DSLR pemula yang kini tak lagi murah

Tahun 2007-2008 menjadi tahun yang menyenangkan bagi fotografer pemula yang membeli DSLR kelas pemula atau entry-level. Betapa tidak, saat itu tercatat banyak produk baru yang harganya terus membuat semua pihak tercengang, karena terus turun hingga menembus angka psikologis (dibawah) lima juta. Beberapa tulisan pernah saya buat seputar produk-produk murah ini, dan semuanya meraih hits tinggi pembaca yang begitu antusias mengetahui seperti apa sih DSLR yang murah itu. Continue reading

DSLR murah, kompromi antara harga dan performa

Sebetulnya sudah banyak artikel yang saya buat seputar kamera DSLR murah meriah yang cocok untuk pemula. Disini saya hanya menegaskan mengenai kompromi (jalan tengah) yang sebaiknya diambil antara harga jual dengan kinerja / performa yang dimiliki sebuah kamera DSLR. Hal ini saya rasa penting, karena meski semua kamera DSLR pada dasarnya sama baiknya, namun kebutuhan fotografi tiap orang berbeda (demikian juga dengan budgetnya). Artikel kali ini tidak dimaksudkan untuk mencari kamera DSLR murah yang paling baik, namun mengajak pembaca untuk bijak mencari kamera yang spesifikasinya sesuai dengan kebutuhan sehingga tidak ada penyesalan setelah membeli nantinya. Continue reading

Ternyata DSLR semi-pro tidak (harus) mahal

Satu hal yang identik dengan kamera DSLR (selain akan kualitasnya) adalah harganya. Tidak dapat dipungkiri bahwa dengan kemampuan yang lebih dari sekedar kamera biasa, kamera DSLR memang memiliki harga yang relatif mahal, mulai dari 6 juta hingga 50 juta rupiah. Belum lagi untuk menemani kamera DSLR dibutuhkan koleksi lensa yang juga tidak murah.  Bagi mereka yang mengerti akan kualitas dari kamera DSLR tentu menyadari bahawa harga yang mahal memang sepadan dengan kualitasnya. Namun bagaimana bila sesorang dengan dana terbatas ingin memiliki sebuah kamera DSLR? Continue reading

Kamera tipis untuk si kantong tebal

Continue reading