Apa kabar AMD Phenom?

Phenom 64AMD telah cukup lama menjadi produsen prosesor komputer pesaing Intel. Sepak terjangnya cukup mengagumkan khususnya untuk kinerjanya pada komputasi gaming, meski pada awalnya AMD dikenal sebagai prosesor panas akibat temperatur kerjanya yang tinggi. Generasi Athlon dan Duron mengawali kisah sukses AMD bersaing dengan Intel, terutama saat AMD berhasil mendahului Intel mengeluarkan prosesor 1 GHz pertamanya di awal tahun 2000.

Namun kisah manis AMD tampaknya telah berlalu. Tahun 2007 dijalani AMD dengan berbagai masalah akibat kekalahan telak atas Intel. Tahun 2007 menjadi tahun kemenangan Intel dengan arsitektur prosesor dual core dan quad core yang disempurnakan dengan hadirnya arsitektur baru 45 nm generasi Penryn (Januari ini muncul Intel Penryn pertama : Core 2 Extreme QX9770). Harapan AMD untuk tetap berada di jalur persaingan melawan Intel hanya satu, yaitu meluncurkan prosesor andalan Phenom. Akankah Phenom dapat menyelamatkan AMD?

Kehadiran Phenom di akhir tahun 2007 lalu sebetulnya sudah terlambat. Prosesor yang lama dinantikan ini rencana awalnya akan memiliki kode X2, X3 dan X4 (menunjukkan jumlah inti pada prosesor), dimaksudkan untuk menggantikan AMD Athlon 64 X2 (untuk melihat seberapa banyak peningkatan kinerja Phenom terhadap Athlon 64 klik disini). AMD mengklaim bahwa peningkatan kinerja yang didapat sebesar 25% per clock berkat tambahan 2 MB L3 cache memory dan berbagai peningkatan spesifikasi lain.

Phenom diagram

Phenom seri 9000 akhirnya diluncurkan pada pertengahan bulan November 2007, semuanya memiliki 4 inti pada tiap keping prosesornya yang berarsitektur 65 nm. Fitur-fitur andalan dari Phenom seri 9000 menurut web resmi AMD meliputi :

  • The industry’s first true Quad core x86 processor
  • AMD64 with Direct Connect Architecture
  • AMD Balanced Smart Cache
  • MD Wide Floating Point Accelerator
  • HyperTransport technology
  • Integrated DDR2 DRAM Controller with AMD Memory Optimizer Technology
  • AMD Virtualization (AMD-V) With Rapid Virtualization Indexing
  • AMD Cool’n’Quiet 2.0 technology
  • AMD CoolCore Technology
  • Dual Dynamic Power Management

Phenom seri 9000 ini memiliki anggota keluarga :

  • Phenom 9500 dengan 2,2 GHz (95 W)
  • Phenom 9600 dengan 2,3 GHz (95 W)
  • Phenom 9700 dengan 2,4 GHz (125 W)
  • Phenom 9900 dengan 2,6 GHz (125 W)

Masalah pertama bagi AMD muncul saat ternyata rencana kecepatan clock Phenom yang akan mencapai 3 GHz ternyata tidak terwujud. Ternyata seri tertinggi Phenom 9900 pun ‘hanya’ mampu mencapai kecepatan 2,6 GHz saja. Masalah lain yang harus dihadapi AMD, Intel lebih dahulu populer dengan arsitektur Core yang terbukti memiliki kinerja tinggi. Bahkan dalam pengujian antara AMD Phenom dengan Intel Core 2 Quad terbukti Intel meraih skor lebih baik. Hal ini seakan mengulang mimpi buruk AMD Athlon 64 X2 yang kalah dalam pengujian melawan Core 2 Duo. Kabar baiknya, Phenom masih kompatibel dengan soket lama AM2 sehingga pemilik Athlon dapat meng-upgrade prosesornya dengan hanya melakukan update BIOS pada motherboard.

Tampaknya masa-masa sulit yang harus dijalani AMD masih panjang. Saat ini Intel tengah migrasi besar-besaran ke arsitektur 45 nm, sementara AMD baru saja selesai mendesain arsitektur 65 nm dari sebelumnya 90 nm. Jelas dari sini tampak bahwa AMD tertinggal satu siklus manufaktur dibanding Intel. Disamping itu kabarnya Phenom ini masih memiliki TLB bug yang cukup mengganggu. AMD jelas harus berpikir keras untuk mencari jalan keluar dari masalah ini. Namun bagi para pecinta AMD yang telah memiliki Athlon 64, bisa jadi sekarang saatnya untuk upgrade ke Phenom untuk mendapat peningkatan kinerja yang signifikan.

Update :

  • AMD meluncurkan Phenom baru yang telah bebas TLB bug dengan kode xx50. Selain itu kode penamaan Phenom kembali ke konsep awal dengan nama Phenom X2 menunjukkan dua intiPhenom X3 (8450-2,1 GHz, 8650-2,3 GHz dan 8750-2,4 GHz) memiliki tiga inti dan Phenom X4 (9550-2,2 GHz, 9650-2,3 GHz, 9750-2,4 GHz dan 9850-2,5 GHz) dengan empat inti dalam satu chip.
  • Awal tahun 2009 AMD meluncurkan Phenom generasi II dengan mikro arsitektur 45nm. Sementara Phenom II ini memiliki 4 inti, sehingga bernama Phenom II X4 dengan anggota keluarga 920 (2.8 GHz) dan 940 (3 GHz).
  • Di bulan mendatang AMD akan melanjutkan manufaktur Phenom II ini dengan desain soket baru (bernama Socket AM3) sehingga didapat efisiensi TDP dan kinerja yang lebih optimal. Phenom II mendatang akan menyediakan X4 dan X3 sebagai jajaran prosesor andalan untuk bersaing dengan Intel Core i7.

Advertisements

Published by

Erwin M.

Saya suka mengikuti perkembangan teknologi digital, senang jalan-jalan, memotret, menulis dan minum kopi. Pernah bekerja sebagai engineer di industri TV broadcasting, namun kini saya lebih banyak aktif di bidang fotografi khususnya mengajar kursus dan tur fotografi bersama infofotografi.com.

2 thoughts on “Apa kabar AMD Phenom?”

  1. mau tanya….
    punyaku AMD athlon 64×2
    apa bisa di upgrade jadi AMD phenom.
    coz aku tertarik buat jajal kemampuan tuh performa AMD phenom.

    Kedua CPU AMD itu pake soket AM2 kan? Mestinya bisa, tapi lihat dukungan BIOS motherboardnya aja. Kalau perlu bisa di update BIOS.

    1. sebener’a pengaruh memory transport atw fsb di phenom seberapa besar klw di game??trus,butuh OS khusus gak buat AMD yg terbaru. maap byk tanya aku org awam, mw ngejajal amd

Comments are closed.