Tips : Jadikan foto lebaran nan berkesan

Hari raya lebaran tahun ini kurang dari sepuluh hari lagi. Jadikan kenangan lebaran nanti lebih berkesan dengan foto-foto apik yang anda hasilkan. Berikut sedikit tips memotret yang mungkin berguna untuk membuat foto lebaran nanti lebih nyaman dan berkesan.

  • Siapkan kamera anda sebaik-baiknya. Sebelum mudik atau bertemu sanak saudara, pastikan perangkat fotografi anda siap. Periksa kembali kamera, lensa, lampu kilat, baterai, memory card, tripod dan tas kamera. Satu saja asesori tertinggal bisa membuat anda repot sendiri nantinya. Periksa kembali kondisi lensa dan sensor (bila memakai kamera DSLR), apakah ada debu yang menempel disana.
  • Upayakan memiliki spare memory card dan baterai cadangan. Mungkin anda merasa sekeping memory card ukuran 1 GB sudh cukup, namun ternyata godaan untuk merekam movie memakai kamera digital membuat anda terkejut betapa cepatnya memori anda penuh. Bila kamera anda memakai baterai AA, tak ada salahnya membawa beberapa baterai alkaline. Bila kamera anda memakai baterai Lithium, mungkin anda tidak punya cadangan baterai karena harganya yang tinggi, setidaknya pastikan charger baterai tidak tertinggal.
  • Gunakan resolusi tinggi dan kualitas kompresi JPEG yang baik. Bila kamera anda beresolusi 10 MP, minimal gunakan resolusi 5 atau 7 MP, sehingga bila ternyata banyak foto yang akan dicetak, ketajamannya tetap terjaga. Kualitas kompresi kamera umumnya terdiri atas dua pilihan : Normal dan Fine. Tak ada salahnya memakai kualitas kompresi JPEG terbaik karena meski akan memperbesar ukuran file, namun foto JPEG yang dihasilkan akan terbebas dari artefak JPEG yang mengganggu.
  • Untuk foto yang sifatnya amat penting, seperti foto keluarga bersama-sama, sebaiknya gunakan format file RAW (bila tersedia di kamera anda). File RAW ini akan memberi kebebasan olah digital nantinya, termasuk memperbaiki white balance, ketajaman dan noise reduction.
  • Pastikan setting lainnya sudah default. Jangan sampai saat memotret momen penting anda lupa ternyata masih memakai ISO 1600, atau nilai exposure compensation (Ev) bukan di titik nol. Untuk itu tinggalkan nilai ISO di nilai dasarnya (80-200), White Balance di posisi AUTO, Ev di nilai nol, dan movie mode di resolusi dan frame rate tertinggi.
  • Pemakaian tripod amat penting saat foto lebaran. Anda tentu ingin berfoto bersama keluarga kan? Gunakan saja tripod dan self timer. Meski anda bisa saja meletakkan kamera di meja atau kursi, tapi dengan memakai tripod anda akan terkesan profesional.
  • Penggunaan lampu kilat akan amat sering, karena umumnya foto lebaran di lakukan di dalam ruangan. Bila lampu kilat anda bisa dibouncing, arahkan cahaya ke atas (langit-langit) untuk pencahayaan yang tidak langsung. Atau bila perlu gunakan flash diffuser agar bayangan yang dihasilkan tidak harsh / keras. Bila memakai kamera saku, cobalah lebih berkreasi dengan mode slow sync flash, dengan tujuan mendapat foto yang dramatis. Baik si objek ataupun background akan tampak terang, tak seperti lampu kilat biasa yang backgroundnya umumnya menjadi gelap dan membosankan. Hanya saja perlu diingat, slow sync akan melambatkan kecepatan shutter hingga 1/10 detik. Untuk itu gunakan self timer/tripod dan mintalah si objek untuk diam hingga foto diambil. Pastikan juga fitur anti red-eye telah diaktifkan.
  • Fitur kamera modern seperti stabilizer dan face detection tidak ada salahnya untuk dibirkan dalam posisi aktif. Stabilizer dapat mencegah foto yang blur akibat getaran tangan, sementara face detection dapat mencegah kamera salah dalam mengunci fokus.
  • Bila kondisi pemotretan berada di luar rumah yang cahayanya banyak, dan kamera anda mendukung mode eksposur manual, kecilkan saja bukaan diafragma lensanya. Hal ini akan membuat foto lebih tajam dan mencegah pemakaian shutter terlalu cepat. Bila si objek berada di bawah bayangan pohon, jangan ragu gunakan lampu kilat meski siang hari. Ini akan membantu pencahayaan sehingga wajah objek tidak jadi gelap.

Tentu saja tips singkat ini belum mencukupi, untuk mendapat foto yang baik perlu mendalami lagi teknik memotret yang baik. Untuk itu telah banyak referensi lengkap soal ini di internet, mulai dari bermain komposisi, teknik eksposure, tips memotret portait, dan lainnya. Yang saya sampaikan hanyalah kiat mengoptimalkan kamera yang dipakai untuk memotret nanti, selebihnya, man behind the gun lah yang menentukan. Selamat berlebaran..

