Acer Aspire One, hands-on preview

Siang tadi saya diminta menemani rekan kerja saya untuk membeli mini-notebook idamannya, Acer Aspire One, ke daerah Glodok, Jakarta Pusat. Ternyata bukan hal yang mudah untuk mendapat produk tersebut, bahkan di bilangan pusat komputer Pinangsia Glodok tercatat hanya ada sedikit toko yang ready stock, itupun umumnya hanya menjual yang versi AOA110 (dengan SSD drive 8 GB). Padahal kawan saya bersikukuh hanya ingin membeli yang versi AOA150 (dengan HDD 120 GB plus Windows XP asli). Meski sempat tergoda oleh produk sejenis yaitu HP 2133, Asus Eee 900, Axioo dan MSI wind, akhirnya dia berhasil mendapat Acer versi AOA150 seharga US$ 520 tersebut.

Bagi yang mungkin belum begitu mengikuti berita terkini seputar mini-notebook/UMPC ini, sekilas saya sampaikan kalau tren laptop masa kini mulai mengarah pada produk berukuran mini dengan Asus Eee PC 701 sebagai pelopornya. Dengan ciri ukuran yang kecil, layar dibawah 10 inci, tanpa drive optik, ruang simpan berbasis flash/SSD (meski kini banyak yang memakai hard disk), dan harga yang terjangkau, telah membuat generasi mini ini kini amat digandrungi oleh banyak kalangan masyarakat. Generasi Asus Eee yang mengandalkan prosesor Intel Celeron tampaknya terkendala oleh borosnya daya dan suhu yang tinggi, sehingga produsen pesaing mulai memakai prosesor lain yang berdaya rendah. Oleh karena itu kini banyak dijumpai produk mini yang memakai prosesor hemat daya seperti VIA ULV dan AMD Geode. Intel lantas menjawab kebutuhan prosesor untuk mobile berdaya rendah dengan meluncurkan Intel Atom, yang tampaknya bakal jadi pilihan utama untuk komputasi ringan memakai mini-laptop semacam ini.

Alasan kawan saya untuk membeli Acer Aspire One AOA150 memang rasional, dia perlu mobilitas namun tak ingin kompromi dengan kualitas, sementara faktor dana juga terbatas. Hasil berburu spesifikasi di internet memang membuat kami yakin akan pilihan yang satu ini, setidaknya simak saja spesifikasi yang diusungnya :

  • Prosesor Intel Atom N270 (1,6 GHz, FSB 533 MHz, L2 512 kB, HT)
  • Chipset Mobile Intel® 945GSE Express
  • Memori 1GB (512MB onboard SDRAM dan 512MB DDR2 soDIMM)
  • Hard disk 2.5″ berkapasitas 120 GB (putaran 5400 rpm)
  • Layar LCD CrystaBrite berukuran 8,9 inci ( wide SVGA 1024 x 600)
  • WiFi
  • Windows XP SP3 asli (plus Office 2007 60 hari free trial)

aspire1Setiba di kantor, tibalah saat yang dinanti-nanti. Proses unpacking hingga start-up pun segera dilakukan. Mini laptop berbobot sekitar 1 kilo inipun menyala tanpa masalah. Sebagai kesan pertama, faktor desain produk ini mendapat acungan jempol dari saya. Bodi berbahan plastik yang ringan namun kokoh, tombol keyboard yang berukuran (hampir) standar (meski tidak senyaman HP 2133), dan engsel yang solid mengesankan kalau produk ini tidak murahan. Namun demikian, tombol power dan indikator lampu LED sepintas terlalu kecil bagi saya. Saat tampilan LCD memunculkan logo Windows XP, kami terkesan akan ketajaman layar LCD yang hampir berukuran 9 inci ini (meski saya berharap seandainya saja layarnya berukuran 10 inci layaknya MSI Wind). Namun saat tiba waktunya melihat icon dan huruf di layar, barulah terasa kalau memang tulisan di layar sekecil ini agak sulit dibaca karena terlalu kecil.

