Lumix DMC-LX3, prosumer saku dengan lensa cepat

Panasonic baru saja mengumumkan peluncuran jajaran kamera Lumix terbarunya, yaitu :

  • Lumix FZ28, kelanjutan FZ18 kini dengan 10 MP dan Venus IV engine
  • Lumix FX37, kelanjutan FX35, kini dengan 10 MP dan lensa zoom 5x (sebelumnya 4x)
  • Lumix FX150, kelanjutan FX100, kini dengan 14 MP dan Venus IV engine
  • Lumix LX3, kelanjutan dari LX2, lebih jauh simak artikel berikut ini..

Sekilas mengenai seri LX ini, Panasonic menjadikan seri ini sebagai seri kamera elit dan berkelas dengan kemampuan layaknya kamera prosumer dengan kekuatan pada lensa wide dan fitur manual. Ditargetkan sebagai kamera cadangan untuk para pemakai kamera DSLR profesional, seri LX ini haruslah memenuhi syarat ketat sehingga mampu memberikan kinerja dan hasil foto mendekati kamera DSLR. Untuk itu pantas saja kalau Lumix seri LX relatif mahal dan jarang diminati oleh banyak kalangan. Sebaliknya, kamera Lumix seri LX hanya diminati para profesional atau enthusiast yang perfeksionis, tak kenal kompromi dalam fotografi.

Setelah lama tak ada kabar kelanjutan dari LX2, kini Panasonic telah mengumumkan akan hadirnya Lumix LX3, kamera high-end sarat fitur yang ditujukan untuk mereka yang serius dalam fotografi. Kamera ini masih memiliki desain yang mirip seperti pendahulunya dengan model yang keren dan berkesan retro (sepintas mirip seperti range finder),dengan lampu kilat yang tersembunyi dan tersedia pilihan warna silver dan hitam.

Yang paling istimewa dari LX3 ini adalah lensanya yang ultra wide (24-60mm) bertuliskan LEICA DC VARIO-SUMMICRON  dengan bukaan diafragma ekstra cepat yaitu f/2.0-2.8 sehingga amat cocok dipakai untuk pemotretan landscape ataupun low-light. Spesifikasi lensa ini jelas amat sulit untuk dibuat dan Leica tampaknya berhasil membuktikan kehebatannya dalam urusan mendesain lensa yang berkualitas tinggi serta revolusioner. Di dalam lensa ultra wide ini terdapat 8 elemen lensa yang tersusun atas 6 grup, dimana terdapat juga 4 elemen lensa asperikal. Tak kalah hebatnya, sensor CCD yang dipakai pada LX3 adalah sensor berukuran lumayan besar dengan 1/1.63 inci dan resolusi 10 MP. Dengan sensor seukuran ini artinya LX3 akan mampu menaikkan jangkauan dinamis dan sekaligus menekan noise bila dibandingkan dengan kamera saku yang bersensor lebih kecil. Terdapat tiga aspek rasio yang dapat dipilih untuk keleluasaan pemakaian, yaitu format 4:3 (seperti kamera saku pada umumnya), format 3:2 (seperti DSLR pada umumnya) dan format 16:9 (untuk tampilan pad layar widescreen). Dengan dukungan Venus IV engine, kinerja dan kecepatan kamera dapat dibuat lebih baik sehingga cocok untuk mereka yang perlu kinerja tinggi dalam memotret. Dengan engine terbaru ini, LX3 dapat mengambil gambar memakai ISO 3200 pada resolusi maksimal dan kinerja continuous shootingnya meningkat menjadi 2.5 gambar per detik.

