Menantikan hadirnya AMD Phenom X3 versi B3

Tren prosesor masa kini sudah bergeser menuju peningkatan kinerja dengan cara memperbanyak jumlah inti pada sekeping chip, daripada berlomba mengejar kecepatan clock pada chip inti tunggal yang berdampak serius pada temperatur kerja dan konsumsi daya. Tren ini dimulai dengan hadirnya prosesor inti ganda (dual-core) yang terus berkembang hingga kini menjadi empat inti (quad-core). Sebagai penguasa pasar, Intel telah memasarkan chip inti gandanya dengan nama Core 2 duo, sementara chip dengan empat inti dinamai Core 2 Quad. AMD sebagai pesaing Intel juga tak mau ketinggalan dengan memasarkan prosesor Phenom inti ganda (X2), tiga inti (X3) dan empat inti (X4).

Sebagai pesaing ketat Intel, produk-produk AMD selalu menarik untuk dicermati. AMD selalu berusaha mencari celah dimana dapat bersaing dengan Intel sehingga ada saja terobosan baru yang menarik. Sayangnya belakangan ini AMD banyak dirundung masalah dan dilain pihak penjualan Intel berhasil terus melesat berkat suksesnya manufaktur Core dan arsitektur 45 nm barunya. AMD telah banyak tertinggal dalam hal kinerja (pada banyak pengujian head-to-head) dan juga tertinggal dalam hal mikro arsitekturnya yang masih berada di level 65 nm (meski akhirnya pada bulan Maret 2008 AMD mengumumkan telah berhasil memasuki era 45 nm). Namun pukulan paling berat bagi AMD adalah dari faktor internal chipnya sendiri, yang biasa dikenal sebagai translation lookaside buffer (TLD) bug yang berpotensi membuat sistem menjadi crash. Untungnya masalah ini telah teratasi pada bulan Maret 2008 lalu dengan memakai B3 stepping dan digunakan pada semua jajaran Phenom baru. Oleh karena itu AMD akan men-discontinued semua produk Phenom lama yang masih memakai kode B2 revision. Jajaran Phenom yang telah direvisi dimulai dari Phenom X4 terlebih dahulu (X4 9850, X4 9750, X4 9550) dan menyusul nantinya jajaran Phenom tiga inti (Phenom X3). Meski jajaran Phenom generasi lama sempat tidak menarik untuk dibicarakan, kini dengan solusi B3 revision yang meniadakan TLD bug, AMD Phenom kembali menjadi incaran banyak pihak.

AMD menerapkan strategi cerdas dalam urusan harga jual yang membuat calon pembeli prosesor dihadapkan pada kenyataan bahwa harga AMD yang lebih murah akan memberikan lebih banyak keuntungan daripada memakai prosesor Intel. Bagi pecinta komputer yang perlu kinerja prosesor tinggi namun dananya terbatas dapat melirik prosesor AMD Phenom X4 generasi baru yang lebih kencang dan telah bebas masalah TLD bug. Sebagai contoh dengan dana sebesar $235 kita sudah bisa mendapat prosesor empat inti AMD Phenom X4 9850 Black Edition yang harganya masih lebih murah daripada prosesor empat inti dari Intel seri terendah (dan termurah) sekalipun. Meski demikian AMD sadar bahwa penjualan Phenom X4 belum tentu akan semulus yang diinginkan, mengingat generasi prosesor empat inti dari Intel telah banyak terbukti unggul dalam kinerja, daya, temperatur kerja dan kemudahan untuk di-overclock. Setidaknya bagi AMD, lebih baik tetap menjaga persaingan (meskipun akhirnya harus kalah) daripada tidak sama sekali.

Hadirnya prosesor AMD Phenom X3 dengan tiga inti merupakan fakta yang menarik (meski awalnya prosesor tiga inti dirasa agak janggal). Banyak pengamat yang mengatakan kalau inilah kesempatan terbaik bagi AMD untuk mengisi celah persaingan dan merebut tahta dari Intel. Mengingat upaya AMD untuk bersaing dengan Intel di kelas prosesor empat inti cukup berat, maka harapan AMD kini tertumpu pada prosesor tiga inti Phenom X3 ini. Alasan pertama, tidak ada satupun prosesor tiga inti dalam jajaran prosesor Intel yang dapat diadu secara head-to-head, sehingga keberadaan prosesor AMD tiga inti ini dapat mengisi kekosongan antara prosesor dua inti ganda dan empat inti dari Intel. Kedua, secara teknis prosesor dengan tiga inti tentu lebih baik daripada dua inti sehingga apabila harganya dibuat sama tentu pasaran prosesor Intel dua inti dapat direbut. Memang benar bahwa prosesor AMD Phenom X3 lama (versi B2) telah tersedia dalam rentang harga $150 hingga $175 (yang secara harga bersaing ketat dengan harga prosesor Intel inti ganda) namun sayangnya mereka belum mampu mendongkrak penjualan AMD. Kondisi ini akan berubah apabila AMD Phenom X3 generasi baru nanti (versi B3) resmi diluncurkan, dengan harga yang sama seperti harga AMD X3 lama, akan membuat calon pembeli Intel inti ganda (baca : Core 2 Duo) bimbang dan pusing dibuatnya. Apalagi X3 baru ini dilepas dengan harga yang bersaing, mereka akan dihadapkan pada pilihan apakah akan tetap membeli prosesor Intel inti ganda (misal Intel Core 2 Duo E6400) atau beralih ke AMD X3 baru dengan tiga inti. Logika sederhana akan berkata kalau AMD tiga inti tentu memberi kinerja dan efisiensi yang lebih baik bukan?

