iPAQ 110 dan 210 : bagi pecinta PDA klasik

Lama tidak ada kabarnya, Hewlett Packard (HP) kembali meluncurkan jajaran iPAQ anyar berbasis Windows Mobile 6.0 classic yaitu iPAQ 110 dan iPAQ 210. Keduanya merupakan PDA klasik yang berarti murni PDA tanpa fungsi seluler didalamnya. Ketiadaan fungsi untuk berhalo-halo ini bisa jadi suatu hal yang janggal bagi kebanyakan orang mengingat umumnya kini PDA telah diintegrasikan dengan telepon, kamera bahkan GPS. Yang jelas, kini mulai jarang ditemui di pasaran produk PDA klasik seperti iPAQ generasi baru ini. Padahal HP dengan iPAQ-nya berhasil menjadi penguasa pasar PDA di tahun-tahun lalu.

HP iPAQ 110HP iPAQ 110 (atau iPAQ 111 di US, iPAQ 112 di Asia dan iPAQ 114 di Eropa) diposisikan menjadi PDA kelas value namun tetap sarat fitur-fitur mewah seperti prosesor Marvell PXA310 berkecepatan 624 MHz dan konektifitas WiFi. Marvell memang baru saja membeli divisi prosesor PXA dari Intel, jadi tetap saja desain dari prosesor ini dibuat oleh Intel. iPAQ 110 memiliki memori SDRAM 64 MB dan Flash ROM 256 MB, layar 3,5 inci beresolusi QVGA, bluetooth 2.0, dan baterai berkapasitas 1.200 mAh.

HP iPAQ 210Sementara HP iPAQ 210 (diluncurkan tahun 2008) akan mengisi kelas atas dengan prosesor persis seperti iPAQ 110 yaitu Marvell PXA310 yang juga berkecepatan 624 MHz namun dilengkapi layar VGA 4 inci, bluetooth 2.0 dan WiFi, dual slot SD/CF memory card serta internal memori RAM 128 MB dan Flash ROM 256 MB. Baterai yang digunakan memiliki kapasitas lebih besar dengan 2.200 mAh lithium ion.

Kedua produk iPAQ ini telah dilengkapi software standar seperti Windows Mobile Office Outlook, Windows Mobile Office, Internet Explorer Mobile, Windows Media Player Mobile, Microsoft ActiveSync, Windows Mobile Device Center, MSN Messenger, Games, kalkulator dan Audio Recorder File Manager.

Produk PDA klasik seperti ini dapat menjadi solusi bagi mereka yang tidak memerlukan fungsi telepon dalam sebuah PDA, misalnya bagi mereka yang telah memiliki telepon genggam kemudian menginginkan PDA sebagai pendamping telepon genggamnya. PDA klasik begini tentu lebih hemat baterai karena tidak harus stand-by secara terus-menerus seperti PDA phone. Disamping itu dengan memiliki dua gadget terpisah Anda akan tampak lebih keren bukan?

Published by

Erwin M.

Saya suka mengikuti perkembangan teknologi digital, senang jalan-jalan, memotret, menulis dan minum kopi. Pernah bekerja sebagai engineer di industri TV broadcasting, namun kini saya lebih banyak aktif di bidang fotografi khususnya mengajar kursus dan tur fotografi bersama infofotografi.com.

One thought on “iPAQ 110 dan 210 : bagi pecinta PDA klasik”

  1. nice one

    and you might consider putting my blog onto your page.
    full of softwares for Pocket PC. free to download and full version.
    regards,

    gebleck

Comments are closed.