Info : Kursus Dasar Fotografi di Jakarta

Ikutilah paket lengkap belajar Dasar Fotografi yang akan dibimbing langsung oleh instruktur tetap dari infofotografi.com yang berpengalaman dan berkualitas. Pilihan kelasnya ada Kupas Tuntas Kamera Digital (DSLR atau mirrorless), Kursus Dasar Fotografi (komposisi dan lighting) dan Mastering Art & Teknik (kelas lanjutan dari Dasar Fotografi). Untuk yang ingin privat langsung dengan saya juga ada kelas privat 3 jam (mempelajari setting kamera dan dasar eksposur). 

Continue reading Info : Kursus Dasar Fotografi di Jakarta

Mencari kamera yang ideal atau sempurna?

Mana yang anda cari : kamera yang ideal atau yang sempurna? Sepintas sepertinya mirip ya, tapi beda banget. Ideal itu berbeda-beda tiap orang. Bagi saya, kamera ideal itu ya yang masih termasuk kecil (tidak besar dan berat), hasil fotonya bagus, kinerja cepat, bodi tangguh dan sukur-sukur tidak mahal, hehe..

DSLR ideal menurut saya : kecil, terjangkau, 24 MP, 19 titik AF, 5 fps, layar lipat sentuh, ada LCD kecil, ada dua roda kendali, hybrid AF di live view dan WiFi. Saya tidak peduli kalaupun kamera ideal ini 'cuma' APS-C atau 'cuma' kamera pemula.
DSLR ideal menurut saya : kecil, terjangkau, sudah 24 MP, 19 titik AF all cross type, 5 fps, layar lipat sentuh, bisa wireless flash, ada LCD kecil, ada dua roda kendali, hybrid AF di live view dan WiFi. Saya tidak peduli kalaupun kamera ideal versi saya ini ‘cuma’ pakai sensor APS-C atau ‘cuma’ tergolong kamera pemula.

Lebih spesifik lagi, kita masih bisa rinci lebih detil prasyarat kamera ideal. Misalnya sensornya mau yang seperti apa (full frame/APS-C) dan berapa mega piksel, auto fokusnya mau yang secanggih apa dsb. Semakin banyak persyaratan ya makin sulit kita menemukan kamera yang ideal. Kalaupun ada mungkin harganya jadi mahal. Tinggal kita menuliskan kandidat beberapa kamera ideal yang ada dan memilih sesuai budget dan pertimbangan lain (ekosistem, lensa, after sales dsb).

Kamera Mirrorless ideal menurut saya : hasil foto, ergonomi, tombol, kemudahan, kinerja dan harga.
Kamera Mirrorless ideal menurut saya : hasil foto terbaik, bodi tahan cuaca, ergonomi mantap, tombol lengkap, viewfinder jernih, layar Amoled, kemudahan pemakaian, kinerja cepat dan harga yang wajar. Termasuk DSLR killer lho..

Kamera ideal bukanlah kamera yang sempurna. Bagi saya kamera yang sempurna itu hasil foto bagus banget, seperti aslinya kita lihat. Misal detil, dynamic range, akurasi warna, sistem AF yang cepat dan jitu. Kenapa tidak ada kamera sempurna? Ada dua alasan, pertama dari sisi produsen enggan menghabiskan anggaran untuk riset besar-besaran dalam rangka membuat kamera sempurna. Mereka lebih nyaman mempertahankan standar yang ada, ditingkatkan secara minor dan dijual lebih mahal. Misal, sensor gambar masih memakai sistem Bayer CFA sampai saat ini, yang jelas-jelas menjadi penyebab hasil foto kurang baik. Kenapa? Karena murah, dibanding dengan membuat sensor baru seperti Foveon atau yang lain. Paling megapikselnya saja yang ditingkatkan, supaya tetap laku dijual.
Continue reading Mencari kamera yang ideal atau sempurna?

Ponsel keren cuma sejutaan

Jaman sekarang ponsel sejutaan aja udah keren. Walau begitu keren luarnya belum tentu keren juga dalamnya. Misalnya pakai RAM setengah giga, jelas tidak keren. Memang saya tidak berharap muluk-muluk, tapi bolehkan untuk produk di tahun 2015 ini kalau bisa murah tapi mantap, misal prosesornya kencang, layar jernih dan kameranya bagus. Adakah?

