‘Star Trek’ the movie, keren abis…

Saya itu pecinta film Star Trek, dari jamannya serial TNG di RCTI jaman tahun 1994 dahulu. Film fiksi ilmiah yang dibuat oleh Gene Roddenberry itu sampai saat ini ternyata masih terus berkembang, masih punya banyak pecinta fanatik dan film terbarunya kali ini mampu meraup box office di luar negeri. Di Indonesia, film terbaru Star Trek mestinya sudah tayang dari minggu lalu, namun berhubung kesibukan saya, baru tadi malamlah saya sempat menontonnya. Bagi yang ingin menonton atau sekedar membaca sedikit kesan-kesan saya akan film tersebut, bisa melanjutkan baca tulisan ini.

Pemain di film kali ini tidak lagi didominasi nama-nama yang akrab ditelinga, sebut saja John Cho, Ben Cross, Bruce Greenwood, Simon Pegg, Chris Pine, Zachary Quinto, Winona Ryder, Zoe Saldana, Karl Urban, Anton Yelchin, Eric Bana dan Leonard Nimoy. Tidak ada lagi Patrick Steward (Jean-Luc Pickard) atau kru kapal Enterprise TNG lainnya. Ini semua tak lain karena set film ini memang flashback ke awal pertemuan antara kapten Kirk dan Mr. Spock (ingat serial film Star Trek lawas jaman dulu?) jadi di film ini generasi kapten Pickard bahkan belum ada.

Dikisahkan, penjahat Romulan bernama Nero menaruh dendam pada bangsa Vulcan dan Federasi. Alasan utamanya karena Spock dianggap gagal menyelamatkan planet Romulus dari kehancuran. Maka Nero memutuskan menempuh perjalanan waktu mundur ke belakang, untuk merubah sejarahnya. Disinilah serunya film ini, di masa lalu saat kapten Kirk (Chris Pine) baru saja akan dilahirkan, Nero sudah datang untuk membalas dendam. Belum cukup dengan membunuh ayah Kirk, Nero pun berupaya untuk mencari Spock karena ingin Spock bisa melihat Nero menghancurkan planet Vulcan. Kirk dan Spock pun akhirnya berjibaku mencegah Nero menghancurkan planet bumi. Kisah Kirk sebagai kapten dan Spock sebagai first officer di pesawat Enterprise beserta krunya ini lantas (ceritanya) menjadi cikal bakal serial TV di tahun 60-an silam.

Ada beberapa hal yang unik dan berbeda di film ini, seperti :

  • film ini menggambarkan saat awal Federasi berdiri, dengan teknologi dan persenjataan yang belum canggih dan pesawat yang masih kuno (bila dibanding dengan di serial film TV seperti TNG, DS9 atau Voyager)
  • jangan harap melihat pesawat Federasi kelas Sovereign di film ini, tak ada quantum torpedo, tak ada tractor beam ataupun holodeck; yang ada adalah pesawat Enterprise desain awal yang tampak kuno (namun setting interiornya luar biasa cantik)
  • karakter dan nama tokoh di film ini persis sama seperti di serial TV tahun 60-an seperti Spock, Mc Coy, Scott dan Sulu, bahkan di film ini diceritakan bagaimana pertama kali mereka bertemu di Enterprise
  • di film ini penuh aksi sekaligus tawa, sebutlah saat Sulu lupa melepas rem saat pertama kali masuk ke Warp, atau saat Scott masuk ke dalam air saat di ‘transport‘ ke dalam pesawat
  • film ini penuh dengan efek animasi komputer canggih, seperti saat gambaran hancurnya planet Vulcan, atau saat pesawat Enterprise keluar dari nebula cincin Saturnus
  • film ini mampu melepas kerinduan orang tua kita pada sosok Spock yang asli (Leonard Nimoy), karena Spock asli yang main di film tahun 60-an juga ditampilkan sebentar di film ini (meski saat ini dia sudah tampak tua).

Meski demikian film ini pun tak luput dari beberapa kritik seperti :

  • berbeda dengan kisah Star Trek pada umumnya, tidak banyak kata-kata/dialog yang penuh makna, sedikit kisah yang menyentuh atau mengharukan, tidak banyak teori fisika yang dibahas dan terkesan terlalu ‘Amerika’ dengan penuh letusan, dentuman dan kilauan cahaya (please, ini bukan film Star Wars…)
  • peran pemain wanita di film ini (khususnya Nyota Uhura) tampak tidak hidup dan tidak jelas, bahkan terlalu ‘panas’ untuk ukuran film ber-rating PG-13 (13 tahun keatas)
  • kesan penjahat di film ini terlalu dipaksakan seperti ‘berandalan’ dengan tato di wajah dan gaya yang seram, berbeda dengan penjahat di film Nemesis yang terkesan dingin dan penuh misteri
  • kisah yang membingungkan karena Spock dari masa depan ikut hadir membantu perjuangan Kirk dan Spock, namun memang film dengan kisah ‘time travel’ selalu membuat bingung pemirsa.

Terlepas dari plus minus film ini, saya puas karena akhirnya bisa kembali menyaksikan serial movie yang tak pernah luput saya tonton sejak First Contact, Insurrection hingga Nemesis. Kisah cerita yang mengupas awal mula petualangan Kirk dan Spock bersama Enterprise ini bisa menjadi sesuatu yang berbeda dan menghibur, ditambah animasi dan efek suara kelas atas yang mengagumkan membuat film ini sayang untuk dilewatkan. They boldly go where no one has gone before….


Advertisements

Published by

Erwin M.

Saya suka mengikuti perkembangan teknologi digital, senang jalan-jalan, memotret, menulis dan minum kopi. Pernah bekerja sebagai engineer di industri TV broadcasting, namun kini saya lebih banyak aktif di bidang fotografi khususnya mengajar kursus dan tur fotografi bersama infofotografi.com.

6 thoughts on “‘Star Trek’ the movie, keren abis…”

  1. Yeppp Minggu kmaren saya nonton Star Trek di theathre IMAX Keong Mas, & ternyata disana banyak Fans dari Star Trek Indonesia, yg ikutan nonton dengan mengenakan kostum2 StarTrek…

    Yep Bagus film ini, walaupun gak terlalu familiar sama seri Kirk & Spock ini… dulu waktu kecil nontonnya yg Jean-Luc Pickard soalnya ^^

    1. Mestinya yg nonton film ini tuh generasi orang tua kita yg memang sangat familiar dgn Spock dkk…. cuma orang tua kita bakal kaget kalo bandingin teknologi animasi dulu dan sekarang. Film ST generasi baru punya animasi luar biasa canggih dan realistis, kita akan lupa kalau apa yg kita lihat hanya animasi dan set studio semata. Bnr2 serasa ada di dalam pesawat, serasa ikut ke luar angkasa, itulah kekuatan film ST modern yg udah didukung teknologi canggih.

  2. ndak ngerti asal usul awal Star Trek yg ini. Tahunya mulai saat epsisode serial Star Trek: The Next Generation yg tayang di RCTI jaman SD dulu…. jadinya belom nonton deh 🙂

    1. Saya juga tahunya episode TNG jaman SMA dulu. Film seri awal (buatan thn 60-an) dgn tokoh Kirk dan Spock itu memang generasi skrg tidak byk yang tahu. Tapi ya mau apa lagi, film ini memang sengaja mengambil kisah tentang awal pertemuan Kirk dan Spock di starfleet academy.

  3. yang tidak nonton sampai episode terbaru pastinya ketinggalan apalagi STAR TREK meupakan film fiksi yg terpopuler di dunia karena film ini bisa dilihat segala umur

Comments are closed.