Canon SX1 dan G10, saatnya beralih ke lensa wide

Peta persaingan pasar kamera telah lama mulai bergeser ke arah lensa wide. Awalnya dahulu lensa wide masih sulit dibuat dan relatif mahal, notabene hanya beberapa produsen semisal Ricoh yang bersedia membuat kamera berlensa wide. Kini dengan semakin canggihnya proses manufaktur lensa, dan semakin banyak muncul kesadaran akan perlunya memiliki kamera berlensa wide, telah membuat tren lensa kamera digital masa kini banyak yang dimulai dari 28mm. Khusus di kelas prosumer, pembeli berharap kameranya mampu memberi banyak manfaat fotografi dalam sebuah kamera. Tak seperti pemilik DSLR yang bisa berganti-ganti lensa, pemilik prosumer dihadapkan pada kenyataan bahwa kameranya (seharusnya) bisa menjangkau fokal dari wide hingga tele, sehingga membuatnya bisa diandalkan pada segala situasi pemotretan.

Di tahun-tahun silam, produsen kamera prosumer mulai menyadari akan hal ini dan akhirnya mengadopsi lensa wide pada kamera baru mereka. Katakanlah Panasonic, Fuji, Olympus hingga Nikon. Pertanyaan yang muncul adalah kemana gerangan Canon yang menjadi trendsetter kamera digital? Dari seri Powershot S1 IS hingga S5 IS, lensa yang digunakan tetap saja dimulai dari 35mm. Demikian pula di kelas prosumer Powershot G series yang hingga seri G9 masih memakai lensa 35mm. Wajar kalau muncul anggapan kalau Canon ingin menambah pundi-pundi uangnya dari penjualan wide atau tele lens add-on (asesori tambahan yang bisa merubah rentang fokal lensa). Bila Canon membuat kamera baru dengan lensa wide, tentu asesori ini tidak laku lagi.

Namun segalanya bisa saja berubah. Mengutip dari majalah CHIP edisi lalu : perubahan itu perlu, maka jangan takut untuk berubah. Canon, sang raksasa kamera dunia pun akhirnya memutuskan untuk ikut arus dan membuat kamera baru berlensa wide. Bulan lalu, Canon resmi meluncukan pengganti S5 IS dengan Powershot SX1 IS (dan kembarannya SX10 IS) dan pengganti G9 dengan produk Powershot G10. Kini keduanya memakai lensa yang dimulai dari 28mm (f/2.8) yang semestinya dapat memuaskan mereka yang menyukai fotografi landscape.

Mengutip dari dpreview, inilah fitur keduanya :

Canon Powershot SX1 IS :

  • 20x wide-angle (28mm, f/2.8) optical zoom with optical Image Stabilizer
  • 10.0 Megapixels
  • Canon CMOS sensor for full resolution continuous 4.0fps shooting
    (PowerShot SX1 IS)
  • Full HD (1080p, 30fps) movies plus HDMI output (PowerShot SX1 IS)
  • DIGIC 4 for outstanding images and fast response times
  • Shooting modes include full manual control
  • Great people shots with Face Detection AF/AE/FE/WB plus
    Face Select & Track and FaceSelf-Timer
  • Targets every possible cause of blur with High ISO Auto, optical
    Image Stabilizer, Motion Detection Technology and Servo AF
  • Auto Red-Eye Correction in shooting and playback
  • i-Contrast boosts brightness and retains detail in dark areas
  • 2.5” vari-angle LCD II with wide viewing angle plus electronic viewfinder (PowerShot SX10 IS)
  • 2.8” widescreen vari-angle LCD II with wide viewing angle (PowerShot SX1 IS)
  • Multi Control Dial and customizable My Menu
  • Smooth, 30fps VGA movies (PowerShot SX10 IS)

Canon Powershot G10 :

  • 14.7 Megapixel CCD sensor
  • 5x wide-angle (28mm) optical zoom lens with optical Image Stabilizer
  • RAW image recording plus support for Canon Digital Photo Professional
  • DIGIC 4 for clear, sharp images, high-speed AF (including Servo AF) and fast response times
  • Targets all the main causes of blur with High ISO Auto, optical
    Image Stabilizer, Motion Detection Technology and Auto ISO shift
  • Great people shots with improved Face Detection AF/AE/FE/WB plus
    Face Select & Track and FaceSelf-Timer
  • 3.0” PureColor LCD II (461k dots resolution) with wide viewing angle and optical viewfinder
  • i-Contrast boosts brightness and retains detail in dark areas
  • Dedicated Exposure Compensation and ISO dials
  • 26 shooting modes with manual control and custom settings
  • Accessories include tele-converter, Speedlite flashes and waterproof case
  • Smooth, 30fps VGA movies

Diatas kertas tampaknya keduanya memiliki fitur yang menjanjikan. Meski demikian, sangat disayangkan bahwa Canon masih tetap memaksakan memakai sensor berukuran kecil untuk resolusi sebesar itu, yang membuatnya masih akan berkutat dengan noise di ISO tinggi.