Trio Android One : Dukungan dari Google

Nexian-Journey-OneSoal ini sudah pernah saya ulas disini, intinya (sementara ini) ada tiga vendor yaitu Nexian Journey, Mito Impact dan Evercoss One X yang dipilih oleh Google sebagai pionir Android One di Indonesia. Ditujukan untuk segmen bawah, Android One punya persyaratan spek cukup berat dan ketiga ponsel ini sama-sama punya layar 4,5 inci, prosesor quad core Cortex A7, RAM 1 GB, 8 GB ROM,  dual SIM dan Android Lolipop terbaru. Harganya? Setahu saya sih dibawah 1,2 juta.

Duo Nokia Microsoft Lumia 435 dan 532 : OS Windows terbaru

Microsoft-Lumia-435Dua ponsel kelas bawah diluncurkan sekaligus oleh Microsoft, yaitu Lumia 435 dan Lumia 532 berbasis Windows Phone 8.1 terbaru. Kedua ponsel dual SIM ini bentuknya mirip, dengan layar 4 inci dan RAM 1 GB, 8 GB ROM dan ditenagai Qualcomm Snapdragon 200. Bedanya Lumia 435 pakai prosesor dual core dan kamera 2 MP, sedangkan Lumia 532 pakai yang quad core dan kamera 5 MP. Lumia 435 dijual 1,1 juta 800ribuan dan Lumia 532 1,3 juta.
Continue reading Ponsel keren cuma sejutaan

Bedah Fitur Canon EOS 760D vs Nikon D5500

Canon EOS 760D menjadi produk baru (bersama dengan 750D) mengisi segmen teratas di kamera DSLR kelas pemula, dengan menjadikan sensor 24 MP sebagai andalannya. Di lain pihak Nikon D5500 juga berada di kelas yang sama, mengandalkan layar sentuh dan kualitas sensornya. Keduanya menarik untuk dibedah kesamaan dan perbedaan fiturnya, simak lebih lanjut yukk..

Canon EOS 760D

EOS 760D adalah pertama kalinya dalam sejarah Canon Rebel (EOS tiga digit), digunakan sistem dua roda kendali dan LCD kecil tambahan di bagian atas kamera. Tapi bila anda hanya ingin satu roda dan tidak perlu LCD kecil (really?), juga tersedia EOS 750D yang juga sama-sama pakai sensor 24 MP (sebelumnya dari EOS 550D, 600D, 650D hingga 700D memakai sensor lawas 18 MP).

760D vs D5500

EOS 760D adalah seperti versi murahnya EOS 70D, dalam banyak hal ditemui kemiripan fitur khususnya dalam hal auto fokus 19 titik. Hal yang saya suka dari 760D (dan tidak ada di Nikon D5500) diantaranya kemampuan Hybrid AF (saat live view dan saat rekam video), fitur Wireless Flash, dua roda kendali dan LCD di bagian atas. Peningkatan dari 700D ke 760D yang saya acungi jempol (dan sudah waktunya) adalah sensor baru 24 MP, titik fokus dari 9 titik bertambah jadi 19 titik, virtual horizon (level), dan codec MP4 untuk video yang lebih populer. Continue reading Bedah Fitur Canon EOS 760D vs Nikon D5500

Review : Samsung NX mini

Kali ini saya akan menyajikan sebuah review singkat sebuah kamera mirrorless mungil dari Samsung bernama NX mini.  Kita ingat bahwa dulu saat ide miniaturisasi sistem kamera muncul, hal yang paling sulit adalah mengecilkan ukuran lensa. Lensa kecil tentu hanya bisa didukung oleh sensor gambar yang kecil juga. Padahal sensor yang kecil membuat hasil foto jadi kurang baik. Jika bila memang ingin cari kamera kecil dengan lensa kecil, maka pertimbangkanlah kamera yang punya sensor kecil yang tidak terlalu kecil, misalnya sensor 1 inci.

