Pilihan kamera DSLR 2008 untuk pemula

Ingin terjun ke dunia fotografi? Tentu modal pertama yang harus dimiliki adalah kamera yang mampu mendukung kebutuhan dan kreativitas kita, dan itu umumnya adalah kamera DSLR. Meski awalnya kamera jenis ini berharga amat mahal, kini situasinya sudah banyak berubah. Bagi yang baru ingin mencicipi DSLR, atau yang memiliki budget terbatas, pilihan akan DSLR entry level adalah pilihan paling rasional. DSLR kelas ini menawarkan kemampuan dan fungsi sebuah kamera DSLR profesional namun dengan beberapa kompromi (baca : pengurangan) dalam fitur dan performa sehingga membuat harga jualnya dapat dijangkau banyak orang.

Tahun ini persaingan entry level DSLR sudah dimulai dengan adanya empat pilihan produk dari merk ternama, yang semestinya sudah akan tersedia di pasaran pada bulan mendatang. Sebelum membeli, ada baiknya kenali dulu pilihan yang ada :

Canon EOS 450D/Digital Rebel XSi

EOD 450DInilah generasi penerus EOS 400D yang hadir dengan banyak peningkatan fitur dan kini dengan resolusi 12.2 MP CMOS sensor. Generasi anyar entry level dari Canon yang telah mendukung semua jenis lensa Canon EF and EF-S ini kini menggunakan 14-bit A/D converter, memiliki AF sensor yang lebih baik (meski tetap 9-points) dan mengandalkan DIGIC III image processor. Yang istimewa, di layarnya yang berukuran 3 inci ini bisa dipakai untuk mengambil gambar berkat sistem live view. Sistem live view ini juga didukung oleh fitur auto fokus yang fleksibel, yaitu metoda auto fokus memakai phase detect (standar SLR umum) atau contrast detect (standar kamera saku). Tersedia pilihan ISO mulai dari 100 hingga 1600 (dan kini terdapat indikator ISO pada viewfinder), burst mode 3.5 fps hingga 6 RAW atau 45 JPEG, cukup mengagumkan. Terdapat juga spot metering (4% area coverage), suatu fitur metering yang absen di seri-seri sebelumnya. Yang baru, terdapat fitur Auto Lighting Optimizer yang memperbaiki brightness dan kontras secara otomatis. Fitur lama yang tetap ada adalah dust reduction system untuk mengurangi debu yang menempel pada sensor. Tidak seperti seri sebelumnya yang memakai memori CompactFlash, kini EOS 450D memakai slot memori SD/SDHC yang lebih murah. Selain itu, tersedia asesori battery grip BG-E5 untuk pemotretan vertikal,Kit Canon dan berguna sebagai tambahan daya apabila baterai utama LP-E5 lithium-ion ini dirasa kurang cukup. Bodi EOS 450D juga mengalami sedikit perubahan dengan ergonomi yang agak lebih baik dan nyaman. Sebagai lensa kitnya kini tersedia versi IS dari Canon EF-S 18-55mm yang optiknya telah disempurnakan.

Pentax K200D

K200DGenerasi penerus dari Pentax K100D ini kini mengusung resolusi 10.2 MP dengan sensor CCD, dan masih mewarisi fitur istimewa yaitu sistem anti shake pada bodi (dengan sensor shift) sehingga semua lensa Pentax K-mount yang dipasang otomatis jadi memiliki sistem stabilizer. Berbekal engine PRIME (Pentax Real Image Engine), urusan fokus mengandalkan 11 titik AF SAFOX VIII. Ukuran layar yang sebesar 2.7″ LCD dengan 230 ribu pixel dan juga terdapat status LCD di bagian atas. Yang cukup jarang, bodi K200D telah dirancang untuk tahan cuaca dan debu, suatu fitur yang layak diacungi jempol. Tersedia nilai ISO dari 100 hingga 1600 dan file format RAW yang dapat diambil hingga 4 gambar pada 2.8 fps namun belum diketahui kapasitas memori buffernya (pada K100D masalah utamanya adalah kapasitas memori buffer yang terbatas menyulitkan saat continuous shooting). Sistem dust reduction juga tersedia pada K200D, dimana debu yang menempel pada sensor akan dibersihkan otomatis. Fitur yang cukup bermanfaat adalahKit Pentax Expanded Dynamic Range function, mirip seperti Canon atau Sony, untuk menaikkan dynamic range. Selain itu, tersedia asesori battery grip untuk pemotretan vertikal, dan berguna sebagai tambahan daya apabila baterai utama 4x AA ini dirasa kurang cukup. Untuk lensanya, tersedia pilihan lensa kit Pentax-DA 18-55mm AL generasi ke-II.

