Mengapa begitu banyak yang menantikan Nikon D90?

Mengapa begitu banyak orang yang dengan antusias menantikan kehadiran kamera DSLR baru dari Nikon, yang dirumorkan akan bernama D90? Apakah banjir kamera Nikon baru yang terjadi tahun ini masih belum mencukupi? Ada D60, lalu D300, dan terakhir D700, mengapa masih banyak yang menantikan D90?

Dalam dunia SLR, Nikon sudah lama terkenal akan kualitasnya, baik untuk kameranya maupun jajaran lensanya. Baik dalam membuat DSLR entry-level ataupun DSLR profesional, Nikon berhasil menjaga konsistensi dalam hal ergonomi dan desain yang baik, kinerja yang tinggi dan hasil foto yang memuaskan. Salah satu kamera DSLR Nikon yang amat populer di kalangan fotografer adalah Nikon D80, sebuah kamera kelas menengah yang berkinerja tinggi dan harga terjangkau. Hingga kini keberadaan Nikon D80 masih mampu bersaing dengan kamera DSLR lain yang lebih modern, kecuali tentu tidak untuk bersaing dalam hal fitur baru seperti live-view.

Apabila Nikon D60 (pengganti D40) ditargetkan sebagai DSLR entry-level, sementara Nikon D300 (pengganti D200) ditargetkan sebagai DSLR semi-profesional, lantas dimanakah posisi Nikon D80? Agak sulit tampaknya, karena D80 bisa digolongkan dalam kelas entry-level maupun semi-pro. Maka itu prediksi yang berkembang menyatakan kalau D80 tidak akan ada penerusnya, tidak D90 ataupun D lainnya. Inilah yang membuat banyak pecinta Nikon yang merasa sedih saat menyadari kemungkinan akan punahnya seri D80 yang populer ini.

Nikon D60 sendiri sebagai DSLR entry-level punya (banyak) keterbatasan, dalam hal ini keterbatasan yang ada cukup serius sehingga para fotografer yang sudah cukup mahir tidak bersedia memilikinya. Katakanlah, keterbatasan pilihan lensa yang bisa auto fokus di D60, hingga keterbatasan titik AF yang cuma ada tiga titik. Di lain pihak, untuk memakai D300 justru kendala utama yang dihadapi banyak orang adalah masalah harga. Di kelas DX, siapa sih yang tidak menginginkan Nikon D300? Tapi untuk lebih realistis, adakah kamera lain yang kinerjanya mendekati D300 tapi harganya mendekati D60, atau kamera menengah yang bisa diandalkan namun tetap terjangkau? Ya, jawabannya adalah Nikon D80, namun mengingat D80 ini sudah cukup ‘tua’, tentu harapan akan kamera menengah dari Nikon tertumpu di D90 nanti apabila benar ada.

Bisa jadi, inilah alasan kenapa banyak sekali pihak yang antusias akan hadirnya Nikon D90 :

  • mereka perlu kamera DSLR Nikon yang terkenal akan kualitasnya dan jajaran lensanya yang lengkap
  • mereka perlu kamera DSLR kelas menengah yang mampu mengimbangi peningkatan kemampuan/skill fotografi mereka
  • mereka tidak ingin membeli D300 (apalagi D700) yang harganya masih mahal
  • mereka mengagumi kualitas Nikon D80 namun menyayangkan ketiadaan fitur live-view

Kabar baik soal apakah Nikon akan membuat D90 atau tidak perlahan akhirnya terungkap. Secara beruntun, banyak berita dan blog yang mengabarkan bahwa Nikon D90 akan segera keluar. Terakhir, dalam daftar inventori penjualan kamera ‘Circuit City’ sudah ditemui adanya produk Nikon D90 plus lensa kit baru (18-105mm VR) yang dijual seharga USD 1299. Kabar ini kontan saja membuat heboh dimana-mana karena Nikon sendiri dalam siaran persnya (hingga saat blog ini dibuat) belum mengumumkan secara resmi adanya Nikon D90. Bisa jadi Nikon sengaja menahan informasi ini hingga even akbar Photokina digelar September mendatang.

Oke, katakanlah kemungkinan 99% Nikon D90 ini nanti akan benar-benar diluncurkan. Lantas apa yang menjadi kekuatan utamanya? Pasar DSLR sudah amat sesak, berbagai fitur baru terus saja bermunculan. Nikon D90 sebagai DSLR kelas menengah semestinya harus tetap mempertahankan nilai plus yang ada di D80, sambil mengikuti tren fitur modern yang menyertai DSLR masa kini seperti teknologi live-view (yang sementara ini hanya bisa ditemui pada Nikon D300 keatas). Dengan harga sekitar 13 jutaan, tentu D90 nanti akan jadi pesaing berat bagi Canon 40D, Pentax K20D, Olympus E3 dan Sony A700.

