Dibalik hilangnya siaran Astro (updated 20 Oktober 2008)

Terhitung sejak hari Jumat, 11 April 2008 silam, salah satu penyedia layanan siaran televisi berbayar melalui satelit, Astro, belum juga dapat kembali bersiaran seperti biasa. Menurut detikcom, pada setiap channel siaran Astro hanya bertuliskan ‘Sorry, service currently not available‘. Peristiwa langka ini tentu saja membuat banyak pihak dirugikan, apalagi mengingat hak tayang ekslusif tayangan liga Inggris yang kini hanya bisa ditonton lewat Astro. Timbul banyak pertanyaan, mengapa sampai peristiwa yang tidak semestinya terjadi ini justru benar-benar terjadi? Memang menurut pihak Astro melalui media ataupun website, jawabannya cukup jelas yaitu karena pihak pemerintah (Depkominfo) sedang melakukan inspeksi dalam rangka penataan siaran televisi berlangganan.

Meski demikian, jawaban pihak Astro ini belum membuat banyak pihak puas. Terutama karena maksud dari ‘siaran terhenti sementara’ ini tidak jelas. Berapa jam? Berapa hari? Berapa minggu? Pertandingan liga Inggris tidak bisa menunggu. Banyak pecinta liga Inggris yang sudah kehilanggan pertandingan big-match MU versus Arsenal tanggal 13 April kemarin. Mungkin merasa pihaknya dituding secara sepihak, kemarin pihak Kominfo pun merasa perlu meluruskan permasalahan ini melalui siaran persnya. Justru menurut pihak Kominfo, Astrolah yang telah lalai dalam membayar setoran ke kas negara dalam bentuk BHP frekuensi. Belum lagi setelah melakukan upgrade peralatannya, Astro belum dilengkapi dengan sertifikat Uji Laik Operasi. Berdasarkan beberapa pertimbangan tersebut, akhirnya pihak Kominfo memang meminta Astro untuk off-air pada hari Jumat 11 April silam, hingga syarat-syarat tadi dipenuhi.

Adanya jawaban yang berbeda-beda dari masing-masing pihak ini makin membuat resah para pelanggan Astro. Saya tentu tidak dalam kapasitas untuk menulis ada apa dibalik ini semua, apalagi bila harus dikait-kaitkan dengan perusahaan Astro yang berasal dari Malaysia atau karena adanya persaingan bisnis segala macam. Saya juga tidak mengerti mengapa pihak pemerintah baru sekarang melakukan pemeriksaan ini, atau mengapa untuk meminta Astro melengkapi kewajibannya kok siarannya harus off-air (kan bisa saja siaran tetap jalan tapi proses juga berjalan…). Yang jelas, hingga hari ke-empat sejak hilangnya siaran Astro ini pemirsanya belum dapat kembali menyaksikan siaran televisi berbayar ini.

Bagi yang penasaran kapan siaran Astro akan kembali, tunggu saja hingga pihak Kominfo menerbitkan sertifikasi dari Uji Laik Operasi atas relokasi dan upgrade kapasitas perangkat milik Astro. Setidaknya inilah jawaban yang bisa disampaikan dari pihak Astro hingga saat ini. Untuk urusan kewajiban pembayaran BHP, menurut Astro, tunggakan BHP frekuensi tersebut telah dibayarkan, bahkan kontrak kerjasama dalam hal penggunaan satelit Measat – termasuk laporan resmi kepada Menteri Kominfo atas perubahan domisili perusahaan – juga telah terselesaikan. Sabar ya….

Update :

Pada 15 April 2008 akhirnya siaran Astro telah kembali tayang setelah Menteri Kominfo mencabut larangannya.

Pada 20 Oktober 2008 akhirnya siaran Astro Indonesia resmi berhenti tayang dan mengakhiri 2 tahun sepak terjangnya dalam berbisnis siaran satelit berbayar di Indonesia. Kabarnya hal ini karena adanya masalah antara pihak Astro Malaysia dengan PT. Direct Vision selaku pemegang hak siar untuk Astro nusantara di Indonesia. Turut prihatin kepada seluruh karyawan PT. Direct Vision, semuga tabah menghadapi kenyataan ini.

Published by

Erwin M.

Saya suka mengikuti perkembangan teknologi digital, senang jalan-jalan, memotret, menulis dan minum kopi. Pernah bekerja sebagai engineer di industri TV broadcasting, namun kini saya lebih banyak aktif di bidang fotografi khususnya mengajar kursus dan tur fotografi bersama infofotografi.com.

2 thoughts on “Dibalik hilangnya siaran Astro (updated 20 Oktober 2008)”

  1. Loh bukannya ditutup karena monopoli?
    Yang sampe di priksa KPK segala karena nyuap (biar gak dibilang monopoli), emang repot urusan sama Malingsia.

Comments are closed.