Lumix TZ7 vs Canon SX200 IS, adu dua super-zoom mungil

sx200_tz7Pada awalnya menginginkan sebuah kamera saku yang bisa punya lensa super panjang mungkin terdengar seperti sebuah mimpi. Kamera saku yang berukuran mungil, pocketable dan bisa dioperasikan dengan satu tangan seakan sudah ditakdirkan untuk punya lensa yang biasa saja dengan rentang fokal standar sekitar 35-105mm atau 3x zoom optik. Untuk fokal lensa lebih dari itu kita perlu kamera yang ukurannya lebih besar, lensa lebih besar dan harga yang lebih mahal. Namun untunglah kini inovasi lensa dan terobosan desain kamera telah mengantarkan kamera saku kepada batas baru yang sebelumnya tidak mungkin, yaitu lensa berkemampuan zoom tinggi dalam ukuran yang mungil.

Memang tidak banyak kamera saku yang punya lensa berkemampuan diatas rata-rata. Saat beberapa produk kamera saku mengusung lensa 4x hingga 6x zoom optik (yang mana sudah cukup mengesankan) kini di awal tahun 2009 kita disuguhi sekaligus dua produk kamera saku yang punya lensa luar biasa mengejutkan dengan rentang fokal ekstrim dari sangat wide hingga tele yang amat jauh yaitu 12x zoom optik (ya, dua belas kali !!). Dari pihak Panasonic, telah hadir penerus seri legendaris Traveller Zoom (TZ) yang kini dipimpin oleh seri flagship-nya : Lumix TZ7 (ZS3) dengan lensa Leica yang sulit dipercaya : 25mm hingga 300mm. Dari pihak papan atas Canon lahir produk yang tak kalah mengagumkan :  Powershot SX200 IS dengan lensa 28mm hingga 336mm. Yang unik, keduanya diluncurkan dalam waktu yang hampir bersamaan, dan nuansa persaingan yang kental antar kedua produsen menggoda saya untuk mengadu head-to-head fitur unggulan yang dimiliki oleh keduanya.

PowerShot SX200 IS
PowerShot SX200 IS
Lumix DMC-TZ7
Lumix DMC-TZ7

Bila anda mencari kamera saku dengan lensa terpanjang saat ini, salah satu dari kedua kamera ini bisa jadi akan menjadi pilihan anda. Baik Canon atau Lumix, keduanya punya lensa 12x zoom, sensor CCD resolusi tinggi, layar LCD 3 inci dan fitur HD movie. Lalu pilih yang mana dong? Simak perbandingan fitur keduanya berikut ini :

