Tips belanja

Selamat datang di halaman khusus yang berisi Tips belanja yang saya susun untuk membantu memberikan saran bagi anda yang sedang mencari gadget teranyar.

Pada kesempatan ini saya baru sempat meyusun tips untuk membeli kamera digital, semoga di kesempatan lain dapat saya lengkapi dengan tips untuk membeli gadget lainnya. Tips ini saya coba bagi sesuai kebutuhan, dengan dua katagori spesifik yaitu kamera saku dan kamera prosumer. Namun terdapat juga tips umum yang perlu diperhatikan sebelum membeli kamera, yaitu :

Tips umum

  • tentukan budget Anda, jangan nantinya membeli melebihi budget
  • pastikan mempelajari produk yang akan dibeli secara teliti, baca reviewnya di majalah atau internet, cari pembahasannya di forum, bandingkan harganya
  • pastikan Anda mengetahui kebutuhan fotografi Anda (outdoor, sport, wildlife, portrait, scenery dsb) untuk selanjutnya mengetahui kebutuhan kamera yang sesuai
  • pastikan membeli produk bergaransi resmi
  • merk terkenal tidak selalu menjadi jaminan kualitas, namun umumnya merk terkenal memang lebih baik dalam layanan purna jualnya
  • resolusi tidak ada hubungannya dengan kualitas foto, kamera dengan resolusi 6 mega piksel sudah amat memadai dan layak dicetak ukuran 10R
  • perhatikan pula ‘engine’ dari suatu kamera, disinilah kamera mengolah hasil tangkapan dari lensa dan sensor, juga performa kamera (auto fokus, shutter lag dsb) ditentukan dari ‘engine’nya
  • usahakan mendapat kamera dengan fitur selengkap-lengkapnya, kurang satu atau dua fitur penting akan menyulitkan Anda sendiri nantinya (seperti image stabilizer, histogram atau AF assist light)
  • layar LCD pada kamera modern umumnya berukuran 2,5 inci, namun perhatikan resolusi atau kerapatan piksel pada LCD tersebut, resolusi LCD yang rendah akan membuat tampilan foto pada LCD kurang tajam (sebaiknya diatas 200 ribu piksel)
  • carilah kamera yang telah support memori jenis baru SDHC yang kini telah tersedia hingga 8 GB, berguna bila banyak memotret file besar atau merekam video
  • carilah kamera yang memiliki mode video yang baik, resolusi VGA atau lebih, dengan 30 frame per second unlimited hingga memori penuh
  • pilihan baterai memang dilematis, baterai AA mudah didapat namun lebih cepat habis, baterai lithium mahal namun lebih awet, pilihlah dengan bijak sesuai kebutuhan
  • ergonomi juga perlu diperhatikan, apakah nyaman digenggam atau terasa mudah lepas?

Tips membeli kamera digital saku

  • sensor pada kamera saku umumnya berukuran 1/2.5 inci, sensor sekecil ini cenderung noise sehingga perlu dipertimbangkan kamera saku dengan ukuran sensor lebih besar seperti 1/1.8 inci
  • kamera saku umumnya memiliki lensa dengan zoom 3x optical, apabila Anda merasa kurang carilah kamera yang memiliki zoom lebih panjang
  • lupakan digital zoom, ini adalah fitur tak berguna yang selalu mengecoh pembeli
  • kamera saku umumnya memiliki jarak fokal terdekat (wide) di 35mm, bila Anda merasa 35mm masih kurang wide, carilah kamera dengan panjang fokal 28mm
  • lensa pada kamera memiliki nilai maksimum aperture yang berbeda pada posisi wide hingga tele, angka ini ditulis pada lensa seperti f/2.8-4.5 yang artinya “maksimum aperture saat posisi wide 2,8 dan saat posisi tele 4,5″ ; carilah yang nilai aperture maksimum saat tele tidak terlalu besar (4,5 lebih baik daripada 5.0)
  • perhatikan seberapa dekat kemampuan makro modenya, usahakan 10 cm atau kurang
  • usahakan memilih kamera yang memberi kebebasan memilih nilai ISO
  • bila ingin lebih kreatif dalam memotret, cari kamera dengan pilihan manual exposure (aperture priority, shutter priority, manual) dan manual fokus

Tips membeli kamera digital prosumer

  • cobalah lebih spesifik, apakah lebih perlu prosumer super zoom atau prosumer saku
  • bila ingin prosumer super zoom, pastikan terdapat fitur stabilizer dan perhatikan kualitas lensa zoomnya (distorsi, ketajaman, jangkauan zoom)
  • idealnya kamera prosumer dilengkapi dengan hot-shoe untuk lampu kilat eksternal
  • perhatikan pilihan fitur flash (slow sync, rear curtain, output compensation dsb)
  • pastikan terdapat pilihan format file selain JPEG (TIFF atau RAW)
  • pastikan ada berbagai pilihan kualitas kompresi untuk JPEG (minimal normal dan fine), ini menjadi parameter penting untuk kualitas foto
  • perhatikan kemampuan kecepatan shutter maksimal dan minimal
  • perhatikan kemampuan burst modenya, berapa frame per second (fps), apakah terdapat pilihan mode burst (high-speed, low speed, dsb)
  • pastikan terdapat keleluasaan dalam mengutak-atik metering kamera, selain fitur exposure compensation, harus terdapat juga exposure lock dan exposure bracketing
  • akan memudahkan bila ada ‘jog dial’ atau joystick untuk mengganti-ganti setting
  • perhatikan pada mode dial P (program) apakah terdapat fitur program-shift
  • perhatikan kemampuan ISO tinggi, sebaiknya prosumer mampu memberi hasil foto cukup baik pada ISO 400 dan pada ISO 800 noise yang ada tidak terlalu parah
  • perhatikan keleluasaan penambahan aksesori seperti tele/wide converter, filter dsb
  • sebaiknya sudah support USB 2.0 hi-speed

Inilah beberapa tips dari saya, semoga berguna buat pembaca sekalian. Salam..

Tambahan :

Link berikut ini dapat menjadi pertimbangan dalam membeli kamera digital :