Tambahan, bagi anda yang ingin menyimak opini pribadi saya seputar kedua produk anyar Canon diatas, simak saja beberapa poin berikut ini :

Canon SX1 IS :

  • saya kecewa karena Canon memaksakan ikut persaingan 20x zoom, yang memaksa spesifikasi lensa menjadi lambat (diafragma saat tele maksimum hanya f/5.7)
  • soal sensor CMOS masih perlu menunggu review apakah ada kemajuan dibanding CCD (selain kecepatan 4 fpsnya itu)
  • mengapa masih tanpa RAW file format?
  • DIGIC IV dan HD movie, hm… boleh juga (ingat, HD 1080 bukan HD 720)
  • lensa masih mengandalkan motor untuk zoom, mengap tidak dibuat manual zoom seperti Lumix FZ50 atau Fuji S100fs?
  • meski demikian, pemakaian USM dan VCM pada motor zoomnya perlu diapresiasi
  • layar LCD yang wide memang menyenangkan, apalagi bisa diputar
  • resolusi EVF justru kalah oleh kembarannya SX10, aneh…
  • overall, kesan pertama diatas kertas sih HIGHLY RECOMMENDED, asal jangan pake ISO tinggi

Canon G10 :

  • legenda seri G yang punya lensa cepat sudah hilang, sejak seri G7 Canon memakai lensa berkecepatan biasa-biasa saja, termasuk G10 ini (f/2.8-4.5)
  • resolusi terlalu memaksa (15 MP) diatas sensor sekecil 1/1.8 inci (Canon A610 memakai resolusi 5 MP di sensor yang sama)
  • masih tanpa layar LCD yang bisa diputar, mengecewakan (seri G terdahulu layarnya bisa diputar)
  • adanya RAW file format tentu bermanfaat, memang suatu fitur wajib untuk prosumer
  • Dedicated Exposure Compensation and ISO dials : membingungkan dan belum tentu bermanfaat (seberapa sering sih kita mengganti nilai Ev?)
  • desainnya masih tetap keren seperti Canon G9, dan sama kerennya dengan Nikon P6000, love at first sight
  • semestinya tersedia HD movie, setidaknya HD 720 30 fps, sayang cuma VGA
  • overall, semestinya G10 tetap sebaik G9 dan layak menjadi jawara di kelas prosumer saku, RECOMMENDED bagi enthusiast
Advertisements

Published by

Erwin M.

Saya suka mengikuti perkembangan teknologi digital, senang jalan-jalan, memotret, menulis dan minum kopi. Pernah bekerja sebagai engineer di industri TV broadcasting, namun kini saya lebih banyak aktif di bidang fotografi khususnya mengajar kursus dan tur fotografi bersama infofotografi.com.

15 thoughts on “Canon SX1 dan G10, saatnya beralih ke lensa wide”

  1. Saya mau tanya dimana bisa saya dapatkan kamera canon G7 / G9 / G10, diaman saya tinggal di Pakanbaru, dan tolong diberikan harga kamera tersebut? terimakasih.

    canon G7 : diskontinu (cari bekasnya mungkin ada)
    Canon G9 : sekitar 4,5 juta
    Canon G10 : belum tersedia

    Di kota Pekanbaru saya tidak punya info, tapi coba saja online shopping kan bisa diantar.

  2. Kalau untuk SX1 IS apa juga belum ada harganya & apa sudah ada di pasaran?
    Kalau sudah ada please infonya ya

    Tq steve.

    Harga belum ada, prediksi harga SX1 di kisaran 4,5 – 5 juta, sementara SX 10 di kisaran 4 – 4,5 juta.

  3. jadi antara SX1 IS dgn G10 lebih baik SX1 IS ??
    harganya?? spertiny tdk sesuai dgn prediksinya, saya pernah liat di website lain harganya sampai 5.7jt

    bagaimana jika dibandingkan sony alpha300 ?
    tapi saya jg tdk mau direpotkan dgn harus membeli banyak lensa, kalaupun ada saya lebih memilih yg serbaguna (bisa macro – tele dgn satu lensa)

    Kan keduanya punya segmen pasar berbeda, yg jelas SX1 bakal jadi prosumer super zoom yg diperhitungkan karena sensor CMOS-nya, plus HD video. Sedang G10 sudah jelas adalah prosumer saku yg paling mahal dan paling lengkap saat ini, diatas Nikon P6000 dan Lumix LX3. Saya sendiri cenderung ke SX1, bahkan versi yg murahnya pun yaitu SX10 saya juga suka.