Sebagai kamera kelas atas, LX3 tentu sudah dilengkapi dengan mode manual P/A/S/M untuk kreativitas pemotretan dan pemakainya makin dimanjakan dengan adanya joystick multi fungsi untuk pengoperasian secara manual (misalnya untuk manual fokus). Selain itu, layar LCD yang tersedia amat lega dengan ukuran 3 inci yang memiliki aspek rasio 3:2 dengan 460 ribu piksel. Tersedia flash-hotshoe untuk penggunaan lampu kilat eksternal yang juga bisa dipakai untuk memasang asesoris baru : Viewfinder optik eksternal (layaknya asesori milik Sigma DP1). Di jaman High Definition ini, tak lupa Lumix LX3 telah mendukung standar HD baik untuk foto maupun video. Tersedia ukuran foto 1920 x 1080 piksel yang pas bila ditampilkan di monitor HD, dan juga mampu merekam video HD 720p dengan 24 fps yang bisa jadi kualitasnya akan sulit dibedakan dengan hasil rekaman video dari camcorder.

Bagi yang terbiasa memakai kamera DSLR tentu akan menghargai adanya tuas (switch) mekanik yang terdapat pada bodi LX3. Memang pemakai DSLR umumnya telah terbiasa dengan tuas mekanik yang lebih cepat dibanding dengan menekan beberapa tombol. Pada LX3 terdapat tuas di bagian atas lensa yang dirancang untuk berganti aspek rasio secara mekanik dan tuas di bagian samping lensa untuk merubah mode auto fokus (AF, MF dan macro AF). Bicara soal auto fokus, LX3 telah mempunyai fitur AF tracking yang mampu mengikuti gerakan objek sehingga tetap fokus. Terdapat juga Film mode dengan enam jenis warna dan tiga pilihan monokrom layaknya memakai kamera film. Selain itu, fitur khas Panasonic juga tetap disediakan di LX3 yaitu mode iA (Intelligent Auto) yang amat simpel untuk pemula, dimana kamera yang mengatur semuanya mulai dari Mega O.I.S. (Optical Image Stabilizer), Intelligent ISO Control, Intelligent Scene Selector, Face Detection, dan Intelligent Exposure.

Kamera serius ditujukan untuk mereka yang serius dalam fotografi, dan salah satu ciri keseriusan itu adalah kebebasan memakai bermacam asesori. Untuk itu telah disediakan berbagai asesori untuk mendukung pemakaian Lumix LX3 ini, diantaranya Wide Conversion Lens yang menjadikan LX3 memiliki panjang fokal luar biasa lebar di 18mm, ND dan PL Filter untuk efek-efek khusus, aluminium Optical Viewfinder eksternal dan GN22 Compact Flash mounts opsional. Panasonic menyatakan bahwa asesori lampu kilat khusus akan menyusul. Terakhir, sebagai pelengkap informasi, LX3 memiliki 50 MB memori internal, sebuah slot SD yang mendukung SDHC, HD AV component output, baterai Lithium 1150 mAh yang mampu mengambil 380 gambar dan telah mendukung USB2.0 high-speed (akhirnya…). Review lengkap baca saja di sini dan review singkat berbahasa Indonesia bisa disimak di sini.

Info :

Kamera lain yang spesifikasinya mirip Lumix LX3 adalah Ricoh Caplio GX-200 dengan lensa wide 24-72mm f/2.5-4.4 bereolusi 12 MP.

Published by

Erwin M.

Saya suka mengikuti perkembangan teknologi digital, senang jalan-jalan, memotret, menulis dan minum kopi. Pernah bekerja sebagai engineer di industri TV broadcasting, namun kini saya lebih banyak aktif di bidang fotografi khususnya mengajar kursus dan tur fotografi bersama infofotografi.com.

23 thoughts on “Lumix DMC-LX3, prosumer saku dengan lensa cepat”

  1. Mas gaptek..saya mau tanya, saya berminat banget untuk membeli lumix seri LX3 ini, tp berhubung sy itu awam bgt dalam fotografi, jd sy mohon saranny mas gaptek.menurut mas gaptek sebaiknya selain lumix LX3, kamera seri apa saja yg layak menjadi pertimbangan?apakah canon G9 termasuk salah satunya?
    sy jg membaca artikel mengenai 10 kamera prosumer terbaik menurut mas gaptek,jadi dari 10 kamera prosumer tsb mana saja yg memilki harga setara dgn LX3 tapi kemampuannya lebih baik dari LX3?sebelumnya terima kasih banyak atas jawabannya.

