Tarif Telkomsel (akhirnya) turun (juga)

Horeee… akhirnya hari ini tarif Telkomsel resmi diturunkan. Ini adalah berita besar buat saya karena selama ini Telkomsel sebagai penyedia layanan selular Indonesia terkenal nomor satu dalam urusan tarif (mahal)nya. Turunnya tarif ini tentu berkaitan dengan keputusan pemerintah soal tarif interkoneksi yang memang harus turun per 1 April 2008 ini. Sebagai pemakai Kartu Halo korporat pasca bayar, selama ini saya memang cukup berat menghadapi mekanisme tarif lama yang relatif mahal. Sebagai contoh, untuk panggilan sesama operator namun berbeda zona saya dikenai tarif hingga lebih dari 3000 rupiah per menit. Bandingkan dengan murahnya  tarif  (promosi) sesama operator untuk kartu pra bayar yang kini jor-joran bersaing iklan sampai-sampai bintang iklannya pun harus rela untuk berpoligami (kawin lagi sama kambing). Tarif promosi dari para penyelenggara layanan pra bayar ini memang membuat iri mereka (baca : saya) yang memakai kartu pasca bayar yang secara jumlah memang masih menjadi minoritas bagi sang operator. Intinya promosi yang gencar diiklankan oleh operator kartu pra bayar menegaskan bahwa panggilan sesama operator tidaklah mahal, meskipun itu adalah panggilan interlokal sekalipun. Memang cukup logis kan? Justru aneh kalau saat ini masih ada percakapan sesama operator yang dikenai tarif yang tinggi. Namun semestinya tarif murah tadi bukan cuma sebagai promosi sesaat melainkan lebih ditegaskan dalam tarif resmi yang berlaku untuk seterusnya.

Dengan skema tarif baru ini saya cukup berlega hati karena kini panggilan interlokal (dengan time unit 15 detik) untuk sesama Telkomsel menggunakan kartu Halo, saya cukup membayar Rp. 852 per menit. Untuk panggilan interlokal ke operator lain atau PSTN saya masih dapat lumayan berhemat karena tarif barunya menjadi Rp. 1.200 per menit. Satu hal lagi, skema tarif baru kartu Halo ini tidak lagi mengenal perbedaan tarif berdasar waktu panggilan (peak/off peak) ataupun hari kerja/hari libur. Tidak perlu lagi menunggu tengah malam atau hari minggu untuk menelepon murah ke kerabat karib nan jauh.

Bagi pemakai Simpati maupun Kartu As juga tentunya dapat menikmati penurunan tarif ini, meski tentu berbeda dengan tarif kartu Halo. Perbedaannya adalah dalam hal besarnya tarif, time unit (30 detik untuk Simpati dan 1 detik untuk kartu As) dan adanya pembagian waktu (khusus Simpati PeDe). Namun demikian bagi yang biasa memakai Simpati untuk menelepon sesama Telkomsel lokal akan tetap merasa tarif baru ini masih kemahalan karena tetap saja per menitnya kena Rp. 1.500. Oleh karena itu di awal saya lebih tekankan bahwa tarif baru ini lebih terasa murahnya apabila dipakai untuk panggilan interlokal, baik sesama Telkomsel ataupun ke operator lain/PSTN.

Untuk tarif SMS memakai Kartu Halo, kini pengguna dikenai tarif per SMS Rp. 125 untuk sesama Telkomsel dan Rp. 150 untuk SMS ke operator lain (sebelumnya Rp. 250 per SMS untuk sesama dan lain operator). Untuk Simpati dan Kartu As bahkan tarif SMS nya lebih murah lagi. Personal note : Turunnya tarif SMS ini bagi saya bagai pedang bermata dua, disatu sisi saya tentu senang karena tarifnya turun. Disisi lain saya sebagai pemakai paket Halo Bebas 150 SMS jadi merasa tidak lagi ada manfaatnya mengikuti paket ini. Bagaimana tidak, keuntungan dari paket ini jadi turun karena kini maksimum manfaatnya adalah Rp. 150 x 150 SMS = Rp.22.500 saja. Andai saja paket ini disesuaikan jadi ‘gratis 200 SMS’ misalnya… tentu lebih asyik. 🙂

Untuk tarif GPRS tidak ada keterangan resmi namun saat saya coba ternyata tarifnya masih tetap sama yaitu Rp. 12 per kB. Tarif GPRS inilah yang semestinya juga ikut diturunkan kalau perlu serendah mungkin. Masa untuk mengakses halaman muka blog ‘dunia digital’ ini melalui browser Opera mini versi 4 saya dikenai tarif GPRS sampai dua ribu lebih? Mahal amat…

Bagaimana dengan tarif operator lain seperti Indosat, XL atau 3? Ada yang bersedia berbagi pengalaman?

Published by

Erwin M.

Saya suka mengikuti perkembangan teknologi digital, senang jalan-jalan, memotret, menulis dan minum kopi. Pernah bekerja sebagai engineer di industri TV broadcasting, namun kini saya lebih banyak aktif di bidang fotografi khususnya mengajar kursus dan tur fotografi bersama infofotografi.com.

9 thoughts on “Tarif Telkomsel (akhirnya) turun (juga)”

    1. Alhamdulillah akhirnya tahun 2009 ini tarif sms telkomsel kembali naik, dari Rp 100,- menjadi Rp 120,-
      mudah2an dalam waktu dekat tarif akan menjadi lebih mahal lagi

  1. tetep aj mahal,mahal,mahal…
    smsnya aja jadi rada rasional sekarang tarifnya. Kartel tu mang beneran antara Telkomsel ama Indosat, bandingin aja skema tarifnya, Mentari sm Simpati, As sama M3, Matrix sama Halo. Ko bisa sama persis gtu? Tarif sebelum sama sesudah penurunan tarif. Cm Indosat tarif GPRSnya lbih murah.Kurang ajar emang dua operator ini.

  2. Kalo saya pake dua hape GSM. IM3 sama HALO Hybrid. Yang IM3 buat SMS kalo pagi hari saja coz kalo malam sering trobel, yang HALO Hybrid pake kalo malam. kalo internetan pake IM3. Kalo nelfon durasi pendek pake HALO Hybrid. Pasangan yang KLOP.
    Jangan hanya mengandalkan satu operator saja.
    Sekarang banyak pilhannya BUNG……
    Saantnya kita yang ngerjain OPERATOR…..

  3. Q cih biar Telkomsel tarif cMzNa naik,,Q tetep ja pake Telkomsel,,,,Tp klo bsa cih tarifNa di turunin,,biar Qt seneng,,,telkomsel seneng,,,smua jg seneng,,N mkin banyak Yg pke TelKOmsel,,,ya kannnnn

  4. Ya naik lg, tp daripada srg er0r gara2 bnyk yg ngirim sms sampah.

    Oya m3ny jg jd rp3/kb internetnya. Mending pake paket flash bsa nyampe 0,4/kb..

    Ga perlu pocer khusus lg tnggal tukar pulsa lwat sms.

    Bharap hargany tetap. Udah sesuai. Kcuali klo smuany wajib turun dr pmerintah. Ya harus ^^

Comments are closed.