  • resolusi : Canon dengan 12 MP seolah lebih unggul dari Lumix dengan 10 MP namun kenyataan Lumix punya sensor 12 MP yang bisa diset bermacam aspek rasio yaitu 4 : 3, 3 : 2 atau 16 : 9 (ketiganya 10 MP) tanpa mengalami cropping.
  • lensa : Canon dengan rentang 28-336 mm dan Lumix dengan rentang 25-300mm tampak sama-sama 12x zoom namun kemampuan tele Canon 36mm lebih panjang (meski perbedaan ini tidak terlalu berarti), sebaliknya dalam urusan wide Lumix dengan 25mm mampu lebih wide dari Canon yang 28mm (dalam fotografi wideangle, perbedaan 3 mm saja lumayan berarti). Bisa dibilang rentang fokal lensa Lumix lebih efektif  dan juga lebih sulit untuk didesain dibanding lensa Canon.
  • diafragma : Keduanya tergolong lensa lambat dengan bukaan maksimum di saat wide adalah f/3.3. Namun pada tele maksimum, bukaan maksimal lensa Lumix lebih unggul dengan f/4.9 dibanding Canon yang hanya f/5.3 meski dalam kenyataan di lapangan perbedaan kecil ini tidak ada bedanya.
  • exposure mode : Canon unggul mutlak dengan ketersediaan mode manual P/A/S/M sementara Lumix hanya punya mode Auto. Dengan mode manual, kita bisa mengubah nilai diafragma (meski tidak se-asyik pada DSLR) dan khususnya bisa mengatur kecepatan shutter (misal ingin memotret slow shutter). Bagi yang ingin melatih skill fotografi dengan bermain mode manual, Canon ini jelas lebih layak dipilih.
  • stabilizer : lensa dengan fokal sedemikian panjang tentu rentan akan getaran tangan yang berakibat foto jadi blur. Maka itu baik Canon dan Lumix keduanya sama-sama telah dipersenjatai dengan stabilizer yang memungkinkan memotret memakai tele maksimum dengan kecepatan hingga 3 stop lebih lambat daripada tanpa stabilizer. Selain untuk memotret, stabilizer juga bisa diaktifkan saat merekam video.
  • lampu kilat : Canon punya desain lampu kilat yang unik yaitu berjenis pop-up di sebelah kiri kamera. Desain unik ini membuat posisi lampu sedikit lebih jauh dari lensa sehingga mengurangi resiko red-eye. Namun desain ini juga menyulitkan saat memotret karena tangan kiri kita akan menjadi serba salah saat lampu kilat menonjol ke atas. Sebaliknya Lumix punya desain lampu kilat yang biasa saja dengan posisi di sebelah kanan lensa.
  • layar LCD : meski keduanya punya layar selebar 3 inci, namun soal resolusi LCD Lumix lebih unggul dengan 460-ribu piksel  (480 x 320) sementara Canon hanya beresolusi 230-ribu piksel (320 x 240) sehingga gambar di layar LCD tampak lebih detail dan nyaman dilihat.
  • HD movie : meski keduanya punya fitur movie yang sama-sama High Definition 720p, namun Lumix jauh lebih unggul dari Canon setidaknya dalam hal pilihan tingkat kompresi / bit-rate, pilihan teknik kompresi (M-JPEG atau MPEG-4), tata suara stereo dan kemampuan zoom optik saat merekam. Lumix menyediakan pilihan bit-rate 9, 13 dan 17 Mbit/s, sementara Canon hanya memberi satu pilihan yaitu 24 Mbit/s yang cepat menghabiskan kapasitas memory card.
  • aspek lainnya : Tampaknya Lumix mampu mengungguli Canon dalam hal kinerja burst yang cepat, live histogram saat sedang memotret, dan kemampuan menghilangkan purple fringing secara digital, otomatis.

Dari penjabaran di atas sepintas memang duel antara Canon SX200 IS dan Lumix TZ7 ini tampak draw, hanya garis besarnya Canon unggul di fitur manual mode, sementara Lumix unggul di hal-hal lain seperti movie dan LCD. Mana yang anda lebih sukai, tentu didasarkan pada kebutuhan dan selera anda. Namun jangan harap keduanya akan mampu memberi foto yang mengagumkan dalam segala kondisi pemotretan, karena toh kedua tetaplah kamera saku biasa bersensor kecil yang noise bila memakai ISO diatas ISO 200 dan rentan terhadap area kontras tinggi yang cenderung membuat highlight clipping. Tapi sebagai kamera saku sehari-hari yang sering dipakai travelling, memotret pemandangan yang luas atau menjangkau area yang jauh, kamera berlensa 12x zoom ini sudah sangat-sangat memadai. Singkatnya, keduanya punya selling point pada lensa zoomnya, dan bila anda mengejar kemampuan low-light tentu kamera saku Fuji FinePix F200EXR lebih cocok untuk dipilih.

Published by

Erwin M.

Saya suka mengikuti perkembangan teknologi digital, senang jalan-jalan, memotret, menulis dan minum kopi. Pernah bekerja sebagai engineer di industri TV broadcasting, namun kini saya lebih banyak aktif di bidang fotografi khususnya mengajar kursus dan tur fotografi bersama infofotografi.com.

36 thoughts on “Lumix TZ7 vs Canon SX200 IS, adu dua super-zoom mungil”

  1. mas bagaimana dgn ketajaman saat di zoom maksimal bila dibandingkan dgn dslr lensa serta pd saat posisi fokal maksimal atau zoom maksimal kebetulan low light dan harus menggunakan flash apakah cahaya flash bisa menjangkau obyek yg jauh tsb dan bgmn hasilnya dan bagaimana pula bila itu terjadi pd dslr tanpa flash tambahaan atau built in flsh saja

    1. Flash pada kamera saku tidak bekerja dgn prinsip TTL layaknya DSLR. Pada DSLR, putaran zoom lensa mengirimkan info jarak pada unit flash sehingga output powernya bisa diatur otomatis. So pada tele maksimal lampu kilat pada kamera diatas tentu tak berdaya.

