Nikon D90, sang penantang DSLR semi-profesional

Setelah lama dinanti-nantikan oleh banyak fotografer di seluruh dunia, Nikon akhirnya merilis juga generasi penerus dari Nikon D80 yang diberi nama Nikon D90. Hadir menjadi kamera DSLR pertama di dunia yang bisa merekam video beresolusi HD, Nikon D90 ini langsung banyak membuat para fotografer jatuh hati karena harganya yang masih relatif bersahabat dengan kantong. Uniknya, kehadiran Nikon D90 terasa bertabrakan dengan DSLR Nikon semi-profesional kelas DX (yang berada satu level diatas D90) yaitu Nikon D300. Di saat yang bersamaan dengan peluncuran Nikon D90, Canon juga meluncurkan EOS 50D, sang jawara dari Canon di kelas DSLR sensor APS-C yang diposisikan untuk menggantikan EOS 40D. Peta persaingan yang unik tampaknya, dimana Nikon D90 tampaknya terjepit diantara kelas semi-pro (Nikon D300 atau Canon EOS 50D) dan kelas pemula (Nikon D60 atau Canon EOS 450D). Secara spesifikasi (dan harga) tentu wajar bila Nikon D90 ini menang telak bila dibanding dengan DSLR kelas pemula, namun apakah Nikon D90 akan otomatis kalah bila dibandingkan dengan DSLR kelas semi-pro? Lantas wajar bila kemudian muncul pertanyaan yang menggelitik : “Dapatkah Nikon D90 ini menyaingi kinerja kamera DSLR semi-pro (seperti Nikon D300 atau Canon 50D), yang notabene harganya lebih mahal?” Jawabannya bisa antara ya dan tidak, simak saja artikel ini hingga tuntas…

Kita mulai dari fitur andalan Nikon D90. Tak seperti D80 yang memakai sensor CCD, kini D90 telah memakai CMOS berformat DX beresolusi 12 MP dan telah memiliki fitur live-view. D90 juga menyempurnakan sistem auto fokus D80 (meski sama-sama memiliki 11 titik AF) dengan fitur 3D tracking, auto-area AF yang handal, contrast-detect saat live-view (plus face detection), 4,5 fps continuous shooting, Active-D lighting dan kemampuan merekam klip video beresolusi 720p dengan 24 fps plus suara. Belum cukup? Bagaimana dengan layar LCD yang lega berukuran 3 inci dengan 920ribu piksel resolusi VGA yang amat tajam dan nyaman dilihat? Atau bagaimana bila saya katakan kalau Nikon D90 ini mampu melakukan foto geotagging dengan dukungan penerima GPS terpisah? Untuk ini semua, plus lensa kit baru AF-S 18-105mm DX VR, Nikon mematok harga sekitar 13 juta (10 juta body only) atau masih lebih murah dibanding Nikon D300 dan Canon 50D. Lantas, bagaiman bila Nikon D90 ini diadu dengan kamera DSLR semi-profesional?

Skenario 1 : Nikon D90 vs Nikon D300

Perdebatan seru yang sering mengemuka adalah : “Sensor keduanya sama, mengapa membeli D300 yang lebih mahal?” Sebaliknya, di lain pihak ada yang menyerukan : “Harganya beda sedikit, mengapa tidak ambil D300 yang lebih superior?”

Bingung? Kita coba telaah satu persatu. Bahwa sensor dan resolusi keduanya sama, ya, fakta ini memang benar adanya. Namun bagaimanaย  dengan kualitas gambarnya? Saya kutip dari Ken Rockwell :

The more I use the D90, the more I like it. For most people it can replace the old D300 at a much lower price. The D90 offers the same or better image quality, with many new features, in a lighter plastic package with the same vivid and accurate 3″ LCD and a much improved rear multi selector for faster handling. The D90 also has better ergonomics than the D300 and D3, so it’s easier to get where you want in the menus faster.

