Gerhana matahari cincin di langit Jakarta

Senin, 26 Januari 2006.

Sejak pagi langit sudah mendung, bahkan sesekali turun hujan. Tak heran, hari ini kan hari libur Imlek, konon dari dulu Imlek memang identik dengan hujan. Masalahnya, hari ini saya sedang menantikan fenomena alam yang jarang terjadi yaitu gerhana matahari cincin yang dijadwalkan akan bisa menghiasi langit Jakarta Tangerang. Kalau langit mendung, tanpa ada gerhana pun suasana sekitar sudah gelap, dan matahari memang tidak tampak jelas. Proses menantikan gerhana selepas waktu ashar membuat saya makin pesimis saat langit masih tetap mendung, apalagi saya tidak yakin kalau daerah Tangerang bisa kebagian melihat fenomena ini (karena kabarnya lintasan matahari hanya melewati daerah Lampung hingga Anyer).

Tiba-tiba pukul 16.40 WIB seorang teman mengirim SMS mengabarkan kalau gerhana ternyata bisa dilihat dengan jelas. Bergegas saya ambil kamera saku Lumix LZ2 dgn lensa 6x zoom, saya set posisi lensa di zoom maksimal 222mm, Ev mentok di minus 2, dan lainnya saya biarkan di posisi auto. Meski masih diselimuti awan, namun saya bersyukur karena fenomena alam ini masih bisa saya nikmati. Inilah dia cincin indah di sekitar matahari yang berhasil saya jepret, tampak cantik bukan?

Data teknis : Ev -2, fokal lensa 222mm, ISO 80, shutter 1/800 detik, aperture f/9.

Gerhana matahari cincin di langit Tangerang
Gerhana matahari cincin di langit Tangerang

Fenomena gerhana matahari total akan berlangsung 7 tahun lagi, atau tepatnya 9 Maret 2016 di atas langit Jambi.

Published by

Erwin M.

Saya suka mengikuti perkembangan teknologi digital, senang jalan-jalan, memotret, menulis dan minum kopi. Pernah bekerja sebagai engineer di industri TV broadcasting, namun kini saya lebih banyak aktif di bidang fotografi khususnya mengajar kursus dan tur fotografi bersama infofotografi.com.

6 thoughts on “Gerhana matahari cincin di langit Jakarta”

  1. Ya,benar memang fenomena ini tidak boleh dilewatkan karena sangat jarang ada ,didaerah saya hanya terlihat sebagian,tapi yg sy tanya bagaimana anda memotretnya bukanya bila dilihat dengan mata bs buta,bagaimana caranya?

    Kebetulan langit kan lagi mendung, jadi saya beraniin liat sebentar ke arah matahari. Selanjutnya saya lihat lewat layar LCD saja, itupun gambarnya sudah blooming ke mana2. Saya ambil resiko, kalo sensornya jebol ya apa boleh buat (tidak ada filter khusus buat kamera saku), tapi kalo kameranya tidak kenapa-napa saya bakal dapet momen jarang terjadi. Untungnya sensornya tidak rusak setelah jepret beberapa gambar, alhamdulilah.

  2. wow….. menakjubkan…… sungguh fenomena alam yang begitu indah karena kebesaranNYA…..

Comments are closed.