Jajaran keluarga Phenom X3 baru dengan prosesor stepping B3 ini masih kompatibel dengan soket AM2/Socket AM2+ karena tetap memiliki spesifikasi dasar yang sama seperti X3 generasi lama, dengan cache memory 1,5 MB (3 x 512 kB L2) dan shared 2 MB L3, serta TDP yang sayangnya masih lumayan tinggi, 95 W.

Phenom X3 baru ini anggota keluarganya terdiri dari :

  • Phenom X3 8750 – 2.4 GHz – $ 195
  • Phenom X3 8650 – 2.3 GHz – $ 165
  • Phenom X3 8450 – 2.1 GHz – $ 145

Kita harapkan saja AMD Phenom X3 ini sudah tersedia di pasaran dalam waktu yang tidak lama lagi. AMD seharusnya tidak berlama-lama dalam meluncurkan Phenom X3 ini, mengingat kedepannya AMD juga harus segera meluncurkan prosesor baru lainnya yang telah memakai arsitektur 45 nm untuk tetap menjaga persaingan dengan Intel. Kinerja tinggi, harga terjangkau, mau?

Advertisements

Published by

Erwin M.

Saya suka mengikuti perkembangan teknologi digital, senang jalan-jalan, memotret, menulis dan minum kopi. Pernah bekerja sebagai engineer di industri TV broadcasting, namun kini saya lebih banyak aktif di bidang fotografi khususnya mengajar kursus dan tur fotografi bersama infofotografi.com.

8 thoughts on “Menantikan hadirnya AMD Phenom X3 versi B3”

  1. sya mw bli kmpter..tp bgung mna yg lbih baik prforma antra AMD phenom x3 8450 dgn intel core 2 duo E7300..? Buat kstbilan suhu ktanya intel lbih baik, trus amd itu cpt pnas jd gmpang rusak..pa bner?

    AMD sudah tidak lagi identik dengan ‘Aku Musti Dingin’ seperti yang biasa kita dengar di tahun2 lalu. Dengan dukungan cooling system yg baik, mestinya prosesor jebol karena kepanasan tidak perlu terjadi (kecuali kalau di overclock).

    Soal efisiensi daya, Intel Core2 memang lebih baik dgn TDP yg lebih rendah. Apalagi seri E7000 masuk ke golongan prosesor intel yg difavoritkan banyak orang, bahkan price – performance rationya lebih bagus dari E8000.

    Phenom X3 sendiri tidak kalah baiknya, dengan keunggulan tiga inti (dibanding E7000 yg dua inti), tentu lebih bertenaga. Pilihan ada pada anda. Salam…

  2. Trus klo vga yg 256 mb(128 bit) mrek yg bgus dlm prforma grafik khsus’y game apa ya? Dan MB yg pling sport bwt x3 pa ya.. Thanks bwt smua infrmsinya ya..!

  3. mas mau tnya kom saya ga conect kemonitor lampu power n hdd ga nyala tp kipas prosesor idup masalahnya apa?oh ya com saya proc intel core 2 duo 2,4 gh, mobo next ngv 7050,ram 1gb,cd rw samsung bisa g dikasi vga,klo dijual kra2 brapa?klo bsa bls keemail..

    1. Cek output power supply deh, biasanya disana masalahnya. Soal VGA lihat spek MBnya, tapi mestinya sih bisa malah bagus kalo ditambaha VGA.

  4. mas mau tny..aku lihat di internet tentang pc game resident evil5 spec..processor yang di sarnkn adalah core2quad atau phenom x4..gman dgn core2duo e7500 yg aku puny?apakah ada pengurangan performance saat maenin ini game..tentuny aq pake vga ati 4870..thk infony

    1. Saya baru tahu ada game mensyaratkan prosesor core2 quad !! Dulu main res evil jadul pake celeron juga jalan… Mohon maaf saya tidak tahu jawabannya, tapi menurut saya komputer anda dgn E7500 dan ATI 4870 sudah sangat sangat bagus untuk main game.

Comments are closed.