Sebagai penutup, seperti biasa, izinkan saya meramal sedikit mengenai spesifikasi Nikon D90 ini :

  • Sensor CMOS APS-C dengan 12 MP
  • lensa kit baru 18-105mm DX VR
  • layar LCD 3 inci dengan live-view
  • movie mode
  • 11 titik AF
  • geotagging dengan built-in GPS
  • ISO 200-3200 (plus boost up to 6400)
  • penta-prism viewfinder
  • 4.5 fps continuous shooting
  • weather sealed body, tapi tidak berbahan magnesium alloy
  • anti debu pada sensornya
  • Expeed engine, Active-D lighting
  • 1/250s flash sync speed, shutter life up to 100.000 cycles
  • SD/SDHC card

Tentu saja semua ini hanya prediksi saya, tapi yang jelas spesifikasi yang dibuat Nikon untuk D90 nantinya tidak akan lebih rendah dari D80, namun juga tidak akan melampaui D300. Sementara fitur movie bila benar-benar terwujud, akan menjadi sejarah baru DSLR pertama di dunia yang bisa merekam video. Cool…

Update : Nikon D90 akhirnya benar-benar diluncurkan pada 27 Agustus 2008. Oleh karenanya tulisan ini saya anggap sudah tidak relevan lagi untuk dibaca, dan kesempatan untuk berkomentar pun saya tutup.

Published by

Erwin M.

Saya suka mengikuti perkembangan teknologi digital, senang jalan-jalan, memotret, menulis dan minum kopi. Pernah bekerja sebagai engineer di industri TV broadcasting, namun kini saya lebih banyak aktif di bidang fotografi khususnya mengajar kursus dan tur fotografi bersama infofotografi.com.

10 thoughts on “Mengapa begitu banyak yang menantikan Nikon D90?”

  1. Ada sedikit omongan sumir mengenai D90 yg saya dengar (dari orang yg sudah menjual unit D90 secara black market) menyatakan bahwa kamera ini adalah kamera yg menyalahi kodrat, “DSLR kok ada video recordernya. Ndak lucu. Kalo mau bikin video beli aja handycam.” Saya sebagai pengguna D80 sedikit banyak setuju. Kecanggihan DSLR membuat kamera jenis ini semakin user friendly,menipiskan jarak antara amatir dan pro. Bagaimana?

    Para forografer pro beranggapan, if it ain’t broke, don’t fix it. Kalau DSLR sudah baik, kenapa harus ditambah fitur macam2 (live-view, movie) dsb. Atau kenapa DSLR cerminnya harus dihilangkan dan auto fokusnya diganti contrast detect (spt pada micro four thirds). Tentu adanya fitur baru akan memudahkan pemakai namun bukan berarti bisa memberi hasil foto lbh baik.

    Ironisnya, fitur baru (yg belum tentu diperlukan) telah mendongkrak harga jual. Perhatikan betapa hanya Olympus E420 sebagai satu-satunya DSLR berfitur live view yg terjangkau. Canon 1000D pun harganya masih cukup tinggi, apalagi 450D, Sony A300 dan Olympus E520.

    Kasus movie ini adalah ambisi manufaktur dalam membuat DSLR modern yg mampu mendongkrak penjualan. Meski demikian tidak berarti semua DSLR baru harus punya fitur ini. Keuntungan utama adanya movie pada DSLR adalah hasil video dgn background blur layaknya sinema bioskop. Kesulitan utama adalah auto fokus yg tampaknya tidak berfungsi pada lensa lama.

    Ada penanya di blog ini yg bertanya apakah sebagai pemula dia pantas membeli D90? Tampaknya anda benar, kini DSLR semakin user friendly, sehingga D90 pun diminati oleh banyak pemula. Saya iri, D90 adalah kamera favorit saya dan entah kapan saya bisa membelinya….

  2. bagi saya D40 saja sudah cukup…

    aspek yg paling penting adalah aspek fotografernya….

    sejauh mana anda dapat memaksimalkan fitur yg ada…

    (the man behind the gun)

  3. yup! setuju yang penting fotografernya. bukan kamera semata.
    the man behind the gun!
    d80 sudah cukup buat saya.

    D80 sudah LEBIH dari cukup buat saya.. 🙂

  4. Gue sih pengen yg gampang. Kalau capek membidik/ngintip pake mata satu, kenapa ngga coba aja yg dwi fungsi. (soalnya mata gue sering merah kalau udah diatas 1.000 jepretan-Info). Lagian Gue dah liat & nyobain di Batam. Harganya 16 jutaan (hanya bodi plus lensa bawaan). Keren bangat!! Rencananya gue mau beli tuh…dimana ya harga yang 13 jutaan. tapi udah lengkap semuanya.

Comments are closed.