      Ketajaman optik lensa 12x zoom pada saat tele maksimal tentu saja ada penurunan namun dari review beberapa situs luar negeri tampak masih cukup layak kok.

  2. Awalnya saja juga sangat antusias dengan kamera super zoom, namun realitanya zoom diatas 6x tanpa menggunakan tripot sangat ber-resiko menurangi kualitas gambar. Apalagi semakin zoom performa kamera juga turun…. akhirnya 4x optical zoom dah cukup buat aku. Yang lebih penting adalah performa…. IS…. wide… and manual control.

    Bagaimana dengan anda?

    1. Personali Canon A590IS cukup mumpuni, cuman segala sesuatu tidak ada yang sempurna bukan? Kekurangannya belum wide (28mm) dan bila pakai blitz ngisinya tenggaknya lumayan butuh waktu. Tapi secara keseluruhan aku acungi jempol buat Canon A590IS.

      Point yang aku suka dari Canon A590IS ketahanan batere AA termasuk yang paling tangguh, aku pernah nyoba bisa lebih dari 400 shot. Optical view finder. F2.8

  3. mas kok ga bandingin sama samsung hz10w sih.padahal hampir sama spesifikasinya malahan mungkin gabungan dr kedua kamera tsb.

    1. Tadinya mau sekalian, tapi saya bakal repot sendiri kalau banyak yg diadu. Lagipula SX200 dan LZ7 TZ7 udah ada di toko (4,5 jutaan) sementara samsung ini entah kapan akan ada di pasaran.

      1. maksudnya tz7 kan ya mas?, soalnya di atas yang lagi dibahas kan tz7.
        saya coba cari di toko, kok belum masuk katanya.. apa bisa kasih info dimana saya bisa beli lumix tz7. terima kasih

      2. dari perbandiangan di atas, lumix tz7 lebih sesuai untuk kebutuhan saya (hanya untuk traveling dan dokumentasi saja), hanya butuh info tambahan mengenai kecepatan proses pengambilan gambar, apakah ada perbedaan yang signifikan antara 2 produk ini. terimakasih

  4. mas kalau kamera medium format itu apa sih.kok harganya mahal banget padahal d3 itu sudah mumpuni dan bentuk serta fitur2 dibodi kok lain dngn dslr biasa emang sehebat apasih kamera ini .misal merk phase one ,apakah ada yang merek lain semisal nikon atau canon.

    1. Saya pernah ikut penjelasan soal phase one / hasselblad dan digital back di kantor. Kurang lebihnya sih medium format itu ukuran film yg lebih besar dari 35mm, dan utk dibuat versi digital perlu sensor besar seukuran medium format itu (dfata teknis coba cek wikipedia). Kamera jenis ini utk kalangan pro spt bikin iklan yg modelnya artis. Waktu itu didemoin pake payung dan lighting lengkap, kamera tersambung ke komputer dan seorang model. Emang mantap, tone dan dynamic rangenya jauh lbh halus, detil dan tone bisa diatur pake software (karena RAW) dan bisa dicetak segede gaban tanpa pecah. Nah, harga jual nikon D3X yg mendekati 100 juta dianggap konyol karena sudah setengah dari harga kamera medium format.

  5. mas . saya kan mau bli camdig . budgetnya 3 jt , pengen yg bisa dipake belajar dan trus kalo ntar udh bisa . masih kepake . pilihan saya jatuh ke canon ps a650 is .
    nah . pas kmaren ke tokonya . canon a650is nya udh gag diproduksi lg katanya
    malah di sodorin canon ps sx1100 is .
    menurut mas gaptek gmana ?
    ps sx1100 is worth ga ?
    trus kalo dengan budget segitu . ada gag kamera yg setara ps a650is ?

    makasi jawabannya mas
    hhe

    1. Saya pribadi kurang suka dgn SX110 IS, mungkin karena desain bodinya yg bongsor. Kalo A650 sudah tdk ada bisa coba cek A 720. Kalo generasi canon baru sudah tidak dilengkapi fitur manual (misal A2000) sehingga tidak terlalu menarik utk dibeli. Kalo Fuji F100 mau?