Anda tidak harus setuju dengan kutipan diatas, karena soal image quality dan ergonomi itu sangatlah subjektif. Betul kalau keduanya berbagi spesifikasi yang sama seperti sensor, viewfinder, LCD dan fitur lain seperti Picture Control dan live-view. Soal kualitas gambar, anggaplah secara sederhana, keduanya pun memberi hasil foto yang sama baiknya. Namun guna mengenal perbedaan keduanya, coba kita tinjau perbedaan spesifikasi yang amat mendasar :

  • bodi : D90 masih berbahan polycarbonate, sedangkan D300 telah memakai bodi berbahan magnesium alloy (wheater sealed) yang lebih kokoh dan tahan cuaca ekstrim
  • image processing : D90 masih memakai prosesor Expeed 12 bit, dan D300 bisa memilih 12 atau 14 bit
  • memori : D90 memakai SD card, D300 memakai CF card
  • metering : D90 masih memakai 420-piksel RGB sensor yang sama seperti D40/D60/D80, sementara itu D300 telah memakai 1,005-piksel RGB sensor yang lebih presisi dalam mendeteksi eksposure dan fokus
  • auto fokus : D90 ‘cuma’ punya 11 titik AF, D300 punya 51 titik AF (15 cross type) yang lebih cepat dalam proses kerja AFnya
  • viewfinder : D90 sanggup mencover 96% bidang gambar, namun D300 bahkan mampu mencover hingga 100%, keduanya berjenis pentaprism yang terang
  • kinerja : D90 lumayan cepat dengan 4.5 fps, D300 lebih cepat dengan 6 fps (bahkan 8 fps dengan battery grip)
  • shutter count : shutter D90 sanggup jeprat-jepret hingga 100 ribu kali, tapi D300 telah teruji hingga 150 ribu kali jepret
  • fitur lain : D90 bisa movie dan geotagging, D300 tidak

Tampak jelas bahwa keduanya memang bisa dianggap sama dalam ukuran sensor dan resolusi, namun tidak demikian dengan spesifikasi lainnya. D300 ditargetkan untuk para profesional yang memerlukan kecepatan tinggi, akurasi fokus yang tinggi, memotret di luar ruangan dengan kondisi cuaca ekstrim dan usia shutter yang lebih panjang. Sementara D90 mampu melakukan video recording plus suara, serta ada fasilitas geotagging dengan modul GPS tambahan.

Kedua kamera DSLR ini mampu memberi hasil foto yang sama baiknya, namun dengan harga yang terpaut beberapa juta. Untuk itu pilihan lebih diarahkan kepada kebutuhan fotografi anda, bukan atas resolusi ataupun image quality semata. Sebagai tambahan, baik Nikon D90 dan Nikon D300 memakai sensor DX, yang meski diatas kertas sanggup mencapai ISO 6400, namun keterbatasan sensor DX tentu tak akan sebaik sensor Full-frame.

Bila anda mencari kamera DSLR Nikon berformat DX yang terjangkau, berkualitas tinggi, mampu merekam video, fitur face-detection yang dapat diandalkan, Nikon D90 adalah pilihan tepat. Namun D300 akan jadi pilihan satu-satunya di kelas DX, bila anda perlu DSLR berbodi kokoh, kinerja auto fokus kelas atas atau memotret momen olah raga dengan 6 fps atau lebih. Baik D90 atau D300, keduanya bukan untuk fotografi low light ISO tinggi yang bersih dari noise, untuk itu pertimbangkan Nikon D700 bersensor Full-frame.

Skenario 2 : Nikon D90 vs Canon EOS 50D

Pertanyaan yang selalu mencuat di dunia fotografi adalah : “Pilih mana, Nikon atau Canon?”

Rasanya pertanyaan ini amat sering dilontarkan dan menjadi suatu ‘gengsi’ tersendiri baik bagi pemakai Nikon maupun Canon. Dalam kasus Nikon D90 dan Canon 50D, persaingan sengit keduanya tampak saat keduanya diluncurkan pada saat yang hampir bersamaan (beda satu hari saja). Meski demikian, perlu dicatat bahwa kelas keduanya sedikit berbeda, dimana Canon 50D adalah flagship di kelas DSLR sensor APS-C, sementara Nikon D90 bukanlah flagship di kelas DX . Jadi pertanyaannya, sanggupkah Nikon D90 menantang kamera lain yang levelnya lebih tinggi, yaitu Canon 50D?