Advertisements

Published by

Erwin M.

Saya suka mengikuti perkembangan teknologi digital, senang jalan-jalan, memotret, menulis dan minum kopi. Pernah bekerja sebagai engineer di industri TV broadcasting, namun kini saya lebih banyak aktif di bidang fotografi khususnya mengajar kursus dan tur fotografi bersama infofotografi.com.

4 thoughts on “Tips : Jadikan foto lebaran nan berkesan”

  1. Mau tanya nih mas,

    Kalau motret anak kecil, ternyata dia suka memicingkan mata saat blitz menyala. Apakah blitz membahayakan? anak saya itu ternyata memicingkan mata terus ketika dipotret (dengan kamera saku). Saya coba non aktifkan blitz, tapi jadi gelap. Dan, di kamera saya ada fitur long shutter atau slow synch, apakah kedua fitur itu bisa dipakai untuk memotret tanpa blitz?

    Thanks.

    Ya karena silau, refleks mata akan spt itu. Sebaiknya jangan sering ditembakkan ke anak dibawah satu tahun. Tapi reaksi alamiah mata saat terkena cahaya kan diafragmanya akan mengecil sehingga cahaya lampu kilat tidak berdampak serius ke mata.

    Saran saya, pake aja fitur red-eye. Ada dua macam red-eye : dengan pre-flash (spt olympus) atau dengan lampu khusus. Fungsinya, membuat mata mengecilkan diafragma sebelum ditembak lampu kilat, sehingga mata tidak memantulkan warna merah saat difoto. Atau kalau pake lampu kilat eksternal pada DSLR, di bouncing saja ke atas.

    Kalau motret di tempat kurang cahaya, dan lampu kilat dimatikan, hasilnya memang bisa gelap tergantung kondisi cahaya sekitar saat itu. Bila masih ada lampu-lampu di dalam ruangan, bisa coba pake ISO tinggi dan slow shutter (misalnya, ISO 800, 1/10 detik). Pastikan pake tripod dan mintalah si anak untuk diam.

    Ken Rockwell senang memotret anaknya tanpa flash di dalam rumah. Tapi dia harus modal dana besar untuk itu, setidaknya dia pake ISO 6400 dari Nikon D3 yang sensornya full-frame, terus pake lensa yang bukaannya f/1.4. Memang dahsyat, tanpa lampu kilatpun fotonya tampak terang.

  2. Salam,

    Nyambung pertanyaannya Flamboyan nih, seberapa perlu sih pake blitz? soalnya saya kalo moto2 gak pernah/selalu menghindari pemakaian blitz. kalo misalnya terlalu gelap ato terang, saya suka maenin di diafragma & Exposure compensation (terus terang saya gak suka dengan hasil yang menggunakan blitz, terlalu terang kalo kata saya sih 🙂 )

    Satu lagi nih mas, kapan sebaiknya kita pake blitz?

    Thanks in advance.

    Lampu kilat, dipakai untuk membantu memberi sumber cahaya bila cahaya sekitar dirasa kurang bagi kamera untuk mendapat eskposure yg pas. Selain itu, bisa juga sebagai fill-in light untuk menghilangkan bayangan (Spt bayangan topi di wajah) saat memotret siang hari. Untuk urusan kreatif, beberapa lampu kilat yg disusun secara tepat dan dikendalikan secara wireless mampu memberi kesan pencahayaan yg profesional.

    Selama masih bisa memotret tanpa lampu kilat, go for it. Atur eskposure, mainkan ISO, ubah Ev. Tapi adakalanya kita dihadapkan pada lambatnya shutter (jadi blur), noise di ISO tinggi, atau shadow yang kontras. Untuk itu bila perlu, gunakan lampu kilat.

    Efek jelek dari lampu kilat adalah warna yg tidak natural, dan bayangan yg dihasilkan akibat dari pencahayaan depan. Untuk itu, bila punya gunakan flash diffuser atau bila memakai flash eksternal, arahkan lampu ke atas (di bouncing).

  3. Mas gaptek, Gimana cara motret untuk menghilangkan bayangan, saya sering motret orang untuk dijadikan pas foto, tapi bayangannya slalu nampak di background, mohon saran dan teknik…

    1. Bayangan terjadi karena sifat pencahayaan dari lampu kilat yg dipakai berkarakter keras (hard light). Untuk itu perlu diatur bagaimana caranya ‘melembutkan’ cahaya tsb supaya bayangannya tidak terlalu kelihatan. Paling mudah sih pakai diffuser supaya cahaya menyebar dan lebih lembut. Trik lain pakai lampu kilat eksternal dan arah cahaya dibuat ke atas (bounce) sehingga jatuhnya cahaya ke wajah orang lebih alami. Di studio foto digunakan dua lampu di kiri kanan untuk meminimalisir bayangan.

Comments are closed.