Mengenal lensa Nikon AF-S 105mm f/2.8 VR Micro

Bagi yang sering memakai kamera DSLR Nikon tentu kenal dengan lensa yang satu ini. Sebuah lensa Nikon buatan tahun 2006 yang khusus untuk dipakai makro, dengan panjang fokal yang tetap di 105mm, dan dilengkapi stabilizer VR. Ya, nama lensa ini AF-S Micro Nikkor 105mm f/2.8 G ED VR, cukup populer untuk urusan memotret makro dengan kemampuan reproduction ratio 1:1. Ken Rockwell sudah menuliskan artikel dengan ringkas soal lensa ini, namun tidak ada salahnya saya pun mencoba menulis sedikit mengenai lensa makro ini.

Nikkor AF-S 105mm VR
Nikkor AF-S 105mm VR

afs-105vrcPertama, lensa ini bukan lensa DX, meski demikian saya tetap mencoba lensa ini di kamera Nikon D40. Lensa buatan Jepang ini mantap, kokoh dan berat. Tidak ada putaran zoom pada lensa ini, karena panjang fokalnya fix di 105mm (atau 157mm di kamera DX). Hanya tersedia sebuah putaran manual fokus (focus ring) dan sebuah jendela informasi skala fokus. Terdapat tiga tuas selektor pada bagian samping lensa ini, yaitu M/A-M untuk pilihan manual fokus atau auto fokus, kemudian selektor focus-range dan selektor on-off untuk VR. Lensa ini punya bukaan maksimal di f/2.8 dan minimal di f/57 (pada posisi 1:1).

Lensa seharga hampir sepuluh juta ini punya kecepatan auto fokus tinggi berkat motor SWM yang halus. Sistem AF-S pada lensa ini memungkinkan  auto fokus di D40, dan sistem AF-S juga memungkinkan kita mengubah fokus manual secara langsung dengan memutar manual fokus ring. Sistem auto fokus di lensa ini sendiri murni internal, sehingga tidak ada elemen lensa yang maju mundur atau berputar. Lensa yang sudah memakai VR II ini layaknya lensa Nikon modern lainnya sudah memakai kode G yang artinya tidak lagi memakai selektor diafragma manual, sehingga tidak kompatibel dengan kamera SLR film lama. Bagian depannya memiliki diameter filter 62mm, di bagian dalam terdapat 14 elemen lensa termasuk satu lensa ED.

Lensa ini amat baik untuk dijadikan lensa potret yang diambil dari jarak agak jauh (medium telephoto). Namun satu hal yang membedakan lensa micro dibanding lensa biasa adalah kemampuannya untuk memberi reporduksi rasio hingga 1:1. Pada lensa 105mm ini diperlukan putaran yang banyak untuk merubah skala dari infinity ke 1:1. Bukaan maksimum lensa ini pun akan mengecil seiring dengan perubahan rasio ini, dimana pada 1:1 bukaannya ‘hanya’ f/4.8 maksimum. Namun memotret makro memakai lensa ini tampaknya tidak semudah yang dibayangkan. Contoh foto berikut menunjukkan foto seekor lalat yang punya rasio sekitar 1:1.3 dengan jarak dari lensa sekitar 30 cm.

lalat

Foto makro ini diambil memakai bukaan yang terlalu besar (f/4.1) sehingga hanya kepala lalat saja yang tampak fokus (hal ini karena saat pengambilan sengaja mengandalkan cahaya matahari saja). Saya kesulitan menjaga fokus konstan saat memakai lensa ini, karena setelah kamera mengunci fokus (tombol shutter ditahan setengah) ternyata fokusnya bisa ‘lari’ sendiri padahal foto belum sempat diambil. Ken Rockwell menyebutnya dengan istilah ‘focus breathing‘.

d40-105vrTerlepas dari issue diatas (mungkin saya yang kurang memahami cara memakai lensa ini), secara keseluruhan lensa micro ini amat baik. Auto fokus cepat, gambar tajam, distorsi amat rendah (entah kalau pakai kamera FX), bokeh yang amat baik, warna yang natural dan sistem VR yang efektif. Saya penasaran apa beda lensa ini bila dibanding dengan lensa micro baru dari Nikon yaitu AF-S Micro 60mm f/2.8 G ED (tentu selain panjang fokal dan VRnya).

Note :

Terima kasih untuk sewakamera karena telah berkenan meminjamkan lensa ini secara gratis kepada saya.

Advertisements

Published by

Erwin M.

Saya suka mengikuti perkembangan teknologi digital, senang jalan-jalan, memotret, menulis dan minum kopi. Pernah bekerja sebagai engineer di industri TV broadcasting, namun kini saya lebih banyak aktif di bidang fotografi khususnya mengajar kursus dan tur fotografi bersama infofotografi.com.

4 thoughts on “Mengenal lensa Nikon AF-S 105mm f/2.8 VR Micro”

Comments are closed.