Lebih jauh dengan Exposure Compensation (Ev)

ev-dialSalah satu fitur pada kamera digital yang amat penting dalam menentukan eksposure yang tepat adalah Exposure Compensation (Ev), yang bisa diatur ke arah negatif hingga positif, dengan kelipatan 1/3 stop. Fitur ini sedemikian pentingnya hingga bisa ditemui mulai di sebuah kamera ponsel hingga sebuah kamera DSLR profesional. Bisa jadi masih banyak orang yang belum memaksimalkan fitur ini dalam kesehariannya memotret, padahal dengan menggunakan fitur Ev ini dengan tepat, bisa didapat hasil foto yang lebih baik.

Seperti yang kita tahu, memotret adalah berkreasi dengan cahaya. Kamera mengukur cahaya yang masuk melalui lensa (istilahnya metering), dan selanjutnya intensitasnya diukur dan ditentukanlah nilai pasangan shutter – diafragma (dan ISO) yang sesuai. Proses metering ini umumnya didapat dengan merata-rata besaran cahaya yang diterima oleh sensor (kamera saku) atau modul light meter (kamera DSLR), yang biasa disebut multi segment atau matrix atau evaluative. Nyatanya, dalam pelaksanaannya bisa saja hasil pengukuran ini menghasilkan foto yang eksposurenya tidak sesuai dengan keinginan kita., entah terlalu terang (over eksposure) atau justru terlalu gelap (under eksposure).

Kapan kasus metering pada kamera bisa meleset? Kamera bisa salah menentukan eksposure yang tepat apabila objek foto adalah dominan terang atau dominan gelap, sehingga cenderung mengganggu light meter dari kamera. Dalam hal ini istilah yang umum dikenal : metering kamera telah tertipu. Untuk itu sang fotografer perlu memberi tahu kameranya bahwa metering yang dilakukannya perlu dikompensasi, yaitu dengan mengatur nilai Ev ini. Sederhananya, Ev berfungsi membuat foto menjadi lebih gelap atau lebih terang dari metering normalnya (namun jangan salah menafsirkan seolah-olah dengan Ev bisa didapat foto yang lebih terang di kondisi gelap, bila lingkungan sekitar gelap gunakan lampu kilat). Maka itu definisi Exposure compensation lebih tepatnya adalah fasilitas pengaturan / kompensasi nilai eksposure dari hasil metering light meter kamera. Dengan merubah nilai eksposure ke arah positif, kita menginformasikan kepada kamera untuk memasukkan lebih banyak cahaya (sehingga foto akan lebih terang); sementara dengan merubah ke arah negatif, kita meminta untuk mengurangi jumlah cahaya yang masuk ke dalam kamera (supaya foto lebih gelap).

Catatan : Bila kamera memiliki mode dial manual (M), tentu kendali akan shutter dan diafragma bisa dilakukan secara manual sehingga banyak kemungkinan variasi eksposure yang bisa dicoba. Namun bagi kamera saku (dan kamera ponsel) yang serba otomatis, fitur Ev ini akan banyak berguna utamanya untuk mengatur eksposure kamera yang tidak sesuai keinginan kita.

Kapan perlu merubah nilai Ev ke arah positif? Utamanya adalah saat terjadi backlight, dimana objek relatif lebih gelap dibanding background. Metering standar akan tertipu oleh terangnya background dan membuat objek foto jadi gelap. Bila ada orang yang difoto dengan background yang terang, gunakan kompensasi ke arah positif sehingga wajah si objek tidak gelap. Contoh gambar berikut menunjukkan pepohonan yang gelap karena metering kamera telah tertipu. Dengan menaikkan Ev ke arah +0.7, bisa didapat eksposure yang lebih tepat.

ev-postive

Sebaliknya, kapan perlu merubah nilai Ev ke arah negatif? Utamanya saat cahaya sekitar kurang dan kamera cenderung memaksa untuk membuka diafragma semaksimal mungkin. Bisa jadi si objek justru menjadi over eksposure dan kita perlu menurunkan nilai Ev. Contohnya saat ingin memotret sunset, dengan tujuan kamera menangkap rona jingga matahari dengan alami. Metering kamera umumnya tertipu sehingga foto mataharinya menjadi amat terang dan menurunkan Ev ke arah negatif dapat memberi banyak perubahan.