  6. kalo saya si pengen nya yg mereknya canon ,
    selain fuji f100 apalagi mas ? 3 jt nambah” dikit gapapa lah .
    hhe .
    itukan dari body .
    kalo dari spek gmana mas ?
    a720 ato sx110 ?

    makasi jawabannya ^^

  7. Om…aq lg nyari camdig dgn harga 2,5 jt ke bawah,
    kira2 yang ud bagus apa y dgn hrga 2,5jt kbwah?
    dgn harga segitu ud dapat camdig yang ud water resistance blom?

    Thanx…

    1. Kalo mau yg kamera jenis water proof bisa coba Olympus Mju 550WP atau Pentax Optio W30, kalo yg biasa aja tapi cukup bagus bisa ambil ixus 95 IS atau Fuji F60fd. Merk lain juga banyak sih yg kisaran harganya segitu, browsing aja di toko online.

  8. Mas Gaptek.. mohon referensi kalo Fuji FinePix F200EXR dibandingkan dgn Sony DSC-WX1/B gimana, dan Sony DSC-WX1/B dibandingkan dgn Canon S90 lebih prefer yang mana.. bingung aku mas.. hehee, trims a lot mas~

    1. Wah, anda membandingkan dua kamera yg sama-sama handal di ISO tinggi : Fuji dgn sensor EXR dan Sony dgn sensor Exmor-R. Dua-duanya bagus, namun fuji agak lebih unggul dalam urusan dynamic range (high contrast area). Sementara Canon S90 sangat menggoda dgn lensanya yg punya bukaan ekstra besar (f/2.0) yg mencoba menyaingi Lumix LX-3. Jangankan anda, saya juga bingung karena semuanya bagus, he..he..

      1. Mas Gaptek,

        Apa yang dimaksud dg:
        Canon dengan 12 MP seolah lebih unggul dari Lumix dengan 10 MP namun kenyataan Lumix punya sensor 12 MP yang bisa diset bermacam aspek rasio yaitu 4 : 3, 3 : 2 atau 16 : 9 (ketiganya 10 MP) tanpa mengalami cropping.

        Apa ini berarti kualitas hasil cetak TZ7 bisa sebaik SX 200IS 12 MP (bagus s/d hasil cetak ukuran A2)?

        Apa yang dimaksud dg punya sensor 12MP dan aspek rasio, tolong jelasin dong?

        Thanks.

        1. Ukuran sensor TZ7 memang 12 MP, namun yang terekam hanya 10 MP. Bila untuk dicetak besar, 10 MP sudah cukup namun bila diadu dgn 12 MP akan sedikit kalah tajam/detil.

          Kenapa TZ7 cuma bisa merekam 10 MP, karena Lumix ingin menawarkan berbagai pilihan aspek rasio (panjang kali lebar bidang foto). Foto yg umum kita lihat punya aspek rasio 4:3 dan 3:2. Sebagai tambahan, ada juga yg 16:9 untuk panorama. Dengan mendesain sensor 12 MP, TZ7 bisa memberi tiga pilihan aspek rasio dgn resolusi 10 MP. Memang agak membingungkan tapi intinya kalau mau cetak besar A2 sih 10 MP masih cukup layak.

  9. OK, Tks untuk prompt response nya.

    Apa berarti kesimpulannya untuk cetak ukuran A2 Canon SR200IS lebih baik dari TZ7?

    Berapa harga terbaik TZ7 or SR200IS dan dimana belinya?

    Thanks

    1. Apa berarti kesimpulannya untuk cetak ukuran A2 Canon SX200IS lebih baik dari TZ7?

      Bila sama-sama memakai resolusi tertinggi, jawabannya iya.

