Samsung Galaxy Ace 3 vs Sony Xperia M vs LG Optimus L5 II

Perang di kelas menengah ke bawah ponsel Android baru bakal seru, saat tiga produsen besar meluncurkan jagoan masing-masing yaitu Samsung dengan Galaxy Ace generasi ke-3, Sony meluncurkan Xperia M dan LG dengan Optimus L5 generasi ke-II. Ketiga produk ini sudah memenuhi kebutuhan dasar dalam hal spesifikasi, punya ukuran layar yang tidak kecil dan tidak besar (cukup 4 inci saja) serta dibandrol dengan harga yang tidak mencekik. Manakah yang paling menarik dari desain dan spesifikasi? Continue reading

Berburu ponsel Android Dual Core berlayar 4 inci dibawah 2 juta

Andromax Hisense

Serbuan ponsel Android murah sudah tiba. Berbagai merk yang bukan mainstream (umumnya buatan Cina) berlomba membuat produk dengan spesifikasi yang menyamai produk buatan Korea atau Jepang. Menariknya, harganya berani diadu, cukup antara 1 hingga 2 juta sudah bisa kita bawa pulang ponsel dengan OS Android terbaru dengan prosesor dua inti serta layar ukuran 4 inci. Kabar baiknya lagi, layar 4 inci disini bukanlah memakai resolusi layar HVGA (240×320 piksel) yang kurang tajam, tapi WVGA (480×800 piksel) yang tajam dan detil. Tertarik? Ikuti hasil penelusuran saya dari berbagai sumber termasuk dari Kaskus. Continue reading

Ponsel-ponsel pintar yang diluncurkan di MWC 2012

Mobile World Congress (MWC) adalah ajang tahunan pameran teknologi mobile dunia, yang diadakan di Barcelona. Tahun ini, MWC 2012 digelar mulai 27 Februari sampai 1 Maret 2012. Ajang ini selalu dinanti karena banyak pengumuman peluncuran produk baru disana. Seperti yang sudah diduga, dalam evolusi ponsel pintar aspek yang terus ditingkatkan adalah prosesor dan layarnya. Maka itu banyak diluncurkan ponsel baru dengan prosesor lebih kencang, bahkan dengan empat inti (quad core) dan layar lebih besar (dan kerapatan piksel lebih padat). Buat yang masih bingung dengan layar pada ponsel, baca lagi tulisan saya yang ini. Continue reading

Intel vs AMD di 2011, pertarungan di grafik on-board

amd-intel-logo

Bicara prosesor maka tak lepas dari kedua merk ini : Intel dan AMD. Keduanya bersaing dari dulu sampai sekarang untuk menjadi yang terdepan dan terlaris. Dari segi teknologi keduanya kini sudah sangat matang dengan arsitektur modern 32nm, clock tinggi (sekitar 3 GHz) dan tentunya multi core (antara dua hingga empat core). Namun satu yang agak terlewatkan dari perhatian kita adalah kemampuan grafik on-board yang disuguhkan keduanya, karena bayangan kita terlanjur memandang sebelah mata kemampuan pengolah grafis terintegrasi di prosesor. Padahal kini baik Intel maupun AMD sudah melakukan perbaikan besar dalam meningkatkan kemampuan grafik on-board pada prosesor terbarunya, dengan kinerja yang bahkan bisa mengalahkan kartu grafik terpisah.

Continue reading

Samsung Galaxy R, kandidat Android dual core ‘ekonomis’

Pada dasarnya tidak ada ponsel cerdas dengan prosesor dual core yang dijual dengan harga murah, karena ponsel dengan prosesor yang punya dua inti didalamnya memang identik dengan ponsel mahal yang punya kinerja amat tinggi. Pemakaian prosesor dua inti di komputer memang sudah lazim, namun di ponsel hal ini masih diperdebatkan manfaatnya. Namun nyatanya saat ini semakin banyak ponsel Android dengan prosesor dual core setelah kehadiran LG Optimus 2x sebagai ponsel Android pertama di dunia dengan dual core. Samsung juga punya ponsel Android unggulan yaitu Galaxy S II yang juga baru diluncurkan di Indonesia dengan harga 5 jutaan, yang tentunya sudah dipersenjatai prosesor dual core. Kabar baiknya, Samsung juga memproduksi Galaxy R (I9103) sebagai ‘adik’ dari Galaxy S II yang ditujukan sebagai ponsel dual core ’ekonomis’ yang segmen pasarnya belum terisi oleh merk lain. Continue reading

Zotac Ion-ITX, bersatunya Intel Atom dan Nvidia Ion dalam satu board

Zotac dusNvidia telah membuat platform Ion untuk prosesor Intel Atom, dengan kemampuan grafik prosesor terintegrasi dalam chipset dan telah mendukung DirectX 10 untuk Windows Vista. Pasangan Ion dan Atom ini sempat membuat Intel ‘meradang’ hingga akhirnya Intel mengeluarkan chip baru GN40 yang khusus untuk menyaingi Ion. Namun bagi dunia nettop (desktop PC berprosesor Atom), tampaknya konsep Ion ini masih lebih menarik untuk dipakai karena kinerja grafiknya yang lebih baik dibanding Intel GN40 (yang didesain untuk aplikasi netbook). Adalah Zotac Ion-ITX, sebuah produk motherboard mini yang sudah tertanam Intel Atom N330 dan chip Nvidia Ion didalamnya, yang kini tengah jadi bahan pembicaraan di kalangan pecinta komputer. Intel Atom N330 sendiri merupakan prosesor dual core rendah daya dengan clock 1.6 GHz dan FSB 533 MHz. Sementara Nvidia Ion merupkan chipset yang dibuat khusus untuk Intel Atom yang sudah memakai prosesor grafik terintegrasi  GeForce 9400M.

Continue reading