    Kalo diadu dgn DSLR jelas kalah jauh, karena DSLR adalah sistem fotografi yg tiap komponennya dirancang terpisah. Konsekuensinya ya harus punya bermacam lensa, dengan hasil foto yg lebih baik dari kamera biasa. Kalau tidak ingin repot dgn berganti bnyk lensa, prosumer lebih cocok buat anda. Umumnya lensa prosumer masa kini bisa motret macro dgn jarak amat dekat.

  4. oh gitu ya mas, maklum baru mau pegang kamera jd msh ga tau banyak tapi saya juga ga mau asal

    trus kalo gitu SX1 IS dgn SX10 IS deh, setau saya perbedaan cuma ada pada sensor yg udah CMOS dan full HD (tapi saya ga terlalu peduli untuk video)

    apa perbedaan sensor CMOS dgn CCD, selain 4fps’nya itu apa ada keunggulan lain ?
    btw, keduanya ga built in flash ya? harus beli tambahan flash ya..
    thx ya mas, maaf kalo bnyk nanya.. 🙂

    SX1 sensor CMOS, full HD movie, 4 fps, layar LCD 2.7 inci wide.
    SX10 sensor CCD, VGA movie, LCD 2.5 inci bukan wide, resolusi EVF lebih tinggi dari SX1.

    Belum ada review soal kemampuan CMOS paada SX1 dalam hal noise di ISO tinggi, so sementara ini saya anggap CMOS dan CCD diantara keduanya tidak ada perbedaan selain 4 fpsnya itu.

    Keduanya punya bulit-in flash, bahkan DSLR pun punya (kecuali sebagian DSLR full frame), jgn kuatir. Yg jelas keduanya punya dudukan utk flash eskternal.

  5. mau tanya2 lagi nh mas..gpp kan..

    apa pengaruh sensor yg kecil thd hasil?
    kecepatan lensa,, apa maksudnya? pengaruhnya?
    kamera prosumer terbaik menurut pandangan mas sendiri?
    jadi makin bingung milih..:D

    Sensor kecil selagi tidak dijejali dgn panyak piksel, tidak masalah. Sensor kecil yang punya resolusi diatas 8 MP adalah pemaksaan kehendak produsen, dan berujung pada penurunan ketajaman, penurunan dynamic range, peningkatan noise dan resiko difraksi lensa pada bukaan kecil.

    Kecepatan lensa identik dgn seberapa besar bukaan diafragma lensa. Bila bukaan besar (f/1 hingga f/2.8) disebut lensa cepat (memungkinkan kita memakai shutter cepat), bila bukaan kecil (f/3.5 keatas) disebut lensa lambat, karena kecilnya bukaan ini memaksa kamera melambatkan shutter (atau menaikkan ISO) saat cahaya sekitar mulai meredup.

    Kamera prosumer terbaik menurut saya adalah Fuji Finepix S1000FS.

  6. S100FS maksudnya?
    sayang harganya msh diatas 7jt (lbih mahal dr sbagian dslr)

    ttep sama canon SX1 IS aja deh (atau SX10ny).. dgn budget 5jtan mnurut mas gimana..
    apa ada rekomendasi kamera prosumer lain?

    Iya, salah ketik. S100FS, barusan dia dapte DIWA Gold Award lho.

    Kalo kemahalan, Canon SX1/SX10 juga worthed kok. Cuma sensornya kan beda dgn Fuji S100, jadi jgn harap kemampuan S100FS yg bisa bersih dari noise hingga ISO 800 akan didapat di Canon SX1/SX10 ya. saya sdg menyusun artikel seputar daftar prosumer terbaik, tunggu saja ya.

  7. lanjut disini dh mas..
    🙂 🙂 🙂

    gmn dgn s100fs dgn tele max di tmpat kurang cahaya? apa msh bagus ?
    gmn dgn kemampuan wide dan macrony ?

    skedar info bukan bwt promosi.. daldigital jual s100fs : Rp 6.275.000
    (toko lain ad yg jual lbh dr Rp 7jt)

    Kasusnya hampir sama, dgn bukaan maks fuji yg cuma f/5.3 pada tele maks, udah pasti kedodoran saat low light. Tapi fuji kan masih berani digeber di ISO 800 dengan noiseyg masih acceptable. Soal macro relatif standar lah.

    Daldigital punya harga bagus kok, dia konsisten jual produk lengkap dan harga bersaing. Saya pribadi tidak kenal dgn beliau (mas Eliyudin) tapi konsistensinya jual digicam lewat internet bikin saya kagum.

