Memaksimalkan kit lens

nikon-18-55mm-f35-56g-af-s-dx-vrBeberapa waktu yang lalu, saya menerima permintaan untuk menulis tentang bagaimana memaksimalkan kit lens untuk pengguna kamera DSLR dalam anggaran yang terbatas. Setelah selesai menyelesaikan ujian akhir semester, kini saya akan paparkan satu dua tips dan informasi yang mungkin berguna bagi pembaca sekalian.

Apa itu “kit lens” ?
Tapi pertama-tama saya ingin menjelaskan dulu apa itu “kit lens.” Kit lens adalah lensa yang biasanya dibundel dengan pembelian kamera DSLR yang baru. Biasanya untuk DSLR kelas pemula, kit lens yang disediakan adalah lensa yang pemula atau murah meriah juga. Tapi bila Anda berkesempatan membeli kamera kelas atas seperti kamera Canon 5D mark II,  maka biasanya kualitas kit lens-nya juga tinggi. Contohnya Canon 5D mark II dibundel dengan Canon 24-105mm f/4 L USM yang harga satuannya hampir sepuluh juta rupiah saat tulisan ini diterbitkan.

Jadi anggapan bahwa kit lens selalu adalah lensa murah dan berkualitas rendah, tidak juga, tapi memang tidak dipungkiri bahwa kit lens sebagian besar memang berkualitas rendah tapi murah meriah.

Saat ini manufaktur kamera dan lensa terus memperbaiki kualitas kit lens, dan bila dibandingkan dengan 3-5 tahun yang lalu, kualitas gambar yang dihasilkan kit lens semakin baik dengan jangkauan zoom yang lebih fleksibel.

Perbedaan lensa mahal dan murah
Lalu bagaimana memaksimalkan lensa kit lens ini sehingga menghasilkan gambar yang tiada beda dengan lensa yang lebih mahal? tentunya pertama-tama kita harus mengerti dulu, apa beda lensa kit lens dan lensa berkualitas lebih tinggi.

Lensa kit lens murah, biasanya memiliki kelemahan:

  • Kualitas material kontruksi tidak baik, terutama casingnya, sehingga lensa ini biasanya tidak tahan banting atau senggol, sehingga harus dijaga baik-baik.
  • Kecepatan Auto Focus juga tidak begitu cepat  terutama untuk objek bergerak.
  • Memiliki maksimum bukaan yang cukup kecil dan semakin tinggi zoomnya maximum bukaannya semakin kecil. Contoh: f/3.5 – 5.6. Sedangkan lensa yang berkualitas tinggi biasanya bukaannya lebih besar, seperti f/4, f/2.8, f/1.4 dan seterusnya. Perkecualian untuk lensa prime atau lensa dengan satu jangkauan fokus seperti 50mm f/1.8 yang murah meriah.
  • Bokeh atau background blur di daerah yang tidak fokus bukan berbentuk bulat tapi persegi sehingga mengurangi nilai estetis.
  • Hasil gambar memiliki kontras yang lebih lemah.
  • Tidak tajam terutama di daerah sudut / pinggir gambar.
  • Kurang tajam terutama garis/pinggir yang memisahkan antara objek dengan latar belakang.
  • Chromatic abberation, vinyeting dan rawan flare bila cahaya yang terang memasuki lensa secara langsung. dan seterusnya….

Wah banyak juga ya kelemahannya dibanding dengan lensa yang mahal, maka dari itu, lensa yang berkualitas tinggi meski dibandrol dengan harga lima, sepuluh kali lebih mahal daripada harga kit lens, tetap saja dibeli oleh fotografer terutama yang berkantung tebal atau memang untuk tuntutan profesi.

