Oke, saya tahu ini agak sedikit aneh. Begitu banyak kamera DSLR kit di harga 5-6 jutaan, misal EOS 600D, Nikon D5100 atau Sony A58 yang sudah bisa dibilang lengkap dan hasil fotonya bagus. Lalu buat apa orang membayar 5-6 juta rupiah untuk kamera compact alias kamera kecil? Jawabannya mungkin bisa bermacam-macam, mulai dari kepraktisan, butuh kamera back-up hingga karena suka sama bentuk kameranya. Tapi yang jelas, selalu ada saja orang yang minat akan kamera di segmen ini. Bila anda penasaran dengan rekomendasi saya, langsung aja lihat dalam dua kategori utama daftar yang saya buat. Lanjut membaca
Arsip Tag: prosumer
Adu dua superzoom murah : Fuji S3200 vs Nikon L120
Kamera superzoom punya segmen market yang unik, yaitu mereka yang mengejar kamera dengan lensa all round dalam bentuk yang ringkas dan harga terjangkau. Soal kualitas hasil foto maupun fitur fotografi memang boleh saja dinomorduakan, yang penting dari segi penampilan kamera superzoom tampak seakan seperti kamera serius. Maka itu kita tidak perlu membayar mahal untuk kamera semacam ini, cukuplah dengan dana 2 jutaan bahkan kurang, kita bisa bermain-main dengan kamera yang lensanya punya kekuatan zoom hingga 20x bahkan lebih.
Delapan tren kamera digital di tahun 2011
Banyak hal yang berubah di dasawarsa kedua fotografi digital. Bila di dasawarsa lalu (tahun 2000-2010) kamera digital masih mencoba mencari ‘jatidiri’ maka kini kematangan sudah nampak dalam hal teknologi dan juga format kamera. Dulu tiap tahun kamera selalu mengalami kenaikan resolusi sensor untuk tetap laku di pasaran, lalu ada juga persaingan lensa zoom (dari 10x, 20x, 30x zoom bahkan lebih) dan dulu kamera DSLR bahkan belum bisa melakukan live view. Saya mencoba menganalisa secara singkat tren kamera digital di tahun ini, semoga anda tertarik membacanya.. Lanjut membaca
Dua regenerasi penting kamera prosumer Canon : Powershot G12 dan SX30 IS
Seperti sebuah tradisi tahunan, Canon kembali menyegarkan jajaran kamera Prosumer mereka dengan produk barunya yaitu Powershot Canon G12 (menggantikan G11) dan Canon Powershot SX30 IS (menggantikan SX20 IS). Sebelumnya bulan lalu Canon juga sudah merilis Powershot S95 (penerus S90) dan Powershot SX130 IS (penerus SX 120 IS). Lanjut membaca
Fuji FinePix HS10, prosumer penantang DSLR
Fujifilm baru-baru ini telah meluncurkan kamera prosumer yang revolusioner, FinePix HS10 dengan sensor CMOS dan lensa zoom optik 30x. FinePix HS10 ditujukan untuk menjadi alternatif kamera DSLR, dengan harga jual di kisaran 5 juta rupiah sudah termasuk lensa yang super panjang ini. Desain kamera ini pun mirip sekali dengan DSLR, hanya saja tentunya lensa Fujinon yang ada pada HS10 ini tidak bisa dilepas. Sebagai bandingan, sistem DSLR tidak memungkinkan satu lensa yang mampu mencapai 30x zoom optik, kalaupun bisa dibuat maka lensanya entah akan sebesar apa. Lanjut membaca
Canon PowerShot G11, kembali ke jalan yang benar
Berita mengejutkan dari Canon yang mengumumkan kehadiran kamera penerus seri G (prosumer) yang bernama PowerShot G11. Mengejutkan karena pada Canon G11 ini sensor yang dipakai beresolusi 10 MP, padahal di seri sebelumnya (G10) adalah 14.7 MP. Rupanya Canon memutuskan untuk ‘kembali ke jalan yg benar’ dengan mengindari perang megapiksel dan membatasi resolusi di kisaran 10 MP saja. Inilah upgrade pertama dalam sejarah kamera digital yang justru menurunkan resolusi sensor, bukannya menambah. Selain itu Canon juga membuat kejutan dengan mengembalikan layar LCD lipat yang jadi ‘trademark’ seri G yang sempat hilang pada G7, G9 hingga G10. Maka itu G11 ini seakan menjadi kebangkitan kembali Canon seri-G di kancah kamera prosumer saku premium.
Kamera digital favorit saya di 2009
Tiba saatnya saya menuliskan jajaran kamera digital yang jadi favorit saya di tahun 2009 ini. Sebagai disclaimer, saya nyatakan kalau daftar yang saya buat ini murni merupakan opini pribadi dan bukan merupakan rekomendasi atau panduan belanja untuk pembaca. Anda belum tentu mesti sependapat dengan saya dan adalah wajar bila diantara kita punya kamera favorit yang berlainan. Di daftar ini saya masih menyusun kamera yang saya favoritkan berdasar kelompok (DSLR, prosumer dan kamera saku), yang masing-masing diisi oleh tiga kamera yang paling saya sukai di tiap kelompok disertai alasan dan fitur singkatnya. Lanjut membaca
Lumix baru dengan Power OIS : DMC-FZ35, DMC-ZR1 dan DMC-FP8
Hari ini Panasonic meluncurkan kamera Lumix baru sebagai andalannya untuk terus bersaing dengan merk lain. Jajaran kamera Lumix dikenal punya kualitas lensa Leica, spesifikasi tinggi dan inovasi yang menjadi trendsetter. Dalam mendesain kameranya, Lumix pun punya kekhasan dengan tiap produk yang punya ciri dan keunikan tersendiri. Seperti halnya tiga kamera yang hari ini diluncurkan, semuanya punya kekhasan yang ditujukan untuk segmentasi pasar yang berbeda. Ada kamera yang berjenis prosumer hybrid, ada kamera saku berlensa sangat wide 25mm dan ada kamera saku berlensa folded-optic. Panasonic menjanjikan kinerja Auto Focus yang lebih cepat di jajaran kamera terbarunya ini. Fitur lain yang jadi andalan Lumix di kamera barunya adalah Power OIS dengan kemampuan dua kali lebih handal dari Mega OIS dalam mengatasi handshake/getaran tangan yang membuat foto jadi blur. Lanjut membaca
