbandingan powershoot A3200 ma Ixus 115 gmana ya…???
Thanks
Masih lebih suka 115 khususnya karena sensornya CMOS yg high sensitivity dibanding CCD di A3200.
saya akan pilih 220 HS nih. biar tele yang tertanam di SLR gak di ganti-ganti lagi. hehehehe
mas mau tanya kalo canon powershot sx130 is, sx150 is sama Ixus 220 HS bagus mana ya?
Saya bilang sih bagusan Ixus 220HS, karena saya punyanya yg itu
Lagian anda bisa juga compare fiturnya deh.
mas kalo tipe IXUS 220 HS untuk foto diempat dengan pencahayaan kurang gimana?dibandingkan dengan PS A3300?
contohnya saat diruang sempit yg cahaya aga redup..krna saya butuh untuk keperluan inspeksi diruang “trbatas”
Sensor CMOS yg ditambah kode HS itu lebih peka cahaya dibanding sensor CCD (seperti A3300), tapi ya meski lebih peka tetap aja noisenya lumayan banyak di ISO 800 keatas.
Mas, di tabel spesifikasi untuk IXUS 220HS di atas kan tertera shutter 15-1/1500 detik. Apakah kita bisa mengaturnya secara manual misal shutter 5s untuk motret lowlight?
Secara manual tidak bisa, tapi harus memilih scene mode yg sesuai. Misal mau shutter cepat maka pilih mode sport, kalau mau lambat pilih yg Long shutter mode.