Sony A200

Alpha 200Sukses membeli divisi kamera Minolta, Sony juga memperbarui jajaran DSLR entry levelnya dengan meluncurkan Alpha series baru dengan resolusi 10.2 MP APS-C CCD sensor yang juga dilengkapi Super SteadyShot dengan sensor shift. Menggunakan Minolta/Sony Alpha lens mount dengan 1.5X crop factor, A200 kini dilengkapi dengan 2.7″ LCD yang sayangnya tanpa dilengkapi dengan live view (meski tetap memiliki sistem anti debu seperti seri sebelumnya A100). Sistem AF 9 points dengan TTL CCD line sensor membuat performanya diklaim 1.7x lebih baik daripada pendahulunya. Tersedia pilihan ISO dari 100 hingga 3200 dan memakai Bionz Image Processor yang memiliki fitur Dynamic Range Optimizer (DRO) yang cukup bermanfaat. Kit SonyContinuous shooting cukup mengesankan dengan 6 RAW atau unlimited JPEG dengan 3 fps. Sony rupanya cukup berbeda dengan memakai memori jenis CompactFlash Type I/II. Selain itu, tersedia asesori battery grip VG-B30AM untuk pemotretan vertikal, dan berguna sebagai tambahan daya apabila baterai utama NP-FM500H lithium ini dirasa kurang cukup. Sebagi lensa kit masih menggunakan SAL DT 18-70mm.

Nikon D60

D60Tidak banyak yang berubah dari kelanjutan Nikon D40x ini. Kini Nikon D60 muncul dengan resolusi yang tetap sama yaitu 10.2MP CCD bahkan dengan bentuk dan desain yang sama seperti D40/D40x. Menjadi DSLR paling kecil di pasaran, Nikon D60 tetap mempertahankan ergonomi dan desain bodi yang baik dan nyaman. Sayangnya kekuatan Nikon dalam hal ergonomi tidak diikuti peningkatan fitur yang berarti, katakanlah masih tetap menggunakan 3 AF points dan tanpa disertai motor AF pada bodi. Kini dengan branding Expeed image processing, Nikon hendak menawarkan solusi DSLR entry level yang simpel namun memiliki kemampuan tinggi. Masih mengusung layar yang berukuran 2.5″ dengan resolusi 230 ribu pixel (kini terdapat sensor yang mematikan LCD bila anda menggunakan optical viewfinder), Nikon D60 juga tidak dilengkapi fitur live view layaknya Canon EOS 450D. Tren fitur anti debu juga diterapkan Nikon pada D60 ini dengan “Airflow Control System” yang meniup debu pada sensor. Kit NikonTersedia pilihan ISO dari 100 hingga 1600 dan fitur Auto ISO yang bermanfaat. Yang baru, terdapat fitur Active D-Lighting yang menerangi bagian gelap pada foto akibat kontras tinggi. Baterai EN-EL9 lithium-ion battery mampu bertahan hingga 500 shot namun tanpa didukung asesori battery grip resmi. D60 dijual menjadi satu paket bersama lensa kit baru AF-S 18-55mm VR.

