Pilihan netbook/UMPC yang memakai hard disk

Laptop mini, atau netbook, atau UMPC, kini semakin menjadi barang yang umum dibicarakan. Semenjak generasi awal Asus Eee PC 701 diluncurkan, kini terhitung telah banyak produk pesaing yang bermunculan baik dari merk papan atas ataupun merk yang masih asing di telinga. Yang pasti, resolusi layar LCD yang awalnya berukuran 7 inci diakui memang masih kurang lebar dan syukurlah kini tren yang terjadi telah berkembang ke ukuran layar 8,9 hingga 10 inci. Penggunaan prosesor hemat daya seperti Intel Atom pun semakin membuat produk netbook menjadi banyak digemari, karena konsumsi daya yang rendah namun kinerjanya tidak loyo. Uniknya, tren media simpan data ternyata terpecah ke dalam dua kubu, yaitu kubu Solid State Drive (SSD) yang berbasis flash dan kubu hard disk konvensional. Media SSD diyakini lebih cepat dan lebih aman guncangan, namun untuk mendapat netbook dengan SSD kapasitas tinggi tampaknya masih terlalu dini. Upaya menaikkan kapasitas SSD hingga 20 GB pun membuat harga netbook menjadi tinggi. maka itu umumnya netbook masih mengusung SSD berkapasitas 4-8 GB yang sayangnya amat kurang bila dibandingkan dengan besarnya file multimedia masa kini yang amat besar.

Untuk itu saya coba susun daftar netbook yang menggunakan hard disk konvensional sebagai media simpannya. Meski hard disk masih tergolong boros baterai, panas dan lambat, namun keuntungan dalam daya tampung datanya yang tinggi membuat pilihan netbook dengan hard disk menjadi lebih rasional (untuk saat ini). Inilah 6 (enam) netbook yang memakai hard disk yang mungkin bisa anda pilih, diurut berdasar kapasitas hard disk terbesar hingga terkecil.

  1. Axioo Pico. Produk ini menempati posisi pertama karena kapasitas hard disk yang ditawarkannya luar biasa besar dengan kapasitas 160 GB. Namun Pico ini memang  layak menempati posisi teratas disini karena didukung spesifikasi yang mantap seperti prosesor Intel Atom 1,6 GHz, memori 1 GB, WiFi, webcam 1,3 MP, plus Windows XP home. Terlebih, layar Pico ini telah berukuran 10 inci yang nyaman untuk membaca teks/huruf berkuran kecil. Harga jual Pico ini berada di kisaran 5,2 jutaan.
  2. HP mini-note 2133. Pemain elit di kelas laptop pun kini telah terjun ke dunia netbook dengan produk mini-note 2133 yang sayangnya justru memilih memakai prossesor VIA C7-M 1,2 GHz yang amat lambat. Padahal HP 2133 ini memiliki desain yang cantik dan bodi almunium, plus keyboard yang nyaman. Spesifikasi lainnya terhitung standar dengan layar 8,9 inci, memori 1 GB, harddisk 120 GB, WiFi, webcam VGA, plus Windows Vista home. Ya, Windows Vista. Apakah pemilihan OS ini tidak terlalu berlebihan ya? Mungkin itulah mengapa harga yang ditawarkan jadi kelewat tinggi dengan 6 juta rupiah.
  3. Acer Aspire One 150. Bicara tentang produk UMPC yang berimbang antara harga dan performa, bolehlah Acer 150 ini menyandang predikat ‘recomended UMPC’. Bagaimana tidak, berbekal nama besar Acer, produk seharga 4,8 juta ini telah dibekali prosesor Intel Atom 1,6 GHz, layar 8,9 inci, memori 1 GB, Harddisk 120 GB, WiFi, webcam VGA, plus Windows XP home. Sekedar hands-on preview saya pribadi bisa dibaca disini.
  4. Asus Eee PC 1000H. Bila jajaran Asus Eee 701, 900, 901 hingga 1000 seluruhnya memakai media simpan SSD, maka Asus menjawab kebutuhan netbook berhard disk dengan Eee PC 1000H ini. Prosesornya kini telah memakai Intel Atom 1,6 GHz, layar berukuran 10 inci, memori 1 GB, Harddisk 80 GB, WiFi, Bluetooth, webcam 1,3 MP, Dolby, plus Windows XP home. Bisa jadi inilah ‘best-UMPC’ yang harganya hampir sama dengan laptop termurah di pasaran.
  5. MSI Wind U100. Satu lagi pemain baru di dunia netbook hadir. Produsen motherboard ini mengisi pasaran netbook dengan satu-satunya produk UMPCnya yang bernama Wind U100. Berbekal prosesor Intel Atom 1,6 GHz, produk seharga 5,9 juta ini mengandalkan layrnya yang berukuran 10 inci. Spesifikasi lainnya tergolong standar dengan memori 1 GB, Harddisk 80 GB, WiFi, webcam 1,3 MP, plus Windows XP home.
  6. Zyrex Anoa 942. Produk lokal ini patut diperhitungkan dengan harganya yang murah (dibawah 4 juta), meski hanya mengusung prosesor Intel Mobile-ULV 900 MHz, namun layar Anoa ini telah berukuran  8,9 inci. Spesifikasi lain, memakai memori ‘hanya’ 512 MB, Hard disk lumayan lega 40 GB, WiFi, webcam VGA, dan OS yang disediakan cukup berbeda yaitu Linux. Bila harga jadi faktor utama, bisa jadi Anoa ini layak dipertimbangkan.

Sebagai info tambahan, bila faktor dana betul-betul jadi alasan utama (namun tak ingin mengorbankan kualitas), siap-siaplah menyambut UMPC termurah : Dell Inspiron 910 seharga 3 juta, yang semoga akan segera diluncurkan dan masuk ke pasaran Indonesia. Meski tidak memakai hard disk, Dell 910 ini amat ramai dibicarakan apalagi kalau bukan karena harganya yang murah. Spesifikasi yang bakal diusungnya amat baik mengingat harganya yang murah, simak saja : Atom 1,6 GHz, layar 8,9 inci, DDR2 FSB 800, SSD 16 GB, WLAN/WWAN, OS Ubuntu atau XP2. Bila sudah begini, harga netbook lain harusnya juga ikut turun untuk menjaga persaingan penjualan. Seru kan?

Published by

Erwin M.

Saya suka mengikuti perkembangan teknologi digital, senang jalan-jalan, memotret, menulis dan minum kopi. Pernah bekerja sebagai engineer di industri TV broadcasting, namun kini saya lebih banyak aktif di bidang fotografi khususnya mengajar kursus dan tur fotografi bersama infofotografi.com.

6 thoughts on “Pilihan netbook/UMPC yang memakai hard disk”

  1. Katanya dah ada netbook dilengkapi hsdpa,merk apa ya?

    MSI wind U120, punya modem HSDPA built-in, jadi gak perlu beli modem USB lagi.

  2. boleh tny…
    mana yg lebih bagus…antara axio pico yg hrg 4,2 jt (saya lupa kodenya) dengan asus 900 HA dan Hp mini….
    kekurangan n kelebihan msg2 tolong di jelaskan…
    terima ksh…

Comments are closed.