Komputer nettop sebagai pusat hiburan digital di rumah

Saat saya menulis artikel sebelum ini soal tenaga GeForce yang dipadu dengan prosesor Intel Atom,  muncul kesadaran dalam benak saya bahwa era konvergensi dunia komputer dan dunia home entertainment memang telah tiba. Betul kalau komputer sudah lama mampu menjadi perangkat multi media yang serba bisa, namun saya membayangkan sebuah komputer dalam dimensi yang jauh lebih kecil dari ukuran normal, dengan kemampuan multi media yang bahkan melebihi komputer pada umumnya. Saya membayangkan sebuah komputer mini baru yang kita kenal dengan istilah nettop, yang berukuran tidak lebih besar daripada sebuah PlayStation, dengan prosesor hemat daya dan chipset berkinerja grafik tinggi (bila memakai GeForce 9400M). Saya membayangkan kotak ini akan berada di samping sebuah televisi LCD yang sekaligus menjadi monitor komputer, dan disandingkan dengan seperangkat speaker home-theater-in-the-box yang akan menyulap ruang keluarga di rumah menjadi pusat hiburan digital. Dengan kombinasi ketiga perangkat ini (nettop, TV LCD dan speaker) rasanya saya sudah bisa mengucapkan selamat tinggal kepada konsep hiburan di rumah yang selama ini ada (dengan sound system yang rumit, pemutar DVD terpisah, receiver Dolby Digital terpisah dsb).

Nettop, atau internet desktop, awalnya adalah solusi ringkas menjadikan perangkat desktop yang ditenagai prosesor Intel Atom, yang hanya ditujukan khusus untuk kegiatan komputasi ringan seperti browsing internet dan multi media sederhana. Meski kecepatan prosesor Intel Atom berkisar di angka 1,6 GHz dan sanggup menjalankan OS Windows Vista, namun pemakaian nettop (dan netbook untuk yang versi portabel) tidak ditujukan untuk kegiatan yang menguras banyak resources komputer seperti bermain game atau menonton konten video High Definition. Hal ini karena chipset pendukung Intel Atom berfungsi ganda sebagai prosesor grafik (terintegrasi) sehingga kinerjanya tidak akan sebaik memakai kartu grafis khusus. Namun hadirnya tenaga grafisNvidia GeForce dalam chipset GeForce 9400M yang kini dipadukan dengan Intel Atom membuat batasan yang selama ini ada dapat disingkirkan. Katakanlah resolusi gambar maksimal yang sanggup diusung chipset ini adalah 2560 x 1000 piksel, dengan kemampuan mendukung DirectX 10, hingga sanggup menyediakan port HDMI, nyata-nyata telah menjadikan Intel Atom tak ubahnya prosesor Intel lainnya (seperti Pentium atau Core).

Kembali ke khayalan saya. Nettop ini akan menjadi semakin mantap bila didukung oleh Intel Atom berinti ganda, plus sebuah media simpan SSD berkapasitas tinggi, dan sebuah drive Blue Ray untuk konten video HD. Nettop ini pun harus sesuai kodratnya yaitu dengan kemampuan mengakses internet, entah lewat WiFi, atau modem 3,5G. Karena hemat daya, bisa dipastikan nettop ini akan senyap dan tidak mendengung seperti komputer yang biasa kita pakai (bayangkan rasanya mendengar musik yang diiringi dengungan kipas komputer). Pada port-port USBnya, salah satunya akan saya pasang antena USB penerima siaran DVB-T (TV digital), yang sebentar lagi akan menjadi standar siaran TV di Indonesia. Pada output HDMInya akan saya sambungkan ke TV LCD yang berfungsi sebagai monitor dan sebagai penerima siaran TV (analog). Pada port audio outnya akan saya hubungkan ke sistem speaker home theater in the box, dimana semua kendali akan sistem Dolby Digital dan penguat daya akan berada di dalam speaker sub woofer aktif, dan suara surround dikirim ke masing-masing speaker di depan dan belakang.