Tapi jangan stres dulu, karena saya ada beberapa tips untuk mengoptimalisasikan lensa kit Anda

  1. Pertama-tama, saya mengusulkan untuk memfoto dengan satu atau dua stop lebih tinggi dari maksimum bukaan yang ada. Misalnya, bila Anda memiliki lensa yang maksimumnya f/3.5 atau 5.6, maka biasakan lah mengunakan f/5.6 untuk zoom lebar (di sekitar 18-24mm) dan antara f/8-f/11 untuk zoom sekitar 50-55mm. Biasanya, dengan bukaan satu atau dua stop lebih tinggi, maka hasil yang didapat jauh lebih tajam. Prinsip ini juga  berlaku untuk lensa kualitas menengah.
  2. Selain itu, sebisanya untuk tidak mengunakan “focal length” atau jangkauan fokal lensa di ekstrim ujung wide atau tele. Yang saya maksudkan adalah hindari pemakaian 18mm atau 55mm kecuali terpaksa. Sebaiknya mengunakan diantaranya, biasanya hasilnya lebih tajam, misalnya antara 24-40mm
  3. Lalu, untuk mengatasi vignetting dan daerah pinggir gambar yang cenderung kurang tajam, maka sewaktu mengkomposisi gambar, terutama untuk pemandangan dimana ketajaman ujung ke ujung gambar adalah utama, sebisanya memberikan sedikit ruang di pinggir, sehingga setelah Anda mendownload gambar tersebut ke komputer, Anda dapat meng-krop pinggir yang kurang baik tersebut.
  4. Untuk mengurangi lens flare, hal yang terpenting adalah hindari memfoto langsung berhadapan dengan sinar terang. Selain itu penggunaan lens hood atau topi lensa, juga bermanfaat mencegah lens flare terutama bila sinar terang datang dari samping. Kadang-kadang bila Anda mengunakan filter, juga mengakibatkan lens flare karena refleksi kaca filter, jadi hati-hati dalam mengunakan filter.
  5. Karena konstruksi casing sebagian besar terbuat dari plastik, tidak tahan air, tidak tahan banting dan senggol, juga tidak tahan debu yang berlebihan (seperti di gurun), maka sebaiknya dijaga lebih  hati-hati, karena sedikit pergeseran elemen internal optik bisa mengakibatkan menurunnya kualitas gambar secara signifikan.
  6. Untuk mengatasi lemahnya kontras, ini mungkin sekarang lebih gampang diatasi misalnya dengan meningkatkan saturasi pada gambar dengan picture style atau picture control. Anda juga bisa meningkatkan saturasi warna  dan kontras di piranti lunak pengolah gambar kesayangan Anda (contoh: Photoshop, Lightroom).

Itulah beberapa tips yang saya kira cukup penting untuk pengguna kit lens untuk mendapatkan hasil yang setidaknya beberapa langkah mendekati hasil foto dari pengguna lensa yang lebih mahal.

Mungkin Anda juga bertanya-tanya, bila saya mengusulkan untuk memakai bukaan kecil, maka bagaimana bisa untuk mendapatkan foto indoor atau keadaan gelap yang baik?

Jawabannya adalah inilah keterbatasan lensa kit. Saya sendiri mengusulkan pemakaian tripod, atau mengunakan flash (built-in atau eksternal)* dikombinasikan dengan ISO tinggi sekitar ISO 400-1200 dan shutter speed rendah 1/30 atau 1/15 bila lensa atau kamera Anda memiliki fasilitas anti getar.

Oke segitu dulu teman-teman sebangsa dan setanah air, silahkan mempraktekkan tips-tips tersebut, dan bila Anda memiliki tips lainnya, silahkan ikut mengkomentari tulisan ini.

Terima kasih telah membaca,

Enche Zein
editor http://www.radiantlite.com

*Pengunaan flash yang baik mungkin akan saya bahas di masa depan.

Advertisements

Published by

Enche Tjin

Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer. Saat ini, ia bertempat tinggal di Jakarta.

23 thoughts on “Memaksimalkan kit lens”

    1. Bukan harus dihindari sih, kalau mau hasil optimal sebaiknya mengikuti tips, tapi tidak mutlak, tergantung kondisi dan situasi.

    1. saya lagi gak ada kit lens yang 18-55mm standar. Bagaimana kalau mas aja yang praktekkan dan sharing, ada bedanya gak 🙂

  1. lalu apa pendapat anda tentang lens kit canon eos 450d?? Mohon tips2 nya dunkz..soalnya saya pake itu..hehe..