    1. Kamera masa kini yg kemampuan memasukkan cahaya yg sama atau lebih baik dari LX3 jelas tidak ada (kalo dulu ada canon G2). Tapi kalo cari kamera berlensa jauh lebih panjang dari LX3 sih banyak. Anda perlu yg mana, tapi jangan dua-duanya (karena tidak mungkin). Pilih satu : bukaan besar atau lensa panjang?

  2. Boleh juga nih LX3 review, kalo ada rejeki biar aku gandeng dengan G1 ku.

    Mas Gaptek,
    Gimana sih caranya posting foto sekedar untuk share?
    step by step ya. Kalo kepanjangan, tolong kirim ke
    SlametDuher@gmail.com

    Aku tunggu ya? aku rada gaptek betul soal kayak ginian.

    salam

    Duher

    1. saya tidak bisa rekomen suatu produk mbak, kecuali kalo anda sudah punya beberapa produk buat dipilih, atau setidaknya punya gambaran fitur yg diperlukan. Dgn dana 1-2 juta banyak kamera saku yg bisa dibeli, semua merk punya produk andalan tersendiri.

  3. mas gaptek aq kesulitan nih mencari Camera Lumix LX3
    Rata2 para toko ada harga gak ada barang, indent tp ga bs menentukan kpn kepastian kedatangannya gt bro, dh gt jg dh menunggu lama ternyata gak ada?
    Kalau di Range harga 5 jt an ada gak kamera saku yg bgs seperti Lumix LX3 atau di atas nya dgn range harga 5 jt an. Penggunaan untuk indoor (wide angle) & malam hr

  4. iya
    bhinneka, camera.co.id, oktagon.com, tokocam.com, JPC kemang, ma bbrp toko di jakarta, bandung, semarang jg gak ada jual
    dh berjelajah nih cr ni brg di toko2 pd kosong semua
    nunggu Canon S90???
    kayak apa tuh bro???
    wow bgs ya?
    di rilis kpn bro?

  5. mas gaptek, maksudnya tambahan optical zoom untuk lx3 ini apa? kok saya baca2 di reviewnya ada tambahan optical zoom sampe nantinya bisa 8x??

  6. Oo, sm ky digital zoom dong.
    Nanya lg mas gaptek, adapter lx3 itu dr 46 to 52mm ya? Trus apa kl beli lens converter yg 3rd party yg 52mm bs kompatibel, baik ukuran dan hasil.
    Trus kl kita mw beli uv filter, yg 46mm atw 52mm?
    Satu lg mas, flash eksternal lumix utk lx3 apakah worth utk dbeli, dbanding dg built in flasnya?
    Hehe, maaf mas bnyk nanya. Djawab sbisanya aja. 😀 Mksh..

    1. Jawab sebisanya? Walah, gak ada yg bisa, maklum gak punya… tapi jangan menyerah, coba ikut forum diskusi luar seperti dpreview yg punya byk member.

  7. Mas gaptek kapan2 bikin review perbandingan Camdig super Lens Speed antara Lumix LX3 VS Canon S90 VS Sony WX1 VS Caplio GX-200
    atau ada situs pembandinya ga diluaran sana…?
    thx!

  8. Saya beli LX3 udah sebulan, dan sebagai orang yang baru belajar photography saya merasa kamera ini sudah sangat memuaskan. Permasalahan muncul sewaktu kemarin saya pakai untuk “movie” di dalam rumah. Jika ada lampu yang terekam maka cahaya lampu kemudian muncul sebagai garis garis berwarna orange dan putih, padahal kalo dipakai untuk photo, garis garis tersebut tidak muncul. (Di LCD tetap muncul tapi ketika di review garis tsb tidak ada)
    Yang ingin saya tanyakan
    1. Apakah ini memang terjadi pada semua LX3 atau memang milik saya kebetulan error (berhubung masih garansi, saya mungkin bisa klaim tanpa bayar..he..he..)
    2. Jika ini memang kelemahan LX3, apakah ada cara untuk menguranginya?

    Mohon bantuan Mas Gaptek dan pembaca yang lain
    Salam

Comments are closed.