Kusutnya menentukan format standar

Di abad 21 ini ‘peperangan’ format standar Consumer Electronic (CE) masih terus berlangsung. Seakan melanjutkan warisan kusutnya standarisasi format di masa lalu, kini masih banyak terdapat dualisme standar dunia yang membingungkan para konsumen. Mungkin masih ingat di masa lalu betapa menyebalkan saat mengetahui ada dua macam kaset video (Betamax dan VHS) atau untuk handycam (Hi8 dan VHS-C). Para pecinta audio pasti pernah juga mengalami kebingungan saat mencari media rekam audio digital, yaitu MiniDisc dan Digital Audio Tape (DAT).

Kini kondisinya masih tak jauh berbeda. Dengan perkembangan teknologi yang kian pesat, kekacauan format standar masih saja terjadi. Contohnya :

Pada format cakram optik : Blu-ray Disc vs HD DVD. Tidak hanya membuat dualisme dalam dunia home cinema, bahkan urusan gaming pun terbelah dua. Sony’s PlayStation 3 adalah console game berbasis Blu-Ray, sementara Microsoft’s Xbox 360 berbasis DVD player.

Pada format DVD recordable : DVD+R vs DVD-R, dan ditambah lagi hadirnya DVD-RAM. Konyol sekali, mengapa harus sekusut ini? Untungnya kini proses menuju kesamaan standar telah teratasi dengan kemampuan DVD recorder masa kini yang mampu mengenali semua format yang ada (berkode DVD±R)

Pada format kompresi data digital (audio) : MP3 vs Ogg Vorbis vs Advanced Audio Coding vs Windows Media Audio. Tidak seperti pada video digital dimana sebuah player umumnya mampu memainkan bermacam format video, format kompresi audio ini memiliki kelompoknya masing-masing. Katakanlah MP3 yang kini seakan menjadi format paling umum untuk urusan audio encoding, AAC lebih ditujukan untuk distributor musik komersil, dan Vorbis lebih kepada developer game dan mereka yang memerlukan audio codec berkualitas tinggi namun tidak ingin membayar lisensi yang harus dibayar bagi pemakaian codec tertentu.

Pada format kompresi data digital (video) : Windows Media Video vs RealVideo vs DivX vs QuickTime vs Ogg Theora. Semua sudah tahu betapa kusutnya dalam penentuan format standar untuk kompresi video ini. Untungnya player masa kini umumnya mampu mengenali dan memainkan format video yang ada.

Pada format teknologi jaringan wireless : Belum jelas apa yang akan menjadi penerus Wi-Fi. Tampaknya keinginan dunia untuk format tunggal dalam dunia wireless akan semakin sulit terwujud. Di tahun 2006 lalu, IEEE standards working group terpaksa dibubarkan karena dua fraksinya tidak menyetujui format tunggal untuk generasi penerus Wi-Fi. (WiMedia Alliance, IEEE 802.15, WirelessHD)

Published by

Erwin M.

Saya suka mengikuti perkembangan teknologi digital, senang jalan-jalan, memotret, menulis dan minum kopi. Pernah bekerja sebagai engineer di industri TV broadcasting, namun kini saya lebih banyak aktif di bidang fotografi khususnya mengajar kursus dan tur fotografi bersama infofotografi.com.