Samsung NX mini

Tidak banyak produsen kamera yang bermain di sensor kecil 1 inci. Tercatat hanya Nikon yang konsisten dengan produk Nikon 1 (seri J, seri V dan seri S). Padahal sistem Nikon 1 menurut saya berhasil mewujudkan ide miniaturisasi kamera yang mungkin berguna bagi penyuka travel atau fotografi harian yang ringan. Kali ini Samsung yang mengusung nama NX untuk kamera mirrorlessnya hadir lagi dengan Samsung NX mini. Bedanya adalah Samsung NX memakai sensor APS-C, dan mount lensa NX (crop 1,5x). Sedangkan Samsung NX mini memakai sensor 1 inci, dengan mount NX mini (crop 2,7x). Sensor 1 inci tentu tidak bisa sehebat sensor APS-C, tapi sensor ini cukup murah, bisa mengakomodir lensa ukuran kecil, dan masih cukup bagus hasilnya dibanding sensor kamera saku yang ukurannya sekitar setengah dari sensor 1 inci.

NX mini front

Saya mencoba Samsung NX mini dengan lensa kit 9-27mm f/3.5-5.6 OIS. Lensa ini akibat crop factor 2,7 menjadikan ekivalen 24-70mm di full frame. Lensa ini terbilang cukup kecil, walaupun termasuk lensa zoom. Bahkan lensa fix NX mini 9 mm ukurannya lebih kecil lagi tapi tidak saya coba. Continue reading Review : Samsung NX mini

Yang berbeda di Android Lolipop

Android Lolipop, atau Android L, atau Android versi 5 adalah OS terbaru yang sedang ramai dibahas. Sepertinya baru kemarin ada Jelly Bean, lalu muncul KitKat dan kini sudah hadir Lolipop ya.  Saya sendiri pakai Moto G yang sudah versi KitKat, dan sempat update OTA ke versi 4.4.4 yang lebih stabil. Tapi tidak lama kemudian, Motorola menawarkan update besar-besaran ke Lolipop. Sebuah kejutan besar karena ponsel saya termasuk yang low-end, dan tidak lumrah tiba-tiba dapat perlakukan spesial bisa update OTA ke Lolipop.

Moto lolipop

Lolipop sendiri bukan sekedar update biasa, dia kini menjadi standar baru Google untuk desain dan coding programnya. Sebut saja misalnya runtime ART menggantikan Dalvik untuk kinerja lebih baik, lalu desain standar yang seragam saat dipakai di ponsel, tablet, TV atau bahkan jam tangan. Desain ini bernama Material Design, terlihat lebih elegan dan simpel :

CallingLoop
Animasi dari material desain baru (sumber : Android Official Blog)

AKhirnya saat yang ditunggu pun tiba. Saat saya cek System Update dan tersedia pilihan untuk update, saya pun langsung memilih Update. Waktu yang diperlukan cukup lama (kira2 20 menit) dan selama waktu itu ponsel tidak bisa dipakai untuk apapun. Tampilan di layar pun menjadi seperti ini :

10268607_10205124920457084_2949940802677563300_n

Tapi yang namanya update di benak kita kan selalu mendapat yang lebih baik kan? Ya memang pada umumnya betul, tapi dalam hal-hal tertentu update ini juga seperti beradaptasi lagi dan ada sedikit kebingungan, seperti apa, simak terus ya..

Continue reading Yang berbeda di Android Lolipop

Inilah tiga ponsel Android One pertama di Indonesia

Tiga vendor ponsel lokal, yakni Evercoss, Mito, dan Nexian, telah menyatakan diri bakal turut serta memasarkan produk ponsel murah Android One di Indonesia.

“Masyarakat Indonesia termasuk 5 besar pengguna layanan internet populer di dunia. Saat ini ada lebih dari 70 juta pengguna internet, dan jumlahnya akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang,” demikian pernyataan Google.

Perangkat Android One “besutan” merek-merek itu pun sudah nongol di situs resmi Google. Evercoss mengusung produk bernama One X, Mito dengan Impact, sementara Nexian dengan Journey.

Android one

Laman web yang bersangkutan menyebut bahwa Telkomsel menyediakan paket bundling SIM card untuk Android One dengan keuntungan download gratis dari Google Play Store hingga 200 MB per bulan. Continue reading Inilah tiga ponsel Android One pertama di Indonesia