Baik Nikon D90 ataupun Canon 50D memiliki kesamaan dalam hal sensornya yang berjenis CMOS dan memiliki crop factor yang hampir sama (1.5x vs 1.6x). OK, kita mulai saja :

  • bodi : Nikon D90 berbahan polycarbonate, Canon 50D berbahan magnesium alloy, anti cipratan air dan debu
  • image processing : Nikon D90 memakai Expeed 12-bit, Canon 50D memakai Digic 4 dengan 14-bit
  • resolusi : Nikon D90 harus mengaku kalah dalam hal resolusi, karena Canon 50D memakai sensor beresolusi ekstra tinggi : 15 MP
  • memori : Nikon D90 memakai SD card, Canon 50D memakai CF card
  • kinerja : Nikon D90 pun harus mengakui kecepatan Canon 50D dalam hal continuous shootingnya yang mencapai 6.3 fps, selain itu shutter tertinggi D90 ‘hanya’ 1/4000 detik sementara 50D sanggup mencapai 1/8000 detik
  • metering : Nikon D90 lebih unggul dengan 420 segment RGB dibanding Canon 50D yang memakai 35 segment. Bahkan pada Nikon D90 informasi dari 420 piksel RGB ini dioptimalkan dengan Nikon’s Scene Recognition System yang membuat eksposur dapat terjaga dan auto WB yang akurat
  • auto fokus : Nikon D90 lebih presisi dengan 11 titik AF, sedangkan Canon 50D hanya punya 9 titik AF
  • flash : Nikon D90 punya sync 1/200 detik, Canon 50D lebih cepat dengan 1/250 detik. Flash pada 50D bisa dipakai untuk AF-assist, sementara flash pada D90 bisa dipakai untuk wireless commander
  • LCD : keduanya sama-sama memakai LCD resolusi VGA dengan ukuran 3 inci, namun Canon 50D LCDnya plus 3 lapisan anti refleksi yang membuatnya nyaman dilihat di tengah terik matahari
  • ISO : keduanya sama-sama sanggup hingga ISO 3200, namun Nikon D90 bisa memaksa ISO naik hingga ISO 6400, dan Canon 50D bisa memaksa hingga ISO 12,800
  • viewfinder : Nikon D90 sanggup mencover 96% bidang gambar, Canon 50D sedikit dibawahnya dengan 95% bidang gambar, keduanya relatif draw
  • shutter count : keduanya teruji untuk dipakai hingga 100 ribu kali, draw
  • fitur lain : Nikon D90 bisa movie dan geotagging, Canon 50D banyak custom feature termasuk fine tuning AF adjustment

Kedua kamera ini tergolong kamera DSLR yang berkualitas tinggi dengan kemampuan menghasilkan image quality yang sama baiknya. Namun terdapat suatu fakta yang unik karena dalam beberapa hal, spesifikasi Nikon D90 tampaknya sanggup menyamai (bahkan melebihi) kamera yang levelnya lebih tinggi diatasnya. Tentu saja bukan dalam soal kinerjanya, karena Canon 50D jelas menang dalam hal shutter speed, continuous shooting dan ISO maksimum. Belum lagi sensor CMOS pada Canon 50D telah mencapai 15 MP.

Namun Nikon D90 masih mewarisi legenda Nikon dalam hal metering dan auto fokusnya yang superior dan sanggup mengalahkan Canon 50D, serta tersedianya wireless flash commander, movie mode dan geotagging, menjadikan D90 lebih punya banyak keleluasaan pemakaian. Belum lagi dalam hal desain bodi dan bobotnya, membuat mereka yang mencari DSLR kecil dan ringan akan lebih menyukai Nikon D90.

Untuk mereka yang perlu kamera DSLR berbodi kokoh, punya kinerja prosesor 14 bit, resolusi hingga 15 MP, ISO hingga 12,800, shutter hingga 1/8000 detik, motret cepat hingga 6.3 fps atau butuh flash sync hingga 1/250 detik, tampaknya Nikon D90 bukan untuk anda, untuk itu pilih saja Canon 50D (atau Nikon D300). Tapi bila anda perlu kamera DSLR terjangkau yang mampu memberi hasil foto yang baik, kinerja fokus yang presisi, metering yang handal dan sarat fitur tambahan, anda bisa mencicipi Nikon D90 ini.

Skenario 3 : Nikon D90 vs DSLR semi-pro lainnya

Masih ada beberapa kamera DSLR semi-pro lain yang cukup terkenal seperti Olympus E-3 dan Pentax K20D. Namun demikian, karena keterbatasan yang ada, saya belum bisa menuliskannya disini. Selain itu,ย  yang paling sering dipertanyakan orang saat ini adalah bagaimana posisi Nikon D90 terhadap Nikon D300 dan Canon 50D. Untuk itu saya mungkin akan update halaman ini di lain kesempatan. Salam..

