Fujifilm hentikan dukungan terhadap xD card?

Salah satu jenis memory card yang digunakan di kamera digital adalah xD card, dan uniknya jenis memori ini hanya bisa digunakan di kamera merk Olympus dan Fujifilm saja. Kedua perusahaan besar itu rupanya ingin membuat standar sendiri dan tidak ingin mengikuti standar memori yang lebih umum dipakai yaitu Compact Flash (CF) card atau Secure Digital (SD) card. Satu lagi perusahaan besar yang mencoba membuat standar sendiri adalah Sony yang tetap konsisten memakai Memory Stick sebagai media simpan data pada jajaran kameranya.

Memori xD selain mahal, kecepatannya juga kalah dibanding CF atau SD. Selain itu dukungan terhadap memori ini juga tidak banyak, hanya dipakai di produk Olympus atau Fuji. Itulah mengapa banyak orang yang tidak ingin memakai memori jenis ini. Efek secara langsung, penjualan produk Olympus dan Fuji mendapat hambatan gara-gara mereka tetap memaksakan standar xD pada produk kameranya. Berkaca dari kenyataan ini, Fuji belakangan ini tampaknya mulai melunak. Beberapa kamera barunya kini telah menyediakan dua slot memori, yaitu slot xD dan slot SD. Dualisme memori di kamera Fuji ini menyatakan kalau Fuji akan melakukan transisi standar memori namun secara perlahan.

Berita cukup mengejutkan datang saat Fuji mengumumkan produk barunya, FinePix S2000HD, yang hanya menyediakan memori card jenis SD saja. Inikah bukti kalau Fuji sudah tidak lagi mendukung format memori xD? Bila demikian adanya, maka Olympus kini menjadi pemain tunggal dengan memori xD. Suatu keputusan yang tepat dari Fuji menurut saya, karena tren kamera masa kini adalah kemampuan movie yang tinggi (resolusi HD) sehingga kebutuhan akan memori yang cepat menjadi mutlak perlu.

Bicara mengenai Fuji S2000HD ini, keistimewaannya adalah dalam kemampuannya merekam video beresolusi HD. Selebihnya, tidak ada yang istimewa dari kamera super zoom Fuji yang tidak memakai sensor Super CCD ini. Katakanlah, resolusi 10 MP, lensa wide 15x zoom yang lambat (f/3.5-5.4), sensor-shift stabilizer, layar LCD 2,7 inci, dan memakai 4 baterai AA.

Published by

Erwin M.

Saya suka mengikuti perkembangan teknologi digital, senang jalan-jalan, memotret, menulis dan minum kopi. Pernah bekerja sebagai engineer di industri TV broadcasting, namun kini saya lebih banyak aktif di bidang fotografi khususnya mengajar kursus dan tur fotografi bersama infofotografi.com.

One thought on “Fujifilm hentikan dukungan terhadap xD card?”

  1. Review-na bagus2. jadi, tanya2 dong.. ^_^

    CF card sama SD card lebih cepet mana mikir-na? kalo harga sih CF menang mahal.. soalnya pgn upgrade EOS400D ke 450D kok beda media simpan-na.. pgn coba live-view gitu.. :p tapi jadi mikir..

    kalo sama Alpha 300 gimana? maksutnya perbandingan sama 450D.. kalo diliat kemampuan sih, malah live-view sony kabar-na lebih jago.. harga juga menyenangkan.. apa sony udah dapat diunggulkan? sharing ttg 450D sama A300 dunk..

    thx ya.. ^_^

    Secara teori CF card masih menang. Tapi kembali ke kebutuhan, seberapa cepat anda butuh memori untuk di kamera anda? Berapa kemampuan continuous shooting file RAW di EOS 45oD, berapa kecepatan memori SD yang tertinggi saat ini (katakanlah Sandisk Ultra)? Saya yakin si memori masih mampu mengimbangi kecepatan laju data dari gambar yang diambil kamera (dan ingat kamera pun punya buffer memory). Jangan ragu membeli kamera DSLR hanya karena dia memakai memori SD.

    Live view EOS 450D dan Alpha 300 cara kerjanya sangat berbeda. Bila suka memakai live-view tapi tidak ingin mengorbankan kecepatan auto fokus, tentu prinsip kerja Alpha lebih cocok. Bila suka live view dan ingin melihat detil gambar yang diambil lewat layar LCD (biasanya untuk manual fokus), Alpha tidak bisa magnify gambar di layar LCD.

Comments are closed.