Kamera digital 2008 : yang baru dan yang (tetap) sama

Ya, kini kita sudah memasuki tahun 2008. Kira-kira sepuluh tahun sudah kamera digital hadir menggairahkan dunia fotografi dengan kemudahan dan kelebihannya. Pengembangan fitur yang dilakukan oleh produsen kamera digital terus dilakukan. Kalau selama ini kita telah mengenal berbagai fitur pada kamera digital, bersiaplah untuk mengenali fitur lain yang tampaknya akan menjadi tren kamera digital secara umum di 2008. Inilah diantaranya fitur baru tersebut :

  • Khusus untuk DSLR : Fitur live view menjadi fitur standar DSLR generasi baru. Fitur ini memungkinkan pemakai DSLR memotret dengan melihat tampilan pada layar LCD layaknya kamera digital saku.
  • Fitur movie pada kamera memang masih belum optimal. Di 2008 kamera digital akan memiliki fitur movie yang lebih baik, dengan format wide HD (1280×720 30 fps atau 848×480 30 fps) dengan kompresi MPEG4 untuk efisiensi penyimpanan data.
  • Dengan semakin banyaknya pemilik TV plasma / LCD widescreen, kamera digital juga dilengkapi HDMI video output sehingga hasilnya bisa dilihat dengan resolusi tinggi. Tidak perlu lagi komputer untuk melihat hasil foto bersama keluarga.
  • Pusing menentukan scene mode yang sesuai saat memotret? Fitur Advanced scene mode yang mampu menyesuaikan setting secara otomatis sesuai kondisi objek (dipelopori oleh Panasonic) akan menjadi tren di 2008.
  • Advanced face detection menjadi fitur lama yang disempurnakan. Kini kamera mampu otomatis menyesuaikan setting optimal pada tiap wajah yang dikenalinya, dan juga dapat otomatis memotret saat sang subjek tersenyum (unik juga ya…)
  • Wireless file sharing (WiFi, dan mungkin juga Bluetooth) menjadi fitur tren 2008 yang praktis untuk sharing ataupun mencetak secara nirkabel.

Disamping fitur baru tadi, juga terdapat fitur standar yang tentunya akan tetap dipertahankan. Hal ini bisa dikarenakan fitur tersebut memang bermanfaat seperti katakanlah fitur sistem stabilizer dan high ISO yang menjadi tren di tahun-tahun silam. Sayangnya, ada juga hal-hal yang semestinya diperbaiki namun tampaknya tahun ini belum ada tanda-tanda ke arah sana. Inilah diantaranya :

  • Tahun ini kamera digital masih terbelit kendala noise saat berlomba-lomba bermain di resolusi tinggi (diatas 8 MP) namun dengan sensor kecil. Tuntutan pasar telah mengorbankan teori fisika dengan memaksakan sensor kecil ini ‘dijejali’ banyak sekali piksel. Selama belum ada revolusi dalam hal sensor, noise ini akan tetap menjadi santapan sehari-hari.
  • Produsen juga tampaknya masih enggan keluar dari pemakaian lensa ‘aman’ yang umumnya memiliki rentang zoom 3x (35-105mm). Padahal manfaat lensa wide 28mm sudah banyak dirasakan para pemakai kamera saku. Saya mendambakan banyak lagi produk baru yang lensanya dimulai di 28mm, dan memiliki zoom setidaknya 4 hingga 6 x dengan dimensi kamera yang sama.
  • Disaat harga memori semakin murah, kapasitasnya semakin besar dan kecepatannya semakin tinggi, siapa yang memerlukan internal memory pada kamera? Dengan internal memory sekecil 12 MB misalnya, produsen seakan ‘meledek’ konsumen dengan memberikan kapasitas memori yang hanya cukup untuk menampung 3 buah foto saja. Setidaknya, berikan kami internal memory 1 GB !

Memang tampaknya tahun ini belum ada revolusi besar-besaran pada fitur kamera digital. Namun setidaknya satu dasawarsa kamera digital ini telah banyak memberi arti tersendiri dalam dunia fotografi. Kedepannya, konvergensi teknologi tak terelakkan lagi. Kamera digital masa depan mungkin sudah terbagi dalam dua kelas, untuk sekedar jepret-jepret nantinya cukup dengan handphone yang kameranya sudah memadai. Untuk yang serius, tersedia DSLR masa depan yang canggih dan mampu merekam movie.

Advertisements

Published by

Erwin M.

Saya suka mengikuti perkembangan teknologi digital, senang jalan-jalan, memotret, menulis dan minum kopi. Pernah bekerja sebagai engineer di industri TV broadcasting, namun kini saya lebih banyak aktif di bidang fotografi khususnya mengajar kursus dan tur fotografi bersama infofotografi.com.

One thought on “Kamera digital 2008 : yang baru dan yang (tetap) sama”

  1. Numpang tanya nih.kalo berdasarkan kata2 diatas:”Tuntutan pasar telah mengorbankan teori fisika dengan memaksakan sensor kecil ini ‘dijejali’ banyak sekali piksel. Selama belum ada revolusi dalam hal sensor, noise ini akan tetap menjadi santapan sehari-hari”
    1.bisakah diberikan rentang sensor yang cocok dengan megapixel pada kamera sehingga tidak menimbulkan Noise yang berlebih.
    2.adakah kamera digital pocket yang MP dan sensor masih cocok sehingga tidak menimbulkan noise,kl ada merek dan jenis apa ya??

    Thanks ya bila dijawab,Thx juga bila cm dibaca.
    ^_^

    Tentu dijawab dong, apalagi topiknya menarik.
    1. Saya tidak punya data akurat. Ini berdasar asumsi saya saya : sensor 1/2.5 inci (standar kamera saku saat ini) baiknya dipakai hingga 4 MP saja. Selanjutnya untuk 5-6 MP memakai 1/1.8 inci, 7-8 MP memakai 2/3 inci dan 9 MP keatas memakai ukuran APS-C.
    2. Beberapa kamera lawas resolusi 4 MP memakai sensor 1/2.5 inci, namun juga masih terkendala noise di ISO tinggi (meski tidak separah mereka yg menjejali 8 MP pada sensor 1/2.5 inci). Kamera Canon A610 memakai resolusi ‘hanya’ 5 MP dengan sensor 1/1.8 inci. Hasilnya, noise lebih rendah dan dynamic range lebih baik.

    Harapan kita ke depan :
    – pemakaian sensor besar di kamera kecil (Sigma DP series, micro four thirds)
    – pemakaian sensor kecil berteknologi canggih (sensor fuji super CCD EXR)
    – revolusi sensor baru selain CCD atau CMOS

Comments are closed.