Advertisement

Published by

Erwin M.

Saya suka mengikuti perkembangan teknologi digital, senang jalan-jalan, memotret, menulis dan minum kopi. Pernah bekerja sebagai engineer di industri TV broadcasting, namun kini saya lebih banyak aktif di bidang fotografi khususnya mengajar kursus dan tur fotografi bersama infofotografi.com.

43 thoughts on “Nikon D90, sang penantang DSLR semi-profesional”

  1. Saya hanya ingin berbagi pengalaman bila anda ingin belanja elektronik di Singapore, karena saya sering mengalaminya dan terakhir saya akan membeli Nikon D90.

    mak berhati-hatilah bila ingin belanja ektronik di Singapore ( hampir semua tempat ) semua penjualnya pinter ngecap.

    Tip yang mungkin perlu dibawak kesana adalah:

    1. Sebelum belanja, pastikan merek, model, spesifikasi apa yang akan dibeli, pelajari dgn cermat dan benar.
    2. Tawar harga serendah-rendahnya 30- 40% kalau bisa.
    3. Compare dari satu toko ke toko lain dan jgn terpancing dgn omongan sales person dan jgn buru-buru berhenti disatu toko.
    4. Bila sudah deal harga, pastikan harga sudah termasuk GST, dan accessoris standart bawa’an barang tersebut.
    5. Pastikan untuk mendapatkan garansi.
    6. Jangan memberikan uang kepada penjual sebelum mereka mengeluarkan barangnya
    7. Jangan terpengaruh dengan omongan penjual yang mengatakan produk yang akan kita beli berkualitas rendah, dan mereka akan menawarkan produk lain.
    8. kuatkan hati, bahwa kita hanya akan membeli barang dgn Spesifikasi yang sudah kita bawa dari rumah.

    Beberapa toko di Sim Lim Square sudah masuk daftar Warning List by Singapore Police karena adanya report dari pelanggan yg tertipu.
    Salah satunya adalah Hi-V Trading dgn alamat 1 Rochor Canal Road #01-63 Sim Lim Square Singapore dan masih ada beberapa toko lainnya.

    Saya tidak memojokan satu toko diatas tadi, mereka salah satu toko yg memang benar sudah masuk koran lokal disana dgn reputasi yang jelek, masih ada beberapa toko yang sama. Jadi berhati-hatilah jangan sampai menyesal setelah kita pulang kerumah.

    Frekuensi saya ke Singapore cukup sering, karena saya bekerja di Batam dan juga kantor saya ada di Singapore.
    Saya akan ikut kecewa bila saudara-saudara kita dari Indonesia di tipu mentah2 oleh mereka.

    Trims infonya, bisa buat pelajaran bagi kita semua. Btw, bukannya di jakarta (dan kota lain mungkin) juga trik dagang juga begitu? Saya pernah menemani teman ke pusat kota jakarta beli kamera, malah digiring untuk membeli merk ‘Spectra’, padahal temen saya jelas-jelas nyari merk ‘Kodak’.

      1. bos, gimana caranya kalau mau masukkan ke SIM LIM Square review, saya baru saja ditipu di toko namanya IT digital trading pte ltd. #01-33/34 Simlim square. seperti disihir saja,
        maunya beli Canon EOS 450D, harga udah cocok S$1,100 incl GST, dapet Body + Kit 18-55 dan 75 -300 mm lens USM. cukup murah rasanya, dengan ilmu sihir tinggi, tau tau digiring ke FujiFilm S100FS, yang katanya 28 -400mm dan setelah tawar menawar saya harus tambah S$280. jadi total S$1,380 !!!. saya sampai lupa bahwa itu bukan DSLR, barang itu diluar hanya S$680.- ini termasuk penipuan nggak, kalau mau mengadu mesti kemana. bukti faktur ada semua. hitung2, ditipu S$700!!. betul betul bahaya belanja di sim lim .
        gua tinggal di batam.

        1. Turut prihatin. Simlim sq. itu di singapur ya? Kok tega ya… Unsur penipuan tampaknya memang ada, tapi membuktikan kalau dia menipu itu yang agak sulit, soalnya secara jual beli kan sah, dia jual anda setuju dan bayar, lalu barang dibawa pulang.