    1. Lensa Canon 18-55mm IS ini lumayan baik untuk ukuran kit lens. “Sweet Spot” nya antara 24-35mm pada bukaan f/5.6.

      Untuk foto yang kontras sinarnya, rawan Chromatic Abberation, apa ya bahasa Indonesianya? Ini diandai dengan lapisan warna ungu atau merah diantara objek gelap dan terang. Seperti bila kita foto cabang-cabang pohon di bawah matahari yang terik akan keluar.

      Semakin besar f/stop dan lebar zoom yang digunakan, seperti f/16 makin keluar CA nya.

      Padahal setting tersebut oke banget buat foto grup yang besar. Untuk mencegah, maka sebaiknya kalau mengadakan foto grup, cari daerah dibawah bayang-bayang gedung atau lainnya, dimana cahaya merata dan tidak terlalu kontras terutama sewaktu matahari masi terik-teriknya (siang bolong).

      Selain itu kontruksinya dari plastik, ringan cuman ga tahan banting. Menurut salah satu teman saya, selain itu “edge acuity” atau ketajaman antara objek dan background kurang oke.

      Tips-tips lainnya kurang lebih sama seperti yang saya tulis diatas.

  2. wah,makasih banyak nih atas tips2 nya.. Dengan begini saya bisa lebih paham seluk beluk lens kit saya..

  3. Tolong bikin review/perbandingan dong, lensa kit yang terbaik dari DSLR kelas entry level itu yang mana. Itu sangat membantu kita sebagai konsumen untuk mempertimbangkan sebelum membeli. Biasanya kan pada sungkan tuh, kalau menampilkan review perbandingan. Biasanya ditulis semua lensa kit relatif bagus. Tapi saya pribadi pengen sekali tahu kualitas lensa kit yang sebenarnya dari Alpha 200, D40X, 1000D, dan E520. Harganya kan mirip2 tuh. Nah, kalau saya tahu lensa kit yang terbaik, itu sangat berguna buat saya menentukan pilihan sebelum membeli. Salam.

    1. Menurut penelitian teknikal fotografer yang beredar di web:

      lensa kit Sony yang 18-70mm mungkin lebih buruk kualitas gambarnya dibanding yang lain (tapi sedikit lebih panjang jangkauannya).

      Lensa Pentax konstruksinya bagus, mounting ke kameranya dari bahan logam, lalu dibundel dengan lens hood. Kualitas gambar juga diatas rata-rata.

      Lensa Canon dan Nikon mirip2 (versi terbaru dengan IS/VR), cuma Nikon sedikit diatas angin karena bisa kontrol CA dan flare lebih baik. Ketajaman mirip2, masing2 lensa punya ‘sweet spot’ sendiri2.

      Lensa Olympus banyak yang bilang oke, hasil oke lah, ga terlalu tajam tapi konsisten (14-42mm).

      Sayangnya ga bisa fotoin, ga ada lensa dan kameranya, kecuali nanti kalau gue buka toko kamera ya? hehe ditunggu.

      Kesimpulan: Menurut gue Pentax kit lensnya yang terbaik spesifiknya
      Pentax 18-55mm f/3.5-5.6 SMC P-DA

  4. Cuma ya menurut saya jangan beli kamera hanya karena kit lensnya sedikit lebih baik. Kit lens kualitas antar merek bedanya tipis-tipis.

  5. Bang mo tanya nih kalau body sony alpha 350 kit lens-nya bisa cocok sama merek mana aja bang…katanya sih kit lensa bawaannya kurang baik… mungkin ada saran… thnks ya sebelumnya…

  6. Dear Om enche,

    Saya senang sekali membaca tulisan2 om enche.
    Kalau boleh minta alamat emailnya om, hehehehe
    Mau tanya soal foto lebih jauh

    Terima kasih sebelumnya

    Salam,

    Dharma

  7. gan numpang nanya kamera canon 550D bagusan mana pake satu lensa EFS 18-135mm atau dengan 2 lensa yaitu EFS 18-55mm dan 55-250mm

  8. mas, kemaren aku beli kamera + lensa kit…., second hand sih…, nah setelah kucek lagi koq hasilnya dibagian pinggir2 frame kayak shake gitu….., sekalipun pake speed yang tinggi ataupun tripod. itu kira2 apa masalahnya ya mas….?? mohon pencerahan

Comments are closed.