Tentu saja, untuk memilih mana yang terbaik memang tidak mudah. Semuanya menawarkan keseimbangan antara kualitas dan harga. Namun bagi yang ingin kamera sarat fitur termasuk live view, memang Canon EOS 450D menjadi unggulan disini. Bagi yang suka stabilizer pada bodi bisa melirik Pentax atau Sony, dimana Pentax lebih unggul berkat bodinya yang sudah weather sealed. Bagi yang membutuhkan kamera yang kecil, mudah digunakan dan ergonomi tinggi bisa memilih Nikon. Yang jelas, semua kamera di atas mampu menghasilkan foto dengan kualitas tinggi apabila digunakan dengan baik. Penambahan fitur dan teknologi baru hanyalah untuk memudahkan saja dan tidak selalu menjadi prioritas utama dalam memilih kamera. Namun memiliki kamera yang sarat dengan bermacam fitur tentu merupakan suatu nilai tambah tersendiri.

Published by

Erwin M.

Saya suka mengikuti perkembangan teknologi digital, senang jalan-jalan, memotret, menulis dan minum kopi. Pernah bekerja sebagai engineer di industri TV broadcasting, namun kini saya lebih banyak aktif di bidang fotografi khususnya mengajar kursus dan tur fotografi bersama infofotografi.com.

131 thoughts on “Pilihan kamera DSLR 2008 untuk pemula”

    1. D3000 itu laksana D60 dgn modul AF yg disempurnakan, sementara 450D itu laksana 500D minus HD movie. Pertimbangan milih D3000 tentu bila ingin mengejar kecepatan AF,meski juga urusan AF ini dipengaruhi jenis lensa yg dipasang (kualitas motor SWM-nya, bukaan lensanya dsb). EOS 450D secara umum lebih merata dalam fitur dan kinerja, namun soal ergonomi, desain bodi dan tata letak tombol saya lebih menyukai Nikon daripada canon.

  1. wah…. mantab ini.. tapi kalo untuk yang bener-bener pemula seperti saya yang gak paham sama sekali pada kamera bagusnya pake apa yah?
    saya uda hampir sebulan ini hunting kamera, tapi gak paham baiknya pake yang mana. semua menawarkan keunggulannya.
    saya sempat akan mencoba memakai Nikon 60D tapi dikatakan terlalu berlebihan oleh kawan saya.
    perlu ditambahkan, kebutuhan saya untuk seni photografi.
    mohon bimbingannya mas gaptek.
    terimakasih.

  2. gw baru mwu masuk dunia fotografi,lagi nyari camera dslr yang bagus bwt pemula,kira” yg bagus dan murah apa?

  3. kereen.. tapi saya masih pemula bgt dlm hal fotografi. semua yang saya tanya bilang “prefer foto apa, tujuan dsb”. saya bingung, mas. saya cuma suka fotografi dan sedang mencoba mengimprove di situ. saya uda hampir sebulan ini hunting kamera, tapi gak paham baiknya pake yang mana. semua menawarkan keunggulannya.

    saya mau tanya nih mas, kalo untuk keseimbangan harga dan kualitas, sebaiknya saya pilih apa??
    saya harap dengan budget 5jt-an

    Kameranya buat foto kegiatan traveling, dan kegiatan keluarga, foto pemandangan
    Bagusnya kamera apa?

  4. mas, saya tertarik ingin mempelajari fotographi lebih dalam…saya rencana ingin membeli sony a230 dengan pertimbangan harga dan sdh dpt lensa 55-200mm…hanya kekurangannya bodynya kurang ergonomis (kata byk orang) dan kesannya kurang kokoh karena terbuat dari plastik…dan tidak ada live view nya….apakah live view ini ckp penting untuk para pemula separti saya?atau lebih baik nikon d3000? atau canon d450? mohon pencerahannya ya mas…supaya saya tidak salah membeli kamera…terimakasih

    1. Prinsipnya kita tdk akan salah beli kalau kita mengerti seperti apa fitur yg kita mau. Untuk itu ya tentu harus tahu dulu fitur tsb apa bener2 dibutuhkan atau tdk. Pembahasan soal live view sudah banyak saya ulas, coba dibaca2 lagi.

Comments are closed.