Nikon Coolpix 8800VR, sang prosumer legendaris

Coolpix 8800

Bagi yang sempat mengunjungi pameran fotografi ‘Focus 2005’ di JCC Senayan, mungkin masih ingat dengan foto diatas. Sebetulnya saya secara tidak sengaja menemukan foto ini saat iseng-iseng membuka kembali koleksi foto-foto lama saya. Tiba-tiba saja saya ingin upload foto ini disini, sekedar mengenang masa-masa kejayaan prosumer di era 2005 silam. Bukan, foto ini bukanlah foto DSLR Nikon yang biasa kita temui dengan mudah saat ini. Meski nampak mirip dengan DSLR, ini adalah kamera prosumer legendaris dari Nikon dengan 10x zoom VR, resolusi 8 MP dan bodi berbahan magnesium-alloy. Saat itu, adalah tidak mudah bagi kebanyakan fotografer pemula untuk dapat memiliki DSLR. Pilihan lebih rasional bagi mereka yang dananya terbatas tentu saja adalah prosumer seperti buatan Nikon ini (sekitar 5 jutaan saat itu).

Saat ini sudah tidak ada lagi kamera prosumer dengan spesifikasi kelas berat seperti Nikon Coolpix 8800 ini. Kamera prosumer masa kini mendapat tekanan begitu berat akibat harga DSLR yang semakin murah. Di sisi lain untuk menurunkan harga tentu tidak mungkin karena akan mengganggu harga pasaran kamera digital saku. Ujung-ujungnya prosumer masa kini akhirnya harus berkompromi menjadi kamera digital biasa namun dengan fitur lengkap, lensa panjang dan beberapa dilengkapi RAW file format. Kompromi yang umum dilakukan adalah dengan menurunkan kualitas lensa (baik elemennya atau kecepatannya), menggunakan ukuran sensor kecil dan merubah bahan material bodi kamera. Hal ini memang berhasil membuat harga prosumer masa kini dapat turun sedikit lebih murah dibanding harga DSLR termurah seperti Nikon D40 atau Canon EOS 350D.

Sekedar mengenang kejayaan Coolpix 8800, inilah beberapa fitur andalannya :

  • 10 x zoom (35-350mm, f/2.8-5.2)
  • lensa dengan 2 elemen ED dan VR
  • TIFF-RGB dan RAW file format
  • flash hotshoe
  • magnesium-alloy body
  • vary-angle LCD
  • CF slot
  • baterai lithium EN-EL7

Sebetulnya banyak fotografer serius yang mendambakan kamera tambahan sebagai pendamping (back-up camera) untuk kamera DSLR mereka, dan tentunya kamera tambahan itu adalah prosumer yang handal dan memiliki performa tinggi. Namun inilah kenyataan yang harus diterima. Pesatnya perkembangan teknologi digital memaksa siklus sebuah produk yang amat cepat. Kadang produk yang begitu baik kualitasnya terasa amat cepat menjadi discontinued dan digantikan produk generasi baru (yang ironisnya belum tentu lebih baik). Pada artikel mendatang saya akan sajikan berbagai pilihan prosumer masa kini dengan segala kelebihan dan kekurangannya yang mungkin dapat menjadi bahan referensi anda semua.

Advertisements

Published by

Erwin M.

Saya suka mengikuti perkembangan teknologi digital, senang jalan-jalan, memotret, menulis dan minum kopi. Pernah bekerja sebagai engineer di industri TV broadcasting, namun kini saya lebih banyak aktif di bidang fotografi khususnya mengajar kursus dan tur fotografi bersama infofotografi.com.

One thought on “Nikon Coolpix 8800VR, sang prosumer legendaris”

  1. pacar saya punya ini.dan sekarang sedang bingung mencari spare partnya macam charger dan batre…mohon bantuannya…kirim balasan via email..trims

Comments are closed.