Berkat pemakaian prosesor hemat energi, sistem pendinginan di dalam mini laptop ini tak perlu kipas yang kencang. Maka itu bukan hanya hampir tanpa suara, tapi juga panas yang dihasilkannya juga rendah. Saat baterai telah terisi penuh, indikasi sisa waktu pemakaian baterai menunjukkan sanggup bertahan hingga 7 jam, mengagumkan. Secara hardware, saya tidak terlalu merasa ada perbedaan saat memakai Acer kecil ini dibanding memakai komputer biasa. Waktu yang diperlukan untuk membuka dan memproses program hampir sama cepatnya dengan komputer biasa, mungkin karena prosesor Atom ini punya kecepatan 1,6 GHz dan FSB 533 MHz, belum lagi ditambah dengan dukungan memori sebesar 1 GB yang sayangnya tidak bisa ditambah lagi. Pemasangan mouse optik di port USB berjalan sukses, demikian juga saat saya memasang SD card pada tempatnya, yang langsung dikenali sebagai drive D. Penerima WiFi pun berfungsi baik terbukti langsung dapat mengenali adanya jaringan dan menanyakan apakah ingin terkoneksi atau tidak. Kami pun tak lupa menguji kemampuan kameranya, yang ternyata relatif standar (dengan frame rate agak rendah). Untuk keamanan, tersedia anti virus yang telah terinstal bersama dengan bermacam utiliti Acer lainnya. Sayangnya tidak tersedia peranti Bluetooth di Acer edisi ini, sehingga perlu menambah satu USB dongle khusus Bluetooth bila suatu saat diperlukan.

Overall, sebagai kesan pertama, saya amat terkesan akan Acer Aspire One ini. Ukurannya yang kecil ternyata dapat disiasati dengan baik oleh Acer sehingga penempatan baterai, port, keyboard dan touchpad dapat tetap logical dan practical. Desainnya pun berkesan elegan dan tidak terkesan murahan, belum lagi keyboardnya yang meski terkesan penuh/rapat, namun berukuran cukup wajar. Kinerja komputasi tergolong baik untuk ukuran perangkat mini, dengan dukungan prosesor yang berkualitas dan memori yang lega. Ukuran layar yang hanya 8,9 inci memang mengharuskan adanya kompromi, utamanya adalah dalam mengecilnya ukuran huruf (dibanding dengan laptop normal berlayar 14 inci). Namun layar yang kecil tidak berarti tampilannya jadi mengecewakan, karena layar LCD ini tajam, kontrasnya baik, dan viewing-anglenya juga lebar. Untuk urusan browsing internet memakai WiFi di warung kafe atau sekedar mendukung urusan kantor seperti aplikasi office, tampaknya produk satu ini sudah amat mumpuni. Terlebih, harga yang ditawarkan masih jauh dibawah produk pesaing, semakin menambah daya pikat si mungil yang satu ini. Anda berminat?

Published by

Erwin M.

Saya suka mengikuti perkembangan teknologi digital, senang jalan-jalan, memotret, menulis dan minum kopi. Pernah bekerja sebagai engineer di industri TV broadcasting, namun kini saya lebih banyak aktif di bidang fotografi khususnya mengajar kursus dan tur fotografi bersama infofotografi.com.

17 thoughts on “Acer Aspire One, hands-on preview”

  1. Maaf mas…pertanyaannya agak gaptek nih….
    bisa ndak yang versi xp ini, dipasangi external HDD, dan koneksi internetnya apa bisa menggunakan modem2 hp cdma, atau direct cable macam speedy gitu ??
    Trims.

    Secara teori sih semua perangkat USB bisa dipakai, termasuk HD eksternal. Tapi ya siap2 kapasitas baterainya akan cepat habis kalo make HD eksternal.

    Koneksi internet selagi masih pake USB sih bisa, teman saya make modem Telkomsel Flash oke2 aja. Coba wifi di bandara juga dia gak ada masalah. Kalo direct cable telkom kayanya opsional deh, kecuali kabel LAN di kantor. Yang penting tuh HP CDMA udah ada kabel datanya, trus instal semacam PC suite gitu.

  2. nanya dong.
    “Windows XP SP3 asli (plus Office 2007 60 hari free trial)” nah kalo trialnya abis, harus beli lagi, dong!
    mahal gak?

    thx.

    Mestinya sih harus beli atau masukin kode untuk lanjutin makenya. Office 2007 emang mahal, makanya di kantor saya pake open office yang gratis.