Impian saya semakin seru saat saya mulai membayangkan apa saja yang bisa dilakukan oleh sistem nettop ini. Setidaknya, inilah yang bisa kita lakukan di rumah, bila sistem impian saya ini terwujud :

  • bekerja dengan komputer, suatu hal mendasar saat seseorang memiliki komputer. Dengan keyboard dan mouse, sebuah nettop juga menjadi komputer biasa yang bisa melakukan aplikasi office, PDF, atau menginstal program lainnya. Dengan dukungan akses internet, nettop tentu akan menjadi pusat web browsing seperti akses email, chatting, video chat, hingga menonton You Tube.
  • memutar musik, hal sederhana yang selalu dilakukan orang dari dulu. Media simpan musik boleh berevolusi, piringan hitam, pita kaset, cakram CD hingga kini flash memory yang menampung ribuan lagu berformat MP3 atau jutaan file MIDI untuk sekedar berkaraoke. Berlama-lama memutar koleksi lagu kesayangan di dalam drive SSD pada nettop tidak akan membuat kita was-was, karena tidak ada mekanik yang berputar di dalam drive SSD, dan nettop yang hemat daya ini tidak membuat tagihan listrik membengkak hanya gara-gara membiarkan komputer nettop kita menyala 24 jam untuk memutar lagu.
  • menonton video, namun dengan format full High Definition. Masukkan keping film berformat Blue Ray pada nettop, nyalakan sistem home theaternya, dan nikmati tenaga GeForce pada chipset di dalam nettop yang mampu meng-encode format HD tanpa ada kesulitan. Ingat, ukuran nettop ini masih jauh lebih kecil daripada DVD player yang ada di rumah kita.
  • bermain game, dengan kinerja grafik 3D dan tata suara surround, sulit dipercaya ini semua dilakukan memakai sebuah kotak kecil bernama nettop. Masih ingin membeli Xbox?
  • menikmati koleksi foto dan video yang diambil memakai kamera digital, dan ditransfer ke drive SSD pada nettop. Dengan kinerja nettop yang nantinya bisa menyamai kemampuan komputer biasa, urusan mengedit foto dan video semestinya bukan menjadi masalah lagi.
  • menonton TV (digital), dengan antena DVB-T yang ditancapkan ke port USB. Nantinya tayangan TV swasta yang selama ini kita tonton pada kanal UHF, akan dirubah ke modulasi digital sehingga satu kanal UHF bisa menampung hingga enam kanal TV. Dengan antena yang sama pun bisa ditangkap siaran radio masa depan, DAB, bila kita bosan menonton TV.

Meski tampaknya sebagian impian saya diatas sudah banyak ditemui dalam kenyataan sehari-hari, namun esensi utama yang saya impikan tetap masih dalam status ‘akan datang’ mengingat nettop dengan jeroan chipset GeForce belum tersedia di pasaran. Belum lagi penetrasi drive optik Blue Ray (rewriteable) juga belum banyak, dan siaran DVB-T di tanah air pun masih menjadi wacana. Intinya, dengan bermodal sekotak nettop, sebuah TV LCD dan seperangkat speaker sudah bisa menggantikan dua dunia yang (dulunya) berbeda : komputer dan home entertainment.

Solusi nan ringkas (cocok untuk ruangan kecil seperti kos-kosan), hemat daya (TDP dari Intel Atom hanya beberapa watt saja), hening, tidak berisik (tidak banyak kipas pendingin seperti PC), dan amat modern ini tampaknya (nanti) bukan hanya sekedar angan-angan saya saja.

Info : Saat ini konsep nettop sudah dimulai oleh produsen seperti Asus, MSI dan lainnya.

Advertisements

Published by

Erwin M.

Saya suka mengikuti perkembangan teknologi digital, senang jalan-jalan, memotret, menulis dan minum kopi. Pernah bekerja sebagai engineer di industri TV broadcasting, namun kini saya lebih banyak aktif di bidang fotografi khususnya mengajar kursus dan tur fotografi bersama infofotografi.com.

4 thoughts on “Komputer nettop sebagai pusat hiburan digital di rumah”

  1. mas gaptek ada ga komputer yang bentuknya kecil spt pda yang praktis ada tv mp3 pokoknya komplit dah soalnya aku tinggal di korea dan ingin cari hiburan yang praktis dan canggih komplit serta kayak komputerlah drpd hp.

    Di korea kan pusatnya gadget, lengkap dong… Pake UMPC dgn prosesor Atom juga bisa. Di kroea udah ada TV digital blm?

Comments are closed.