Archive for the 'd60' Tag

Nikon D60, layu sebelum berkembang?

Maafkan saya atas judul diatas yang barangkali kurang enak dibaca.

Saya pemakai kamera DSLR Nikon. Saya juga mengagumi banyak jajaran kamera DLSR Nikon kelas profesional. Saya juga terkesan akan kehebatan Nikon dalam membuat lensa-lensa untuk DSLRnya. Saya cukup banyak menulis tentang DSLR Nikon di blog ini. Tapi khusus untuk DSLR Nikon D60 ini, entah kenapa saya cukup kecewa dengan Nikon. Hal ini mungkin karena saya berharap D60 (seharusnya) tetap dapat tetap menjadi andalan Nikon yang dapat merajai pasaran DSLR kelas bawah. Setidaknya D60 (seharusnya) bakal sesukses kamera Nikon D40 yang saya pakai hingga saat ini.

Nyatanya? Simaklah kekecewaan saya disini. D60 yang semula diharapkan akan banyak memperbaiki kekurangan pada D40, nyatanya tetap mempertahankan kekurangan yang ada. Saya tidak sedang membicarakan motor fokus pada bodi, oke saya paham kalau Nikon menemui kesulitan untuk memasukkan motor fokus pada bodi DSLR sekecil itu. Toh meski Nikon belum juga meluncurkan lensa prime AF-S, namun sementara ini pemakai D40/D60 cukuplah dengan beberapa jajaran lensa AF-S lainnya untuk mereka pilih. Saya mengharapkan peningkatan PENTING saat Nikon meluncurkan D60 saat itu, yaitu :

  • jumlah titik fokus yang ditingkatkan
  • fitur bracketing (eksposure dan WB)
  • live view

Yang nyatanya ketiganya tetap absen saat akhirnya D60 diluncurkan awal tahun ini. Bahkan seperti tak mau pusing, Nikon tidak sedikit pun merubah desain D60 dengan tetap persis sama dengan D40. Benar bahwa ergonomi D40 sudah baik, namun dengan tanpa ada perubahan desain sama sekali, ini seperti menempelkan nama D60 pada bodi D40 kan?

Coba kita simak peta persaingan DSLR kelas ekonomis. Nikon tetap berharap D60 akan sukses dalam penjualan, dengan mengandalkan kekuatan dalam hal kualitas hasil foto dan kemudahan pemakaian. Namun banyak fotografer pemula yang mencari DSLR ekonomis ini bukan karena semata-mata mencari yang murah dan mudah dipakai, tetapi diantara mereka ada yang ingin memiliki kamera yang cukup lengkap fiturnya namun tetap terjangkau. Mereka-mereka ini meski dananya terbatas, namun cukup mengerti soal fotografi, dan saat memilih kamera tentu akan mencari yang fitur kameranya akan dapat menunjang kemampuan fotografinya. Berbicara mengenai fitur, D60 tidak banyak bisa bersaing dengan pesaing barunya, mengingat bila mengadu spesifikasi tentu perbedaannya akan tampak mencolok. Contohnya, bandingkan titik AF D60 yang cuma 3 titik dengan Pentax K200D yang punya 11 titik. Atau lihatlah kamera termurah dari Canon dan Olympus yang telah memiliki fitur live-view.

Nikon D60 masih punya masa depan panjang. Apakah D60 akan layu sebelum berkembang? Entahlah, namun persaingan menjadi DSLR ekonomis terfavorit amat berat. Inilah mereka, yang saya prediksi bakal menjegal Nikon menuju tangga juara DSLR idola sejuta umat :