  3. open office.
    jadi baru lagi pertanyaannya.
    ceritain tentang open office dong.

    thx

    Open Office, aplikasi office gratisan buatan Sun microsystem. Saat MS office semakin mahal, aplikasi open office jadi pilihan menarik buat dipake di kantoran yg semua softwarenya harus legal. Versi yg saya pakai 2.0 tapi kini sudah tersedia versi 3.0 yg bisa di download disini.

  4. Maaf ikutan karena saya juga sedang compare netbook yg ada dipasaran, habis menarik sih kayaknya buat dibawa mudik kekampung.

    Oh ya, untuk VGA out put nya ada tidak ya? karena saya biasa sering pakai laptop Tosiba Satellite saya ke LCD Projector.

    Thanks atas replynya ya….

    Semestinya semua netbook ada output VGA (analog RGB). Soal Aspire One ini sudah jelas ada, karena utk pemakaian di rumah, kawan saya menghubungkan netbooknya ini ke LCD monitor 17 inci sehingga resolusinya semakin lega. Jadi mestinya untuk dipakai di proyektor seperti InFocus sih bisa saja..

  5. kalo bli yang SSD(8Gb) bisa d upgrade ke HDD gk y??
    (HDD2,5″ 9,5MM juga…)
    tq y …..

    Ide menarik, tapi saya juga tidak tau soal ini. Kalo bisa sih asyik juga ya, meski secara dimensi fisik SSD dan HDD berbeda, tapi siapa tau bisa saling tukar (kalau pakai soket data yg sama).

  6. aspire one AOA 150 ini pakai battrey berapa cell sih kok bisa tahan sampai 7 jam? Setahu saya kok cuman 3 cell?

    Saya lupa, mungkin memang 3 cell. Angka 7 jam itu klaim yang nongol di power properties (control panel), nyatanya sih cuma mampu digenjot sampai 3 jam saja.

  7. saya mau beli laptop aspire one.. tapi masih bingunng. abiz ukuranya saya ga terlalu senang, abiz kecil bangeeet,trus harganya sekarang berapa ya??

  8. Mas Gaptek,

    Untuk Acer Aspire One ini ada yg pernah nyoba instal Pro Evolution Soccer [PES 6] ga???

    kira2 pergerakannya gimana???

    kalo lumayan hidup, saya mau ambil ini netbook nih… [program wajib setelah Office] ;))

    Thanks,

    Regards,
    -dendi-

    1. Jangan berharap banyak utk kinerja grafis di netbook/nettop apalagi yg masih pakai chipset intel. Saya prihatin saat Nvidia membuat chipset utk intel atom (platform nettop Ion) yg lebih bertenaga utk kinerja grafis, intel justru mempermasalahkan soal lisensinya.

  9. ooo… makasih banget tanggapannya… berarti saya ga jadi beli netbook deh…
    btw, punya rekomendasi utk notebook yg grafisnya udah oke, layar 12″, yg <10jt.

    tadinya mau ambil ACER 2930 [kalo ga salah], tapi ada salah satu toko ga merekomendasikan ACER krn kl udah setahun, engselnya cepet rusak.

    saat ini saya make DELL Latitude D410, layar 12″, walaupun cuma centrino aja, tapi udah 2th lebih tapi ga pernah masalah sekalipun dipake buat maen PES seharian… tapi pengen ganti aja yg baru… v ^_^

    thanks b4.

  10. touch pad nya paling mudah rusak di aspire one.
    saya baru beli dua minggu… udah gak fungsi, jadi terpaksa pakai mouse. teman saya, beli tipe yang sama, masalahnya juga sama.

    heran, apakah hanya kebetulan saja atau memang Aceer seri ini punya masalah di bagian ini.

    saya belum membawanya ke service acer, karena masih garansi, khawatirnya harus ditinggalkan komputernya, alamat tidak bisa kerja. mau perbaiki sendiri juga gak ngerti.

    jika ada yang puinya solusi, sudilah membantu : eurekabuana@gmail.com

    salam.

  11. maaf mas..saya mau tanya..indikator panasnya itu seberapa ya…

    saya juga baru 3 bulan yg lalu..cuma kok saya ngrasa agak panas ya..

    apa ada yg salah??

    padahal saya klo make selalu di tempat dtar..

Comments are closed.