Apa kabar teknologi baterai?

Perkembangan teknologi yang pesat telah memaksa riset dalam segala bidang ilmu dan teknologi untuk terus berinovasi. Tak terkecuali teknologi dalam bidang penyimpanan energi listrik yang dikemas menjadi sebuah power-cell/baterai. Setiap perangkat portabel modern tidak akan lepas dari kebutuhan akan sumber daya yang satu ini. Laptop, kamera digital, PDA dan ponsel menjadi contoh betapa gadget-gadget ini amat bergantung pada kinerja baterai yang ada didalamnya.

Memang perkembangan teknologi baterai telah mengalami banyak kemajuan. Baterai modern umumnya kini terbuat dari bahan Lithium Polymer yang lebih awet dan memiliki kemampuan menyimpan listrik lebih besar dibanding baterai generasi awal seperti Nickel Cadmium (NiCd) atau Nickel Metal Hydrida (NiMH). Hal ini sejalan dengan kebutuhan daya yang semakin tinggi pada perangkat portabel modern seperti laptop dan PDA. Perangkat generasi baru umumnya mengusung spesifikasi yang lebih berat, semisal prosesor pada laptop generasi baru umumnya lebih haus daya, yang ujung-ujungnya menyedot baterai lebih cepat. Oleh karena itu kinerja baterai pada perangkat canggih semacam ini menjadi titik paling lemah dimana baterai begitu cepat kehabisan cadangan energinya dan memerlukan charge kembali. Tentu saja hal seperti ini amat merepotkan, apalagi tidak setiap saat kita punya waktu dan kesempatan untuk mengisi ulang baterai. Itulah sebabnya perlu dipikirkan teknologi baterai baru yang mampu mengatasi permasalah yang ada pada baterai generasi sekarang ini.

Para ahli tentu sedang sibuk membuat riset untuk menciptakan teknologi baterai baru. Harapan semua orang tentunya, bahwa baterai masa depan haruslah memiliki kinerja lebih baik dengan usia pakai lebih lama dibanding baterai yang ada saat ini. Setidaknya baterai masa depan harus memenuhi harapan banyak pihak seperti :

  • tahan lama (setiap siklus charge dapat bertahan dipakai berhari-hari)
  • usia/MTBF yang awet (dapat di charge ribuan kali sebelum rusak)
  • mampu memberi daya listrik lebih besar (umumnya dinyatakan dalam satuan Ah/Ampere hours)
  • memiliki waktu charge yang singkat (misalnya dibawah satu jam)
  • ringan dan kompak (tidak lebih berat dari baterai yang ada saat ini)
  • ramah lingkungan

Sayangnya tidak mudah untuk menemukan teknologi baru untuk urusan yang satu ini. Namun perlahan tapi pasti para ahli tentu akan dapat menemukannya.

Advertisements

Published by

Erwin M.

Saya suka mengikuti perkembangan teknologi digital, senang jalan-jalan, memotret, menulis dan minum kopi. Pernah bekerja sebagai engineer di industri TV broadcasting, namun kini saya lebih banyak aktif di bidang fotografi khususnya mengajar kursus dan tur fotografi bersama infofotografi.com.

One thought on “Apa kabar teknologi baterai?”

  1. numpang nanya mas, saya mau membeli batterai NiMH yang bagus dan awet…?apakah mas punya usulan..?bagaimana membedakan yang asli dan palsu . terima kasih

    Baterai NiMH jarang bisa awet, biasanya sekian ratus kali charge dia udah rusak. Untungnya kini harganya semakin murah. Saya pernah pakai dan cukup kecewa dgn baterai merk ‘E’ yg terkenal, karena tidak sehandal yg saya kira. Akhirnya saya balik lagi pake merk ‘S’ yg dari dulu saya pakai, meski sekarang banyak palsunya. Teliti sebelum membeli aja deh..

Comments are closed.