    1. memang hampir semua cara yang disebutkan betul, pedagang di Sim Lim Sq singapura pakai trick dimana kita akan digiring keluar dari rencana semula kita, misalnya saya, pada tgl 9 april 2009 karena libur saya ke Singapore untuk cari camera, tiba di SimLim Sq, putar2 kemudian masuk ke toko IT digital trading lantai 1 no.33/34. saya menawar canon Eos 450d, karena yakin harga mulai turun sehubungan keluar model eos 500d. akhirnya sepakat Canon 450d, Body + kit lensa 18-55mm dan tele 75-300mm USM termasuk gst (semacam PPN)
      total S$1,100.- dan saya bayar tunai, selagi memeriksa kondisi camera di box, mulailah dia menawarkan satu camera yang memang well built yaitu Fujifilm S100fs, saya tanya apa ini Dslr, dijawab olehnya : Ya. bahkan disebutkan bahwa camera ini baru release 1 bulan lalu, dan karena boss kami sekali ambil 1000 unit, maka dapat harga murah, dari price list yang diatas S$2,000.- saya kasih cuma S$1,450.- yang pintarnya ngomong lagi ini high resolution hingga 3000 lines dan ada HD video recording. (semuanya bohong). pasti salesman toko tersebut sdh adjust setting di canon 450d, agar hasil photonya jelek, karena dia suruh berkali kali membandingkan dengan fujifilm, memang beda. tapi seperti disihir saja
      kok saya tertarik, dan akhirnya nambah S$280, jadi totalnya S$1,380 . setelah keluar dari toko tersebut saya baru merasakan ada yang ganjil, dan saya periksa ternyata lensanya adalah fixed lens yang tidak dapat diganti ganti. dan yang menyesalkan hingga sesak nafas adalah ternyata di toko sekitarnya hanya dijual dengan harga sekitar S$700 saja. waktu saya hubungi dan datangi, mereka menolak untuk menukar dengan canon eos. malah mau nipu lagi, suruh tukar dengan olympus e 520, tapi nambah S$300. coba bayangkan berapa tertipunya. memang brengsek orang Singapura itu. rasanya kalau masuk ke Indonesia maunya dihajar saja . teman teman, hati hati belanja di Sim Lim Square. lebih baik ke Funan Digital Mall.

  2. Ryant ๐Ÿ™‚
    Bener Mas… di Jakarta juga seperti itu, tapi tidak sekejam Penjual di Singapore, banyak contoh kasus yang dialami oleh saudara2 kita dari Indonesia yg tertipu oleh mereka, dan satu hal lagi… Penjual di Singapore sangat pinter dalam bidang merayu calon pembeli, itulah kenapa saya katakan ” Kuatkan hati, jangan terpengaruh ucapannya ”
    saya sendiri malah kadang iri dgn cara mereka berjualan… sangat pandai dan sangat menguasai spesifikasi dan bisa menggiring kita untuk keluar dari niat pertama.

    Kecuali…. bila kita bisa melihat price yg sudah di display di barang dan kita compare dgn harga di Indonesia, dan ternyata harga di Singapore lebih murah… itu bisa kita beli… bila tidak… saya sarankan berhati-hati.

  3. kalok pingin Beli D90 beli aja boss Worthed banget kok..saya sangat puas pake D90 ini, untuk semua kebutuhan hoby fotography saya bisa terakomodir sejauh ini.
    tapi kalau liat dolar yg berfluktuasi dan harga D90 di jakarta yang perhari ini nyampe 14 juta kayaknya tunggu dulu deh sabar sedikit ya pak Boss

  4. mas gaptek d90 ktnya bs movie dgn bbgrn blur sehinggada mirip cinema.apakah handycam jg bs bikin yang sama . dan sekarang banyak handycam yang bs sklgs foto apakah hasilnya akan sama apabl dibandingin dgn hsl kamera saku apalagi dg dslr.

    Ya betul, berkat sensor DSLR yg besar bisa didapat movie dgn DOF yg sempit layaknya diambil memakai kamera khusus sinema. Bahkan camcorder tidak bisa bikin background blur begitu. Tapi perlu diingat kalo fungsi movie pada kamaera bukan utk menggantikan camcorder, meski memakai D90 sekalipun. Sebaliknya, meski camcorder bisa dipakai utk mengambil foto, tapi hasil foto dari camcorder yg bersensor kecil tidak akan sebaik hasil foto memakai kamera.

