Kali ini saya berkesempatan untuk menjajal kamera DSLR full frame dari Nikon yaitu D800. Kamera seharga hampir 30 juta rupiah ini punya keunggulan utama dalam hal resolusi sensornya yang mencapai 36 MP, mendekati kamera medium format yang harganya ratusan juta. Sebagai pelengkap preview ini, saya gunakan lensa prime nan tajam yaitu Nikon AF-S 50mm f/1.8 yang masih sanggup meladeni tingginya resolusi sensor D800. Preview bertujuan mengenali fisik kamera, sepintas kinerja, noise di ISO tinggi dan tentunya melihat detil dari hasil fotonya. Sebagai bonus saya lengkapi juga preview ini dengan video singkat, jadi anda juga bisa mendengar suara saya
Continue reading
Category Archives: Review
Review singkat dua lensa ultrawide zoom dari Nikon
Kalau ditanya saat ini apa lensa wide dari Nikon yang paling populer, jawabannya bisa terbagi dua kelompok : lensa full frame atau lensa DX. Lensa full frame (tanpa ada tulisan DX di bodinya) bisa dipakai di kamera FX (misal D800) tanpa ada crop factor, maupun dipakai di kamera DX (misal D300) dengan adanya crop factor 1,5x. Sebaliknya kalau lensa DX selalu mengalami crop factor 1,5x bila dipasang di bodi Nikon apapun, FX atau DX. Anda ingin tahu kemampuan dua lensa wide Nikon yang saya uji kali ini? Simak selengkapnya. Continue reading
Review kamera DSLR Nikon D5100
Setelah lima tahun melalui masa-masa indah bersama Nikon D40 kesayangan, tiba waktunya buat saya untuk berpisah upgrade bodi, meski bisanya lagi-lagi cuma beli kamera yang kelas pemula. Awal bulan ini saya mendapat diskon spesial dari toko sponsor yaitu Tokocamzone sehingga saya bisa membawa pulang Nikon D5100 yang cukup lama saya incar, dan kali ini saya coba tuliskan review kecil-kecilan untuk sekedar berbagi pada pembaca sekalian.
Nikon meluncurkan D5100 sebagai jawaban untuk Canon 600D sepuluh bulan yang lalu. Sekedar mengingatkan, meski D5100 maupun 600D masih tergolong kamera DSLR kelas pemula, tapi harga keduanya cukup mahal. Jadi tak heran kalau kedua kamera ini seperti kurang populer, misalnya orang yang dananya terbatas akan lebih tertarik pada D3100 atau Canon 1100D, atau 550D. Bagi yang dananya lebih mungkin akan lebih tertarik pada Nikon D90 atau Canon 60D. Lalu mengapa saya memilih D5100? Simak review dan kesimpulan yang saya buat selengkapnya. Continue reading
Review kamera DSLR Canon EOS 1100D
Kali ini saya membuat review untuk DSLR pemula yang populer yaitu Canon EOS 1100D (Digital Rebel T3). Kamera seharga 4,5 juta plus lensa kit EF-S 18-55mm IS ini adalah penerus dari EOS 1000D yang penjualannya sukses di masa lalu, dengan segmentasi utama adalah kalangan budget minded yang mencari kamera simpel, bagus namun terjangkau. EOS 1100D ini dihadirkan untuk menjadi kompetitor seperti Nikon D3100, Pentax K-r maupun Sony A390. Seperti apa review yang saya buat terhadap si mungil ini? Continue reading
Review singkat kamera DSLR Nikon D3100
Inilah review singkat dari saya untuk kamera DSLR Nikon paling populer di kelas pemula, yaitu D3100 yang awalnya diperkenalkan bulan Agustus 2010 lalu. Produk yang kini sudah berada di harga terbaiknya ini (sekitar 5,5 juta termasuk lensa kit 18-55mm VR) merupakan penyempurna produk DSLR pemula sebelumnya sejak era D40, D60 hingga D3000. Kali ini saya berkesempatan untuk mencoba sebentar kamera ini dan ada baiknya saya buatkan sebuah review singkat untuk berbagi kepada anda. Continue reading
Review : Super Spring SF510 GPS navigator
“Follow me, I have a GPS”
pernah baca stiker dengan tulisan seperti itu di kaca belakang sebuah mobil? Memang memiliki peranti navigasi berbantuan satelit GPS yang terpasang di mobil merupakan sebuah kebanggaan tersendiri, karena seakan kita memiliki pemandu jalan yang ‘hafal’ peta selama perjalanan dan tahu kemana kita harus memilih jalan. Kemudahan ini tak lepas dari layanan satelit GPS yang dimanfaatkan berbagai produsen untuk membuat perangkat navigasi di kendaraan, yang bisa menampilkan koordinat dan peta bahkan pemandu suara. Sayangnya untuk menikmati teknologi GPS yang gratis ini masih banyak orang yang ragu karena tetap saja perlu membeli perangkat penerima GPS yang mahal. Untungnya kini ada satu pilihan ekonomis yang tetap layak diperhitungkan untuk bernavigasi, dengan hadirnya produk navigasi GPS buatan Taiwan yaitu Super Spring SF510 yang akan saya ulas secara singkat.
