DSLR baru di penghujung tahun 2008

Tanpa terasa, tahun 2008 sebentar lagi akan usai. Sejak event Photokina 2008 berakhir, praktis sudah jarang ada lagi peluncuran produk kamera digital baru. Kejutan justru dilakukan oleh Olympus di bulan November 2008 yang membuat DSLR kelas menengah, dengan nama E-30 bersensor 4/3 LiveMOS 12 MP. Kejutan lainnya (yang tidak begitu mengejutkan) dilakukan oleh Nikon yang akhirnya meluncurkan D3x pada awal Desember 2008, dengan sensor FX 24 MP CMOS.

Olympus punya kekosongan produk DSLR diantara E520 dan E3. Celah ini akhirnya terisi oleh kamera baru yang mengagumkan, yang bernama E30. Berbekal sensor Four Thirds jenis Live MOS 12.3 MP yang juga bisa dipakai untuk mengkompensasi getaran (sensor-shift stabilizer) dan sistem anti debu SSWF, Olympus E30 ini tetap memakai live-view (plus layar LCD 2,7 inci yang bisa dilipat) dan juga dilengkapi modul AF dengan 11 titik AF yang fleksibel (keluhan utama pemakai Olympus E520 adalah hanya ada tiga titik AF). Performanya pun tergolong tinggi dengan 5 fps dan kecepatan shutter maksimal di 1/8000 detik. Secara head-to-head, E30 ini diposisikan untuk bertarung dengan Canon 50D, Nikon D90 dan Pentax K20D.

Nikon sendiri selalu kesulitan untuk mencegah bocornya rumor akan DSLR mereka yang akan datang, sehingga berita kehadiran D3x ini telah lama dikabarkan di internet. Seperti yang sudah diduga, Nikon D3x ini memeiliki bentuk yang sama dengan D3, hanya saja sensor CMOS yang dipakainya kini beresolusi 24.5 MP, setara dengan yang dipakai Sony A900 (keduanya sama-sama berformat full-frame). Performa D3x tentunya amat baik dengan 5 fps FX atau 10 fps DX, dan shutter unit yang tahan hingga 300 ribu kali jepret. Urusan fokus juga bisa dibilang superior dengan 51 titik AF dan tersedia live-view. Inilah kamera flagship dari seluruh jajaran DSLR Nikon, hanya untuk para profesional. Harga? Hampir seratus juta rupiah (USD 8000), sudah mendekati harga kamera Medium Format ya?

Published by

Erwin M.

Saya suka mengikuti perkembangan teknologi digital, senang jalan-jalan, memotret, menulis dan minum kopi. Pernah bekerja sebagai engineer di industri TV broadcasting, namun kini saya lebih banyak aktif di bidang fotografi khususnya mengajar kursus dan tur fotografi bersama infofotografi.com.

3 thoughts on “DSLR baru di penghujung tahun 2008”

  1. bagaimana jangkouwan servis dengan kamera yang berkualitas E 30 dan sejauh mana jangkouwan kulitas gambar dengan E 30….????
    dari sisi mana….
    produk kamera E 30 …. sudah di pasarkan di mana saja ??? kira2 harga nya brp ?? kalo misalkan harga terjangkou tetu nya pasti banyak peminat nya…hehehheh

  2. Mas.. Gmana perbandinganmu antara NIKON D3/D3x dengan Sony A900…

    Nikon D3 sih best for speed, kalo D3x dan A900 seimbang secara resolusi di 24 MP tapi jomplang di harga (D3x 100 juta, A900 ‘cuma’ 30 juta).

  3. Pak, ga ada review ttg Oly E520 ?

    Bukan review kali ya, cuma selayang pandang saja.. Kalo review kan harus benar2 pegang kameranya. Kapan2 saya tulis soal Oly E520 vs E30 deh…

Comments are closed.