  5. mas mau tanya neh, kebetulan saya mau titip saudara beli kamera di singapura, antara canon 450 D dengan nikon D90…
    yang jual bilang D90 bikinan thailand harga BO kisaran 6jtan beneran gak yah??? bingung jadinya…mohon sarannya.. trima kasih

    1. Nikon D90 bodi only 11 jutaan lho, kalo 450D sekitar 7 jutaan. Dari harga anda tentu sudah tahu mana yg saya rekomendasikan ๐Ÿ™‚

  6. boss,mau minta saran nee,mending beli nikon d90?ato d 300?dengan kondisi hidup beli kamera buat yg yg terakhir kali,gmn nee?tlg sarannya?!

    1. Perlu fitur movie? Ambil D90. Perlu kinerja tinggi? Ambil D300.

      Pada dasarnya teknologi kamera akan terus berkembang dan tidak ada kamera terbaik yg kebal terhadap kemajuan jaman. Maka itu para pro lebih suka invest di lensa mahal.

    2. Kalo perlu movie ambil D90, kalo perlu kinerja tinggi ambil D300. Keduanya format DX, harga juga beda tipis, so pilihan antara D90 dan D300 memang sering jadi dilema.

  7. Mas, D90 bisa pake lensa nikon auto focus yang lama? dan kalo kualitas barang yang dijual di Indonesia sama dengan yang dijual di Jepang ? Idealnya kalo pake flash tambahan bagusnya apa ya? apa harus Nikon juga ?
    Makasih sebelomnya.

    1. D90 punya motor di bodi, jadi bisa AF dgn lensa lawas atau lensa non nikon (sigma, tamron, tokina dll). Soal mutu barang sih mereka punya standar mutu yg ketat, tapi memang kabarnya barang yg dijual di jepang itu lebih bagus, entah benar apa tidak.

      Flash tambahan baiknya nikon juga, bisa pake SB-800 atau SB-600.

  8. mas dulukan saya penah beli d40 dan saat kembali ketoko itu lagi dan coba nanya bagai mana kalau tukar sama d90 yang waktu itu kasih harganya bodi only 1100000 atau rp.8800000.tp saya ga ambil, habis saya pkir kemahalan sih d40 saja dah mahal eh ditambah lg d90.tapi saya buka diinternet online harga d90 jadi naik menjadi 1300000 body only.tp kini saya berpikr inves t ke lensa aja .menurut mas .lebih baik invest yang mahal2 atau yang murah2 karena mungkin suatu saat nanti saya butuh buat keperluan lain.

    1. Banyak yg bilang sebaiknya invest ke lensa nikon NON-DX karena kedepannya tren DSLR adalah full frame. D40 harganya setengah dari D90, namun saya yakin D90 tidak banyak memberi perbedaan hasil foto dibanding D40 (apalagi di ISO rendah). Bila sudah punya D40m daripada ganti bodi mending mulai koleksi lensa aja.

  9. mas, saya pengen tanya dikit gimana cara ngitung yg namanya eq.35mm. misalnya di Lumix G 1, ada lens baru 14 – 140mm (katanya equivalent 28 – 280 pada 35mm), apakah lensa yang di DSLR semua dikali 2 begitu. terus yang namanya extra optical zoom itu sebetulnya apa, karena di Lumix banyak yang extra zoomnya yang katanya beda dengan digital zoom, tapi quality mesti diturunkan jadi 3 MP, bagus mana Lumix G 1 dibandingkan dengan Canon Eos 450d. saya suka Lumix G1 karena ada warna selain hitam. dan ukurannya kecil. di Jakarta harganya berapaan. saya tinggal di Batam yang dekat Singapore ingin bandingkan harganya.
    makasih ya mas

    1. Utk interchangeable lenses, fokal lensanya itu ekuivalen dengan ukuran film 35mm. Nah, di era digital, mencari ekuivalen 35mm lensa harus mengacu pada ukuran sensor kamera. Utk sensor full frame, semua lensa yang terpasang pasti punya fokal yang apa adanya (sesuai yang tertulis di lensa). Utk sensor yang lebih kecil dari ukuran film, ada yg namanya crop factor dan itu bisa berbeda2 tiap jenis sensor.

