Sensor CMOS baru untuk kamera HP

Anda tentu tahu seperti apa hasil foto yang dibuat oleh sebuah kamera dari hand phone. Gambar yang dihasilkan cenderung berkualitas rendah, tidak peka cahaya dan banyak noise. Memang kamera pada hand phone memang bukan untuk menggantikan kamera digital, setidaknya sampai saat ini. Sebenarnya mengingat sensor yang digunakan adalah sensor CMOS yang secara teori sudah cukup memadai, seharusnya kamera pada hand phone dapat memberi hasil yang lebih baik dibandingkan yang ada saat ini. Kendala yang ada adalah untuk memberi hasil foto yang baik, ukuran sensor CMOS harus relatif besar dan hal ini menjadi masalah tersendiri bagi produsen hand phone karena terbatasnya tempat yang ada. Namun kini harapan baru di dunia fotografi selular telah muncul dengan terobosan Kodak dalam mendesain ulang sensor CMOS untuk hand phone yang meski berukuran kecil namun berkinerja tinggi.

Kodak baru-baru ini berhasil membuat sensor CMOS beresolusi 5 MP dengan ukuran piksel yang hanya 1.4 mikron, dirancang khusus untuk kamera pada hand phone. Dengan sensor sekecil ini (dan resolusi sebesar 5 MP) mungkin akan mendatangkan keraguan seperti apa hasil foto yang dihasilkannya, dan seberapa parah noisenya. Namun sensor baru yang diberi nama Kodak KAC-05020 ini berani menantang sensor yang lebih besar (ukuran piksel sekitar 1.75 mikron) dalam hal kualitas foto terutama untuk urusan fotografi rendah cahaya (low light), berkat teknologi TRUESENSE CMOS pixel.

Kodak CMOS

Kira-kira beginilah cara kerjanya (bila terlalu teoritis anda bisa lewati alinea ini dan langsung ke alinea selanjutnya) :
Sensor adalah perangkat analog yang mengubah gelombang cahaya yang mengenai permukaan sensor menjadi tegangan. Semakin tinggi intensitas cahaya yang mengenai sensor maka semakin tinggi sinyal output dari sensor. Secara atomik, saat permukaan sensor terkena cahaya, silikon yang menjadi bahan penyusun sensor akan mengeluarkan elektron yang menjadi acuan nilai besaran tegangan. Tegangan output dari sensor inilah yang akan diteruskan ke rangkaian Analog to Digital Converter. Sebaliknya saat kondisi cahaya rendah, sensor akan memberikan nilai outputnya yang juga rendah. Hal ini menyebabkan hasil foto akan gelap dan biasanya hanya bisa diatasi dengan meningkatkan sensitivitas sensor (ISO) sehingga nilai output (dan juga noise) yang ada juga akan naik. Kodak mendesain sensor CMOS baru ini dengan cara membalik prinsip kerja sensor CMOS konvensional, prinsipnya dengan memanfaatkan ketiadaan cahaya untuk mendeteksi sinyal. Secara atomik, sensor CMOS baru ini memiliki silikon dengan kutub (polarity) yang terbalik sehingga mampu mengukur lubang (hole) yang tertinggal saat elektron tersebut dikeluarkan. Pada kondisi cahaya rendah hanya sedikit elektron yang dikeluarkan, namun sebaliknya akan banyak tersedia lubang yang bisa dihitung dan dijadikan referensi nilai output. (Hukum Fisika atom : Setiap perpindahan elektron pada sebuah atom akan meninggalkan sebuah lubang pada atom tersebut). Prinsip sederhana ini ternyata berhasil mengatasi masalah yang umum dialami sensor CMOS dalam kondisi cahaya rendah, bahkan hasil foto yang dibuat sensor CMOS ini mengalahkan hasil sensor CCD yang dimiliki kamera digital. Wow!

Untuk urusan kepekaan cahaya, sensor baru ini juga dilengkapi dengan filter baru bernama Kodak TRUESENSE Color Filter Pattern. Filter ini melengkapi piksel RGB yang sudah ada dengan sebuah piksel panchromatic (tidak berwarna) yang khusus mengumpulkan informasi cahaya. Piksel ini sensitif terhadap seluruh spektrum cahaya tampak sehingga sensitivitasnya lebih tinggi hingga 4x dibanding sensitivitas sensor RGB biasa. Dengan begitu maka kinerja sensor saat cahaya rendah dapat ditingkatkan.

Dengan penemuan baru ini Kodak mengklaim sensor ini mampu memiliki sensitivitas hingga ISO 3200, juga akan mampu memberikan resolusi 720p untuk video dengan 30 fps, dan dengan dukungan Texas Instruments OMAP dimungkinkan mencapai performa tinggi layaknya kamera digital yaitu digital image stabilizer, auto fokus yang cepat, face detection dan pengurang mata merah (red-eye reduction). Dengan kemampuan seperti ini, di masa mendatang hand phone yang kita miliki juga sudah dapat menjadi kamera digital sesungguhnya yang dapat diandalkan untuk memotret dalam segala kondisi. Kita tunggu saja implementasi dari sensor Kodak ini pada kamera masa depan.

Published by

Erwin M.

Saya suka mengikuti perkembangan teknologi digital, senang jalan-jalan, memotret, menulis dan minum kopi. Pernah bekerja sebagai engineer di industri TV broadcasting, namun kini saya lebih banyak aktif di bidang fotografi khususnya mengajar kursus dan tur fotografi bersama infofotografi.com.

3 thoughts on “Sensor CMOS baru untuk kamera HP”

Comments are closed.