      Info : Untuk large-prints, mungkin anda akan kecewa dgn hasil cetakan yg kurang detil. Namun hasil cetak ukuran besar sebaiknya tidak dilihat dari dekat seperti kita melihat foto ukuran 4R. Dengan jarak pandang yg tepat, hasil cetakan besar masih tampak baik dan detil kok.

  10. Mas..kamera sy yg sekarang adalah canon ixus 860 dgn wide angle, menurut mas kalau sy upgrade ke Lumix tz7 apa worth it atau sama saja? bagaimana menurut mas apakag canon ixus 860 sdh cukup bgs? thanks.

  11. gan,pgn nanya ya.. kan lg bahas camera panasonic ni..
    saya sering baca kalo lumix bisa update firmwarenya.. itu gmn mksdnya? stau saya baru Handphone ama PSP yang bisa update gitu..
    slain lumix,, apa ada kamera lain bisa update gitu? itu teknisnya gmn? ntar ngaruhnya apa..?? maaf,, msh sangat dangkal ttg kamera.. thx b4 gan..

  12. Mas, tolong sarannya ttg canon sx 120 is dibanding canon sx 200 is
    digunakan untukmulai belajar fotografi
    lebih baik ambil yang mana ?
    terima kasih

    salam
    Danang

  13. Mas.. Maaf saya masih awam nih. Minta tolong di jelasin yg tentang :
    exposure mode : Canon unggul mutlak dengan ketersediaan mode manual P/A/S/M sementara Lumix hanya punya mode Auto. Dengan mode manual, kita bisa mengubah nilai diafragma (meski tidak se-asyik pada DSLR) dan khususnya bisa mengatur kecepatan shutter (misal ingin memotret slow shutter). Bagi yang ingin melatih skill fotografi dengan bermain mode manual, Canon ini jelas lebih layak dipilih.
    Dalam aplikasinya, apakah perbedaan kualitas gambarnya berbeda jauh dai kedua kamera ini? (tolong jg di kasih contoh aplikasinya).
    Untuk gambar objek bergerak (tepuk tangan, lompat dan lari atau extremnya mobil/kreta lewat), manakah yang lebih bagus hasilnya?
    Terimakasih atas penjelasanya…

    Salam,
    Sigit

  14. mas, saya mau tanya nih saya sedang ngincer kamera canon SX200IS atau fuji F70 EXR yah kan rentang harga dan spesifikasiny hampir sama tuh..yah saya kan maish awam tentang kamera walaupun saya sudah mencari reviwe2nya di website tp msh bingung kira2 lebih manteb yg mana yah…dan apakah sudah best buy yah….

    1. Utk memutuskan satu dari dua pilihan memang tdk mudah. Saran saya bandingkan hasil foto keduanya (download aja banyak kok) lalu nilailah mana yg terbaik.

  15. Mas, mohon pendapatnya dunk..untuk canon PS sx 120 IS dan canon PS sx 200 IS ditinjau dari segi harga dan spesifikasi lebih worth yang mana yach??
    Fungsi HD movie untuk apa mas??mohon penjelasan donk, maklum masih pemula..hehee..Thx

  16. Mas Gaptek, thanks utk infonya…saya mau tanya mengenai kecepatan antar shoot (apa tuh istilahnya, shutter lag ya??) dari Panasonic DMC-TZ7. Seberapa cepat kah?
    Saya senang sekali dengan foto candid dan photo journalism, sedangkan kamera ini tidak ada mode manualnya. Apakah di salah satu mode auto-nya dapat memfasilitasi kedalaman foto utk foto portrait dan makro? dgn kata lain ada “efek bokeh” gitu…
    Karena kamera ini juga tdk ada format RAW, seperti halnya software kamera saku Canon (CHDK/Canon Hack Development Kit — http://chdk.wikia.com/wiki/CHDK_for_Dummies), apakah Panasonic juga punya software eksternal?

    Thanks Mas Gaptek… 🙂

    1. Shutter lag kamera modern sudah jauh lebih singkat, kecuali kalau pakai lampu kilat (3 detik utk baterai lithium, 7 detik utk baterai AA).

      Kamera saku tidak bisa bikin bokeh yg baik kecuali pakai mode makro.

      Setahu saya tidak ada hack utk Lumix (spt CHDK Canon).

Comments are closed.