PMA 2009 dan rumor Nikon D5000

Ajang pameran fotografi tahunan tanah air, Focus 2009, malam ini resmi ditutup. Tapi dua hari nanti, tepatnya 3 Maret 2009, ajang serupa akan digelar di Las Vegas Convention Center, namun dengan skala yang jauh lebih besar dari Focus di JCC Senayan. Acara yang saya maksudkan adalah PMA 2009, atau Photo Marketing Association, yang seperti biasanya akan dimeriahkan oleh para produsen kamera papan atas dunia. Bahkan sebulan sebelum ajang ini dilangsungkan, para produsen telah meluncurkan produk kamera anyar (istilahnya pra-PMA) dan biasanya produk baru tersebut akan dipertunjukkan kepada publik pada saat ajang PMA berlangsung.

Ah, sudahlah. Siapa juga yang mau jauh-jauh ke Vegas cuma untuk nonton pameran kamera? Terus untuk apa saya menulis soal acara ini? Pertama tentunya sekedar informasi saja, siapa tahu ada pembaca blog ini yang kebetulan sedang berada di Vegas. Kedua, saya menangkap sinyal kuat akan rumor hadirnya penerus Nikon D40 di ajang PMA 2009 lusa. Ya, Nikon D40 yang diluncurkan awal tahun 2007 silam sudah menorehkan sejarah dalam dunia kamera DSLR sebagai kamera DSLR yang berimbang antara kualitas yang tinggi dengan harga yang ekonomis. Kini setelah dua tahun berselang, Nikon sudah semestinya meluncurkan kamera DSLR yang seukuran D40, seharga D40, tapi dengan fitur yang jauh lebih baik (bahkan diatas D60 sekalipun). Nikon seharusnya merebut kembali predikat best entry level DSLR untuk tahun 2009 dari tangan pesaing. Untuk itu sang penerus D40 ini nanti tidak boleh sekedar facelift belaka, namun harus benar-benar revolusioner.

Rumor yang beredar memang diakui masih simpang siur. Awalnya dirumorkan Nikon akan meluncurkan D60x, atau D65. Jujur saja, Nikon sudah kehabisan stok penamaan kamera bila meneruskan tradisi nama berkode huruf D yang diikuti dengan dua digit angka dibelakangnya. Oleh karenanya, kemungkinan Nikon tidak akan memaksakan format penamaan lama dan akan mengikuti jejak pesaing dengan (tidak tanggung-tanggung) menulis empat digit angka dibelakang huruf D. Produk yang diyakini akan diluncurkan pada ajang PMA 2009 disebut-sebut adalah Nikon D5000, dengan ukuran dan harga yang tidak berbeda jauh dengan Nikon D40.

Menilik hasil penerawangan dari beberapa pihak, saya coba tulis kembali ramalan atau harapan akan fitur utama dari kamera DSLR Nikon D5000 ini. Harap diingat bahwa ini semua hanyalah prediksi semata, dan tidak ada jaminan kalau nanti kamera ini atau fitur berikut ini betul-betul akan terealisasi. Inilah ramalan fitur utamanya :

  • resolusi tinggi pada keping sensor CMOS berformat DX, sekitar 12-16 MP
  • bosan dengan 3 titik AF? D5000 akan memiliki 9 hingga 11 titik AF
  • ya, yang dinantikan sejak lama : live view dan movie mode, dan tentunya HDMI out
  • shutter masih sama : 1/4000 hingga 30 detik, 3 fps saja
  • layar 3 inci tampaknya sudah jadi tren, bagaimana bila 920ribu piksel?
  • mendukung wireless flash
  • WiFi, meski tanpa GPS seperti D90

Bayangkan, kesemua itu dikemas dalam bodi seukuran D40 dan dengan harga yang juga dibawah harga D90. Saat pertama D90 diluncurkan Agustus 2008 silam, orang lantas berpikir, kenapa harus membeli D300 bila ada D90. Nah, kalau nanti D5000 ini betul-betul jadi diluncurkan sesuai rumornya, orang akan berkata : buat apa beli D90 (atau D300) bila ada D5000 🙂

Melengkapi rumor lainnya soal kehadiran DSLR baru di tahun 2009 ini, kabarnya merk lain pun tengah bersiap memberikan kejutan seperti Canon (EOS 500D dan EOS 1D mark IV), Pentax (K300D dan K30D), Sony (Alpha A800), dan Olympus (penerus E3). Percaya tidak percaya ya, kita tunggu saja..

Advertisements

Published by

Erwin M.

Saya suka mengikuti perkembangan teknologi digital, senang jalan-jalan, memotret, menulis dan minum kopi. Pernah bekerja sebagai engineer di industri TV broadcasting, namun kini saya lebih banyak aktif di bidang fotografi khususnya mengajar kursus dan tur fotografi bersama infofotografi.com.

8 thoughts on “PMA 2009 dan rumor Nikon D5000”

  1. Rumor ini tidak terbukti, tidak ada kamera baru dari Nikon. Mungkin musim panas nanti baru ada yang baru, dan kemungkinan akan dijual di pasar pada musim gugur untuk menyongsong Thanksgiving dan Christmas.

  2. Wah, Focus 2009 yang berbarengan dengan event komputer sangat mengecewakan. Kebetulan saya domisili di Semarang. Saya coba cari event-nya Focus di Semarang, cuma ada event komputernya aja. Booth cameranya cuma 1, itupun cuma meja kosong dan ada brosur Olympus E-520 saja. Mengecewakan sekali. BTW, mas gaptek tolong diulas dong, Canon EOS 1000 D yang katanya ekonomis tapi dengan fitur melimpah itu.

  3. Wah, di mana link-nya yang mbahas EOS 1000D mas ? BTW, menurut mas, bagus mana image stabilizer pada body VS pada lensa ?

    1. Salah satunya disini mas : https://gaptek28.wordpress.com/2008/06/11/dslr-canon-ekonomis/

      Stabilizer di lensa : IS (Canon), VR (Nikon), VC (Tamron), OS (Sigma) selain bisa meredam shake karena speed lambat (dibawah 1/20 detik) juga punya keuntungan lebih utk mengkomensasi shake karena lensa tele (diatas 200mm).

      Stabilizer di bodi : IS (Olympus), Steady Shot (Sony) dan SR (Pentax) kurang bisa meredam shake karena lensa tele, tapi dia pasti bisa meredam shake dari lensa apapun, termasuk lensa yg ada stabilizernya spt Tamron dan Sigma.

      Sigma mengklaim sistem stabilizer pada lensanya bisa dipakai bersamaan dgn stabilizer bodi (bila dipakai di kamera Oly/Sony/Pentax), namun saya rasa kalau keduanya aktif bakal saling mengganggu. Untuk itu bila anda memilih IS di bodi dan ternyata memakai lensa yg juga ada IS-nya, matikan saja salah satunya.

  4. kenapa harus membeli D300 bila ada D90. Nah, kalau nanti D5000 ini betul-betul jadi diluncurkan sesuai rumornya, orang akan berkata : buat apa beli D90 (atau D300) bila ada D5000<—— nggak juga, sebelum dibuat nikon telah melakukan survey lapangan. dari item kamera di atas bidikan pasar beda juga kebutuhan yang berbeda. sebagai pemula it's OK, tapi untuk lebih menuju ke PRO tetep di butuhkan yg lebih perfect… sorry boss..

Comments are closed.