Contoh Ev negatif

Bila kita tidak yakin akan metering yang dilakukan kamera dan ingin mengambil beberapa foto dengan nilai eksposure yang berbeda, gunakan fitur Ev bracketing. Dengan menentukan rentang nilai negatif dan positif eksposure, kamera akan mengambil sekaligus tiga foto yang berbeda. Kita bisa memilih mana dari ketiganya yang menurut kita paling tepat.

Tidak ada standar baku tentang pemakaian Ev ini. Gunakan sesuai kondisi pencahayaan, tujuan pemotretan dan tentunya selera kita. Meski demikian, fotografer umumnya menghindari banyak area foto yang over-exposure, karena akan banyak detil foto akan hilang. Satu hal, setelah selesai memotret dengan fitur Ev, jangan lupa untuk menormalkan kembali setting Ev ini ke posisi default supaya foto-foto lainnya terhindar dari kesalahan eksposure.

Foto diatas diambil dari : Photoxels.

Advertisements

Published by

Erwin M.

Saya suka mengikuti perkembangan teknologi digital, senang jalan-jalan, memotret, menulis dan minum kopi. Pernah bekerja sebagai engineer di industri TV broadcasting, namun kini saya lebih banyak aktif di bidang fotografi khususnya mengajar kursus dan tur fotografi bersama infofotografi.com.

4 thoughts on “Lebih jauh dengan Exposure Compensation (Ev)”

  1. Artikel-artikel di blog ini bagus-bagus. Coba lebih dipopulerkan lagi di Lintasberita.com akan lebih berguna buat pembaca di seluruh tanah air. Dan kami juga telah memiliki plugin untuk WordPress dengan installasi mudah.
    Kami berharap bisa meningkatkan kerjasama dengan memasangkan WIDGET Lintas Berita di website Anda sehingga akan lebih mudah mempopulerkan artikel Anda untuk seluruh pembaca di seluruh nusantara dan menambah incoming traffic di website Anda. Salam!

  2. mas gaptek sy masih blm jelas..
    bedanya metering di lightmeter kamera(yang menyatakan over 1 stop..under 2 stop dan yang di tengah nol..)dengan exposure value(EV)itu apa ya mas?
    apakah bisa kita mendapatkan exposure yang tepat hanya dengan menggunakan lightmeter kamera dengan meng-underexposekan atau meng-overexposurekan gambar tanpa menggunakan EV?
    mhn maklum sy masih awam sekali mas..
    terima kasih..

    1. Tidak ada standar eksposure yg tepat. Kamera hanya berusaha mencoba mengukur cahaya yg datang lewat lensa dan otak kamera akan menghitung eksposur yg paling adil antara area gelap dan terang melalui histogram. Hasil hitungan ini akan menentukan berapa shutter yg dipakai, aperture lensa dan ISO. Adakalanya hasil ukuran kamera tidak sesuai dgn yg kita mau, misal foto terlalu terang (misal saat memotret sunset) maka kita kompensasikan dgn Ev ke arah negatif supaya lbh gelap. Maka kamera akan merubah nilai shutter / diafragma / ISO sehingga sesuai dgn nilai Ev yg kita mau (biasanya kelipatan 1/3 stop).

      Satu hal yg memperngaruhi kesalahan pengukuran cahaya pada kamera adalah sifat pantulan objek yg difoto. Saat objek itu sangat reflektif (Spt salju putih atau pasir putih di pantai) maka kamera menerima cahaya sangat banyak dan ‘mengira’ sedang memotret sumber cahaya yg terang sehingga eksposure meleset jadi gelap. Sebaliknya saat memotret benda yg hitam (warna hitam menyerap cahaya) maka kamera ‘mengira’ sedang memotret low light /area gelap sehingga eksposure meleset jadi sangat terang.

      Tidak selalu menyiasati hal diatas dgn bermain Ev, meski nyatanya Ev adalah setting termudah dibanding teknik lain. Kalau mau sedikit rumit, gantilah metering mode ke arah spot metering dan arahkan sensor metering tepat di objek yg akan difoto. Teknik lain adalah memakai manual mode dan atur sendiri nilai shutter / aperture / ISO.

Comments are closed.