  • Canon EOS 1000D : Jajaran DSLR Canon ekonomis mempunyai anggota baru, 1000D. Si adik bungsu ini cukup mengejutkan pasar dengan memposisikan diri diantara 400D dan 450D. Hadir dengan sensor CMOS 10 MP, 1000D menjadi pilihan pas bagi mereka yang ingin memiliki 450D namun dananya tidak mencukupi, atau tidak memerlukan resolusi hingga 12 MP. Dibandingkan dengan Nikon D60, 1000D menang dalam jumlah titik fokus (7 titik), live view dan manual setting lain yang lebih lengkap. Meski demikian, bagi pemakai D60 masih tetap dapat berlega hati karena D60 memiliki keunggulan dalam hal adanya fitur spot metering dan flash sync yang lebih cepat.
  • Pentax K200D : Penerus K100D ini tetap memiliki kekuatan pada stabilizer dalam bodi dan titik AF yang berlimpah (11 titik). Belum lagi layar LCDnya yang berukuran 2,7 inci (meski tidak dilengkapi live-view) sedikit lebih lega dibanding D60 yang berukuran 2,5 inci. Pentax menjadi satu-satunya pilihan bagi mereka yang mencintai baterai jenis AA yang mudah dibeli di warung-warung.
  • Olympus E420 : Anak bawang dari Olympus ini memiliki kehebatan dalam live-view yang didukung oleh 11 titik AF saat memakai contrast-detect AF. Namun saat memakai modul AF konvensional (phase-detect), E420 memiliki kesamaan dengan D60 yang hanya punya 3 titik AF saja. Layaknya Pentax K200D, layar LCD E420 telah berukuran 2,7 inci, sehingga menikmati fitur live-view akan menjadi lebih nyaman. Sayangnya E420 tidak dilengkapi stabilizer, suatu fitur penting yang ada pada Olympus kelas menengah, E520.
  • Sony Alpha : Sony tahun ini menjadi produsen paling fenomenal dengan menggebrak pasar kamera DSLR ekonomis dengan merilis trio Alpha A200-A300-A350. Ketiganya telah memiliki stabilizer pada bodi, meski untuk fitur live-view absen di A200. Namun A200 sendiri sudah dapat mengganggu Nikon D60 dengan kelebihan di titik AFnya sebanyak 9 titik dan layar LCDnya yang berukuran 2,7 inci. Apabila koleksi lensa Sony/Minolta sudah banyak tersedia tentu seri Sony ini akan laris manis.

Lantas bagaimana dengan yang saat ini memiliki D60, atau yang akan membeli D60? Jangan khawatir. Nikon D60 tetaplah kamera berkualitas yang kinerjanya tinggi, hasil fotonya pun mengagumkan. D60, seperti layaknya Nikon lainnya, dirangcang dengan cermat oleh produsen kamera ternama, dengan jaminan kualitas dan pilihan lensa yang berlimpah. Setidaknya inilah beberapa hal dari Nikon D60 yang membuatnya tetap disegani oleh pesaing :

  • Metering khas Nikon yang terkenal handal dan jarang tertipu, Nikon 3D Matrix Metering. Matrix metering (pada merk lain biasa disebut evaluative), mampu mengkalkulasi eksposure yang tepat berdasar 420 titik segmen area sehingga bermacam kondisi pencahayaan kontras tidak mudah membuat hasil foto jadi over atau under. Bila perlu, terdapat juga spot metering untuk kondisi pencahayaan yang lebih sulit.
  • Flash i-TTL khas Nikon yang cerdas dan mampu membuat hasil foto yang kreatif dengan flash. Selain itu, kemampuan sync flash Nikon D60 mencapai 1/500 1/200 detik sehingga memudahkan saat memotret siang hari dengan fill-in flash. Belum lagi Nikon memiliki pengalaman dan peralatan lengkap untuk mereka yang menyukai wireless flash system, dengan memiliki satu flash commander (SB-800) dan beberapa slave flash yang ditrigger secara wireless.
  • Kecerdasan dan kemudahan fitur Auto-ISO yang bermanfaat. Aktifkan fitur ini dan kamera akan menentukan secara otomatis nilai ISO terbaik pada setiap eksposure. Gunakan fitur ini selalu, dan dapatkan foto-foto dengan nilai ISO yang unik seperti ISO 570 atau ISO 1250 yang tidak mungkin didapat secara manual.
  • Fitur Active D-Lighting yang diadopsi dari sang kakak, D300 dan D3. Fitur ini benar-benar membantu menjaga eksposure dengan baik, terutama saat memotret objek yang memiliki kontras tinggi atau pencahayaan sulit.
  • Ergonomi bodi yang baik dan tata letak tombol yang logical. Faktor satu ini mungkin terlupakan saat memutuskan membeli kamera, tapi percayalah, faktor ini punya andil penting dalam kenyamanan memotret.

So, semoga Nikon D60 tidak terhimpit dalam persaingan DSLR ekonomis tahun ini. Saya tidak rela melihatnya layu, sebelum sempat berkembang dan menjadi besar. Namun di kemudian hari saat Nikon akan membuat pengganti D60, please Nikon… make a better one.

Next Page »