      Canon ada yg pake 1,3 dan 1,6x crop factor, sementara nikon pake 1,5x. Nah, lumix G1 itu pake sensor four thirds yg memang punya crop factor 2x, jadi lensa 14-140mm ya jadi ekuivalen 28-280mm.

      Extra optical zoom itu akal2an aja, sebenarnya dia cuma cropping aja. Tapi minimal lbh baik dari digital zoom yg merusak foto.

      Setahu saya harganya 7 jutaan deh, dan G1 ini tidak bisa diadu dgn DSLR karena beda format.

  10. mas gaptek artikelna boleh saya kutip ya buat notes saia di FB hehe..
    bagus banget soalna artikelna, saia jga punya D90 juga soalna hehe..
    trims mas..

  11. Salam kenal Mas Gaptek,
    Saya seorang newbie mo minta input dari mas Gaptek:
    1. Seandainya mo beli Nikon D90 mending body only ato ambil kit nya? (mana lebih worth it?)
    2. Saya lebih senang memotret makro ketimbang zoom (tapi tetep pengennya secara overall masih dapet walau penekanan ada di makro). Masih nyambung dengan pertanyaan di atas, menurut Mas Gaptek lensa2 apa yang cocok buat saya?-harga yang tidak terlalu tinggi max 7jt/lens

    Sejauh saya coba2 search, berikut pendapat saya:
    D90 BO
    AF-S VR Zoom-NIKKOR 70-300mm f4.5-5.6G IF-ED VR
    AF-S DX NIKKOR 18-135mm f/3.5-5.6G IF-ED
    menurut mas gimana kombinasinya?

    thx

    1. Salam kenal juga.
      1. Lensa kit D90 sudah termasuk bagus dilihat dari rentang fokal, fitur dan kualitas optik. Lensa kit ini masih kurang bagus dari segi built quality dan konsistensi distorsi. Kalau anda belum punya satupun lensa, mending ambil D90 kit saja.
      2. Sebenarnyas ih yg cocok dgn dana dan hobi anda itu Nikon AF-S 60mm micro.
      3. Daripada ambil 18-135 mending lensa kit saja, sudah ada VR. Bahkan kalau anda berencana pakai 70-300 VR, ada baiknya beli D90 bodi only plus lensa 18-70mm (dulu ini kitnya D70). Atau kalau mau lebih mantap ya Sigma/Tamron 17-50 f/2.8, atau sekalian Nikon AF-S 17-55 f/2.8 ๐Ÿ™‚

  12. Mas Gaptek salam kenal, saya mau beli DSLR, minta saran nih pilih mana lebih baik antara:
    1. Nikon D90 dengan lensa Nikkor 18-105mm (kit) dan
    2. Canon 450D dengan lensa Canon 18-200 mm
    Sekarang saya hanya punya kamera saku.
    Makasih atas responnya.

  13. mas..nnya donk..nubie ne
    pen bli d90..kisaran hrga n bli murahnya dmna y mas.. ๐Ÿ˜€
    trus tuk kombinasi bli BO ma lens nya gmna y mas..budget menyesuaikan..
    msh blank.. ๐Ÿ˜€

  14. Ass wr wb…..farida lagi,,,katanya NIKON D90 bakal tergusur dengan adanya NIKON D3100&NIKON D95 ya mas,,,,btw udah keluar di indonesia belum,,,harganya sekitar berapaan ya,,???Pakai lensa kit apa mas,,,kalo misal pake 18-55 ada alternatif lain ga,,???

    Kalo untuk perbandingan antara NIKON D90 & NIKON D 3100/D95 bagaimana mas tolong bikin ulasannya ya mas,,,,atau dengan kamera2 yg lain,,,,!!!
    sangat menarik bicara disini karena dapat jawaban jelas,,,terima kasih banyak wss wr wb mohon penjelasannya secara terperinci ea mas…!!! ^_^

    1. D3100 beda kelas dgn D90, jadi keduanya saling melengkapi. Tapi saya rasa D3100 nanti bakal mengganggu penjualan D5000. Hanya orang yg perlu LCD lipat yg masih tetap membeli D5000.

      Soal perbandingan detailnya sabar saja, saya berencana menyusun artikel tsb. Maka itu berlangganan blog ini saja lewat email/RSS feed/twitter.

Comments are closed.