Untung rugi memakai lensa full-frame di kamera DSLR APS-C

Di awal hadirnya kamera DSLR, sensor full-frame merupakan hal yang jarang dijumpai. Alasannya adalah biaya produksi yang tinggi, sehingga produsen kamera digital lebih memilih memakai sensor yang lebih kecil dari ukuran full-frame, yaitu sensor APS-C. Untuk mengimbangi sensor yang lebih kecil ini, para produsen juga menyiapkan lensa khusus yang lebih sesuai, sebutlah misalnya Nikon DX atau Canon EF-S. Tapi lensa-lensa semacam ini tidak terlalu banyak pilihannya, karena mereka membuatnyaa secara bertahap (mungkin setahun hanya bikin 1 atau 2 lensa). Kabar baiknya, pemilik kamera DSLR sensor APS-C boleh-boleh saja memilih lensa yang didesain untuk kamera full-frame, karena memang kompatibel. Apakah untung ruginya? Simak yuk.. Continue reading

Daftar lengkap lensa Nikon DX

Lensa Nikon dengan kode DX adalah lensa generasi baru yang didesain optimal untuk kamera DSLR dengan sensor APS-C. Sampai tahun ini baru ada 16 lensa DX yang dibuat oleh Nikon, dan saya akan coba susun daftarnya beserta penjelasan singkatnya. Tapi sebelum itu ada sedikit penjelasan mengenai lensa DX secara umum, barangkali ada pembaca yang masih perlu info soal lensa ini lebih jauh.

Kita tahu sensor kamera DSLR Nikon ada dua versi, yaitu versi APS-C (agak kecil) dan versi full frame (FX-seukuran film 35mm). Sebagai produsen lensa (75 juta lensa telah terjual di seluruh dunia), Nikon punya banyak pilihan lensa untuk dipasangkan dengan kamera DSLR, baik lensa modern maupun lensa lama. Tapi karena hampir semua lensa Nikon adalah lensa dengan diameter besar (yang awalnya memang didesain untuk kamera film), maka Nikon memutuskan membuat lensa khusus DSLR bersensor APS-C yang lalu diberi kode lensa DX.

Lensa DX ini ceritanya adalah lensa Nikon versi mini, dengan tujuan menekan harga, ukuran dan juga bobotnya. Lensa DX masuk ke kelas lensa consumer, bukan seri profesional. Untuk saat ini pilihan lensa DX memang belum terlalu banyak, Nikon hanya meluncurkan 1 lensa DX setiap 1 atau 2 tahun. Perbedaan utama lensa DX dengan lensa Nikon lain adalah diameter lingkar gambar yang lebih kecil, walaupun punya mount (dudukan) lensa yang sama bentuknya. Salah satu ciri lain dari lensa DX adalah sudah mengusung desain modern seperti punya motor fokus dan tidak ada ring untuk merubah diafragma layaknya lensa jaman dulu. Continue reading

Tokocamzone luncurkan paket Garansi Tahun Kedua untuk pembelian kamera digital

Salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan saat kita membeli kamera digital, baik datang langsung ke toko maupun secara online, adalah soal garansi (warranty). Pada prinsipnya garansi adalah jaminan yang diberikan oleh produsen bahwa produknya telah melalui pengujian pabrik dan tidak mengandung cacat produksi. Selama periode tertentu (umumnya 1 tahun) kalau ada kerusakan akibat kesalahan produk (bukan kesalahan pemakaian) maka produk itu akan diperbaiki tanpa biaya oleh produsen, atau pihak yang ditunjuk oleh produsen. Tugas kita adalah menyimpan kartu garansi dan nota pembelian dengan baik, serta mengetahui lokasi service resmi terdekat.  Continue reading

Review singkat dua lensa ultrawide zoom dari Nikon

Kalau ditanya saat ini apa lensa wide dari Nikon yang paling populer, jawabannya bisa terbagi dua kelompok : lensa full frame atau lensa DX. Lensa full frame (tanpa ada tulisan DX di bodinya) bisa dipakai di kamera FX (misal D800) tanpa ada crop factor, maupun dipakai di kamera DX (misal D300) dengan adanya crop factor 1,5x. Sebaliknya kalau lensa DX selalu mengalami crop factor 1,5x bila dipasang di bodi Nikon apapun, FX atau DX. Anda ingin tahu kemampuan dua lensa wide Nikon yang saya uji kali ini? Simak selengkapnya. Continue reading

Review kamera DSLR Nikon D5100

Setelah lima tahun melalui masa-masa indah bersama Nikon D40 kesayangan, tiba waktunya buat saya untuk berpisah upgrade bodi, meski bisanya lagi-lagi cuma beli kamera yang kelas pemula. Awal bulan ini saya mendapat diskon spesial dari toko sponsor yaitu Tokocamzone sehingga saya bisa membawa pulang Nikon D5100 yang cukup lama saya incar, dan kali ini saya coba tuliskan review kecil-kecilan untuk sekedar berbagi pada pembaca sekalian.

Nikon meluncurkan D5100 sebagai jawaban untuk Canon 600D sepuluh bulan yang lalu. Sekedar mengingatkan, meski D5100 maupun 600D masih tergolong  kamera DSLR kelas pemula, tapi harga keduanya cukup mahal. Jadi tak heran kalau kedua kamera ini seperti kurang populer, misalnya orang yang dananya terbatas akan lebih tertarik pada D3100 atau Canon 1100D, atau 550D. Bagi yang dananya lebih mungkin akan lebih tertarik pada Nikon D90 atau Canon 60D. Lalu mengapa saya memilih D5100? Simak review dan kesimpulan yang saya buat selengkapnya. Continue reading