  8. katanya s100fs punya fitur dynamic range yg biasanya cuma ada di dslr pro..
    dynamic range itu apa ya mas? gunanya?
    kalo s100fs dibanding dgn dslr entry level kekurangannya apa aja ?

    yg saya tau sih..
    – ukuran sensor lebih kecil
    – noise di iso tinggi
    – kecepatan lensa lebih lambat
    – gangguan lain pd hasil sprt distorsi dan purple fringing (sok tahu.. 😀 )
    – apa lagi ?

    thnks before. 🙂

    Fitur peningkat dynamic range kini bukan lagi punyanya DSLR. Gunanya buat menaikkan area yg gelap (shadow) sementara tetap mempertahankan area yg terang (highlight). Spt di Nikon D-lighting, Sony DRO, Canon dsb.

    Dynamic range sendiri artinya kemampuan sensor untuk mengintepretasikan terang gelap yang dia terima menjadi sebuah foto. Istilahnya linearity atau gradasi. Semakin baik dynamic rangenya, kamera akan mampu menangkap perbedaan terang dan gelap pada suatu objek foto dengan baik. Masalahnya sensor akan cenderung kesulitan menangkap objek dgn kontas tinggi, pilihan yg ada menjadi tidak enak : memilih mengorbankan area terang (blown highlight) demi menyelamatkan area shadow supaya tidak gelap; atau memilih menjaga highlight tapi area shadow jadi amat gelap.

    Dgn fitur peningkat dynamic range ini diharap hasil foto akan lebih punya kontras yg tinggi dan terhindar dari blown highlight atau shadow yg gelap.

    Kekurangan 100FS dibanding DSLR (selain yg sudah anda sebutkan diatas) :
    -kecepatan auto fokus lebih lambat
    -kecepatan burst drive (continuous shooting) kalah
    -menu ribet dan RAW file format terpendam dalam di menu
    -saat posisi ‘sleep’ kamera tidak bisa langsung ‘wake up’ saat tombol shutter ditekan, melainkan harus dimatikan dulu dan dinyalakan lagi

    Anda serius mau beli? nanti kalo udah beli saya pinjam ya, kita bikin reviewnya sama-sama… 🙂

  9. baru liat reviewnya di dpreview, kayaknya emang ga adil kalo s100fs dibandingkan dgn dslr (meski new entry sekalipun)
    jelas dslr pasti menang telak
    tapi untuk sebuah prosumer (“profesional” consumer) s100fs mungkin emang yg terbaik.. 😀

    kayakny sih iy.. doain aja.. Hhe..

    Iya dah, buruan beli, and have fun…

  10. mas yang bae, aku baru punya G 10(pemberian).untuk sementara aku udah puas banget, but waktu liat info ini jadi rada menyesal.ada nasihat perlu or nggak beli accesories spt lens zoomny??.Kamera ini memang sangat membantu hobbyq hari hari daripada bawa SLR yang berat dan perlu tas khusus karena banyak lens n accesories yg perlu dibawa.thanks atas nasihatnya.

    Menyesal kenapa? G10 kan kamera bagus? Soal asesori kan tergantung kebutuhan, bahkan tanpa asesori pun G10 sudah lengkap dgn lensa yg bisa wide 28mm.

  11. misi om, sy mau nanya apa ada yang mau jual CANON G9 yah….
    kl mau jual bisa contact sy….
    dengan kondisi LENGKAP ….
    kl bisa posisi di jakarta ….
    posisi saya ada di jakrta selatan…

    thx

    REGARDS
    ROnald
    0816 480 6156

    thx

  12. hello… saya baru beli canon g10 nie one month ago,
    the first impression when i saw this camera… Perghhhh!!!!
    Manthop! Kemas je buatan material dier…
    dengan resolusi 14.7 megapixel, semestinya ia menjanjikan
    hasil gambar yang berkualiti tinggi.. i guaranteed it!!!
    catch waktu malam pown gambar tetap cantik..

    1. Selamat buat G10 barunya. Saya juga pernah mencoba G10 punya teman, memang terasa solid dan mantap. Apalagi di bagian atas banyak kendali mekanik yg sepintas lihat kita bisa tahu ISO dan Ev tanpa harus masuk menu. Cuma resolusi maks 14 MP menurut saya terlalu besar utk sensor sekecil ini.

  13. mas gaptek, saya mendapat informasi katanya SX1 yg versi firmwarenya sudah diupgrade sudah bisa memotret RAW, apakah itu benar? apa itu berarti semua SX1 yg dijual canon saat ini sudah bisa memotret RAW?

Comments are closed.